Selasa, 04 Agustus 2026

KESALAHAN UMUM

Kristus telah menebus kita dari kutuk hukum Taurat dengan jalan menjadi kutuk karena kita (Galatia 3:13)

Seorang wanita tua berkata kepada saya bahwa ia mengasihi Yesus, berdoa secara teratur, membaca Alkitab setiap hari dan mengakui dosa-dosanya setiap malam. Namun ia takut menghadapi kematian. Ia tidak yakin bahwa Allah akan menerimanya. Ia juga berkata bahwa ia ingin sekali memperoleh kemurahan Allah dengan memberikan uang dalam jumlah besar kepada gerejanya tanpa sepengetahuan suaminya. Ia tahu bahwa hal ini salah, tetapi ia berkata, "Saya melakukannya demi keselamatan saya."

Wanita ini gagal memahami kata-kata Paulus, "Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri" (Efesus 2:8-9). Wanita ini tetap beranggapan bahwa ia harus berbuat baik untuk memperoleh kemurahan Allah.

Ini merupakan kesalahan umum yang sering terjadi di kalangan orang Kristen. Rasul Paulus mengoreksi konsep sebagian orang percaya di Galatia yang memiliki pemahaman seperti itu. Mereka berpendapat bahwa kita perlu menjaga aturan-aturan dalam Perjanjian Lama. Paulus menegaskan bahwa Yesus Kristus dengan kematianNya di kayu salib telah menebus kita dari kutuk hukum Taurat (Galatia 3:13).

Apakah Anda mempercayai hal ini? Apakah Anda telah menerima Yesus Kristus sebagai Juruselamat Anda secara pribadi? Jika demikian, serahkanlah diri Anda dalam karyanya di kayu salib, dan bersukacita serta ucapkanlah syukur. Jangan terjebak dalam anggapan bahwa Anda dapat mengusahakan sendiri kemurahan Allah -- HVL


KESELAMATAN ADALAH ANUGERAH CUMA-CUMA BAGI ORANG BERDOSA YANG TAK LAYAK

* Takefrom Renungan Harian

Senin, 03 Agustus 2026

SEMUA ORANG TELAH BERDOSA

Mereka semua telah menyeleweng, semuanya telah bejat; tidak ada yang berbuat baik, seorang pun tidak (Mazmur 14:3)


Saya membaca kisah tentang seorang wanita yang berada di ambang kematian, yang telah menjalani kehidupan dengan baik dan bermoral, tanpa pernah merasa membutuhkan Juruselamat. Namun ketika seorang pendeta menawarkan diri untuk datang dan berbicara dengannya, wanita tersebut mengizinkannya berkunjung. Pendeta itu menjelaskan bahwa jalan keselamatan hanyalah oleh kasih karunia melalui iman kepada Kristus. Setelah menekankan bahwa Yesus telah mati bagi dosa semua orang, termasuk dirinya, sang pendeta mendesak wanita itu untuk mempercayai sang Juruselamat.

Lalu wanita itu menjawab, "Maksud Anda, jika ingin diselamatkan maka saya harus datang kepada Allah dan berkata bahwa hidup begitu kotor saya seperti orang lain, juga seperti orang yang paling jahat?" "Ya," jawab si pendeta, "hanya itu satu-satunya jalan." Wanita itu berpikir sejenak dan menjawab, "Kalau begitu, saya tidak mau!"

Kesombongan dan ketidakrelaannya untuk datang kepada Kristus sebagai orang berdosa membuat ia harus menghadapi penghakiman Allah. Ia lupa menyadari bahwa orang yang "baik" sekalipun tidak layak berdiri di hadapan Allah yang kudus.

Kita semua membutuhkan Juruselamat yang dapat membebaskan kita dari segala dosa. Kita harus mengakui segala kesalahan kita dengan rendah hati, mengakui bahwa kita tidak dapat menyelamatkan diri sendiri, dan melalui iman menerima anugerah kehidupan kekal yang telah Allah sediakan dengan cuma-cuma bagi kita. Dengan murah hati Tuhan telah menawarkan keselamatan kepada semua orang--karena kita semua adalah orang berdosa! --RWD


HANYA DENGAN MENGAKUI SEGALA KESALAHAN KITA MAKA KITA DAPAT MENERIMA KASIH KARUNIA ALLAH

* Take from Renungan Harian