Dalam keadaan yang terdesak ini, ia berusaha melunakkan hati TUHAN, Allahnya; ia sangat merendahkan diri di hadapan Allah nenek moyangnya (2Tawarikh 33:12)
Seorang pria muda sedang mengendarai sebuah mobil tua di sebuah jalan yang sepi di tengah curah hujan ketika mesin mobil itu tiba-tiba mati. Ketika ia menepi ke pinggir jalan, sebuah mobil lain berhenti dan pengendaranya keluar serta bertanya ada apa. Orang asing itu membuka kap mobil, mengutak-ngatik sesuatu dan kemudian memberi isyarat kepada pemuda itu untuk mencoba menghidupkan mobilnya. Saat mesin mobil hidup kembali, pemuda yang kagum itu berseru, "Terima kasih, saya pikir mobil ini mogok untuk yang terakhir kalinya."
Penolong itu menjawab, "Setiap mesin mobil setidaknya memiliki satu kesempatan lagi untuk 'hidup' bila Anda bisa mendapatkan pemicunya. Prinsip yang sama juga berlaku untuk manusia. Suatu saat Anda akan memiliki kesempatan untuk menerapkan pengetahuan ini. Ingatlah, selama masih tersisa satu pemicu hidup, belum terlambat bagi orang tersebut untuk memulai suatu awal yang baru."
Tiga puluh tahun kemudian, pemuda itu telah menjadi seorang pendeta di sebuah penjara yang besar. Ia bersaksi bahwa kata-kata tentang suatu awal yang baru selalu dan selalu berbicara kepadanya.
Seperti Allah memberi suatu awal yang baru bagi Manasye saat ia bertobat (2Tawarikh 33:12-13), pendeta ini juga telah melihat mukjizat-mukjizat Allah yang terjadi pada orang-orang yang keras tersebut.
Jika hidup kita berantakan, janganlah putus asa. Melalui pertobatan dan iman, kita dapat memulainya lagi. "Selama masih ada pemicu hidup, belum terlambat untuk memulai suatu awal yang baru" -- HVL
TAK PERNAH ADA KATA TERLAMBAT UNTUK MEMULAI SUATU AWAL YANG BARU BERSAMA ALLAH
* Take from Renungan Harian