Kamis, 27 Agustus 2026

TAMAN KEHIDUPAN

Apabila semuanya itu ada padamu dengan berlimpah-limpah, kamu akan dibuatnya menjadi giat dan berhasil dalam pengenalanmu akan Yesus Kristus, Tuhan kita (2Petrus 1:8)


Bayangkan betapa indahnya sebuah ladang dengan jumbai-jumbai jagung yang berwarna hijau tua dan pucuk-pucuk gandum yang berwarna keemasan melambai perlahan tertiup angin sepoi-sepoi. Atau bayangkan sebuah taman dengan bunga magnolia yang bermekaran, bunga mawar yang menyebarkan keharumannya, dan bunga-bunga pansy yang menengadah ke arah matahari.

Setelah itu bayangkan sebidang tanah yang terabaikan, penuh dengan ilalang yang menghalangi tumbuhnya tumbuhan lain yang bagus, berguna, dan indah.

Lalu, mari kita bayangkan sebuah taman lain, yang berisi hal-hal rohani. Rasul Paulus memberitahukan bagaimana kita dapat menjadi "giat" dan "berhasil" (2Petrus 1:8). Ia mendorong orang-orang Kristen supaya rajin dan produktif secara rohani dengan mengembangkan kualitas karakter Kristen, yakni iman, kebajikan, pengetahuan, penguasaan diri, ketekunan, kesalehan, kasih akan saudara-saudara, dan kasih akan semua orang (ayat 5-7).

Untuk dapat melakukan semua ini dibutuhkan usaha. Kita harus menjalin hubungan dengan Allah, yakni lewat membaca Alkitab secara teratur, sering berdoa, menahan godaan, mengarahkan diri untuk taat kepada-Nya, dan menjangkau sesama dalam kasih. Petrus menyebutkan keuntungan lain dari suatu kehidupan yang berbuah, yaitu keyakinan yang terus bertumbuh, kestabilan rohani, dan kesiapan penuh untuk memasuki kerajaan kekal sang Juruselamat kita (ayat 10-11).

Seproduktif apakah taman kehidupan Anda? --HVL


KEHIDUPAN YANG BERBUAH ADALAH KEHIDUPAN YANG PENUH SUKACITA

* Take from Renungan Harian

Rabu, 26 Agustus 2026

RUMAH UNTUK MOBIL

Orang benar mengerti hak orang lemah, tetapi orang fasik tidak mengertinya (Ams 29:7)


Seorang wanita yang berasal dari negara miskin mengunjungi Toronto. Ia tinggal di rumah seorang wanita yang bekerja untuk organisasi internatsional pemberi bantuan.

Memandang keluar dari balik jendela rumah, tamu itu bertanya, "Siapa yang tinggal di sana?" Karena mengira yang dimaksud adalah siapa yang tinggal di kebun belakang, tuan rumah itu menjawab, "Tak seorang pun."

"Bukan," jawab tamu itu. "Maksud saya yang tinggal di seberang sana." Ia menunjuk ke arah garasi. "Siapa yang tinggal di sana?" "Tak seorang pun," jawab tuan rumah. "Itu adalah rumah untuk mobil."

Wanita itu tercengang. Berulangkali ia berkata, "Sebuah rumah untuk mobil! Sebuah rumah untuk mobil!" Ia sangat terkejut karena orang-orang tidak hanya dapat membeli mobil, tetapi juga rumah untuk menyimpan mobil itu.

Sementara saya memikirkan hal ini, saya maklum akan keterkejutannya. Sangatlah memalukan bila kita menyadari bahwa sebagian di antara kita tergolong sangat kaya, sementara yang lain tergolong sangat miskin.

Rasul Paulus tidak memandang kekayaan sebagai dosa, tetapi ia mengerti bahaya yang dapat ditimbulkan oleh kekayaan. Dalam perintahnya kepada Timotius, ia menantang "orang-orang kaya di dunia ini" agar mereka "suka memberi dan membagi" (1Tim 6:17-18).

Allah mengharapkan kita menggunakan berkat-berkat-Nya untuk menjadi berkat bagi orang lain. Apakah kita memakai pemberian-Nya untuk menunjukkan kasih-Nya? [JDB]

KARENA ALLAH MEMBERI SEMUA YANG KITA BUTUHKAN KITA JUGA HARUS MEMBERI KEPADA ORANG-ORANG YANG MEMBUTUHKAN

* Take from Renungan Harian