Senin, 16 Maret 2026

BERAPA BATAS ANDA?

Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu (1Korintus 10:13b)


Sebagian kita tentu pernah membaca tulisan peringatan tentang "batas maksimum beban" di jembatan, jalan-jalan tertentu, atau lift. Menyadari bahwa tegangan yang terlalu besar dapat menyebabkan kerusakan fatal atau kehancuran total, para insinyur menentukan dengan teliti jumlah beban yang dapat ditopang dengan aman oleh berbagai material. Peringatan-peringatan yang di pasang memberitahu dan mengingatkan kita untuk tidak melebihi beban maksimum yang tertera.

Manusia juga memiliki batas maksimum beban yang sanggup dipikulnya, dan batas ini berbeda pada setiap orang. Sebagian orang dapat menanggung tekanan dengan lebih baik dari orang lain -- tetapi setiap orang memiliki batas kemampuan dan hanya dapat menanggung sebanyak itu.

Seringkali keadaan dan orang lain terasa memojokkan kita lebih dari yang dapat kita tanggung. Namun Tuhan memahami batas kita, Dia tidak pernah mengizinkan kesulitan apa pun yang masuk ke dalam kehidupan kita melebihi kekuatan dan kemampuan kita untuk menanggungnya. Hal ini merupakan suatu kebenaran, khususnya ketika kita terpikat oleh dosa. 1Korintus 10:13b menyatakan, "Sebab Allah dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan keluar, sehingga kamu dapat menanggungnya."

Maka, tatkala pencobaan dan kesulitan menekan, teguhkanlah hati kita! Ingatlah bahwa Bapa surgawi kita mengetahui batas maksimum kemampuan kita untuk berdiri tegak di bawah tekanan-tekanan hidup. Mintalah kekuatan dariNya. Tidak satu pun pencobaan yang lebih besar dari kekuatanNya! -- RWD

JIKA KITA BERSERAH KEPADA ALLAH KITA TIDAK AKAN JATUH DALAM MENGHADAPI PENCOBAAN 

* Take from Renungan Harian

Minggu, 15 Maret 2026

"TERUSLAH MEMUKUL"

Kuatkan dan teguhkanlah hatimu, janganlah takut dan jangan gemetar
(Ulangan 31:6)



Penulis dan pendeta John Maxwell menulis tentang seorang mahasiswa seminari yang merasa kewalahan oleh beban tugasnya. Buku-buku yang harus dibaca, makalah penelitian yang harus ditulis, kata-kata Yunani yang harus dipelajari -- tampaknya mustahil! Keputusasaannya terlihat jelas oleh teman-teman sekelasnya.

Kemudian seorang mahasiswa tingkat atas merangkul bahu pemuda itu dan berkata, "Sobat, tak masalah berapa besar batu karang itu; jika kamu terus memukulnya, batu itu akan hancur." Mahasiswa itu mulai melihat bahwa tugas-tugasnya dapat diatasi jika ia mengerjakannya satu-persatu. Akhirnya "batu karang" itu hancur. Mahasiswa seminari yang kewalahan itu lulus dan kini menjadi seorang pendeta.

Menjalani kehidupan Kristen tak ubahnya seperti mencoba memecahkan batu karang. Kita terus memukul, tetapi tidak terjadi apa-apa. Kita berkecil kecil hati dalam memikul beban yang sama, menghadapi godaan yang sama.

Kitab Ulangan dimulai dan diakhiri dengan berita yang penuh pengharapan. Musa berkata kepada umat Israel, "Janganlah takut dan janganlah patah hati" (1:21). "TUHAN...tidak akan membiarkan engkau dan tidak akan meninggalkan engkau; janganlah takut dan janganlah patah hati" (31:8). Kata-kata yang memberi semangat ini juga berlaku untuk kita.

Jika "batu karang" Anda tampak terlalu besar, perhatikanlah nasihat mahasiswa tingkat atas tadi: "Teruslah memukul." Jika Anda bergantung kepada Tuhan, akhirnya "batu karang itu akan hancur" [DCE]

KITA MENAKLUKKAN DENGAN TERUS MAJU

* Take from Renungan Harian