Sabtu, 25 Juli 2026

MELOMPAT KE SURGA

Semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah (Roma 3:23)


Sungguh tidak masuk akal bila kita berpikir dapat masuk surga dengan usaha kita sendiri. Seorang mantan pendeta dan penyiar radio ternama J. Vernon McGee mengilustrasikan kebenaran ini dengan merujuk pada kemustahilan seseorang untuk melompat dari dermaga Santa Monica di Kalifornia ke Pulau Catalina, yang berjarak 40 km. McGee berkata, "Sampai detik ini, belum ada yang berhasil melakukannya.... Ada sebagian orang yang saya yakin dapat melampaui saya. Namun percayalah, mereka tidak akan berhasil melompat sampai ke Catalina. Semua pasti gagal."

Roma 3:10 mengatakan, "Tidak ada yang benar, seorang pun tidak." Allah itu kudus dan Dia menuntut kesempurnaan dari semua orang yang mau tinggal dalam hadirat-Nya. Bahkan orang-orang baik pun gagal memenuhi syarat untuk masuk surga, karena mereka tidak memenuhi standar Allah (Roma 3:23). Mereka memerlukan Juruselamat sama seperti mereka yang hidupnya tampak melanggar tata susila. Kita semua adalah orang berdosa. Bila kita berusaha sendiri untuk masuk surga, kita akan gagal. Namun Kristus telah menyediakan jalan bagi kita untuk masuk surga. Dia menjadi jembatan melalui kematian-Nya di kayu salib bagi dosa-dosa kita. Semua orang yang mempercayai Yesus sebagai Juruselamat akan diampuni, dan Allah memandang mereka sempurna karena apa yang telah Yesus lakukan bagi mereka.

Tak seorang pun mampu melompat dari Santa Monica ke Catalina, tetapi kita dapat mencapai surga dari bumi--melalui Kristus --RWD


KITA DISELAMATKAN OLEH BELAS KASIHAN ALLAH BUKAN OLEH KEBAIKAN KITA
OLEH KEMATIAN KRISTUS, BUKAN OLEH PERBUATAN KITA

* Take from Renungan Harian

Jumat, 24 Juli 2026

PELAJARAN YANG BERHARGA

 Semua yang benar ... pikirkanlah semuanya itu (Filipi 4:8)


Pada tahun 1892, John Hyde bertolak dari pelabuhan New York menuju India. Misinya adalah mengabarkan Injil kepada orang-orang yang belum pernah mendengar tentang Yesus. Selama 20 tahun berikutnya, ia sering dijuluki "Hyde sang Pendoa" karena ia sering meluangkan waktu berjam-jam bahkan berhari-hari untuk mendoakan keselamatan orang-orang yang belum percaya dan juga kebangunan rohani dari para pengikut Kristus.

Suatu hari, Hyde merasa sedih karena menjumpai seorang pendeta yang "dingin" secara rohani. Ia pun berdoa, "Ya, Bapa, Engkau tahu betapa dinginnya ...." Belum selesai ia berkata-kata, seolah-olah ada sebuah jari yang menahan mulutnya untuk tidak menyebutkan nama orang itu.

Hyde ketakutan ketika ia sadar telah menghakimi pendeta itu dengan tidak adil. Ia pun mengakui kesalahannya dan memutuskan untuk tidak lagi berfokus pada kekurangan orang lain. Sebaliknya, ia ingin melihat mereka sebagai pribadi yang dikasihi Allah. Hyde meminta Tuhan menunjukkan kepadanya hal-hal yang "benar" (Filipi 4:8) dalam kehidupan pendeta itu, dan ia pun memuji Allah karena masih menjumpai banyak kebaikan. Sejak itu Hyde yakin bahwa kehidupan rohani sang pendeta dipulihkan.

Janganlah menjadi pencari kesalahan orang lain, apalagi di dalam doa. Mari kita ikuti teladan Paulus yang memfokuskan diri pada segala yang telah Allah kerjakan dan apa saja yang dapat terus dikerjakan-Nya dalam hidup manusia (Efesus 1:17-21). Alih-alih berdoa untuk menyerang orang lain, marilah kita berdoa bagi kebaikan mereka-JEY


JADILAH PEMBERI BERKAT
DAN BUKAN PENCARI KESALAHAN

* Take from Renungan Harian