Minggu, 24 Mei 2026

ADAM, HAWA, DAN SAYA

Demikianlah hendaknya kamu memandangnya: bahwa kamu telah mati bagi dosa, tetapi kamu hidup bagi Allah dalam Kristus Yesus (Roma 6:11)



Ketika Adam dan Hawa menghadapi godaan untuk pertama kalinya, banyak hal yang benar bagi mereka namun tidak benar bagi kita. Mereka tinggal dalam lingkungan yang sempurna dan masyarakat yang tidak rusak. Tidak ada pengaruh keluarga yang dapat disalahkan atas pilihan mereka untuk melakukan apa yang salah.

Adam dan Hawa berada sebagai ciptaan pertama yang menakjubkan. Tidak ada dosa warisan dan tidak ada kerusakan di sekeliling mereka yang dapat dipersalahkan atas kejatuhan mereka dalam dosa.

Banyak dosa yang tidak dilakukan oleh Adam dan Hawa. Mereka tidak melakukan perzinahan. Mereka tidak mencuri milik orang lain. Mereka tidak memberontak terhadap ayah dan ibunya. Mereka tidak melakukan kesaksian paslu untuk melawan sesamanya. Mereka tidak iri hati terhadap milik orang lain.

Namun hakekat dosa kembali pada kejatuhan dari ciptaan pertama ini, sama seperti yang kita alami saat ini, yakni tindakan meninggalkan Allah. Ada satu hal yang penting saat mereka menghadapi godaan: Adam dan Hawa tidaklah memperhatikan dengan serius apa yang Allah katakan.

Dalam menghadapi berbagai godaan yang kita temui setiap hari, kita harus memutuskan bahwa kita percaya kepada Tuhan dan melakukan apa yang Dia katakan. Kita juga harus menyadari bahwa dosa dapat menghancurkan hubungan kita denganNya. Kita juga membutuhkan pengampunanNya tatkala kita jatuh.

Tuhan tolonglah kami untuk menjauhi dosa dan dekat padaMu -- HWR


UNTUK MENGHADAPI GODAAN, BERDIRILAH BERSAMA KRISTUS

* Take from Renungan Harian

Sabtu, 23 Mei 2026

PENJINAKAN HARIMAU

Tetapi tidak seorang pun yang berkuasa menjinakkan lidah (Yakobus 3:8a)


Bree, cucu perempuan saya, menyukai sirkus, tetapi ia takut pada harimau. Sebenarnya ia tidak punya alasan yang kuat untuk takut, karena kucing tua yang besar itu telah dijinakkan dan berada di dalam kandang. Binatang itu pun memiliki berat badan yang berlebihan, dan saya menduga tak lama lagi ia akan kehilangan giginya. Bersama singa-singa lainnya, si belang yang cantik itu menjalani kegiatan rutinnya dengan patuh, sesuai perintah yang diberikan.

Anda dapat menjinakkan harimau, singa, macan tutul, cheetah, dan binatang buas lainnya, khususnya bila ia telah bersama Anda sejak lahir. Namun menurut Rasul Yakobus, Anda tidak dapat menjinakkan lidah manusia. Ia menulis, "Ia adalah sesuatu yang buas, yang tak terkuasai, dan penuh racun yang mematikan" (Yakobus 3:8).

Yakobus juga menggunakan analogi lain yang hidup untuk menggambarkan kekuatan yang luar biasa dari anggota tubuh yang kecil ini. Sebuah kekangan pada mulut kuda dapat mengendalikan seluruh tubuhnya (Yakobus 3:3). Sebuah kemudi yang kecil dapat menggerakkan kapal yang besar dalam badai yang mengamuk (Yakobus 3:4). Sebatang korek api atau bahkan percikan kecil, dapat membakar hutan yang besar (Yakobus 3:5). Demikian pula dengan lidah. Melalui organ tubuh yang kecil, kita dapat melakukan perkara yang besar.

Bahkan di bawah disiplin diri yang keras dan pemantauan yang terus-menerus, lidah yang secara alamiah memang sukar dikendalikan, menyimpan sesuatu yang berbahaya di bawah permukaan. Anda dapat menjinakkan harimau, namun hanya dengan doa dan kewaspadaan yang ketatlah Anda dapat mengontrol lidah Anda -- DCE


ORANG YANG TIDAK DAPAT MENJAGA LIDAHNYA TIDAK AKAN DAPAT BERBICARA DENGAN BAIK

* Take from Renungan Harian