Senin, 26 Oktober 2026

MENEKAN TOMBOL

Inilah kasih kepada Allah, yaitu, bahwa kita menuruti perintah-perintah-Nya. Perintah-perintah-Nya itu tidak berat (1Yohanes 5:3)


Saya tidak berhasil melatih Steven untuk selalu mematikan lampu setiap kali meninggalkan kamar tidurnya. Saya sudah frustrasi untuk memberitahunya dari waktu ke waktu supaya ia menekan tombol lampu sebelum keluar.

Ketika saya merenungkan hal itu, saya sampai pada kesimpulan berikut: Sebenarnya Steve dapat mematikan lampu. Saya telah memerintahkannya. Ia tahu itu ide yang baik. Hanya, ia sulit membiasakan diri untuk menekan tombol itu.

Sepertinya hal ini juga sering kita alami, bukan? Renungkan hal-hal yang Allah firmankan kepada kita dalam Alkitab, yang harus kita kerjakan. Sebagai contoh, "Bersukacitalah senantiasa" (1Tesalonika 5:16). Sebenarnya kita mampu bersukacita. Kita telah diperintahkan untuk menyatakan sukacita yang dari Tuhan. Kita tahu itu ide yang baik. Namun tampaknya kita tidak dapat menjadikan sukacita sebagai suatu kebiasaan.

Seperti halnya Steven yang perlu melatih diri untuk menekan tombol lampu setiap kali meninggalkan kamarnya, kita pun perlu melatih diri untuk menaikkan ucapan syukur, pujian, dan hormat kita kepada Allah dalam segala situasi.

Renungkan beberapa perintah Allah yang lain: Percayalah kepada TUHAN (Amsal 3:5). Hendaklah kamu penuh dengan Roh (Efesus 5:18). Tetaplah berdoa (1Tesalonika 5:17). Kuduslah kamu, sebab Aku kudus (1Petrus 1:15-16).

Adakah kita menerima perintah Allah dengan serius? Adakah kita bersandar kepada-Nya agar dimampukan untuk melakukan apa yang Dia ingin kita lakukan?

Mari kita melatih diri untuk "menekan tombol" --JDB

HAMBA-HAMBA KRISTUS HARUS MENJADI TUAN ATAS DIRI MEREKA SENDIRI 

* Take from Renungan Harian

Minggu, 25 Oktober 2026

TETAP BERDOA

Mereka harus selalu berdoa dengan tidak jemu-jemu (Lukas 18:1)


Ada beberapa hal yang seharusnya kita kerjakan, tetapi seringkali kita tidak menyediakan waktu untuk mengerjakannya, misalnya:

* Menyesuaikan pemasukan dan pengeluaran kita.
* Mengganti oli dan saringan mobil.
* Memeriksakan kesehatan.
* Berdoa.

Ya, benar, berdoa! Yesus berkata bahwa kita "harus selalu berdoa dengan tidak jemu-jemu" (Lukas 18:1). Rasul Paulus juga mendesak orang-orang percaya untuk tetap berdoa (1Tesalonika 5:17).

Kita tahu bahwa hidup kita akan menjadi lebih kuat dan bersemangat, serta lebih siap menghadapi tantangan hidup bila kita mau berkomunikasi dengan Allah. Namun seringkali kita tidak menyediakan waktu untuk itu, dan akibatnya kita merasa kering dan lemah secara rohani.

Dalam bukunya yang berjudul Prayer: A Holy Occupation (Doa: Aktivitas yang Kudus), Oswald Chambers menulis, "Kita dapat menunda waktu yang seharusnya kita gunakan untuk bersekutu dengan Allah bila kita mengingat hal-hal lain yang ingin kita kerjakan lalu kita berkata, 'Saya tidak sempat.' Tentu saja Anda tidak sempat! Ambillah waktu, tahanlah keinginan-keinginan yang lain dan gunakan waktu itu untuk menyadari bahwa sumber kekuatan dalam hidup Anda adalah Tuhan Yesus Kristus dan penebusan-Nya."

Jika kita lupa menyesuaikan pemasukan dan pengeluaran, menyervis mobil, atau memeriksakan kesehatan, kita dapat mendapat masalah yang serius. Apalagi jika kita mengabaikan doa, kita akan kehilangan kekuatan rohani kita.

Biarlah kita tidak punya waktu untuk tidak berdoa --DCE


JIKA KITA MERASA TERLALU SIBUK UNTUK BERDOA KITA AKAN BENAR-BENAR TIDAK DAPAT MENYEDIAKAN WAKTU UNTUK ITU

* Take from Renungan Harian