Sabtu, 07 Maret 2026

PERCAYA PADA KOMPAS

Aku hendak mengajar dan menunjukkan kepadamu jalan yang harus kautempuh (Mazmur 32:8)



Seorang pelaut tua berulangkali tersesat di laut, sehingga teman-temannya memberikan sebuah kompas kepadanya dan mendesaknya untuk menggunakannya. Saat berlayar dengan kapalnya, ia mengikuti petunjuk mereka dan membawa kompas itu. Tetapi seperti biasanya, ia menjadi bingung dan tidak dapat menemukan jalan pulang. Akhirnya, ia ditolong oleh teman-temannya.

Muak dan tidak sabar dengannya, mereka bertanya, "Mengapa kamu tidak menggunakan kompas yang kami berikan? Kamu dapat menghindarkan kami dari banyak masalah!"

Pelaut itu menjawab, "Saya tidak berani! Saya ingin pergi ke Utara, tetapi walaupun saya telah mencoba sekuat tenaga untuk membuat jarum itu menunjuk ke utara, tetap saja jarum itu menunjuk ke arah Tenggara." Ia begitu yakin bahwa ia tahu ke arah mana utara itu sehingga dengan keras kepala ia mencoba memaksakan keyakinannya terhadap kompas tersebut.

Setelah kematian Musa, Allah berbicara kepada Yosua tepat sebelum ia memimpin bangsa Israel ke Tanah Perjanjian. Tuhan mengingatkan Yosua akan hukum-Nya dan memberitahukan, "janganlah menyimpang ke kanan atau ke kiri, supaya engkau beruntung, ke mana pun engkau pergi" (Yosua 1:7).

Mereka yang mengikuti instruksi dari Allah dan peringatan-Nya dihindarkan dari pengembaraan yang tak perlu dan dari sakit hati karena kekaraman dan kehancuran. Kita harus bertanya kepada Allah untuk menunjukkan jalan. Kemudian marilah mempercayai petunjuk arah melalui Firman-Nya [RWD]


UNTUK MENGETAHUI KEHENDAK ALLAH PERCAYALAH PADA FIRMAN ALLAH

* Take from Renungan Harian 

Jumat, 06 Maret 2026

BIMBINGAN DARI ATAS

Beritahukanlah jalan-jalan-Mu kepadaku, ya Tuhan, tunjukkanlah itu kepadaku (Mazmur 25:4)


Sistem Penempatan Global (GPS) telah mengubah cara kita bekerja, melakukan perjalanan, dan bermain. Dengan bantuan sinyal-sinyal dari banyak satelit, alat penerima GPS dapat memperhitungkan posisi Anda, di mana pun Anda berada di dunia ini. Informasi ini dapat membantu penjelajah alam yang tersesat untuk kembali ke kemahnya, memungkinkan seorang pengemudi untuk menemukan rumah yang dicarinya di kota yang asing, atau membimbing seorang nelayan untuk kembali ke tempat ia pernah menangkap banyak ikan. Hal ini merupakan "bimbingan dari atas."

Namun alat itu hanya membantu orang-orang yang percaya pada informasi tersebut dan mau menggunakannya. Bagaimana jika seseorang melihat informasi yang tertera di GPS itu lalu berkata, "Saya tidak mungkin berada di tempat yang dikatakan oleh GPS ini"? Apa manfaatnya jika seseorang mematikan GPS itu, menyimpannya di dalam saku, dan menuju jalan yang dikehendakinya sendiri, sambil berkata, "Walaupun benda ini mengatakan saya sedang ke Selatan tapi saya yakin saya sedang ke Timur"?

Demikian pula dengan kita. Bimbingan Allah melalui Alkitab akan bermanfaat bagi kita jika kita mempercayai Firman-Nya dan menaatinya. "Ia membimbing orang-orang yang rendah hati menurut hukum," tulis pemazmur, "dan Ia mengajarkan jalan-Nya kepada orang-orang yang rendah hati. Segala jalan Tuhan adalah kasih setia dan kebenaran bagi orang yang berpegang pada perjanjian-Nya dan peringatan-peringatan-Nya" (Mazmur 25:9,10).

Ingatlah, bimbingan dari atas dijanjikan bagi semua orang yang mau menerima firman Allah dan mengikuti petunjuk-Nya -DCM


BERTANYALAH "DI MANA KITA SEKARANG BERADA?"
DAN "KE MANA KITA AKAN PERGI?"

* Take from Renungan Harian