Jumat, 23 Oktober 2026

SUDUT PANDANG ALLAH

Karena mata Tuhan menjelajah seluruh bumi untuk melimpahkan kekuatan-Nya kepada mereka yang bersungguh hati terhadap Dia
(2Tawarikh 16:9)



Astronot Jack Lousma menggambarkan bagaimana bumi tampak dari luar angkasa. Ia menulis: "Dengan mata telanjang kami dapat melihat jalan-jalan bebas hambatan, bandara, kota-kota ..., awan putih dan salju di gunung-gunung. Kami dapat melihat petak-petak kecil sawah-sawah petani dan gurun-gurun yang tampak cantik .... Ketika kami melintasi Chicago, kami dapat melihat Teluk Hudson secara keseluruhan ..., Washington D.C. dan Baltimore. Kami dapat melihat dua pertiga jalan di Sungai Mississippi dan menuju Denver."

Apa yang menarik bagi saya tentang sudut pandang yang memungkinkan kita melihat lebih jelas dari atas itu adalah jangkauannya yang sangat luas tetapi detail. Ini mengingatkan saya pada perspektif Allah mengenai alam semesta serta dunia setiap anak-anak-Nya. Alkitab berkata "mata Tuhan menjelajah seluruh bumi" (2 Tawarikh 16:9). Bahkan yang lebih menakjubkan lagi Dia tahu segalanya tentang kita, bahkan pikiran-pikiran kita yang tersembunyi! (Mazmur 139:1-4).

Ada dua kesimpulan yang bisa ditarik dari ayat-ayat ini. Kita tidak pernah lepas dari jangkauan kasih-Nya dan kita tidak pernah bisa bersembunyi dari kekudusan-Nya. Kedua hal ini bisa menenangkan hati kita, atau sebaliknya mengganggu ketenangan kita. Oleh karena kasih-Nya kita tidak dapat pergi dari-Nya, ataupun melepaskan diri dari kesalahan apa pun begitu saja. Dan tidak ada kasih yang lebih besar daripada itu --Dennis De Haan



KARENA TUHAN MENGAWASI KITA, KITA TIDAK PERLU TAKUT AKAN BAHAYA-BAHAYA DI SEKITAR KITA

* Take from Renungan Harian 

Kamis, 22 Oktober 2026

HARGA KEJUJURAN

Orang yang jujur dipimpin oleh ketulusannya, tetapi pengkhianat dirusak oleh kecurangannya (Amsal 11:3)


Saya selalu ingat akan peristiwa pada masa kecil saat saya menemukan dua keping uang logam di halaman sekolah. Saya membawa kedua keping uang logam itu pulang, dan berpikir bahwa tak seorang pun kehilangan uang itu. Namun, Ibu menyuruh saya mengembalikannya pada guru saya. "Uang itu milik orang lain," kata Ibu. Sejak itu, Allah sering mengingatkan saya akan pelajaran awal mengenai kejujuran ini.

Sebagai contoh, ketika saya sedang meletakkan tas belanjaan ke dalam mobil, saya menemukan kartu ucapan yang belum saya bayar di bawah kereta belanja. Saya segera kembali ke toko, mengantre, meminta maaf pada kasir, dan membayar dengan kartu kredit. Seorang laki-laki di belakang saya melihat dengan tercengang. Ia berkata, "Itu kan hanya kartu ucapan! Siapa yang akan tahu? Sungguh konyol Anda mau kembali!"

Selama beberapa saat saya merasa bodoh. Namun kemudian saya menemukan jawaban yang tepat untuknya. "Seandainya Anda kehilangan dompet," kata saya sambil tersenyum, "saya kira Anda akan berharap dompet itu ditemukan oleh orang bodoh seperti saya!"

Amsal 11 mengingatkan kita bahwa Allah senang dengan kejujuran (ayat 1), dan memberkati siapa saja yang melakukan perbuatan benar (ayat 6). Jadi, meskipun apa yang kita lakukan tampak sepele, Allah berkenan akan hal itu. Ini jauh lebih berharga dari segala kekayaan di dunia ini. Kejujuran sangatlah berharga! --Joanie Yoder


KEJUJURAN MENGHASILKAN KEUNTUNGAN BESAR-
PERKENAN DARI ALLAH DAN HATI NURANI YANG BERSIH

* Take from Renungan Harian