Senin, 11 Mei 2026

SIAPA YANG PATUT MENERIMA PUJIAN?

[Allah] berbuat menurut kehendak-Nya terhadap balatentara langit dan penduduk bumi (Daniel 4:35)


Sejarawan Stephen E. Ambrose meyakini bahwa pengorbanan para pahlawan telah membuat Amerika Serikat menjadi "negara terhebat dan terbesar yang pernah ada." Ia menghubungkan kebesaran negara ini dengan beberapa presiden terdahulu seperti Washington dan Jefferson, juga beberapa penjelajah seperti Lewis dan Clark. Ambrose menulis, "Allah tidak menyumbangkan apa pun, manusialah yang membuat Amerika demikian."

Pandangan tersebut berpusat pada kontribusi manusia yang dianggap sangat penting, namun lupa mengenali bahwa di balik itu semua Allah membimbing dan mengontrol jatuh bangunnya setiap bangsa di dunia.

Raja Nebukadnezar berpikir bahwa dirinyalah yang sepenuhnya berjasa atas berdirinya kerajaan Babel yang sangar besar itu. Ia menyombongkan diri, "Bukankah ini Babel yang besar itu, yang dengan kekuatan kuasaku dan untuk kemuliaan kebesaranku telah kubangun ...?" (Daniel 4:30).

Ia belum selesai berbicara saat Allah merendahkannya sehingga ia menjadi seperti binatang dan memakan rumput-rumput yang ada di padang. Tujuh tahun kemudian ia berkata, "Semua penduduk bumi dianggap remeh; Ia berbuat menurut kehendak-Nya terhadap balatentara langit dan penduduk bumi" (ayat 35).

Janganlah kita diperdaya oleh kepandaian kita sendiri. Allahlah yang bekerja di dalam kita, yang memberi kita keinginan untuk menaati-Nya dan kekuatan untuk melakukan kehendak-Nya (Filipi 2:13). Hanya Allah yang patut dipuji. Dialah yang layak menerima pujian --VCG


KERENDAHAN HATI YANG SEJATI SENANTIASA MEMUJI ALLAH ATAS SETIAP KEBERHASILAN

* Take from Renungan Harian 

Minggu, 10 Mei 2026

TERANGILAH DUNIA

Kamu adalah terang dunia (Matius 5:14)


Pada suatu malam, putri saya Julie bersama temannya mengendarai mobil dari kampus mereka menuju kota terdekat. Dalam perjalanan, mereka melewati daerah yang sangat gelap karena arus listrik sedang terputus. Rasanya begitu asing dan menakutkan mengendarai mobil melewati daerah yang gelap seperti itu.

Ketika mereka meninggalkan daerah itu, mereka melihat cahaya di depan mereka. Sinarnya bagaikan mercusuar. Dan saat sampai ke sumber cahaya itu, mereka terkejut bercampur senang saat mendapati bahwa satu-satunya cahaya dalam kegelapan itu berasal dari sebuah gereja. Sebuah rumah ibadah sedang menerangi dunia di sekitarnya.

Seperti itu pulalah seharusnya orang melihat kita sebagai orang kristiani. Dalam dunia yang gelap karena dosa, kita diharapkan dapat menjadi terang yang bercahaya dan mengundang orang-orang untuk datang mendekat. Yesus telah membawa kita keluar dari kegelapan, dan Dia mengatakan bahwa kita, para pengikut-Nya, adalah "terang dunia" (Matius 5:14). Oleh sebab itu, sudah seharusnya kita hidup "sebagai anak-anak terang" (Efesus 5:8).

Ini adalah tantangan besar yang harus membuat kita memikirkan secara serius bagaimana kita hidup. Tanyakanlah pada diri Anda sendiri, "Sudahkah saya menjadi terang bagi hidup orang lain? Apakah hidup dan perkataan saya menuntun orang-orang keluar dari kegelapan dan datang kepada terang Yesus?"

Dunia ini gelap, tetapi kita memiliki terang. Sudahkah kita menerangi sekeliling kita? --Dave Branon


HIDUP ANDA DAPAT MEMANCARKAN TERANG ATAU MENGUSIR KEGELAPAN

* Take from Renungan Harian