Senin, 19 Oktober 2026

ULURAN TANGAN

Apabila engkau tidak lagi ... menunjuk-nunjuk orang dengan jari dan memfitnah, ... [maka] kegelapanmu akan seperti rembang tengah hari
(Yesaya 58:9,10)



Seorang lelaki tua berumur 89 tahun, yang suka menciptakan kata-kata baru untuk menggambarkan masalah-masalah umum, menyebut seseorang yang suka menyalahkan segala sesuatu dengan sebutan penentang (againstovist). "Apa pun yang Anda usulkan," katanya, "akan ia tentang, dan ia akan mencari kesalahan dalam setiap hal yang Anda lakukan."

Saya merenungkan kata-katanya dan sering kali merasa bersalah karena sering menjadi orang seperti yang ia gambarkan. Ketika saya ingin menjadi orang yang "realistis," ternyata saya lebih cenderung menjadi penentang (againstovist)." Padahal itu tidak berkenan bagi Allah.

Dalam Kitab Yesaya 58, Nabi Yesaya berkata bahwa gaya hidup berkorban yang Allah inginkan adalah: "melepaskan tali-tali kuk, supaya engkau memerdekakan orang yang teraniaya" (ayat 6), "tidak lagi mengenakan kuk kepada sesamamu dan tidak lagi menunjuk-nunjuk orang dengan jari dan memfitnah" (ayat 9).

Apabila saya membuat seseorang tertekan dengan kritikan dan kata-kata pedas yang menyakitkan hati, maka Allah akan berkata bahwa saya harus berubah. Dia tidak ingin saya mencari-cari kesalahan, tetapi Dia ingin saya memerdekakan dan membebaskan orang lain. Alih-alih menyalahkan orang lain, lebih baik saya mengulurkan tangan untuk menolong.

Saya tidak bisa menemukan satu kata baru untuk menggambarkan orang yang dapat melepaskan beban dan memberikan kebebasan, tetapi saya yakin teman saya tadi bisa. Dan saya berharap kata yang akan ditemukan itu menggambarkan diri saya -- David McCasland.


BERILAH SEMANGAT KEPADA ORANG LAIN-- JANGAN HANCURKAN HATI MEREKA

* Take from Renungan Harian 

Minggu, 18 Oktober 2026

PERCAYA ... DAN BERSIAP-SIAP

[Yesus] berkata kepada mereka: "Ketika Aku mengutus kamu ... adakah kamu[ kekurangan apa-apa?" Jawab mereka: "Suatu pun tidak"(Lukas 22:35)


Pada tahun-tahun pertama saya bekerja secara purna waktu dengan orang lain dalam suatu pelayanan kristiani, terkadang kami tidak mendapat gaji karena tidak ada uang untuk menggaji kami. Namun jika direnungkan kembali masa-masa itu, saya melihat bahwa saya tidak kekurangan apa pun.

Ketika Yesus mengutus murid-murid-Nya untuk berkhotbah, Dia meminta agar mereka tidak membawa bekal berupa uang, makanan, atau pakaian (Lukas 9:3). Namun sebelum Dia ditangkap, Yesus berkata agar murid-murid-Nya membawa pundi-pundi, bekal, bahkan membeli pedang (22:36).

Adakah Yesus menentang perkataan-Nya sendiri? Tidak. Saya percaya Dia hendak mengajarkan dua pelajaran yang sama pentingnya. Dia ingin agar para murid-Nya belajar bergantung kepada-Nya (9:3), dan mempersiapkan diri menghadapi masa-masa sulit yang telah menanti (22:36,37). Selanjutnya, mereka juga belajar bahwa Dia tidak ingin mereka menggunakan pedang untuk membela Dia (ayat 49-51).

Kedua prinsip Yesus ini, yaitu bergantung kepada Dia saat melayani Dia, dan melakukan apa saja yang bisa kita kerjakan agar siap menghadapi segala situasi di masa depan, merupakan prinsip-prinsip yang saya coba terapkan dalam hidup dan pelayanan. Pada masa awal pelayanan, saya belajar bahwa kita harus taat kepada Tuhan dan percaya bahwa Dia akan memenuhi kebutuhan kita sehari-hari. Saya juga belajar bahwa Dia ingin kita bersikap bijaksana dan melakukan apa yang bisa kita kerjakan agar siap menghadapi masa depan.

Kita cenderung berpikir bahwa kita perlu melakukan ini dan itu. Namun Tuhan ingin agar kita percaya ... dan bersiap menghadapi masa depan --Albert Lee


PERCAYAKAN HARI INI KEPADA ALLAH
DAN BERSIAPLAH UNTUK ESOK HARI

* Take from Renungan Harian