Kamis, 29 Oktober 2026

BALAS DENDAM PENEBUSAN

Jika seterumu lapar, berilah dia makan; jika ia haus, berilah dia minum! Dengan berbuat demikian kamu menumpukkan bara api di atas kepalanya (Roma 12:20)


Dalam buku yang berjudul Rumors Of Another World, Philip Yancey menceritakan kisah yang mengilustrasikan jenis “pembalasan dendam” yang dibicarakan oleh Paulus di dalam Roma 12:20, yaitu ketika ia mengatakan bahwa menunjukkan kebaikan kepada musuh akan “menumpukkan bara api di atas kepalanya”.

Ketika Nelson Mandela memegang jabatan sebagai presiden Afrika Selatan, ia menunjuk sebuah komisi untuk menghukum orang-orang yang telah melakukan tindak kekejaman selama berlangsungnya politik apartheid. Setiap pejabat kulit putih yang dengan sukarela menemui pendakwa dan mengakui kesalahannya tidak akan dihukum.

Suatu hari seorang wanita tua dipertemukan secara langsung dengan pejabat yang telah secara brutal membunuh anak laki-laki satu-satunya dan suami yang sangat dikasihi. Ketika ditanya apa yang ingin ia lakukan terhadap pejabat itu, ia menjawab, “Meskipun saya tidak memiliki keluarga, saya masih memiliki banyak cinta untuk diberikan.” Ia kemudian meminta pejabat itu untuk me-ngunjunginya secara teratur supaya wanita itu bisa memperlakukannya dengan penuh kasih. Kemudian ia berkata, “Saya ingin memeluknya supaya ia tahu bahwa pengampunan saya itu nyata.”

Yancey menulis bahwa ketika wanita tua itu menuju tempat saksi, pejabat itu merasa sangat malu dan menyesal sampai ia pingsan. Kepedihan yang ditusukkan wanita itu bukanlah balas dendam yang penuh dosa, melainkan api pemurnian cinta, yang dikaruniakan Allah yang dapat memunculkan penyesalan dan rekonsiliasi. Itulah balas dendam penebusan -HVL

KASIH KRISTIANI MEMBERI DAN MENGAMPUNI

* Take from Renungan Harian 

Rabu, 28 Oktober 2026

LEBIH DARI PENGETAHUAN

Dengan bertobat dan tinggal diam kamu akan diselamatkan
(Yesaya 30:15)


Sabuk pengaman mobil menyelamatkan jiwa. Menurut National Highway Traffic Safety Administration, penumpang yang duduk di kursi depan dan menggunakan sabuk pengaman akan mengurangi risiko kematian sebesar 45%. Namun, hanya 10%-15% orang yang mau memakainya sebelum undang-undang yang mengharuskan hal itu dikeluarkan pada tahun 1980. Penggunaan sabuk pengaman di Amerika meningkat menjadi 68% pada tahun 1996, sedangkan 32% sisanya tetap mengacuhkan undang-undang dan menantang nasib.

Fakta-fakta ini menunjukkan dengan jelas peran kehendak manusia dalam menerima suatu pengetahuan. Kita harus percaya bahwa apa yang diajarkan kepada kita sangat penting sehingga kita dapat melakukannya tanpa ragu-ragu.

Yesaya 30 melukiskan bahaya dari kehendak yang keras kepala. Allah telah berulangkali meyakinkan rakyat Yehuda bahwa jika mereka mau bergantung kepada-Nya, Dia akan menjadi keselamatan bagi mereka dalam saat-saat sulit. Namun, mereka tidak mau mendengar. Walaupun Allah telah memberi mereka banyak alasan untuk percaya kepada-Nya, bangsa itu menolak untuk taat. Karenanya, banyak di antara mereka yang mati tanpa menerima pertolongan-Nya.

Sudahkah Anda mempertimbangkan kesediaan Anda untuk percaya kepada Allah? Ini bukan masalah diperlukannya belajar lebih banyak; Anda sudah tahu bahwa Dia layak dipercaya. Percayalah kepada Allah. Dengan menggunakan pengetahuan Anda akan Dia sebaik-baiknya, Anda akan mendapatkan rasa aman yang Anda butuhkan -- MRDII


KITA MENCERMINKAN APA YANG KITA KETAHUI KETIKA KITA BERTINDAK BERDASARKAN FAKTA

* Take from Renungan Harian