Minggu, 06 September 2026

DILENGKAPI UNTUK BERTUGAS

Kuatkan dan teguhkanlah hatimu...sebab TUHAN, Allahmu, menyertai engkau, ke mana pun engkau pergi (Yosua 1:9)


Ketika Perang Dunia II berkobar, saya berada di Inggris dan bekerja sebagai seorang teknisi pembedahan di sebuah rumah sakit tentara. Saat itulah saya mendengar berita radio yang mengejutkan semua orang: "Franklin Delano Roosevelt telah wafat!" Saya merasa sedih dan terguncang. Apakah wakil presiden Harry Truman mampu untuk menjadi seorang presiden?

Lega rasanya ketika saya mendengar sang wapres berkata bahwa ia merasa seakan-akan kejatuhan beban yang sangat berat di pundaknya, dan ia meminta agar seluruh masyarakat berdoa baginya. Ucapan sang wapres ini meyakinkan saya bahwa ia dengan rendah hati mengakui keterbatasan dan perlunya pertolongan Allah.

Tidak banyak dari kita yang beruntung menempati posisi kepemimpinan dengan tugas sebesar itu, namun umumnya kita semua pernah mengalami perasaan tak berdaya saat menghadapi tanggung jawab yang besar. Tanggung jawab itu dapat berupa pekerjaan baru, mendapat promosi di tempat kerja, memilih pasangan hidup, menjadi orang tua, ataupun menyanggupi pelayanan baru di Sekolah Minggu atau gereja.

Tatkala kita dihadapkan pada suatu tantangan baru, kita dapat membangun keberanian berdasarkan firman Tuhan kepada Yosua (Yosua 1:9). Kita dapat menerima kesempatan itu sebagai sesuatu yang diberikan Allah dan percaya bahwa Dia berkenan memberikan segala sesuatu yang kita butuhkan. Bila kita merenungkan firmanNya, mematuhi dan berdoa mengandalkan Tuhan, serta bekerja dengan rajin, maka Dia akan memampukan kita melakukan semua itu. Dia akan melengkapi kita dalam bertugas -- HVL


PANGGILAN ALLAH SELALU DISERTAI DENGAN KEKUATAN UNTUK MENUNAIKANNYA


* Take from Renungan Harian

Sabtu, 05 September 2026

TAK ADA YANG TERLALU KECIL

Allahku akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemuliaanNya dalam Kristus Yesus (Filipi 4:19)


Pendeta Harold Springstead sedang mengendarai mobilnya untuk berkhotbah di sebuah gereja yang terletak desa kecil ketika dengan tiba-tiba ban mobilnya kempes. Saat pendeta berusia 78 tahun itu berusaha mengerem mobilnya, sebuah truk berhenti di belakangnya. Seorang pemuda melompat keluar, tanggap terhadap situasi, dan dengan senang hati menolongnya mengganti ban yang kempes itu.

Pendeta Springstead telah berulang kali mengalami hal yang sama, tetapi baru kali ini ia menyadari bahwa selama ini tidak pernah ada dongkrak di dalam mobilnya!

Ban mobil yang kempes bukanlah masalah besar. Hamba Tuhan yang setia itu pun adalah hamba Tuhan yang telah emiritus (pensiun). Jemaat yang dilayaninya pun adalah jemaat kecil. Kita mungkin berpikir bahwa Tuhan akan lebih sibuk dengan keperluan-keperluan yang lebih besar dan lebih penting daripada hanya sekadar memperhatikan ban kempes. Tetapi janjiNya untuk memenuhi kebutuhan umatNya, mencakup hal-hal yang kecil sebagaimana hal-hal yang besar.

Tuhan yang sama yang menolong Elisa mendapatkan kembali mata kapak yang dipinjam (2Raja 6:5-7), menyediakan makanan bagi janda yang beriman (1Raja 17:8-16), dan menyediakan anggur pada pesta pernikahan di sebuah kota kecil (Yohanes 2:1-10), juga memenuhi kebutuhan kita.

Renungkanlah kembali hari-hari yang telah lalu. Apakah Tuhan telah memperhatikan kebutuhan-kebutuhan kecil dalam hidup Anda? Apakah Ia telah menyelesaikan masalah yang menjengkelkan? Bersyukurlah padaNya! Selama waktu masih ada, ingatlah bahwa hal-hal kecil tidak pernah luput dari perhatianNya -- DCE


TAK ADA YANG TERLALU BESAR BAGI ALLAH UNTUK DISELESAIKAN TAK ADA YANG TERLALU KECIL BAGI ALLAH UNTUK DIPERHATIKAN


* Take from Renungan Harian