Selasa, 11 Agustus 2026

INTI AJARAN

Janganlah bangkitkan amarah di dalam hati anak-anakmu, tetapi didiklah mereka di dalam ajaran dan nasihat Tuhan (Efesus 6:4)


Seorang ayah yang berpengalaman berkata, "Sebelum menikah, saya memiliki enam teori tentang membesarkan anak; kini saya mempunyai enam anak, tanpa teori!"

Bayangan tugas menjadi orangtua terkadang tampak berlebihan. Untuk mencari petunjuk, kita pergi ke toko buku yang penuh dengan buku-buku berseri tentang membesarkan anak yang ditulis oleh para konselor rohani maupun penasihat sekuler. Juga saat membuka Alkitab untuk mencari petunjuk tertentu, kita akan menemukan ayat-ayat yang menunjukkan apa yang harus dilakukan dan bagaimana melakukannya. Kita sering membaca Efesus 6:4 yang berbunyi, "Janganlah bangkitkan amarah di dalam hati anak-anakmu, tetapi didiklah mereka di dalam ajaran dan nasihat Tuhan."

Kita mungkin mengharapkan lebih banyak perintah dari apa yang ditunjukkan dalam ayat ini, tetapi sebenarnya Allah telah memasukkan lebih banyak perintah di dalamnya daripada yang kita sadari. Jika kita "meresapkan" ayat tersebut ke dalam pikiran dan memohon agar Allah menolong kita untuk memahami bagaimana melaksanakannya, kita akan melihatnya sebagai sebungkus larutan kental yang diencerkan hingga menjadi 2000 liter minuman.

Kapan terakhir kali kita merenungkan tindakan kita yang memancing amarah anak-anak? Bagaimana kata-kata dan nada suara kita membuat mereka kecewa? Hal kecil apa yang dapat kita lakukan hari ini untuk mendorong pertumbuhan rohani mereka?

Dalam Efesus 6:4 terkandung inti dari rencana Allah tentang bagaimana menjadi orangtua. Karena itu, tak ada salahnya bila kita mulai mempraktekkannya sejak sekarang --DCM


ORANGTUA YANG SALEH MENJADI PENUNJUK JALAN YANG TERBAIK BAGI ANAK UNTUK DATANG KEPADA ALLAH

* Take from Renungan Harian

Senin, 10 Agustus 2026

KEINGINAN HATI

Keinginan hatiku dan doaku kepada Tuhan ialah, supaya mereka diselamatkan (Roma 10:1)


Seorang pemimpin Yahudi diundang untuk berbicara pada pertemuan umat Kristen di Amerika Serikat yang sedang memperingati ulang tahun Israel yang ke-50. Sang rabi melihat umat Kristen sebagai sahabat kaum Yahudi. Katanya, "Kami aman di Amerika meski kami bukan orang Kristen. Namun kami aman justru karena kekristenan."

Kalimat ini merupakan bantahan dari tuduhan bahwa orang Kristen anti terhadap bangsa Yahudi dan bahkan bertanggung jawab atas kematian 6 juta orang Yahudi selama Perang Dunia II. Memang benar bahwa banyak pemimpin Kristen di Jerman yang turut bersalah dalam hal anti-Semit [anti Yahudi] dan menjadi pengecut, tetapi mereka bukanlah orang-orang yang mempengaruhi Hitler. Hitler sangat terpengaruh dengan tulisan-tulisan Nietzsche, seorang filosof ateis yang fanatik, yang membenci orang Kristen dan mendukung pembantaian terhadap kaum Yahudi.

Umat Kristen yang percaya pada Alkitab seharusnya mencerminkan sikap Rasul Paulus, yang sangat mengasihi sahabat-sahabat Yahudinya (Roma 10:1). Ia rindu supaya mereka mengetahui, seperti dirinya, bahwa Yesus adalah sang Mesias yang dijanjikan, Juruselamat seluruh umat dari segala bangsa. Paulus bahkan berkata bahwa ia rela dikutuk Allah jika memang itu dapat menjadi berkat dan keselamatan bagi bangsa Yahudi (Roma 9:3).

Adakah hati Anda pedih melihat keturunan Abraham? Mereka memiliki warisan yang berlimpah dari Perjanjian Lama, tetapi mereka tetap membutuhkan Yesus Kristus. Berdoalah bagi mereka saat ini --HVL


SETIAP ORANG, TERMASUK ORANG-ORANG PILIHAN ALLAH PERLU MEMILIH YESUS

* Take from Renungan Harian