Jumat, 10 Juli 2026

OLEH ROH KUDUS

Bukan dengan keperkasaan dan bukan dengan kekuatan, melainkan dengan roh-Ku, firman Tuhan semesta alam (Zakharia 4:6)


Seorang pria bernama Simon yang bekerja di sebuah stasiun televisi di undang untuk menyaksikan sebuah drama di gereja tentang kematian dan kebangkitan Yesus. Pada penutup acara, sang pendeta mempersilakan para hadirin saat itu untuk menghubungi gereja jika mereka ingin membicarakan apa yang telah mereka lihat dan dengar dalam drama tersebut. Esok harinya Simon yang berpandangan skeptis menelepon ke gereja dan membuat janji untuk bertemu sang pendeta.

Pada tahun yang sama, setelah melalui beberapa kali pertemuan dan pemikiran yang mendalam, akhirnya Simon menerima Yesus sebagai Juruselamatnya. Ia pun bertumbuh dengan cepat sebagai orang percaya, bahkan ikut bermain drama pada tahun berikutnya.

Kesaksian seperti di atas dapat memberi kita semangat karena sering kali usaha kita untuk menyebarkan Injil dalam masyarakat mengalami hambatan.

Dalam bacaan Alkitab hari ini, orang-orang buangan Yahudi yang berusaha membangun kembali Yerusalem menghadapi perlawanan dari negara-negara tetangga. Namun Allah mengingatkan mereka bahwa keberhasilan tidak datang karena keperkasaan ataupun kekuatan manusia, melainkan karena Roh Allah (Zakharia 4:6).

Sebagai bagian dari gereja Kristus, mungkin kita berkecil hati karena mengalami hambatan dalam mengabarkan Injil. Namun kita perlu ingat bahwa pekerjaan Allah tidak dikerjakan dengan keperkasaan atau kekuatan kita, melainkan oleh Roh Kudus. Kita hanya diberi tanggung jawab untuk menyerukan nama-Nya dengan setia dan menyerahkan hasilnya kepada-Nya --DCE


MENGUBAHKAN HATI ADALAH TUGAS ALLAH
BUKAN TUGAS KITA


* Take from Renungan Harian

Kamis, 09 Juli 2026

GERHANA

Biarlah semuanya memuji-muji Tuhan, sebab hanya nama-Nya saja yang tinggi luhur (Mazmur 148:13)


Seorang teman yang menyaksikan gerhana matahari total di Inggris menggambarkan perasaan luar biasa yang dialaminya ketika melihat bagaimana matahari perlahan-lahan ditelan oleh bayangan kegelapan, kemudian tiba-tiba diikuti oleh datangnya fajar yang begitu cepat. Sebagian pengamat hanya melihatnya sebagai suatu kebetulan karena letak bulan saat itu tepat menutupi sinar matahari yang menuju bumi pada waktu dan tempat tertentu. Namun teman saya tadi menyebutnya sebagai pertunjukan yang luar biasa dari Allah. Ia melihatnya sebagai bukti adanya rencana, keteraturan, dan kontrol yang tepat dari Allah atas alam semesta ciptaan-Nya.

Mazmur 148 mengajak semua ciptaan untuk memuji kebesaran Allah, "Pujilah Dia, hai matahari dan bulan, pujilah Dia, hai segala bintang terang!. Pujilah Tuhan,. hai raja-raja di bumi dan segala bangsa" (ayat 3,7,11).

Segala ciptaan Allah menyanyikan kebesaran-Nya, dan mengingatkan kita bahwa Dia berkuasa dan mengendalikan segala hal dalam kehidupan kita. Karena itu sudah sepantasnya kita "memuji-muji Tuhan, sebab hanya nama-Nya saja yang tinggi luhur; keagungan-Nya mengatasi bumi dan langit" (ayat 13).

Kebenaran ini akan menolong kita saat cahaya kehidupan kita tertutup oleh kegelapan dan kesulitan. Kita dapat mempercayai dan memuji Allah yang Mahakuasa, karena segala rencana-Nya sempurna, pengaturan waktu-Nya selalu tepat, dan Dia senantiasa mengendalikan hidup kita --DCM


KERENA KITA BERADA DALAM KENDALI ALLAH MAKA TAK ADA YANG PERLU KITA TAKUTKAN

* Take from Renungan Harian