Jumat, 10 April 2026

MELIHAT HAMBATAN?

Hamba-Ku Kaleb, karena lain jiwa yang ada padanya dan ia mengikut Aku dengan sepenuhnya, akan Kubawa masuk ke negeri yang telah dimasukinya itu (Bilangan 14:24)


Dua belas orang pengintai, yang dikirim oleh Musa, mengintai tanah Kanaan selama 40 hari. Setelah kembali, mereka--kecuali Yosua dan Kaleb--memberikan laporan yang bernada pesimis, "Kami lihat diri kami seperti belalang, dan demikian juga mereka terhadap kami" (Bilangan 13:33).

Orang-orang tak beriman ini hanya melihat kesulitan dan kegagalan. Benar, bangsa yang berdiam di Kanaan itu kuat-kuat, tetapi tidakkah Allah kita jauh lebih kuat? Bagaimana mereka dapat begitu mudah melupakan penyertaan Allah ketika mereka melintasi padang gurun?

Akhirnya, kesepuluh pengintai yang penuh keraguan tersebut mati di padang gurun. Kita tahu bahwa Yosualah yang memimpin bangsa Israel masuk ke Tanah Perjanjian. Lalu, bagaimana dengan Kaleb? Allah juga memberkati dan membawanya masuk ke tanah tersebut karena ia memiliki jiwa yang berbeda dan mengikuti-Nya dengan sepenuh hati (14:24).

Coba renungkan sejenak ilustrasi tentang dua buah balon. Balon pertama diisi dengan karbondioksida, dan tidak dapat naik. Balon kedua diisi dengan helium, dan serta merta dapat naik. Begitu juga dengan kita. Bila hati kita dipenuhi dengan keraguan dan ketakutan, kita tidak akan dapat naik pada suatu tingkatan iman yang memampukan kita untuk melakukan kehendak Allah.

Untuk mengikuti pimpinan Tuhan kita membutuhkan kemauan seperti Kaleb, karena orang-orang seperti itulah yang dipenuhi oleh Roh Kudus. Adakah Anda memiliki iman seperti Kaleb, atau adakah Anda termasuk dalam barisan para peragu yang senantiasa melihat besarnya kesulitan? --HGB


DALAM RASA TAKUT, YANG TAMPAK ADALAH HAMBATAN
DALAM IMAN, YANG TAMPAK ADALAH KESEMPATAN

* Take from Renungan Harian

Kamis, 09 April 2026

BUKTI NYATA

Yesus, Tuhan kita...telah diserahkan karena pelanggaran kita dan dibangkitkan karena pembenaran kita (Roma 4:24-25)


Kebangkitan Yesus Kristus merupakan salah satu peristiwa terpenting dalam sejarah. Rasul Paulus menyebutkan bukti nyata bahwa lebih dari lima ratus orang telah menyaksikan Yesus setelah Dia bangkit dari antara orang mati. Banyak dari antara mereka yang masih hidup ketika Rasul Paulus menulis surat kepada jemaat di Korintus.

Pengurbanan Kristus di atas kayu salib telah membayar lunas seluruh hukuman dosa manusia, karena itu setiap orang yang percaya kepadaNya sebagai Juruselamat akan menerima pengampunan. Kebangkitan Kristus adalah bukti nyata dari semua ini. Jika hanya satu dosa kita saja yang akan ditebusNya, Yesus tidak akan pernah bangkit dari kuburNya.

Dalam bukunya yang berjudul The Resurrection of Jesus the Christ (Kebangkitan Yesus Kristus), Fred John Meldau menggarisbawahi kebenaran kebangkitan Kristus melalui pemaparan tentang upacara keagamaan tahunan bangsa Israel, yakni Hari Penebusan Dosa. Meldau menulis, "Jika (Imam Besar) memohonkan doa dengan benar, ia akan muncul di depan umum pada saat yang tepat, tetapi...bila ia gagal untuk memohonkan doa dengan benar, ia akan mati seketika itu juga di balik kerudungnya. Demikian pula dengan kehadiran Kristus di depan umum setelah kebangkitanNya, setelah Dia menebus segala dosa kita di atas kayu salib, menunjukkan bahwa permohonanNya kepada Bapa diterima. Kuburan yang kosong adalah "Amin" dari Allah bagi Kristus, yang berarti "sudah selesai."

Ketika Kristus bangkit dari kuburNya, berarti dosa-dosa kita telah ditebus dengan tuntas. KebagkitanNya adalah bukti yang nyata! -- RWD


KUBUR KRISTUS YANG KOSONG ADALAH BUKTI NYATA KEPASTIAN KESELAMATAN KITA

* Take fromRenungan Harian