Kamis, 16 Juli 2026

MENGAPA HARUS KE KEBAKTIAN?

Marilah kita saling memperhatikan supaya kita saling mendorong dalam kasih dan dalam pekerjaan baik. Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita (Ibrani 10:24-25)


Hari itu adalah Minggu pagi, dan orang-orang di sekitar tempat tinggal kami mulai disibukkan dengan berbagai kegiatan. Salah seorang tetangga sedang membawa keluar perahunya, sementara keluarganya menyiapkan bekal untuk berpiknik di tepi danau. Seorang tetangga yang lain duduk dengan nyaman di beranda depan sambil membaca koran. Teman putri saya menelepon dan mengajak putri saya menonton pertandingan basket. Pada saat yang sama, keluarga kami sedang mempersiapkan diri sambil sibuk mencari sepasang sepatu yang hilang supaya kami dapat segera berangkat ke gereja.

Pernahkah situasi seperti ini terjadi di rumah Anda? Bila pernah, Anda mungkin merasa seperti sedang berenang ke hulu sungai melawan arus kelesuan yang hebat. Mungkin akan lebih mudah bila Anda mengikut arus dan batal ke gereja. Namun sebelumnya, pikirkanlah bahwa Anda akan kehilangan hal-hal berikut ini.

* Sukacita dalam berkumpul dengan saudara seiman yang senang memuji Allah karena kebesaran-Nya (Mazmur 122:1).
* Dukungan, perhatian, dan kesatuan yang terjadi saat orang percaya berkumpul bersama (1Korintus 12:25).
* Ketaatan terhadap perintah Allah untuk beribadah bersama secara teratur (Ibrani 10:25-26).
* Perintah, nasihat, dan tantangan yang timbul dari pengajaran Firman Allah (2Timotius 4:2).

Tak ada kegiatan lain di hari Minggu yang dapat menggantikan apa yang Anda dapatkan saat berkumpul dengan sesama orang percaya. Sampai jumpa di gereja! --JDB


UMAT KRISTEN LAKSANA API DARI BATU BARA -- BERSATU MEREKA MENYALA; BERCERAI MEREKA MENJADI DINGIN

* Take from Renungan Harian 

Rabu, 15 Juli 2026

SANG PENDENGAR

Ketika aku dalam kesesakan, aku berseru kepada Tuhan, kepada Allahku aku berteriak minta tolong. Ia mendengar suaraku (Mazmur 18:7)


Saya membaca kisah tentang seorang tukang reparasi mesin yang memiliki kemahiran unik untuk menemukan secara tepat letak kerusakan pada peralatan pabrik yang rusak. Selain itu, ia pun dapat memperbaiki kerusakan tersebut dengan cepat.

Rekan-rekan sekerjanya memperhatikan bahwa ia biasa meninggalkan ruang makan sepuluh menit lebih awal dari yang lain. Suatu hari seseorang mengikutinya untuk melihat apa yang ia lakukan sebelum yang lain kembali bekerja. Tukang reparasi itu sama sekali tidak menyentuh kunci Inggris maupun obeng. Tatkala tak ada orang lain dan tak ada suara orang berbicara, ia berdiri di tengah ruangan yang besar itu, menutup matanya, dan mendengarkan suara mesin-mesin. Telinganya menangkap setiap detail suara, perubahan bunyi, atau getaran pada mesin. Itu sebabnya ia dapat mengenali tanda-tanda pertama terjadinya suatu masalah, bahkan sebelum seorang pun mengetahui hal itu. Seolah-olah ia mengenali setiap mesin itu dengan baik.

Allah mengenal kita secara dekat dan pribadi. Setiap waktu Dia memperhatikan pikiran dan perasaan kita. Seperti yang dinyatakan Raja Daud, kita dapat merasa yakin bahwa ketika kita berseru kepada-Nya, Dia selalu mendengar kita (Mazmur 18:7). Dia mendengar teriakan dan seruan hati kita. Dia tahu setiap kali kita "putus asa" atau "butuh pertolongan." Dan ketika kita memanggil-Nya, Dia tahu pasti apa yang kita perlukan.

Apakah Anda sedang menghadapi masalah hari ini? Berserulah kepada Tuhan. Yakinlah bahwa Dia akan mendengarkan Anda -DCE

PERTOLONGAN ALLAH HANYALAH SEJAUH DOA

* Take from Renungan Harian