Jumat, 03 Juli 2026

TANTANGAN YANG BERDOSA

Angkatan ini adalah angkatan yang jahat. Mereka menghendaki suatu tanda, tetapi kepada mereka tidak akan diberikan tanda selain tanda Nabi Yunus (Lukas 11:29)


Woody Allen pernah berkata, "Andai kata Allah memberiku mukjizat! Misalnya dengan memberi sejumlah besar deposito atas namaku di sebuah bank di Swis." Ia hanya bercanda, tetapi sebenarnya ia mengungkapkan sikap kebanyakan orang. Bagaimanapun juga, Allah tidak mau menanggapi tantangan yang sembrono seperti itu untuk membuktikan keberadaan-Nya. Sejujurnya, jika seseorang tiba-tiba mendapat uang 10 juta dollar di rekeningnya, kemungkinan besar ia akan melihatnya sebagai kesalahan komputer atau administrasi, bukan mukjizat Allah.

Banyak orang pada zaman Yesus bersikeras menyangkal ketuhanan-Nya, meski Dia telah melakukan banyak mukjizat. Bahkan, mereka masih meminta "sebuah tanda dari surga" (Lukas 11:16). Namun Yesus menolak permintaan mereka yang bernada angkuh dan menghina itu. Sebenarnya yang menjadi masalah bukanlah kurangya bukti; melainkan ketidakpercayaan mereka yang keras kepala.

Orang-orang tidak percaya seperti itu masih ada hingga kini, meskipun Allah telah menyediakan cukup banyak bukti yang dapat menjadi dasar iman. Ada kesaksian dari alam dan suara hati (Roma 1:20; 2:14-15), sejarah kehidupan Kristus (Ibrani 1:1-4), dan pekerjaan Roh Kudus dalam kehidupan orang-orang percaya (1 Yohanes 3:24; 4:13). Meminta sesuatu yang lebih dari itu adalah dosa!

Tanggung jawab kita hanyalah mempercayai kesaksian yang telah Allah berikan, mempercayai Anak-Nya, dan menaati-Nya (Yohanes 3:36; 1Yohanes 2:3-6; 1Yohanes 5:1-13). Bila kita melakukan semua itu, Dia akan memberi keyakinan bahwa kita adalah milik-Nya, sehingga tak perlu lagi tanda-tanda yang lain -HVL


BERBAHAGIALAH MEREKA YANG TIDAK MELIHAT, NAMUN PERCAYA --Yohanes 20:29 

* Take from Renungan Harian

Kamis, 02 Juli 2026

MENEMUKAN REALITAS

Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa (Yohanes 14:9)



Pada tahun 1960-an, banyak orang muda yang mengalami keresahan tertipu sehingga mereka percaya bahwa mabuk karena obat-obatan terlarang adalah cara untuk mencapai "realitas" yang mereka idam-idamkan. Namun realitas yang dimaksud hanyalah ilusi belaka dan bukan sesuatu yang nyata.

Tuhan tahu bahwa kita sering mencari apa yang diidamkan hati kita di tempat-tempat yang salah. Dia juga tahu bahwa kita hanya akan puas jika mengenal Dia, karenanya Dia ingin kita tahu bahwa Dialah realitas yang sejati.

Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku" (Yohanes 14:6). Namun saat itu Filipus belum mengerti bahwa hanya Yesuslah yang ia butuhkan, sehingga ia juga ingin melihat Bapa dan berkata, "Tuhan, tunjukkanlah Bapa itu kepada kami, itu sudah cukup bagi kami" (ayat 8). Yesus menjawab, "Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa" (ayat 9). Karena Dia telah menyatakan bahwa Dia sama dengan Allah Bapa, maka sesungguhnya hanya Dialah yang kita butuhkan.

Baru-baru ini saya melihat kata-kata yang tertera pada sebuah stiker yang ditempel di bemper sebuah mobil: CARILAH YANG MAHATINGGI. Saya rasa yang dimaksud sang pengemudi dengan kalimat tersebut adalah hubungan dengan Yesus Kristus, bukan realitas yang semu. Yesus datang membawa arti dan kepuasan sejati dalam kehidupan kita. Sudahkah Anda bertemu dengan Kristus, sang realitas yang sejati? --JEY


PENCARIAN MANUSIA TERHADAP REALITAS AKAN BERAKHIR SAAT IA BERTEMU DENGAN KRISTUS

* Take from Renungan Harian