Sabtu, 22 Agustus 2026

IMAN YANG TEGUH

Tuhan yang memberi, Tuhan yang mengambil, terpujilah nama Tuhan!
(Ayub 1:21)



Pengarang Skotlandia Sir Walter Scott mengalami masalah keuangan ketika usaha penerbitannya bangkrut pada tahun 1826. Ia telah menanam modal yang besar di perusahaan itu, dan tampaknya ia akan kehilangan semuanya, termasuk Abbotsford, rumahnya yang mirip sebuah puri. Sebagai seorang Kristen yang beriman teguh, ia menulis di buku hariannya, "Keadaannya jauh lebih buruk dari yang saya kira. Saya tidak dapat menyelamatkan Abbotsford ataupun yang lain. Dengan telanjang kita masuk ke dalam dunia dan dengan telanjang pula kita meninggalkannya. Terpujilah nama Tuhan."

Jarang sekali kita menjumpai hidup yang tanpa penderitaan. Menanggapi hal yang umum kita alami itu, sepertinya Ayub tidak berlebihan ketika meratap, "Manusia yang lahir dari perempuan, singkat umurnya dan penuh kegelisahan" (Ayub 14:1).

Banyak dari kita sering berbicara tentang kehilangan dan penderitaan, bahkan memperdebatkan mengapa hal yang buruk menimpa orang yang baik. Namun alangkah baiknya bila kita membicarakan bagaimana kita dapat menghadapi setiap pengalaman menyakitkan yang menimpa kita secara pribadi dengan penuh kemenangan. Apa yang benar-benar kita butuhkan tatkala berada di puncak penderitaan bukanlah penjelasan yang masuk akal, melainkan kemampuan untuk bertahan tanpa mengalami kejatuhan emosi atau kepahitan rohani. Kita membutuhkan keyakinan yang memampukan kita untuk mempercayai kasih dan kebijaksanaan Allah (1:21; 2:10).

Berdoalah memohon iman yang teguh, yang akan tetap bertahan di bawah tekanan hidup yang terhebat sekalipun --VCG


IMAN YANG TEGUH SERING KALI DIBANGUN SAAT UJIAN YANG BESAR DATANG

* Take from Renungan Harian 

Jumat, 21 Agustus 2026

JALAN KEYAKINAN

Hidup kami ini adalah hidup karena percaya, bukan karena melihat (2Korintus 5:7)

"The Walk of Faith" adalah panggung terbuka yang terbuat dari kaca tembus pandang di atas puncak menara setinggi 117 meter di Blackpool, Inggris. Panggung ini dibuat agar orang-orang dapat membayangkan bagaimana berjalan di udara. Sebuah foto yang diabadikan fotografer Associated Press memperlihatkan seorang wanita yang berdiri di ujung panggung transparan itu dengan tangan mengepal di depan wajahnya. Ia mencoba memberanikan diri untuk melangkah. Meski sudah diberitahu bahwa panggung itu aman, ia tetap takut.

Terkadang kita juga merasakan hal yang sama. Suatu masalah kesehatan yang serius dapat membuat kita mempertanyakan kuasa dan kehadiran Allah.

Namun sungguh menguatkan bila kita menyimak perkataan Paulus yang terkenal ini "Hidup kami ini adalah hidup karena percaya, bukan karena melihat" (2Korintus 5:7), yang muncul tatkala sedang berbicara tentang "beralih dari tubuh ini untuk menetap pada Tuhan" (ayat 8). Ia menggunakan gaya bahasa metafora, dengan menyebut tubuh kita sebagai tempat kediaman duniawi yang akan binasa. Namun ia juga berkata bahwa kita memiliki tempat kediaman surgawi yang dibangun oleh Allah. Ia berbicara tentang keluh kesah dan kelemahan yang kita alami secara duniawi dan kerinduan kita akan rumah kediaman surgawi. Akhirnya, ia menyimpulkan bahwa bagaimana pun keadaan yang kita hadapi, biarlah kehidupan kita baik di dunia maupun di surga menyenangkan hati Tuhan.

Hidup dengan iman dapat terasa menantang dan terkadang menakutkan. Namun karena Allah Mahakuasa dan Mahahadir, maka kita dapat melangkah dengan penuh keyakinan hari ini --DCM


LEBIH BAIK BERJALAN BERSAMA TUHAN DENGAN IMAN
DARIPADA BERJALAN SEORANG DIRI DENGAN PENGLIHATAN SEMATA

* Take from Renungsn Harian