Minggu, 12 April 2026

MAUT TAKKAN MEMISAHKAN KITA

Jawab Yesus kepadanya, "Akulah kebangkitan dan hidup; siapa saja yang percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati"
(Yohanes 11:25)



Meskipun para penulis dan filsuf telah berusaha sebaik mungkin untuk menyusun berbagai argumen penting perihal kehidupan setelah kematian, mereka tetap belum berhasil memberikan penghiburan bagi hati yang terluka, resah, dan dipenuhi pertanyaan.

Sebaliknya, Yesus selalu dapat memuaskan kita. Dia tidak menyodorkan beragam argumen filosofis. Dia tidak berusaha membuktikan bahwa kekekalan itu masuk akal; Dia benar-benar menyatakan hal itu! Dia mengatakan hal yang diketahui-Nya, dan menjawab dengan kuasa surgawi, "Akulah kebangkitan dan hidup; siapa saja yang percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati" (Yohanes 11:25). Kebangkitan ini mempunyai dua aspek. Tubuh orang percaya akan dibangkitkan, dan roh mereka akan hidup di surga.

Apa artinya hal ini bagi kaum kristiani yang berduka karena kematian orang-orang terkasih? Kematian tidak memutuskan tali kasih kita bagi mereka, karena kasih itu ada pada roh, bukan pada tubuh. Renungkan saja, ketika orang-orang yang kita kasihi harus melakukan suatu perjalanan yang panjang, pikiran mereka dapat melintasi jarak yang jauh sehingga seolah-olah jarak itu hanya tinggal sejengkal, dan kasih mereka menyelimuti kita seolah-olah mereka di sisi kita. Begitu pula yang terjadi dengan orang-orang terkasih yang telah mendahului kita.

Apakah saat ini Anda sedang berdukacita karena seseorang telah dipanggil ke surga? Yesus berjanji bahwa kita akan dipersatukan kembali pada suatu hari kelak ketika Allah mengembalikan orang-orang berharga yang kita kasihi --MRD


KRISTUS TELAH MENGGANTIKAN PINTU MAUT DENGAN PINTU GERBANG KEHIDUPAN YANG BERCAHAYA

* Take from Renungan Harian 

Sabtu, 11 April 2026

ALLAH MEMPEDULIKANMU

Yesus ... melihat orang banyak yang besar jumlahnya, maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan kepada mereka (Matius 14:14)


Yohanes Pembaptis dihukum mati sebagai martir oleh Raja Herodes. Yohanes adalah sepupu dan sahabat Yesus, jadi kematiannya tentu sangat menyentuh hati Yesus. Saya yakin karena itulah Dia menyingkir dari kerumunan orang. Matius menulis, "Dia pergi dari sana [kampung halaman dan tempat pelayanan-Nya] ..." (14:13).

Yesus ingin menyendiri untuk berkabung, tetapi orang banyak mendesak Dia dengan membawa kebutuhan mereka dan tidak membiarkan-Nya pergi (ayat 13). Melihat penderitaan mereka, Yesus tergerak oleh belas kasihan. Walaupun Dia sendiri sedang sedih, Dia mau menyembuhkan penyakit mereka (ayat 14). Yesus tidak membiarkan kesedihan-Nya menjadi alasan untuk tidak melayani mereka.

Mungkin Anda seorang pekerja dalam pelayanan masyarakat: pendeta, guru, perawat, atau konselor. Mungkin Anda adalah seorang ibu dengan anak-anak yang masih kecil atau pasangan yang tak berdaya karena sakit. Anda harus berkutat sendiri dengan pergumulan, kekecewaan, dan kepedihan hati Anda tanpa seorang pun tampak peduli kepada Anda.

Namun ada seseorang yang peduli. Allah peduli. Dia memahami kesedihan Anda lebih dari siapa pun, dan Dia mengerti dalamnya penderitaan Anda. Anda dapat menyerahkan kehawatiran Anda kepada-Nya (1 Petrus 5:7) dan dalam hadirat-Nya Anda dapat menemukan kasih, penghiburan, dan kekuatan yang Anda butuhkan untuk beranjak dari kesedihan dan peduli pada kesedihan orang lain. Anda dapat mempedulikan orang lain karena Allah mempedulikan Anda -DHR


KARENA ALLAH MEMPEDULIKAN KITA
KITA DAPAT MEMPEDULIKAN SESAMA

* Take from Renungan Harian