Sabtu, 03 Oktober 2026

DORONGAN DARI BELAKANG

[Apolos] oleh kasih karunia Allah, menjadi seorang yang sangat berguna bagi orang-orang yang percaya (Kisah Para Rasul 18:27)


Setiap musim gugur sekelompok angsa liar yang bermigrasi singgah di padang rumput dekat rumah kami. Selama beberapa minggu unggas-unggas ini terbang di sekitar rumah kami sambil membentuk formasi seperti huruf V yang panjang dan berteriak-teriak. Namun ketika musim dingin tiba, mereka akan kembali menempuh perjalanan yang panjang menuju selatan.

Cerita murid saya perihal angsa-angsa itu membuat saya semakin kagum pada para "tamu" dari utara tadi. Ia mengatakan bahwa angsa-angsa liar tersebut terbang dengan kecepatan 65-80 km/jam. Mereka sengaja terbang dalam formasi karena tiap kali seekor angsa mengepakkan sayapnya, maka akan terjadi embusan udara yang dapat menolong angsa di belakangnya. Mereka dapat terbang 70 persen lebih jauh secara berkelompok daripada jika sendirian.

Dalam satu hal, para pengikut Kristus pun sama seperti angsa-angsa tersebut. Saat bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama, kita harus saling menguatkan dan menolong (Kisah Para Rasul 18:23,27). Kita dapat mencapai lebih banyak hal dengan bekerja sama daripada jika bekerja sendirian.

Angsa-angsa tersebut terbang sambil berteriak satu sama lain. Teriakan mereka bukanlah kritikan namun dorongan. Angsa di belakang berteriak menyemangati angsa di depan agar tetap terarah pada tujuan dan mempertahankan kecepatan. Kita juga dapat membuat kemajuan besar jika orang di belakang kita memberi semangat supaya kita tetap berada di jalur yang benar dan terus maju.

Apakah Anda menyemangati orang yang "terbang dalam satu formasi" dengan Anda? --Haddon Robinson


KETIKA ANDA MEMBERI SEMANGAT KEPADA SESEORANG
BEBAN ANDA BERDUA AKAN MENJADI LEBIH RINGAN


* Take from Renungan Harian

Jumat, 02 Oktober 2026

DIA DAPAT DIPERCAYA

Ya Tuhan semesta alam, berbahagialah manusia yang percaya kepada-Mu! (Mazmur 84:13)


Saya sedang duduk melamun di dekat jendela, sambil melayangkan pandangan ke pegunungan yang jauh di sela-sela hutan cemara. Saat menoleh ke bawah, saya melihat seekor anak rubah berdiri mematung sambil menatap wajah saya.

Beberapa hari yang lalu, saya melihatnya berdiri di pinggir hutan. Ia memandang saya dengan takut. Saya mengambil telur dari dapur, lalu menggelindingkannya ke tempat terakhir kali saya melihatnya. Setiap hari saya menaruh sebutir telur di rumput, dan setiap hari pula ia memberanikan diri keluar dari antara pepohonan dalam jarak yang cukup untuk mengambil telur itu. Lalu ia akan melesat masuk lagi ke dalam hutan.

Sekarang rubah itu datang atas kemauannya sendiri ke depan pintu rumah saya untuk mengambil telur. Saya rasa ia yakin bahwa saya tak bermaksud menyakitinya.

Kejadian ini mengingatkan istri saya pada ajakan Daud, "Kecaplah dan lihatlah, betapa baiknya Tuhan itu!" (Mazmur 34:9). Bagaimana kita mulai dapat melakukannya? Dengan membaca firman-Nya. Dengan membaca dan merenungkan belas kasih dan kebaikan-Nya, kita belajar bahwa Dia dapat dipercaya (84:13). Rasa takut untuk mendekat kepada-Nya hilang, berganti dengan rasa hormat dan pengagungan kepada-Nya.

Pada saat-saat tertentu mungkin Anda tidak mempercayai Allah, seperti rubah yang waspada saat pertama kali bertemu saya. Beri Dia kesempatan untuk membuktikan kasih-Nya. Bacalah kisah Yesus dalam Injil. Bacalah kidung pujian bagi Allah dalam kitab Mazmur. Kecaplah dan lihatlah betapa baiknya Tuhan! --David Roper

TAK SEORANG PUN BERADA DI LUAR JANGKAUAN KASIH ALLAH

* Take from Renungan Harian