Rabu, 19 Agustus 2026

SEPERTI JANJI-NYA

Firman Tuhan itu benar, segala sesuatu dikerjakan-Nya dengan kesetiaan (Mazmur 33:4)


Salah satu peraturan tak tertulis di antara penduduk Amerika bagian barat adalah bahwa seseorang selalu menepati janjinya. Itu sebabnya mengapa Andrew Garcia bersusah payah mengadakan perjalanan sejauh hampir 2100 km pada tahun 1879 untuk melunasi utangnya. Pada bulan September tahun sebelumnya, ia membeli perbekalan di Bozeman, Montana, untuk berburu kerbau liar. Namun untuk membayar sepuluh ekor bagal, amunisi, makanan, dan peralatan yang dibelinya ia masih memiliki kekurangan 300 dollar. Karenanya seorang pedagang meminjami uang kepadanya. Ia pun berjanji untuk melunasinya pada tanggal 1 Januari.

Namun salju musim dingin turun lebih awal tahun itu, sehingga Garcia tidak dapat langsung ke Bozeman. Ia harus melalui Colorado dan turun ke New Mexico. Akhirnya, tepat setahun kemudian, ia sampai kembali ke Bozeman. "Kau tak perlu repot-repot begitu," kata teman-temannya. Namun Garcia merasa harus menepati janjinya, sehingga ia benar-benar kembali untuk membayar utangnya.

Pengikut Kristus seharusnya juga dikenal sebagai orang-orang yang berintegritas. Jika kita berkata akan membantu di Sekolah Minggu atau di tempat perawatan anak, atau menghabiskan waktu bersama keluarga, atau menyelesaikan sebuah pekerjaan, adakah kita selalu menepati janji meski kemudian muncul sesuatu yang lebih menarik? Apakah kita setia pada janji kita?

Janji Allah tidak pernah dilanggar (Mazmur 119:160), dan apa pun yang dikerjakan-Nya, selalu Dia kerjakan dengan kesetiaan (Mazmur 33:4). Sebagai pengikut-Nya, janji kita harus selalu ditepati seperti janji-Nya --DCE


ORANG YANG MENGHARGAI JANJI ALLAH
AKAN SELALU MENEPATI SEETIAP JANJI YANG DIBUATNYA

* Take from Renungan Harian

Selasa, 18 Agustus 2026

BERPAKAIAN PUTIH

Kenakanlah belas kasihan, kemurahan, kerendahan hati, kelemahlembutan, dan kesabaran (Kolose 3:12)


Saat saya beranjak dewasa, mengenakan pakaian putih di Amerika Serikat pada Hari Buruh merupakan kesalahan berpakaian yang serius. Sebab itu walaupun saya menyukai pakaian putih, saya selalu ingat untuk mulai menyingkirkan baju-baju itu pada setiap akhir Agustus.

Suatu hari di akhir tahun lalu, pembacaan Alkitab saya sampai pada Pengkhotbah 9:8 yang menyatakan, "Biarlah selalu putih pakaianmu." Saya tersenyum sambil membayangkan bagaimana sang penulis memberikan izin untuk mengenakan pakaian putih sepanjang tahun. Namun, Salomo tidak berbicara tentang pakaian. Ia mengajar kita untuk bersukacita dalam segala hal yang kita lakukan dan tetap beriman kepada Allah, bahkan saat hidup tampak tidak masuk akal.

Salah satu cara untuk melakukannya adalah dengan mengikuti "nasihat berpakaian" sebagaimana yang disarankan oleh Rasul Paulus. Orang-orang kristiani pada abad pertama di Kolose merasa bingung. Pada masa itu mereka terlalu memperhatikan aturan-aturan yang dibuat oleh manusia. Itu sebabnya Rasul Paulus mengingatkan mereka akan hukum-hukum kudus Allah dan memberi mereka instruksi-instruksi seperti berikut: "Kenakanlah belas kasihan, kemurahan, kerendahan hati, kelemahlembutan, dan kesabaran" (Kolose 3:12).

Inilah perintah dari Allah kita yang mahabesar, bukan aturan dari manusia yang terbatas. Jika kita mengenakan "pakaian-pakaian" ini setiap hari, kita tidak akan pernah ketinggalan zaman--Julie Link


MENJADI SEPERTI KRISTUS TIDAK AKAN PERNAH KETINGGALAN ZAMAN 

* Take from Renungan Harian