Rabu, 25 Februari 2026

BOSAN DENGAN MANNA?

Tidak ada sesuatu apapun, kecuali manna ini saja yang kita lihat
(Bilangan 11:6)



Sepasang suami-istri muda pindah ke Banff. Tempat yang sangat indah itu terletak di tengah pegunungan batu Kanada dan dikelilingi oleh puncak-puncak gunung yang begitu mempesona. Keindahan lereng pegunungan yang mengagumkan itu berganti-ganti seiring musim: salju yang berkilauan, bunga-bunga liar berwarna cerah, dan daun-daun musim gugur yang keemasan.

Dalam tahun pertama, setiap kali berjalan-jalan, mereka selalu berhenti untuk mengagumi keindahan pegunungan tersebut. Mereka merasa yakin bahwa mereka tidak akan pernah bosan dengan pemandangan yang luar biasa itu. Tetapi mereka salah. Tak lama kemudian semua keindahan tersebut sudah menjadi sangat biasa sehingga tidak lagi membuat mereka takjub.

Tak lama setelah bangsa Israel keluar dari Mesir dan berada di padang gurun, mereka kehabisan makanan. Namun Allah mendengar seruan mereka dan memberi makan secara adikodrati dengan mengirim manna setiap hari. Pertama-tama mereka pasti kagum terhadap pemeliharaan Allah yang luar biasa itu. Tetapi beberapa waktu kemudian mereka mulai bosan menerima makanan yang sama terus-menerus. Sesuatu yang sudah biasa tidak lagi mengagumkan.

Pernahkah Anda meremehkan segala berkat yang dicurahkan Allah bagi Anda setiap hari? Jangan berkata bahwa sudah semestinya Anda menerima semua itu. Ingatlah untuk berterima kasih kepada Allah atas pemeliharaan dan kekuatan yang Dia berikan setiap hari, dan atas berkat melimpah yang diberikan-Nya bagi Anda setiap hari --DCE


UNTUK MELIPATGANDAKAN SUKACITA HITUNGLAH BERKAT-BERKAT YANG ANDA TERIMA

* Take from Renungan Harian 

Selasa, 24 Februari 2026

JADILAH SEORANG SAHABAT

Seseorang yang ingin berteman harus memiliki sikap bersahabat
(Amsal 18:24)


Kita semua membutuhkan setidaknya satu atau dua sahabat. Seorang anak laki-laki mendefinisikan sahabat sebagai "seseorang yang tetap menyukai kita meski telah mengetahui segala sesuatu tentang diri kita." Sedangkan Ralph Waldo Emerson berkata, "Seorang sahabat adalah salah satu karya agung dari alam." Henry Durbanville yang mengadakan pengamatan terhadap persahabatan berkata demikian: "Seorang sahabat adalah orang pertama yang menghampiri kita ketika seluruh dunia meninggalkan kita."

Dalam Amsal 17:17 Salomo mengungkapkan bahwa, "Seorang sahabat menaruh kasih setiap waktu." Kita tak dapat menemukan definisi yang lebih baik dari itu. Mempunyai seorang sahabat yang selalu bersikap baik kepada kita dalam segala keadaan merupakan salah satu berkat yang paling berharga dalam kehidupan. Dukungan dan penguatan yang diberikan seorang sahabat akan terasa sangat dibutuhkan tatkala beban kehidupan yang berat menimpa kita. Yesus adalah sahabat yang terbaik, karena Dia telah memberikan nyawa-Nya untuk sahabat-sahabat-Nya (Yohanes 15:13).

Amsal 18:24 mengemukakan suatu pendapat yang penting dan memberikan gambaran tentang arti seorang sahabat. Ia berkata, "Seseorang yang ingin berteman harus memiliki sikap bersahabat." Maksudnya jelas: Persahabatan harus dimulai dari diri kita sendiri lebih dahulu. Kita harus berinisiatif untuk mengembangkan hubungan dengan orang lain. Perlakukanlah orang lain sebagaimana kita ingin diperlakukan. Jika Anda ingin memiliki sahabat, maka Anda harus terlebih dahulu menjadi seorang sahabat! -RWD

SAHABAT TIDAK DITEMUKAN; TETAPI DICARI -Wentworth

* Take from Renungan Harian