Rabu, 26 Agustus 2026

RUMAH UNTUK MOBIL

Orang benar mengerti hak orang lemah, tetapi orang fasik tidak mengertinya (Ams 29:7)


Seorang wanita yang berasal dari negara miskin mengunjungi Toronto. Ia tinggal di rumah seorang wanita yang bekerja untuk organisasi internatsional pemberi bantuan.

Memandang keluar dari balik jendela rumah, tamu itu bertanya, "Siapa yang tinggal di sana?" Karena mengira yang dimaksud adalah siapa yang tinggal di kebun belakang, tuan rumah itu menjawab, "Tak seorang pun."

"Bukan," jawab tamu itu. "Maksud saya yang tinggal di seberang sana." Ia menunjuk ke arah garasi. "Siapa yang tinggal di sana?" "Tak seorang pun," jawab tuan rumah. "Itu adalah rumah untuk mobil."

Wanita itu tercengang. Berulangkali ia berkata, "Sebuah rumah untuk mobil! Sebuah rumah untuk mobil!" Ia sangat terkejut karena orang-orang tidak hanya dapat membeli mobil, tetapi juga rumah untuk menyimpan mobil itu.

Sementara saya memikirkan hal ini, saya maklum akan keterkejutannya. Sangatlah memalukan bila kita menyadari bahwa sebagian di antara kita tergolong sangat kaya, sementara yang lain tergolong sangat miskin.

Rasul Paulus tidak memandang kekayaan sebagai dosa, tetapi ia mengerti bahaya yang dapat ditimbulkan oleh kekayaan. Dalam perintahnya kepada Timotius, ia menantang "orang-orang kaya di dunia ini" agar mereka "suka memberi dan membagi" (1Tim 6:17-18).

Allah mengharapkan kita menggunakan berkat-berkat-Nya untuk menjadi berkat bagi orang lain. Apakah kita memakai pemberian-Nya untuk menunjukkan kasih-Nya? [JDB]

KARENA ALLAH MEMBERI SEMUA YANG KITA BUTUHKAN KITA JUGA HARUS MEMBERI KEPADA ORANG-ORANG YANG MEMBUTUHKAN

* Take from Renungan Harian 

Selasa, 25 Agustus 2026

TERHILANG DAN DISELAMATKAN

Pemungut cukai itu ... memukul diri dan berkata: Ya Allah, kasihanilah aku orang berdosa ini (Lukas 18:13)


Penginjil D.L. Moody pernah mengunjungi sebuah penjara yang disebut "Pekuburan" untuk berkhotbah kepada para penghuninya. Setelah selesai berbicara, Moody berbincang-bincang dengan beberapa orang di dalam sel. Ia menanyakan pertanyaan yang sama kepada tiap tahanan, "Mengapa Anda ditahan?" Berulang kali ia menerima jawaban: "Saya tidak seharusnya berada di sini." "Saya dijebak." "Saya difitnah." "Saya tidak diadili secara adil." Tak seorang tahanan pun mau mengakui bahwa dirinya bersalah.

Akhirnya Moody berjumpa seorang pria yang menutupi wajah dengan tangannya, sambil menangis tersedu-sedu. "Ada apa, sobat?" Moody bertanya. Tahanan itu menjawab, "Saya tak mampu menanggung dosa saya yang begitu besar." Mendengar hal itu, Moody merasa lega karena telah menemukan setidaknya satu orang yang mau mengakui kesalahannya dan membutuhkan pengampunan. Karena itulah Moody berseru, "Puji Tuhan!" Kemudian dengan sukacita Moody bercerita tentang keselamatan dalam Kristus. Dari situ orang itu dibebaskan dari belenggu dosa dan diselamatkan.

Gambaran tentang dua sikap yang berlawanan dalam perumpamaan Yesus tentang orang Farisi dan pemungut cukai sangatlah akurat (Lukas 18:9-14). Selama orang berdosa menyatakan diri tidak bersalah dan menyangkali dosanya di hadapan Tuhan, ia tidak dapat menerima karunia pengampunan. Namun bila ia mengaku bersalah dan berseru, "Allah, kasihanilah aku orang berdosa ini," maka ia akan diampuni. Untuk mendapatkan keselamatan, Anda harus mengakui bahwa Anda telah terhilang --RWD


AGAR DISELAMATKAN
ANDA HARUS MENGAKUI BAHWA ANDA TERHILANG

* Take from Renungan Harian