Sabtu, 02 Mei 2026

PANTANG MENYERAH

Lalu Yesus berkata kepadanya, "Hai Ibu, besar imanmu, maka jadilah kepadamu seperti yang kaukehendaki" (Matius 15:28)


Pada 1953, sebuah perusahaan baru, Rocket Chemical Company beserta tiga stafnya, mencoba menciptakan produk pelarut dan minyak pelumas pencegah karat yang bisa digunakan di industri penerbangan. Mereka bereksperimen sebanyak 40 kali untuk menyempurnakan formulanya. Formula bernama WD-40 -- singkatan dari Water Displacement, 40th attempt (penghalau air, hasil percobaan ke-40) -- masih digunakan sampai sekarang. Sungguh kegigihan yang mengagumkan!

Injil Matius mencatat kisah lain tentang semangat pantang menyerah. Seorang wanita Kanaan memiliki anak perempuan yang kerasukan setan. Wanita itu tak memiliki harapan lagi bagi anaknya itu -- sampai ia mendengar Yesus berada di daerahnya.

Wanita yang putus asa ini mendatangi Yesus dengan membawa masalahnya karena ia percaya Dia dapat menolongnya. Ia berseru kepada-Nya walaupun tampaknya segala hal dan semua orang menentangnya -- ras, latar belakang agama, gender, para murid, Setan, dan sepertinya Yesus pun demikian (Matius 15:22-27). Ia menghadapi banyak rintangan, tetapi ia tidak menyerah. Ia gigih merangsek maju menerjang gelapnya lorong kesulitan, keinginan yang mustahil, dan penolakan. Hasilnya? Yesus menghargai iman wanita itu dan menyembuhkan anak perempuannya (ayat 28).

Kita pun diundang untuk menghampiri Yesus dengan semangat pantang menyerah. Apabila kita senantiasa meminta, mencari, dan mengetuk, kita akan menemukan kasih karunia dan belas kasihan saat kita memerlukannya --MW


Sesuatu terjadi saat kita berdoa,
Berdoalah dan jangan gampang menyerah,
Bergumullah sampai hari terang;
Ya, berdoalah senantiasa. --Anon.



SIKAP PANTANG MENYERAH DALAM BERDOA AKAN MENYENANGKAN HATI ALLAH 

* Take from Renungan Harian

Jumat, 01 Mei 2026

DORONGAN SEMANGAT

Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman, dan membawa iman kita itu kepada kesempurnaan (Ibrani 12:2)


Ketika putra saya Joe masih kecil, saya membawanya ke YMCA terdekat untuk belajar berenang. Saya dapat membayangkan ketika dia kelak meraih medali emas di Olimpiade.

Yang membuat saya kesal, Joe tidak tertarik untuk mengikuti kelas renang. Ia malah melihat air kolam, memandang pelatihnya, dan ia pun mulai menangis ketakutan.

Saya berpikir, Oh tidak, ternyata saya menjadi ayah seorang anak pengecut! Parahnya lagi, si pelatih meminta saya membawa Joe kembali ke ruang ganti. Ketika ia merengek-rengek minta pulang, saya memberinya sedikit semangat: "Kamu bisa, Joe! Ayah akan selalu menemanimu saat latihan, dan kita akan saling memberi tanda. Jika kamu takut, lihatlah Ayah; dan ketika Ayah mengacungkan jempol, ketahuilah bahwa kamu tidak ada apa-apa karena Ayah di sini mendukungmu." Akhirnya Joe setuju, dan kini ia dapat berenang dengan baik.

Kita pun sering menghadapi keadaan yang tampaknya sulit dan mustahil. Pada saat itulah kita perlu yakin di dalam Yesus. Mungkin naluri pertama kita adalah melarikan diri dalam ketakutan. Namun, justru pada saat itulah kita harus melihat kepada Yesus, "yang memimpin kita dalam iman dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan" (Ibrani 12:2). Dia akan mengangkat tangan-Nya yang pernah terluka bekas dipaku dan berkata, "Bertahanlah. Teruskanlah bertanding. Aku dulu pernah melakukannya, dan dalam kuasa-Ku kau bisa menang. Kau pasti bisa!" --JMS


Berpeganglah pada Kristus dan Dia akan memberimu
Kemauan untuk menyelesaikan perjalanan;
Berpeganglah teguh pada-Nya dan teruslah bertahan,
Dan Dia akan memperbarui kekuatanmu. --D. De Haan


KEMENANGAN KRISTUS DI MASA LALU MEMBERI KEKUATAN DI MASA KINI DAN PENGHARAPAN DI MASA YANG AKAN DATANG

* Take from Renungan Harian