Minggu, 04 Oktober 2026

DOSA MELEMAHKAN

Bertobatlah kepada TUHAN! Katakanlah kepada-Nya: "Ampunilah segala kesalahan, sehingga kami mendapat yang baik" (Hosea 14:3)


Dosa melemahkan kekuatan yang diberikan Allah kepada kita. Dosa membuat kita lemah dan bobrok secara rohani, tetapi sering kali kita tak menyadarinya dan merasa masih sekuat dulu.

Itu adalah tipu muslihat dosa. Ketika perlahan kita mulai meninggalkan Allah, kita kehilangan hasrat untuk meluangkan waktu membaca firman-Nya dan berdoa. Arus dunia pun menjauhkan kita dari para sahabat dan pengaruh-pengaruh yang baik pada saat itu, orang lain dapat melihat keadaan kita yang menyedihkan dan lemah karena dosa, tetapi kita sendiri tidak dapat melihatnya.

Saya teringat akan Simson yang tenaganya sekuat baja, tetapi menidurkan kepalanya di atas bantal dosa. Saat terjaga dari tidur, ia berkata, "seperti yang sudah-sudah, bahwa aku akan bebas dan akan meronta lepas" (Hakim-hakim 16:20). Ia tidak tahu bahwa Tuhan telah mengambil kekuatan yang dimilikinya.

Bertahun-tahun kemudian, Nabi Hosea mengecam bangsa Israel dan berkata bahwa mereka juga telah kehilangan kekuatan karena berbuat dosa, tetapi mereka tidak menyadarinya (Hosea 7:8-16). Lalu Hosea memberi perintah kepada mereka: "Bertobatlah kepada TUHAN! Katakanlah kepada-Nya: ‘Ampunilah segala kesalahan, sehingga kami mendapat yang baik’" (14:3).

Dosa juga dapat melemahkan kekuatan kita. Oleh sebab itu, kita harus sungguh-sungguh meluangkan waktu untuk memohon agar Tuhan menyelidiki dosa kita (Mazmur 139:23,24). Saat kita berbalik kepada-Nya, Dia akan menerima kita dengan penuh sukacita, membebaskan kita dari belenggu dosa, dan mempersenjatai kita kembali dengan kekuatan-Nya --David Roper


DOSA MENAMBAH MASALAH, MENGURS TENAGA,
DAN MELIPATGANDAKAN KESULITAN ANDA

* Take from Renungan Harian

Sabtu, 03 Oktober 2026

DORONGAN DARI BELAKANG

[Apolos] oleh kasih karunia Allah, menjadi seorang yang sangat berguna bagi orang-orang yang percaya (Kisah Para Rasul 18:27)


Setiap musim gugur sekelompok angsa liar yang bermigrasi singgah di padang rumput dekat rumah kami. Selama beberapa minggu unggas-unggas ini terbang di sekitar rumah kami sambil membentuk formasi seperti huruf V yang panjang dan berteriak-teriak. Namun ketika musim dingin tiba, mereka akan kembali menempuh perjalanan yang panjang menuju selatan.

Cerita murid saya perihal angsa-angsa itu membuat saya semakin kagum pada para "tamu" dari utara tadi. Ia mengatakan bahwa angsa-angsa liar tersebut terbang dengan kecepatan 65-80 km/jam. Mereka sengaja terbang dalam formasi karena tiap kali seekor angsa mengepakkan sayapnya, maka akan terjadi embusan udara yang dapat menolong angsa di belakangnya. Mereka dapat terbang 70 persen lebih jauh secara berkelompok daripada jika sendirian.

Dalam satu hal, para pengikut Kristus pun sama seperti angsa-angsa tersebut. Saat bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama, kita harus saling menguatkan dan menolong (Kisah Para Rasul 18:23,27). Kita dapat mencapai lebih banyak hal dengan bekerja sama daripada jika bekerja sendirian.

Angsa-angsa tersebut terbang sambil berteriak satu sama lain. Teriakan mereka bukanlah kritikan namun dorongan. Angsa di belakang berteriak menyemangati angsa di depan agar tetap terarah pada tujuan dan mempertahankan kecepatan. Kita juga dapat membuat kemajuan besar jika orang di belakang kita memberi semangat supaya kita tetap berada di jalur yang benar dan terus maju.

Apakah Anda menyemangati orang yang "terbang dalam satu formasi" dengan Anda? --Haddon Robinson


KETIKA ANDA MEMBERI SEMANGAT KEPADA SESEORANG
BEBAN ANDA BERDUA AKAN MENJADI LEBIH RINGAN


* Take from Renungan Harian