Mereka berbuat seolah-olah mereka penuh hikmat, tetapi mereka telah menjadi bodoh (Roma 1:22)
Pada tahun 1636, sekelompok orang Kristen Puritan mendirikan Universitas Harvard. Motto universitas ini adalah: Christo et Ecclesiae, yang berarti "Bagi Kristus dan Gereja." Salah satu prinsip yang dianut universitas ini adalah: Setiap orang harus memikirkan tujuan utama dari hidup dan studinya, yakni mengenal Allah dan Yesus Kristus, yang merupakan hidup kekal. Yohanes 17:3."
Pusat ilmu pengetahuan dan kebudayaan yang bergengsi itu telah lama meninggalkan tujuan rohani mula-mula tersebut. Bahkan kini banyak mahasiswa Fakultas Teologi Harvard yang beranggapan bahwa tujuan yang berpusatkan pada Kristus adalah sesuatu yang picik dan kuno. Lebih dari itu, ada peristiwa nyata sebagai ungkapan dari pandangan tersebut. Belum lama ini sekelompok mahasiswa Harvard dengan sengaja mengadakan suatu upacara pemakaman, sebagai suatu bentuk ejekan, melewati Fakultas Teologia. Mereka membawa keranda dan membuat pernyataan bahwa, "Allah, Bapa kita, telah mati."
Mahasiswa-mahasiswa itu telah berada jauh dari kebenaran sejati, sebagaimana jauhnya timur dari barat. Allah Bapa yang kekal, yang telah menciptakan segala kehidupan di bumi (termasuk kehidupan mereka yang mengejek Dia), bebas dari kematian sebagaimana Dia juga bebas dari dosa.
Tiga ratus lima puluh tahun setelah Harvard didirikan, tujuan utama yang sesungguhnya dari hidup masih dan selalu akan seperti yang dikatakan oleh orang-orang Puritan kolonial di atas, yakni "mengenal Allah dan Yesus Kristus, yang merupakan hidup kekal." Marilah kita menjadikan prinsip ini sebagai tujuan utama hidup kita -- VCG
* Take from Renungan Harian