Rabu, 20 Mei 2026

BERBICARA DAN BERBUAT

Jadi, bagaimanakah engkau yang mengajar orang lain, tidakkah engkau mengajar dirimu sendiri? Engkau yang mengajar: jangan mencuri, mengapa engkau sendiri mencuri? (Roma 2:21)


Seorang profesor yang mengajar etika di sebuah universitas terkemuka sedang menghadiri konvensi. Saat makan siang di restoran, ia terlibat diskusi yang mendalam tentang kebenaran dan moralitas dengan seorang dosen lain yang mengajar filsafat. Sebelum meninggalkan meja makan, profesor tersebut memasukkan sendok dan garpu perak ke saku bajunya. Melihat wajah rekannya yang penuh tanda tanya, ia menjelaskan, "Saya hanya mengajar tentang etika. Saya membutuhkan sendok-sendok ini."

Melalui pekerjaannya, orang tersebut dibayar untuk mengajarkan prinsip-prinsip tentang yang benar dan salah kepada mahasiswa-mahasiswanya. Namun di luar jam mengajar, ia gagal menerapkan prinsip-prinsip yang telah diajarkannya ini. Pengajaran tanpa penerapan adalah kemunafikkan, dan kemunafikan itu sendiri adalah dosa.

Yesus mengingatkan orang-orang munafik pada zamanNya bahwa Allah telah menyatakan melalui Yesaya, "Bangsa ini...memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya menjauh dari padaKu" (Yesaya 29:13). Ia juga menyebutkan amarah Allah pada Israel melalui Yehezkiel, "Mereka mendengar apa yang kauucapkan, tetapi mereka sama sekali tidak melakukanya" (Yehezkiel 33:32).

Kehidupan kristiani seperti sebuah mata uang. Di satu sisi adalah kepercayaan; dan di sisi lain adalah perbuatan. Bila perbuatan kita tidak sejalan dengan kepercayaan kita, maka kita adalah orang yang munafik. Dengan kemurahan karunia Allah, kita perlu menempatkan penerapan dan pengajaran secara seimbang. Kita harus melakukan apa yang telah kita ucapkan agar dapat menyaksikan apa yang telah kita lakukan. -- VCG

PERBUATAN MENYATAKAN KEPERCAYAAN KITA YANG SESUNGGUHNYA

* Take from Renungan Harian 

Selasa, 19 Mei 2026

KASIHNYA YANG TAK BERUBAH

Sebab aku yakin bahwa baik maut, maupun hidup...tidak akan dapat memisahkan kita dari kasih Allah, yang ada dalam Kristus Yesus, TUHAN kita (Roma 8:38-39)


Ketika suatu Sabtu pagi Gillian menemukan anak perempuannya telah terbunuh, ia mengalami keputusasaan. Selama 18 bulan ia telah memohon kepada Allah untuk mengatasi penderitaannya. "Saya diberitahu bahwa Allah itu kasih. Tetapi mengapa Dia tidak memperlihatkan kasihNya kepada saya?" tulisnya.

Kemudian pada bulan Oktober 1981, Gillian mengalami apa yang disebutnya sebagai "keajaiban kecil -- suatu pijar-pijar kecil kehangatan yang ada di dalam jiwa saya, yang tumbuh dengan menggunakan kasih -- kasih Yesus." "Yesus yang terkasih," katanya, "pencarian saya untuk menemukanMu telah melewati banyak jalan, tetapi ketika tiba waktu yang tepat, Engkau menunjukkan jalan yang benar kepadaku."

Pencarian Gillian berakhir ketika ia menemukan Kristus sebagai Juruselamatnya, tetapi kebutuhannya akan Kristus baru dimulai. Beberapa bulan kemudian, suaminya mulai menyeleweng. Pernikahan mereka yang telah berusia 20 tahun berakhir dengan perceraian. "Saya telah berkali-kali mengalami kegagalan," tulisnya, "tetapi saya tahu kasih Allah kepada saya adalah nyata, dan saya bersandar pada pengenalan bahwa Dia mengasihi saya."

Rasul Paulus mengenal kasih Allah dalam perjalanan menuju Damaskus (Kisah 9:1-43). Dan setelah melewati waktu bertahun-tahun, ia juga mengalami kegagalan. Tidak ada yang lebih berharga dibanding kata-kata yang menakjubkan yang ditulisnya dalam bacaan Alkitab kita hari ini.

Apakah Anda sedang mencari kasih Allah yang tak pernah berubah? Anda akan menemukannya bila jika Anda mencariNya dengan sepenuh hati -- DJD

HANYA ORANG YANG MENGENAL KRISTUS YANG DAPAT MENGALAMI CINTA KASIH ALLAH

* Take from Renungan Harian