Kamis, 10 Maret 2022

HARGA KELUHURAN

Mefiboset makan sehidangan dengan Daud sebagai salah seorang anak raja (2Samuel 9:11)



Seorang pekerja pabrik di Inggris dan istrinya sedang menunggu saat-saat yang menggembirakan. Setelah sekian tahun menikah mereka mendapati bahwa mereka segera akan mempunyai anak pertama. Menurut Jill Briscoe, yang menceritakan kisah nyata ini, pekerja itu ingin sekali menyampaikan berita gembira ini kepada teman-teman sekerjanya. Ia berkata kepada mereka bahwa Allah telah menjawab doa-doanya. Namun mereka menertawakannya karena ia meminta seorang anak kepada Allah.

Ketika bayi itu lahir, ia telah didiagnosa mempunyai kelemahan mental. Dalam perjalanan menuju tempat kerjanya pada hari pertama kelahiran putranya, pekerja itu dihinggapi perasaan kuatir dalam menghadapi rekan-rekan sekerjanya. "Tuhan berilah hikmat kepadaku," doanya. Seperti yang ia takutkan, beberapa orang mengolok-oloknya, "Jadi Tuhan memberimu anak itu!" Pekerja itu terdiam cukup lama sambil meminta pertolongan Tuhan. Akhirnya ia berkata, "Saya bersyukur bahwa Tuhan memberikan anak itu kepadaku, bukan kepadamu."

Sebagaimana pekerja ini menerima keberadaan anak laki-lakinya sebagai pemberian Allah kepadanya, demikian juga Daud dengan senang hati memperlihatkan kemurahan kepada anak laki-laki Saul yang memiliki "cacat di kakinya" (2Samuel 9:3). Beberapa orang mungkin akan menolak Mefiboset karena ia cacat, tetapi tindakan Daud itu menunjukkan bahwa ia memiliki nilai-nilai yang mulia.

Di mata Allah, setiap manusia adalah penting. Dia mengutus Anak tunggalNya untuk mati bagi kita. Biarlah kita selalu mengingatnya sambil bersyukur betapa Dia demikian menghargai setiap kehidupan manusia -- JDB


SEMUA ORANG ADALAH BERHARGA BAGI ALLAH

* Take from Renungan Harian