Sabtu, 12 September 2026

KUDA DAN ANAK MANUSIA

Jikalau keangkuhan tiba, tiba juga cemooh, tetapi hikmat ada pada orang yang rendah hati (Amsal 11:2)


Dalam salah satu novel berseri Narnia yang berjudul Kuda dan Anak Manusia, Bree adalah seekor kuda yang bisa berbicara. Ia menganggap anak lelaki yang menungganginya, Shasta, sebagai "anak kuda" yang sangat membutuhkan latihan. Kerap kali pendapat-pendapat angkuh si kuda mencerminkan sikapnya yang sombong. Ia menganggap dirinya sebagai kuda perang yang gagah berani, dan memiliki kemampuan serta keberanian yang hebat. Namun, sewaktu mendengar auman singa besar, ia lari dan membiarkan anggota rombongan lainnya terancam.


Di kemudian hari, Bree menemui Aslan sang singa, yang adalah raja Narnia. Kuda itu mengakui bahwa selama ini ia adalah sosok yang gagal karena sombong dan penakut. Dan, Aslan pun memuji Bree karena telah mengakui kesalahannya.

Alkitab mengatakan, "Kecongkakan mendahului kehancuran, dan tinggi hati mendahului kejatuhan" (Amsal 16:18). Hidup ini memiliki caranya sendiri untuk menunjukkan kelemahan kita, saat kita menjadi sombong. Oleh sebab itu, dengan belajar bahwa "kecongkakan mendahului kehancuran" kita dapat menemukan titik balik yang membuat kita tak lagi meninggikan diri. Dan, saat kita bersikap rendah hati di hadapan Allah dan manusia, kita dapat menjadi saluran hikmat bagi orang lain. "Jikalau keangkuhan tiba, tiba juga cemooh, tetapi hikmat ada pada orang yang rendah hati" (Amsal 11:2).

Menonjolkan betapa pentingnya diri kita akan membuat kita tersandung. Namun, memusatkan perhatian untuk memuliakan Allah dan memenuhi kebutuhan sesama akan memberi kita cara pandang orang bijak --HDF


KEANGKUHAN MEMBAWA CEMOOH
KERENDAHAN HATI MEMBAWA HIKMAT


* Rake from Renungan Harian

Jumat, 11 September 2026

MENGENAL YESUS

Bertumbuhlah dalam kasih karunia dan dalam pengenalan akan Tuhan dan Juru Selamat kita, Yesus Kristus (2Petrus 3:18)


Dalam bukunya yang berjudul The Call, Os Guinness bercerita tentang Arthur Burns, ketua Federal Reserve Board Amerika Serikat pada tahun 1970-an. Burns, yang adalah seorang Yahudi, bergabung dengan kelompok Pemahaman Alkitab yang pada saat itu diadakan di Gedung Putih. Pada suatu hari, para anggota kelompok Pemahaman Alkitab itu terkejut tatkala mendengarkan doa Burns, Ya Allah, semoga tiba saatnya ketika semua orang Yahudi mengenal Yesus. Tetapi mereka lebih terkejut lagi ketika ia berdoa agar tiba saatnya ketika semua orang kristiani mengenal Yesus.

Burns menegaskan kebenaran mendasar yang harus kita gumulkan. Meskipun kita telah mengklaim nama Yesus Kristus, belum tentu orang lain dapat melihat bahwa kita sungguhsungguh mengenal Dia. Apakah kita telah memiliki hubungan pribadi dengan-Nya? Jika iya, apakah kita telah berjuang keras, berdoa, dan berusaha semakin mengenal Yesus setiap hari?

Petrus, orang yang mengenal Yesus dengan sangat baik, mengatakan bahwa pengenalan akan Allah dan akan Yesus Tuhan kita akan melimpahi kita kasih karunia dan damai sejahtera (2Petrus 1:2). Pengenalan akan Yesus memberi kita segala sesuatu yang berguna untuk hidup yang saleh (ayat 3). Dan pengenalan terhadap pribadi Yesus akan menolong kita mengembangkan karakter yang menunjukkan kepada dunia bahwa kita memiliki hubungan pribadi dengan-Nya (ayat 5-8).

Apakah pada saat ini kita dapat dengan jujur berkata, Pada hari ini saya mengenal Yesus secara lebih baik daripada hari kemarin? JDB


SEMAKIN ANDA MENGENAL YESUS DALAM HATI
DUNIA AKAN SEMAKIN MELIHAT YESUS DALAM HIDUP ANDA


* Take from Renungan Harian