Kamis, 28 Mei 2026

UKURAN KASIH

Barangsiapa mengasihi Allah, ia harus juga mengasihi saudaranya
(1 Yohanes 4:21)


Ketika mengunjungi rumah seorang kristiani, saya melihat kata-kata ini terpampang pada sebuah hiasan dinding: "Engkau mengasihi Yesus seperti kau mengasihi orang yang paling tidak kaukasihi." Saya tersentak membaca kata-kata itu. Namun kemudian saya menemukan kata-kata serupa dalam 1 Yohanes 4:20, "Barangsiapa tidak mengasihi saudaranya yang dilihatnya, tidak mungkin mengasihi Allah, yang tidak dilihatnya."

Setelah itu saya sering mendapati diri saya mengkritik orang lain dengan mengabaikan kesalahan saya sendiri yang justru lebih mencolok. Jika saya mengasihi Yesus sebesar kasih saya terhadap orang yang saya kritik, berarti saya sedikit sekali mengasihi-Nya. Ini membuat saya sedih dan kecewa, karena sepertinya saya tidak mampu mengasihi Yesus dan sesama dengan semestinya.

Dalam 1 Yohanes 4:10, kita tahu bahwa kasih yang sejati tidak dapat diukur melalui kasih kita kepada Allah, tetapi melalui kasih-Nya kepada kita. Dia menunjukkan kedalaman kasih-Nya melalui kematian Yesus untuk menebus dosa-dosa kita. Itulah teladan kita. "Jikalau Allah sedemikian mengasihi kita, maka haruslah kita juga saling mengasihi" (ayat 11).

Kini setiap kali saya gagal mengasihi orang lain, saya memohon ampun kepada Allah. Saya minta agar Dia menolong saya menunjukkan kepada sesama, kasih yang Dia berikan kepada saya.

Adakah Anda rindu untuk lebih mengasihi Yesus? Mulailah dengan mengasihi orang-orang di sekitar Anda. Ingatlah, kasih kepada Yesus dan kasih kepada sesama selalu berjalan beriringan -JEY


KASIH ADALAH KEHENDAK ALLAH DALAM TINDAKAN

* Take from Renungan Harian

 

Rabu, 27 Mei 2026

MATA ROHANI YANG BARU

Seolah-olah selaput gugur dari matanya, sehingga ia dapat melihat lagi (Kisah Para Rasul 9:18)


Pada tahun 1991, dua operasi telah menyembuhkan Shirl Jennings yang buta selama 40 tahun. Keluarga dan teman-temannya sangat gembira. Namun, hari berikutnya tunangan Shirl menulis dalam buku hariannya bahwa Shirl "masih terus beradaptasi untuk melihat .... Ia belum dapat mempercayai pandangannya .... Seperti bayi yang baru belajar melihat, segala sesuatu tampak baru, menakjubkan, dan menakutkan karena ia belum yakin untuk melihat."

Walaupun Shirl dapat mengenali orang dan benda-benda dengan alat inderanya yang lain, ia belum dapat mengenali mereka dengan penglihatan. Orang-orang berharap ia dapat segera beradaptasi, tetapi ia masih kesulitan untuk memahami segala sesuatu yang kini dilihatnya.

Tidakkah kita juga mengalami hal seperti ini ketika menerima anugerah keselamatan dari Allah?

Setelah Paulus mengalami kebutaan dalam perjalanan ke Damsyik, pemulihan penglihatannya menjadi perumpamaan yang kuat bagi penglihatan rohani yang kemudian ia terima dari Tuhan Yesus Kristus (Kisah Para Rasul 9:3-17). Kita tidak tahu apa yang dialami Paulus selama 3 tahun di Arab setelah pertobatannya (Galatia 1:15-18), yang jelas ia pasti belajar lagi secara mendalam tentang kehidupan dan tentang Allah.

Dibutuhkan waktu untuk menumbuhkan hubungan dengan Kristus, dan untuk melihat dengan mata rohani yang baru apa yang telah Dia berikan kepada kita. Bersabarlah satu sama lain, khususnya terhadap setiap orang kristiani baru, yang kita kenal dalam perjalanan rohani yang penuh sukacita -DCM


PERTOBATAN ADALAH SEBUAH LANGKAH IMAN
KEDEWASAAN MEMBUTUHKAN PERJALANAN IMAN

* Take from Renungan Harian