Sabtu, 05 September 2026

TAK ADA YANG TERLALU KECIL

Allahku akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemuliaanNya dalam Kristus Yesus (Filipi 4:19)


Pendeta Harold Springstead sedang mengendarai mobilnya untuk berkhotbah di sebuah gereja yang terletak desa kecil ketika dengan tiba-tiba ban mobilnya kempes. Saat pendeta berusia 78 tahun itu berusaha mengerem mobilnya, sebuah truk berhenti di belakangnya. Seorang pemuda melompat keluar, tanggap terhadap situasi, dan dengan senang hati menolongnya mengganti ban yang kempes itu.

Pendeta Springstead telah berulang kali mengalami hal yang sama, tetapi baru kali ini ia menyadari bahwa selama ini tidak pernah ada dongkrak di dalam mobilnya!

Ban mobil yang kempes bukanlah masalah besar. Hamba Tuhan yang setia itu pun adalah hamba Tuhan yang telah emiritus (pensiun). Jemaat yang dilayaninya pun adalah jemaat kecil. Kita mungkin berpikir bahwa Tuhan akan lebih sibuk dengan keperluan-keperluan yang lebih besar dan lebih penting daripada hanya sekadar memperhatikan ban kempes. Tetapi janjiNya untuk memenuhi kebutuhan umatNya, mencakup hal-hal yang kecil sebagaimana hal-hal yang besar.

Tuhan yang sama yang menolong Elisa mendapatkan kembali mata kapak yang dipinjam (2Raja 6:5-7), menyediakan makanan bagi janda yang beriman (1Raja 17:8-16), dan menyediakan anggur pada pesta pernikahan di sebuah kota kecil (Yohanes 2:1-10), juga memenuhi kebutuhan kita.

Renungkanlah kembali hari-hari yang telah lalu. Apakah Tuhan telah memperhatikan kebutuhan-kebutuhan kecil dalam hidup Anda? Apakah Ia telah menyelesaikan masalah yang menjengkelkan? Bersyukurlah padaNya! Selama waktu masih ada, ingatlah bahwa hal-hal kecil tidak pernah luput dari perhatianNya -- DCE


TAK ADA YANG TERLALU BESAR BAGI ALLAH UNTUK DISELESAIKAN TAK ADA YANG TERLALU KECIL BAGI ALLAH UNTUK DIPERHATIKAN


* Take from Renungan Harian 

Jumat, 04 September 2026

RUMAH YANG "BERBICARA"

Apa yang kuperintahkan...haruslah engkau menuliskannya pada tiang pintu rumahmu dan pada pintu gerbangmu (Ulangan 6:6,9)


Tak lama sesudah pernikahan G. Campbell Morgan, seorang pendeta dari Skotlandia, ayahnya mengunjungi rumah yang baru saja dilengkapi dan ditata oleh pengantin baru itu. Setelah mereka memperlihatkan rumah tersebut dengan perasaan bangga dan puas, sang ayah berkata, "Ya, memang bagus sekali, tetapi tak seorang pun yang melihat rumah ini akan tahu apakah kalian milik Allah atau milik setan!"

Morgan terkejut mendengar perkataan pedas namun penuh arti yang diucapkan ayahnya. Tetapi ia dapat memahami maksud ayahnya. Sejak hari itu ia melakukan sedikit penataan baru, sehingga dalam setiap ruangan di rumahnya, ada sesuatu yang dapat memberi petunjuk bahwa ia dan istrinya berimannya kepada Kristus.

Banyak orang percaya berupaya memasang benda-benda yang dapat mengingatkan mereka akan kasih dan kebaikan Allah di rumah mereka. Satu saja ayat Alkitab yang terpampang di tembok atau suatu benda seni Kristiani lainnya, mungkin berguna untuk mendorong anggota keluarga untuk melayani dan memuji Allah.

Demikian juga dengan adanya buku-buku dan majalah-majalah Kristen, dapat membantu kita dalam merenungkan firman Allah. Saksi-saksi bisu semacam itu dapat membuka kesempatan bagi kita untuk berbicara dengan para tamu tentang kebaikan Tuhan.

Bagaimana dengan kondisi rumah Anda? Apakah tamu Anda akan mendapatkan petunjuk tentang kehidupan rohani Anda? -- HGB

APA YANG ADA DI RUMAH KITA DAPATM MENCERMINKAN APA YANG ADA DI HATI KITA 

* Take from Renungan Harian