Kamis, 11 Juni 2026

HANYA UNTUK PENDOSA

Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu ... pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri (Efesus 2:8,9)


Banyak orang nonkristiani tahu lagu pujian “Sangat Besar Anugerah-Nya” (Amazing Grace), tetapi banyak yang tak tahu arti anugerah. Suatu hari ketika penginjil D.L. Moody mempelajari arti anugerah Allah, ia berlari ke jalan dan berteriak kepada orang pertama yang ia jumpai, “Apakah Anda tahu grace [anugerah]?” Dengan bingung orang itu menyahut, “Grace siapa?” Tanpa ragu Moody lalu menjelaskan anugerah, yakni Allah berbelas kasih kepada orang berdosa dan dengan cuma-cuma menawarkan pengampunan dan hidup baru kepada mereka melalui iman dalam Kristus.

Saya mendengar tentang seorang pria yang hidupnya bermasalah dan meninggal tanpa memahami pesan anugerah Allah. Seorang pendeta berbicara kepadanya dan mendorongnya untuk ke gereja, tetapi jawabnya, “Saya sangat tidak layak.” Ia tak tahu bahwa anugerah Allah diberikan untuk orang yang tak layak menerimanya.

Dalam surat Paulus kepada jemaat Efesus, Paulus secara gamblang menggambarkan hidup pra-kristiani mereka bagaikan orang yang sudah “mati karena pelanggaran-pelanggaran dan dosa-dosa” (2:1). Kemudian ia menggunakan dua kata yang penuh pengharapan: tetapi Allah (ayat 4). Dua kata itu menunjukkan belas kasih dan anugerah Allah yang menyediakan pengampunan dan hidup baru melalui Kristus. Keselamatan didapat melalui iman, bukan usaha kita, jadi tak seorang pun dapat memegahkan diri (ayat 8,9).

Mari kita bantu orang lain memahami bahwa keselamatan Allah hanya untuk orang berdosa, termasuk kita. Itulah yang membuat anugerah Allah sangat besar! --Joanie Yoder


LANGKAH PERTAMA UNTUK MENERIMA KEHIDUPAN KEKAL ADALAH MENGAKUI BAHWA KITA TIDAK LAYAK MENERIMANYA

* Take from Renungan Harian 

Rabu, 10 Juni 2026

ALLAH LEMBUT DAN PERKASA

[Allah] menyembuhkan orang-orang yang patah hati dan membalut luka-luka mereka; Ia menentukan jumlah bintang-bintang dan menyebut nama-nama semuanya (Mazmur 147:3,4)



Allah memang mengenal dan menghitung bintang-bintang, tetapi Dia lebih memerhatikan Anda dan saya, sekalipun kita sudah rusak oleh dosa. Dia membalut hati kita yang hancur dengan kepekaan dan kebaikan, dan Dia membawa kesembuhan bagi jiwa kita yang terdalam. Kebesaran kuasa Allah merupakan wujud dari kebesaran hati-Nya. Kekuatan-Nya adalah ukuran dari kasih-Nya. Dia adalah Allah yang lembut sekaligus Allah yang perkasa.

Sang pemazmur mengatakan bahwa Allah "menentukan jumlah bintang-bintang" dan bahkan "menyebut nama-nama semuanya" (147:4). Apakah Dia akan lebih memedulikan bintang-bintang yang hanyalah benda mati, tetapi tidak memedulikan kita, yang memiliki citra-Nya? Tentu saja tidak. Dia mengetahui pergumulan kita saat kesepian, dan Dia peduli. Dia adalah Allah yang penuh perhatian.

Allah, dalam wujud Putra-Nya Yesus, memerhatikan seluruh penderitaan kita (Ibrani 2:18). Dia memahami dan tidak menghukum atau menghakimi saat kita gagal. Dia membungkuk dan mendengarkan seruan minta tolong kita. Dia dengan lemah lembut mengoreksi kita. Dia menyembuhkan lewat waktu dan dengan keterampilan yang luar biasa.

Suatu hari nanti bintang-bintang akan jatuh dari langit. Namun bukan bintang-bintang itu yang menjadi perhatian utama Allah, melainkan Anda! Dia "berkuasa menjaga supaya jangan kamu tersandung dan yang membawa kamu dengan tak bernoda dan penuh kegembiraan di hadapan kemuliaan-Nya" (Yudas 1:24). Dan Dia akan melakukannya! --DHR


KARENA ALLAH MEMEDULIKAN KITA KITA DAPAT MENINGGALKAN KEKHAWATIRAN KITA BERSAMA-NYA

* Take from Renungan Harian