Jumat, 17 Juli 2026

MENANG ATAS DOSA

Marilah kita...berlomba dengan tekun dalam perlombaan yang diwajibkan bagi kita (Ibrani 12:1)


Ibrani 12 berbicara tentang berlomba dengan baik dalam perlombaan iman. Namun kata menang sama sekali tidak disebutkan di sana. Sebaliknya, sang penulis menekankan perlunya ketekunan dan disiplin. Tanpa kedua hal ini, perlombaan tak dapat dimenangkan.

Memenangkan suatu perlombaan memang menyenangkan, tetapi berlari seringkali melelahkan. Untuk menjadi atlet rohani, kita harus menanggalkan semua beban dan dosa yang merintangi kita. Hal ini memerlukan disiplin. Kita harus tekun demi memperoleh sukacita yang telah disediakan bagi kita sesudah menyelesaikan perlombaan.

Keluarga kami mendapat tamu seorang pecandu bernama Derek, yang telah bertahun-tahun terjerat dalam pemakaian obat-obat terlarang. Derek memulai perlombaan imannya dengan menerima Kristus dan pengampunan-Nya. Sebelumnya ia berada dibawah hukum kerajaan Setan: Bersenang-senang dahulu, bersusah-susah kemudian. Kini ia beralih kepada hukum kerajaan Kristus: Alamilah ganjaran pendisiplinan Allah sekarang dan nikmatilah buah kebenaran itu kelak (lihat Ibrani 12:11). Suatu hari Derek berkata, "Anda akan dapat menanggung ganjaran yang sangat berat sekalipun, bila Anda mengetahui bahwa Anda pasti menang!"

Perlombaan iman memang unik karena kita bertanding melawan diri sendiri, bukan orang lain. Agar kita dapat menang atas dosa dan keakuan, kita harus mau menerima pendisiplinan yang penuh kasih dari Allah. Dengan mengetahui bahwa kita pasti menang, dan bebas dari dosa, kita tidak akan berkeberatan menanggung ganjaran pendisiplinan itu --JEY


TANPA GANJARAN TAK ADA BUAH
MENGENAL GANJARAN BUAHNYA MELIMPAH

* Take from Renungan Harian

Kamis, 16 Juli 2026

MENGAPA HARUS KE KEBAKTIAN?

Marilah kita saling memperhatikan supaya kita saling mendorong dalam kasih dan dalam pekerjaan baik. Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita (Ibrani 10:24-25)


Hari itu adalah Minggu pagi, dan orang-orang di sekitar tempat tinggal kami mulai disibukkan dengan berbagai kegiatan. Salah seorang tetangga sedang membawa keluar perahunya, sementara keluarganya menyiapkan bekal untuk berpiknik di tepi danau. Seorang tetangga yang lain duduk dengan nyaman di beranda depan sambil membaca koran. Teman putri saya menelepon dan mengajak putri saya menonton pertandingan basket. Pada saat yang sama, keluarga kami sedang mempersiapkan diri sambil sibuk mencari sepasang sepatu yang hilang supaya kami dapat segera berangkat ke gereja.

Pernahkah situasi seperti ini terjadi di rumah Anda? Bila pernah, Anda mungkin merasa seperti sedang berenang ke hulu sungai melawan arus kelesuan yang hebat. Mungkin akan lebih mudah bila Anda mengikut arus dan batal ke gereja. Namun sebelumnya, pikirkanlah bahwa Anda akan kehilangan hal-hal berikut ini.

* Sukacita dalam berkumpul dengan saudara seiman yang senang memuji Allah karena kebesaran-Nya (Mazmur 122:1).
* Dukungan, perhatian, dan kesatuan yang terjadi saat orang percaya berkumpul bersama (1Korintus 12:25).
* Ketaatan terhadap perintah Allah untuk beribadah bersama secara teratur (Ibrani 10:25-26).
* Perintah, nasihat, dan tantangan yang timbul dari pengajaran Firman Allah (2Timotius 4:2).

Tak ada kegiatan lain di hari Minggu yang dapat menggantikan apa yang Anda dapatkan saat berkumpul dengan sesama orang percaya. Sampai jumpa di gereja! --JDB


UMAT KRISTEN LAKSANA API DARI BATU BARA -- BERSATU MEREKA MENYALA; BERCERAI MEREKA MENJADI DINGIN

* Take from Renungan Harian