Sabtu, 09 Mei 2026

MATI UNTUK HIDUP

Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikut Aku (Lukas 9:23)


Salib pada zaman Romawi dirancang untuk kematian. Hanya untuk itu. Lalu apa maksud Yesus ketika Dia mengatakan bahwa siapa pun yang ingin mengikut Dia harus "memikul salibnya setiap hari" (Lukas 9:23)? Perkataan-Nya itu tidak berarti bahwa kita semua harus disalibkan secara jasmani. "Salib" yang Dia maksud adalah tindakan mematikan keinginan hati kita dan sikap penyerahan diri tanpa syarat pada kehendak Allah.

Kematian yang dimaksud di sini adalah penyangkalan terhadap keinginan kita akan rumah yang lebih besar, anak-anak yang lebih penurut, dan teman-teman yang selalu siap membantu. Kita juga diharapkan mampu menanggung beban ketika disalahpahami, dipermalukan, dan kehilangan harga diri, termasuk untuk mampu menerima berbagai situasi yang tidak bisa diubah. Utusan Injil dan penyair Amy Carmichael rupanya mengenal dengan baik apa itu kesengsaraan dan penderitaan. Oleh sebab itu ia menulis, "Dalam penerimaan ada kedamaian."

Yesus mengatakan bahwa kita harus memikul salib setiap hari. Ketika bangun setiap hari, hendaknya kita dengan ceria serta berani memikul beban kita, karena ada hal lain yang juga diberikan "setiap hari". Hal lain itu ialah kasih karunia-Nya yang senantiasa cukup setiap hari, sebab justru dalam kelemahan kitalah kuasa-Nya menjadi sempurna (2Korintus 12:9). Dia tidak akan pernah meninggalkan ataupun membiarkan kita (Ibrani 13:5). Dia berjanji bahwa melalui kematian rohani kita, Dia akan membuat kita lebih hidup daripada sebelumnya (1Korintus 15:53-57).

Sudahkah Anda mati untuk hidup? --David Roper

HATI YANG SIAP MENERIMA AKAN MENEMUKAN KEDAMAIAN

* Take from Renungan Harian 

Jumat, 08 Mei 2026

BABI DAN DOMBA

Pandanglah burung-burung di langit.... Bukankah kamu jauh melebihi burung-burung itu? (Matius 6:26)


Ketika David Field, seorang penulis dan pendeta, tiba di gereja yang mengundangnya untuk menjadi pembicara tamu, ia diperkenalkan pada seorang anggota paduan suara. Ketika Field bertanya tentang pekerjaannya, wanita itu menjawab "Saya memelihara babi." "Berapa banyak babi yang kamu miliki?" tanya Field lagi. Tanpa ragu ia menjawab, "Sekarang ini seratus sembilan puluh dua ekor." Sambil tertawa Field menanggapi jawaban tersebut, "Sungguh? Kamu yakin itu?" Dengan jengkel wanita itu menjawab, "Tentu saja saya yakin. Saya kan memberi nama pada mereka semua!"

Bayangkan, ada seseorang yang mengenali nama 192 babi! Namun mengapa tidak--jika Anda melakukannya dengan senang hati seperti yang dilakukan wanita tersebut terhadap kawanan babinya?

Bagaimana dengan sang Pencipta, yang memiliki nama untuk setiap bintang yang tak terhitung di langit? (Yesaya 40:26). Sang Pencipta itu juga adalah Gembala kita yang Baik, yang mengasihi kita jauh melebihi kasih manusia. Dan Gembala Yang Baik itu memanggil domba-domba-Nya masing-masing menurut namanya (Yohanes 10:3).

Mungkin kita pernah tergoda untuk berpikir bahwa Allah Yang Mahakuasa, yang menopang galaksi demi galaksi itu mungkin tidak sanggup memperhatikan kita dan masalah yang kita hadapi. Namun Yesus berkata bahwa Bapa surgawi memelihara dan memperhatikan kebutuhan binatang-binatang terkecil sekalipun, dan bahwa kita jauh lebih tinggi nilainya dari binatang-binatang itu (Matius 6:26). Dia mengenal nama-nama kita dan memenuhi kebutuhan kita [VCG]


ALLAH BERKUASA UNTUK MEMPERHATIKAN KEBUTUHAN KITA YANG TERKECIL

* Take from Renungan Harian