Kamis, 20 Agustus 2026

DIBAYAR LUNAS!

[Yesus telah] menghapuskan surat hutang, yang oleh ketentuan-ketentuan hukum mendakwa dan mengancam kita (Kolose 2:14)


Sebuah artikel koran memuat berita tentang seorang pengusaha dari Utah yang bangkrut dengan hutang sebesar 613 miliar dollar. Luar biasa! Lebih parah lagi, pria tersebut mengatakan bahwa aset yang dimilikinya hanya bernilai sebesar 7.310 dollar. Dengan kata lain, jika seluruh hutangnya harus dibayarkan, si pemberi kredit hanya akan menerima kurang lebih satu per satu juta dari tiap sen yang dipinjamkan. Ia menghadapi jalan buntu untuk dapat membayar hutang-hutangnya.

Terkadang saya merasa kehidupan saya bersama Allah juga demikian. Lalu, mengapa saya masih berpikir bahwa saya harus berusaha keras untuk membayar "hutang kasih" dari-Nya? Situasi tampaknya tak berpengharapan. Tatkala saya berpikir bahwa Dia menuntut kebenaran yang sempurna, saya merasa benar-benar bangkrut dan tak berdaya.

Tetapi kemudian saya ingat bahwa hutang saya sudah dibayar lunas. Yesus, Anak Allah, mencurahkan darah-Nya yang berharga untuk menebus dosa-dosa saya yang tak terhingga banyaknya dengan harga yang tak ternilai. Kini saya bebas menjalin hubungan dengan Allah yang dimotivasi oleh ucapan syukur dan dikuatkan oleh kuasa Roh Kudus.

Inilah yang diungkapkan dalam Kolose 2. Hukum Allah menunjukkan bahwa kita telah bangkrut secara rohani. Namun hutang kita yang besar benar-benar telah dihapuskan. Hutang kita telah dibayar lunas oleh Yesus Kristus di salib Kalvari. Kita bebas. Satu-satunya hutang kita saat ini adalah hutang ucapan syukur dan pujian bagi Tuhan kita yang baik --MRDII


KITA MENERIMA KESELAMATAN DENGAN CUMA-CUMA KARENA KRISTUS TELAH MEMBAYAR HARGA YANG SANGAT MAHAL

* Take from Renungan Harian 

Rabu, 19 Agustus 2026

SEPERTI JANJI-NYA

Firman Tuhan itu benar, segala sesuatu dikerjakan-Nya dengan kesetiaan (Mazmur 33:4)


Salah satu peraturan tak tertulis di antara penduduk Amerika bagian barat adalah bahwa seseorang selalu menepati janjinya. Itu sebabnya mengapa Andrew Garcia bersusah payah mengadakan perjalanan sejauh hampir 2100 km pada tahun 1879 untuk melunasi utangnya. Pada bulan September tahun sebelumnya, ia membeli perbekalan di Bozeman, Montana, untuk berburu kerbau liar. Namun untuk membayar sepuluh ekor bagal, amunisi, makanan, dan peralatan yang dibelinya ia masih memiliki kekurangan 300 dollar. Karenanya seorang pedagang meminjami uang kepadanya. Ia pun berjanji untuk melunasinya pada tanggal 1 Januari.

Namun salju musim dingin turun lebih awal tahun itu, sehingga Garcia tidak dapat langsung ke Bozeman. Ia harus melalui Colorado dan turun ke New Mexico. Akhirnya, tepat setahun kemudian, ia sampai kembali ke Bozeman. "Kau tak perlu repot-repot begitu," kata teman-temannya. Namun Garcia merasa harus menepati janjinya, sehingga ia benar-benar kembali untuk membayar utangnya.

Pengikut Kristus seharusnya juga dikenal sebagai orang-orang yang berintegritas. Jika kita berkata akan membantu di Sekolah Minggu atau di tempat perawatan anak, atau menghabiskan waktu bersama keluarga, atau menyelesaikan sebuah pekerjaan, adakah kita selalu menepati janji meski kemudian muncul sesuatu yang lebih menarik? Apakah kita setia pada janji kita?

Janji Allah tidak pernah dilanggar (Mazmur 119:160), dan apa pun yang dikerjakan-Nya, selalu Dia kerjakan dengan kesetiaan (Mazmur 33:4). Sebagai pengikut-Nya, janji kita harus selalu ditepati seperti janji-Nya --DCE


ORANG YANG MENGHARGAI JANJI ALLAH
AKAN SELALU MENEPATI SEETIAP JANJI YANG DIBUATNYA

* Take from Renungan Harian