Selasa, 30 Juni 2026

DUA BERITA

Apakah arti hidupmu? Hidupmu itu sama seperti uap yang sebentar saja kelihatan lalu lenyap (Yakobus 4:14)



Pada hari yang sama, novelis Bret Lott menerima dua berita yang mengubahkan hidupnya. Berita pertama memberitahukan bahwa secara tak terduga seorang muridnya yang berbakat menulis meninggal akibat pembengkakan pembuluh darah otak. Berita kedua datang beberapa jam kemudian dari seorang pembawa acara talk show televisi terkenal. Orang itu menyatakan telah memilih salah satu novel Lott untuk acara klub buku yang disiarkan secara langsung setiap bulan. Ini berarti secara instan ia menjadi kaya dan ternama. Berita yang pertama begitu menyedihkan, sedangkan berita kedua sangat menggembirakan. Namun ia berusaha menyeimbangkan keduanya.

Lott, yang adalah pengikut Kristus, menuliskan nama muridnya yang meninggal itu pada sebuah kartu berwarna putih dan membawanya ketika bulan berikutnya ia muncul di televisi. “Saya telah berjanji pada diri sendiri,” katanya. “untuk selalu menyimpan kartu ini dalam saku. Dengan melihatnya seolah saya diingatkan ‘jangan sampai kemasyhuran ini membuatmu sombong, karena kau tak pernah tahu kapan batas umurmu.’”

Kitab Yakobus membandingkan hidup kita seperti “uap yang sebentar saja kelihatan lalu lenyap” (4:14). Janganlah kita terlena oleh kesuksesan kita saat ini dan rencana-rencana kita untuk esok hari. Sebaliknya, kita harus ingat bahwa hidup kita ada di tangan Tuhan dan tiap-tiap hari merupakan berkat dari-Nya.

Suatu saat nanti, Tuhan akan memanggil kita untuk tinggal bersama-Nya. Dengan mengingat hal ini kiranya kita cara pandang yang benar dan juga kerendahan hati dalam menghadapi setiap berita yang kita terima--DCM


UNTUK MEMBUAT HARI INI BERARTI INGATLAH AKAN KEKEKALAN 

* Take from Renungan Harian

Senin, 29 Juni 2026

BEKERJA DAN BERSENANG-SENANG

Janganlah bersusah payah untuk menjadi kaya, tinggalkan niatmu ini (Amsal 23:4)


Seorang konselor keluarga bernama Mori Freed telah menemukan apa yang disebutnya "mentalitas tambang garam." Ia berkata, "Pada tahun 1980-an, pikiran orang hanya tertuju pada kerja, kerja, dan kerja serta mendapatkan uang sebanyak mungkin." Ia berkata bahwa pada umumnya orang-orang terobsesi untuk mencari uang secara berlebihan. Akibatnya, mereka menjadi depresi tanpa tahu penyebabnya, padahal mereka telah mendapatkan semua hal yang mereka inginkan. Pengamat lain melihat hal serupa dalam bidang pendidikan. Saat ini, jumlah pekerjaan rumah untuk murid-murid Sekolah Dasar telah meningkat hampir dua kali lipat dalam 20 tahun terakhir.

Raja Salomo menujukan kata-katanya yang bijak kepada setiap orang yang berobsesi berlebihan untuk meraih kesuksesan: "Jangan bersusah payah untuk menjadi kaya, tinggalkan niatmu ini" (Amsal 23:4). Terjemahan lain mengatakan, "Bersikaplah bijaksana dengan mengendalikan dirimu."

Bagaimana dengan keluarga kita? Adakah waktu bagi kita untuk bersenang-senang dan tertawa bersama, ataukah selalu ada konflik tentang pekerjaan dan pendidikan yang disertai kata-kata kasar? Seperti apakah keadaan hati kita? Waspadalah, karena dalam pelayanan Kristen pun kadang terdapat obsesi yang tidak sehat.

Kesuksesan dan kekayaan sebesar apa pun yang kita cari akan menjadi hampa bila tidak disertai keseimbangan dan berkat dari Allah. Mungkin inilah saatnya kita harus melihat kembali segala kegiatan kita, bahkan jika perlu sedikit bersantai, mengurangi kesibukan, dan bersenang-senang --DCM


TERUS-MENERUS BEKERJA TANPA BERSENANG-SENANG
AKAN MENGHILANGKAN SUKACITA KEHIDUPAN

* Take from Renungan Harian