Rabu, 05 Agustus 2026

NYANYIAN SYUKUR

Bersorak-sorailah, hai orang-orang benar, dalam TUHAN! Sebab memuji-muji itu layak bagi orang-orang jujur (Mazmur 33:1)


Keluarga kami senang mendengarkan puji-pujian Kristen dan menghadiri konser. Kami sering memutar kaset lagu rohani yang pada saat berkendaraan. Kami mendorong anak-anak kami untuk ikut serta dalam paduan suara sejak anak sulung kami berusia 3 tahun, dan kini ia mendapat beasiswa untuk kuliah di bidang musik.

Kecintaan terhadap musik ini bukan karena jasa saya, karena saya tidak tahu apa-apa tentang musik. Saya tidak mengikuti pelajaran musik atau menyanyi dalam paduan suara. Namun satu hal yang pasti, Anda tidak harus menguasai musik untuk memperoleh berkat darinya.

Perhatikan ucapan pemazmur, "Bersorak-sorailah, hai orang-orang benar, dalam TUHAN! Sebab memuji-muji itu layak bagi orang-orang jujur" (Mazmur 33:1). Ia tidak berkata, "Bersorak-sorailah, hai kamu yang memiliki talenta musik!" Ia juga tidak berkata, "Puji-pujian dari pemain piano berbakat itu indah!" Saya selalu bersyukur karena Allah juga menikmati nyanyian saya saat saya mengikuti lagu rohani yang dinyanyikan di kasetnya, sama seperti Dia mendengar pemusik yang handal. Tentu saja, mungkin banyak orang yang tidak sependapat dengan saya.

Kita dapat bersukacita bersama mereka yang membantu kita dalam penyembahan melalui kemampuan mereka yang dibagikan kepada kita. Memang Mazmur 33:1 mengatakan agar kita bermain musik dengan baik. Namun janganlah kiranya semangat kita kendor untuk memuji. Kita meningkatkan penyembahan dan sukacita di dalam Tuhan pada saat kita menggunakan musik untuk mengungkapkan pujian kita. Sebagai orang Kristen, kita selalu memiliki banyak hal untuk dinyanyikan -- JDB


HATI YANG TERTUJU KEPADA ALLAH AKAN MELANTUNKAN NADA-NADA PUJIAN

* Take from Renungan Harian 

Selasa, 04 Agustus 2026

KESALAHAN UMUM

Kristus telah menebus kita dari kutuk hukum Taurat dengan jalan menjadi kutuk karena kita (Galatia 3:13)

Seorang wanita tua berkata kepada saya bahwa ia mengasihi Yesus, berdoa secara teratur, membaca Alkitab setiap hari dan mengakui dosa-dosanya setiap malam. Namun ia takut menghadapi kematian. Ia tidak yakin bahwa Allah akan menerimanya. Ia juga berkata bahwa ia ingin sekali memperoleh kemurahan Allah dengan memberikan uang dalam jumlah besar kepada gerejanya tanpa sepengetahuan suaminya. Ia tahu bahwa hal ini salah, tetapi ia berkata, "Saya melakukannya demi keselamatan saya."

Wanita ini gagal memahami kata-kata Paulus, "Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri" (Efesus 2:8-9). Wanita ini tetap beranggapan bahwa ia harus berbuat baik untuk memperoleh kemurahan Allah.

Ini merupakan kesalahan umum yang sering terjadi di kalangan orang Kristen. Rasul Paulus mengoreksi konsep sebagian orang percaya di Galatia yang memiliki pemahaman seperti itu. Mereka berpendapat bahwa kita perlu menjaga aturan-aturan dalam Perjanjian Lama. Paulus menegaskan bahwa Yesus Kristus dengan kematianNya di kayu salib telah menebus kita dari kutuk hukum Taurat (Galatia 3:13).

Apakah Anda mempercayai hal ini? Apakah Anda telah menerima Yesus Kristus sebagai Juruselamat Anda secara pribadi? Jika demikian, serahkanlah diri Anda dalam karyanya di kayu salib, dan bersukacita serta ucapkanlah syukur. Jangan terjebak dalam anggapan bahwa Anda dapat mengusahakan sendiri kemurahan Allah -- HVL


KESELAMATAN ADALAH ANUGERAH CUMA-CUMA BAGI ORANG BERDOSA YANG TAK LAYAK

* Takefrom Renungan Harian