Minggu, 15 Maret 2026

"TERUSLAH MEMUKUL"

Kuatkan dan teguhkanlah hatimu, janganlah takut dan jangan gemetar
(Ulangan 31:6)



Penulis dan pendeta John Maxwell menulis tentang seorang mahasiswa seminari yang merasa kewalahan oleh beban tugasnya. Buku-buku yang harus dibaca, makalah penelitian yang harus ditulis, kata-kata Yunani yang harus dipelajari -- tampaknya mustahil! Keputusasaannya terlihat jelas oleh teman-teman sekelasnya.

Kemudian seorang mahasiswa tingkat atas merangkul bahu pemuda itu dan berkata, "Sobat, tak masalah berapa besar batu karang itu; jika kamu terus memukulnya, batu itu akan hancur." Mahasiswa itu mulai melihat bahwa tugas-tugasnya dapat diatasi jika ia mengerjakannya satu-persatu. Akhirnya "batu karang" itu hancur. Mahasiswa seminari yang kewalahan itu lulus dan kini menjadi seorang pendeta.

Menjalani kehidupan Kristen tak ubahnya seperti mencoba memecahkan batu karang. Kita terus memukul, tetapi tidak terjadi apa-apa. Kita berkecil kecil hati dalam memikul beban yang sama, menghadapi godaan yang sama.

Kitab Ulangan dimulai dan diakhiri dengan berita yang penuh pengharapan. Musa berkata kepada umat Israel, "Janganlah takut dan janganlah patah hati" (1:21). "TUHAN...tidak akan membiarkan engkau dan tidak akan meninggalkan engkau; janganlah takut dan janganlah patah hati" (31:8). Kata-kata yang memberi semangat ini juga berlaku untuk kita.

Jika "batu karang" Anda tampak terlalu besar, perhatikanlah nasihat mahasiswa tingkat atas tadi: "Teruslah memukul." Jika Anda bergantung kepada Tuhan, akhirnya "batu karang itu akan hancur" [DCE]

KITA MENAKLUKKAN DENGAN TERUS MAJU

* Take from Renungan Harian 

Sabtu, 14 Maret 2026

PEMBEBAS KITA YANG AGUNG

Tetapi waktu malam seorang malaikat Tuhan membuka pintu-pintu penjara itu dan membawa mereka keluar (Kisah 5:19)


Margaret Nikol dilahirkan dari sebuah keluarga pendeta di Bulgaria. Ayah dan ibunya telah terbunuh oleh komunis karena iman mereka kepada Yesus Kristus pada tahun 1960. Margaret adalah seorang pemain biola yang sangat berbakat, dan dalam situasi yang penuh tantangan ia berhasil meraih pendidikan yang tinggi. Ia terkenal di seluruh Eropa dan menjadi pemimpin konser Dresden Symphony. Namun karena imannya kepada Kristus, ia menjadi sasaran kekejaman, baik secara fisik maupun emosi. Pada akhirnya, ia dijatuhi hukuman penjara, yang akan dijalaninya segera setelah masa konser berakhir.

Namun Allah telah memiliki rencana lain untuknya. Margaret diundang untuk bermain di Wina dalam sebuah konser Paskah pada tahun 1982. Pemerintah komunis pada mulanya menolak untuk memberikan izin kepadanya. Namun akhirnya, karena desakan dari pihak luar, mereka mengizinkannya. "Allah lebih cepat dari mereka," demikian kesaksian Margaret. Di Wina ia meminta suaka politik, dan tidak kurang dari lima negara menawarkan diri untuk memberikan suaka! Saat ini, Margaret Nikol telah mengunjungi hampir semua negara di dunia untuk kepentingan pertumbuhan pelayanan di Bulgaria.

Allah yang sama, yang melepaskan Margaret dari tekanan komunis, dan yang mengirimkan malaikat untuk membebaskan para rasul dari penjara (Kisah 5:19), juga dapat menyelamatkan kita dari perangkap apapun, baik secara fisik maupun rohani. Kita seharusnya tidak pernah kehilangan pengharapan! Allah adalah pembebas kita yang agung -- DCE

ALLAH YANG MENGONTROL ALAM SEMESTA ADALAH ALLAH YANG MENGONTROL KITA

* Take from Renungan Harian