Bersorak-sorailah, hai orang-orang benar, dalam TUHAN! Sebab memuji-muji itu layak bagi orang-orang jujur (Mazmur 33:1)
Keluarga kami senang mendengarkan puji-pujian Kristen dan menghadiri konser. Kami sering memutar kaset lagu rohani yang pada saat berkendaraan. Kami mendorong anak-anak kami untuk ikut serta dalam paduan suara sejak anak sulung kami berusia 3 tahun, dan kini ia mendapat beasiswa untuk kuliah di bidang musik.
Kecintaan terhadap musik ini bukan karena jasa saya, karena saya tidak tahu apa-apa tentang musik. Saya tidak mengikuti pelajaran musik atau menyanyi dalam paduan suara. Namun satu hal yang pasti, Anda tidak harus menguasai musik untuk memperoleh berkat darinya.
Perhatikan ucapan pemazmur, "Bersorak-sorailah, hai orang-orang benar, dalam TUHAN! Sebab memuji-muji itu layak bagi orang-orang jujur" (Mazmur 33:1). Ia tidak berkata, "Bersorak-sorailah, hai kamu yang memiliki talenta musik!" Ia juga tidak berkata, "Puji-pujian dari pemain piano berbakat itu indah!" Saya selalu bersyukur karena Allah juga menikmati nyanyian saya saat saya mengikuti lagu rohani yang dinyanyikan di kasetnya, sama seperti Dia mendengar pemusik yang handal. Tentu saja, mungkin banyak orang yang tidak sependapat dengan saya.
Kita dapat bersukacita bersama mereka yang membantu kita dalam penyembahan melalui kemampuan mereka yang dibagikan kepada kita. Memang Mazmur 33:1 mengatakan agar kita bermain musik dengan baik. Namun janganlah kiranya semangat kita kendor untuk memuji. Kita meningkatkan penyembahan dan sukacita di dalam Tuhan pada saat kita menggunakan musik untuk mengungkapkan pujian kita. Sebagai orang Kristen, kita selalu memiliki banyak hal untuk dinyanyikan -- JDB
HATI YANG TERTUJU KEPADA ALLAH AKAN MELANTUNKAN NADA-NADA PUJIAN
* Take from Renungan Harian