Kamis, 14 Mei 2026

HARI KENAIKAN

Adalah lebih berguna bagi kamu jika aku pergi. Sebab jikalau Aku tidak pergi, Penghibur itu tidak akan datang kepadamu (Yohanes 16:7)


Ada empat peristiwa adikodrati yang menjaga manusia dari tindakan pengrusakan diri. Sama seperti menara api menembus badai laut, mukjizat-mukjizat ini pun menunjukkan jalur penyelamatan dunia yang telah kehilangan harapan. Kita sering memperingatinya, yakni Natal, Jumat Agung, Paskah dan Hari Kenaikan.

Kebanyakan dari kita telah mengetahui arti penting kelahiran Kristus, ketika Allah menjadi manusia; salib, ketika hukuman dosa terbayar; dan kebangkitan, ketika kuasa kematian dipatahkan. Namun bagaimana halnya dengan kenaikanNya? Mengapa peristiwa ini amat penting?

Kembalinya Yesus pada BapaNya mempengaruhi kehidupan setiap orang, baik orang-orang beriman maupun orang-orang yang tidak percaya. Setelah kembali ke surga, Dia mengutus Roh Kudus yang akan menunjukkan kepada semua orang tentang kebutuhan akan Juruselamat bagi mereka (Yohanes 16:8). Yesus juga berkata bahwa Penghibur itu adalah penolong (Yohanes 16:7) dan Guru (Yohanes 14:17; 16:13-15) bagi orang-orang percaya.

Dengan kenaikan Kristus dari bumi ini menyusul kebangkitanNya, kelangsungan pelayananNya menjadi tak terbatas. Dia tak perlu lagi mengerjakan apa yang sekarang telah Dia lakukan melalui Roh Kudus.

Hari Kenaikan Yesus Kristus mengingatkan kita bahwa Tuhan yang agung tidak hanya meneruskan pelayanNya terhadap kita, tetapi melalui Roh Kudus Dia juga memanggil orang-orang berdosa untuk datang kepadaNya -- DJD

ROH KUDUS TIDAK HANYA MENGHIBUR ORANG-ORANG PERCAYA TETAPI JUGA MENGHUKUM ORANG-ORANG BERDOSA

* Take from Renungan Harian 

Rabu, 13 Mei 2026

SAYA KAYA!

[aku berdoa] meminta pada Allah Tuhan kita Yesus, yaitu Bapa yang mulia itu, supaya Ia memberikan kepadamu Roh hikmat dan wahyu untuk mengenal Dia dengan benar (Efesus 1:17)


Pasangan suami istri Tallahassee yang menghadapi suatu masalah, telah terusir dari rumah mereka dan kini mereka harus tidur di dalam mobil. Mereka mengkuatirkan ketiga anaknya akan direnggut dari kehidupan mereka dan dimasukkan ke panti sosial. Tetapi kemudian mereka memenangkan suatu undian dengan hadiah uang lebih dari 1,5 milyar rupiah.

Secara tiba-tiba mereka menjadi orang kaya. Untuk mengambil hadiah uang lebih 1,25 milyar rupiah (setelah dipotong pajak), mereka menyewa sebuah limousin.

Bayangkanlah bila Anda yang mendapatkan uang sebanyak itu. Bagaimana perasaan Anda? Dan, bagaimana bila Anda memenangkannya sebanyak 100 kali?

Dapatkah uang sebesar itu dibandingkan dengan kekayaan seperti yang diungkapkan dalam Efesus 1:1-23? Jika kita meletakkan pengharapan akan keselamatan pada Yesus Kristus, sesungguhnya kita amatlah kaya secara spiritual! Pernahkah Anda menyadarinya?

Kecemasan terhadap masalah-masalah keseharian dapat membutakan kita untuk memahami apa arti mengenal Anak Allah, apa arti pengharapan atas panggilanNya, apa arti kekayaan, dan apa arti kuasa yang telah disediakanNya bagi kita (Efesus 1:18-19). Keinginan kuat akan uang dan pemuasan ego lainnya dengan mudah membuat mereka yang tidak memiliki kekayaan rohani yang kekal seperti kita merasa cemburu.

Bapa, ampunilah kami atas kebingungan dan ketidakyakinan kami. Bukalah mata kami agar dapat melihat kekayaan yang tak terucapkan yang telah Engkau berikan melalui AnakMu Yesus Kristus -- MRD

KAYA DALAM TUHAN JAUH LEBIH BAIK DARIPADA KAYA DALAM DUNIAWI

* Take from Renungan Harian