Sabtu, 17 Oktober 2026

KEHARUMAN MISTERIUS

Sebab bagi Allah kami adalah bau yang harum dari Kristus (2Korintus 2:15)


Kebanyakan di antara kita dapat mengenali keberadaan seseorang, entah saudara atau teman, dari parfum tertentu yang ia pakai. Bahkan tanpa melihat orang itu, kita tahu bahwa ia berada di dekat kita. Tanpa banyak kata, parfumnya membuat kita mengetahui kehadirannya.

Setiap orang kristiani seharusnya juga dikenal karena "parfum tertentu" yang ia pakai, yaitu keharuman Kristus. Namun "parfum" ini tidak dapat dibeli pada tempat penjualan kosmetik, dan tidak bisa dimasukkan dalam botol untuk dijual oleh gereja. "Parfum" misterius ini selalu muncul dan hanya keluar dari kedekatan hubungan kita dengan Kristus. "Parfum" ini mengembuskan pengaruh yang lembut tetapi dapat dirasakan orang lain.

Seseorang berkomentar tentang seorang kristiani di kota kecil tempat tinggalnya, "Setiap kali orang itu melewati gang saya, ia selalu berbuat sesuatu yang membuat saya merasa lebih baik." Yang lainnya berkata, "Hanya dengan berjabat tangan dengannya, Anda akan tahu bahwa Allah hadir dalam dirinya." Kemungkinan besar orang percaya yang dikagumi ini telah memberi kesaksian lewat kata-kata. Namun tanpa keharuman Kristus, kesaksiannya tidak akan berhasil.

Rasul Paulus bertanya, "Tetapi siapakah yang sanggup menunaikan tugas yang demikian?" (2:16). Jawabannya jelas: keharuman kita, seluruh kemampuan kita, berasal dari Kristus, bukan dari kita sendiri. Parfum apakah yang akan Anda pakai hari ini? --Joanie Yoder


BILA ANDA BERJALAN DENGAN KRISTUS, ORANG LAIN AKAN TAHU BAHWA DIA BERSAMA ANDA

* Take from Renungan Harian 

Jumat, 16 Oktober 2026

PENYEMBAHAN YANG AKTIF

Masuklah melalui pintu gerbang-Nya dengan nyanyian syukur, ke dalam pelataran-Nya dengan puji-pujian (Mazmur 100:4)


Di dalam bukunya Folk Psalms of Faith, Pendeta Ray Stedman berkata bahwa ia berharap semua orang yang datang ke gereja dapat berdiri di atas mimbar pada hari Minggu pagi dan memerhatikan wajah para jemaat selama khotbah berlangsung.


Walaupun sebagian besar orang tampaknya memerhatikan sang pendeta, banyak pula jemaat yang pikirannya ada di tempat lain. Stedman menulis, "Tentunya menarik untuk mengetahui, ke mana saja pikiran orang-orang mengembara selama kebaktian!"

Untuk memperoleh manfaat terbesar dari kebaktian di gereja, kita harus mempersiapkan hati dan menjadi peserta yang aktif. Kita harus terlibat dengan sungguh-sungguh dalam menyanyikan pujian, berdoa tanpa bersuara saat pendeta memimpin doa, dan menyembah dengan sepenuh hati saat paduan suara bernyanyi.

Pada akhirnya, kita perlu mendisiplinkan diri untuk mendengarkan pengajaran firman Allah dengan sungguh-sungguh dan dengan hati yang terbuka. Kita harus mengembangkan rasa lapar akan kebenaran yang menenangkan jiwa kita, mengilhamkan penyembahan, membangkitkan pujian kepada Allah, dan menggerakkan kita untuk melayani Dia.

Kita dengan mudah menyalahkan pendeta apabila kita meninggalkan kebaktian dengan perasaan hampa dan patah semangat. Namun pendeta hanyalah salah satu peserta; kita pun harus melakukan tugas kita. Mereka yang memperoleh berkat paling banyak dari penyembahan adalah mereka yang memberikan peranan paling banyak --Richard De Haan


INTI DARI PENYEMBAHAN ADALAH MENYEMBAH DARI HATI

* Take from Remumgan Harian