Selasa, 21 April 2026

BUKAN DARI DUNIA

Sama seperti Engkau telah mengutus Aku ke dalam dunia, demikian pula Aku telah mengutus mereka ke dalam dunia (Yohanes 17:18)



Seorang pemuda yang baru saja hidup di dalam biara menulis kepada ayahnya betapa indahnya berada di sana. Setiap pukul 02.00 pagi para biarawan akan bangun dan menyanyikan nyanyian-nyanyian sakral.

Ayahnya, seorang yang bijaksana dan penuh pengertian, membalas dengan menulis kepada anaknya, "Anakku tersayang: Ibumu dan aku sangat bahagia mengetahui engkau telah menemukan panggilanmu. Tetapi ingatlah selalu satu hal: Kami, juga banyak orangtua lainnya seperti kami, telah harus bangun berkali-kali setiap pukul 02.00 pagi untuk memberi susu, mengganti popok atau baju anak-anak kami yang basah, dan selama proses itu kami pun telah menemukan panggilan kami yang sama sakralnya."

Hidup memuliakan Allah di dunia yang jahat ini bukanlah sekadar hidup benar dengan berada di luar dunia itu, tetapi hidup benar secara batiniah tanpa harus keluar dari dunia. Yang terpenting bukanlah di mana kita hidup, tetapi bagaimana kita menjalani hidup. Inti doa Tuhan Yesus bagi pengikut-pengikutnya dalam Yohanes 17:1-26, jika dikalimatkan kembali, sebenarnya adalah: "Biarlah mereka tetap di dalam dunia, tetapi jangan biarkan mereka hidup seperti mereka yang hidup di dalamnya."

Namun bagaimana kita dapat bertahan untuk tetap "di dalam dunia tanpa menjadi bagian darinya"? Hanya dengan senantiasa mengarahkan hati kita kepada firman kebenaran dan menaati firman itu (Yohanes 17:17).

Kita harus hidup di dalam dunia, tetapi kita harus terus berjaga agar dunia dan nilai-nilainya tidak tinggal di dalam diri kita -- DJD

BERJAGALAH DENGAN FIRMAN AGAR KITA DAPAT BERJAGA DARI DUNIA

* Take from Renungan Harian 

Senin, 20 April 2026

DI AWAN-AWAN

Bernyanyilah bagi Allah, mazmurkanlah namaNya, buatlah jalan bagi Dia yang berkendaraan melintasi awan-awan! (Mazmur 68:5a)


Sejak zaman dahulu, manusia telah memimpikan untuk dapat terbang. Dengan berhasil ditemukannya balon udara-panas pada tahun 1783, manusia dapat terbang tinggi untuk pertama kalinya.

Penemuan mesin dengan menggunakan energi gas dan perkembangan teori aerodinamika telah memungkinkan orang untuk membuat pesawat terbang. Dan penerbangan perdana pada saat itu berhasil dilakukan walaupun masih berupa pesawat terbang yang sangat sederhana yang terbuat dari kayu dan kain terpal. Berdasarkan titik tolak ini, kemudian makin berkembanglah pesawat-pesawat terbang yang lebih canggih. Sekarang kita mengenal SST dan 777. Dan pesawat ruang angkasa dapat meluncur pada lintasan rotasi dengan kekuatan dorongan maju sebesar 7 juta pounds.

Orang-orang Ibrani pada zaman dahulu sama sekali tidak memahami akan mekanisme penerbangan, tetapi mereka memiliki kesadaran penuh akan kekuatan Allah yang luar biasa. Mereka telah menyaksikan bagaimana Dia membebaskan mereka dari perbudakan di Mesir, melalui pimpinan dan pemeliharaan Allah selama berada di padang gurun, dan perlindunganNya hingga mereka tiba di Tanah Perjanjian.

Ketika Daud mencoba menggambarkan kuasa Allah, ia mengungkapkan bahwa Tuhan "berkendaraan melintasi langit purbakala" (Mazmur 68:34). Dan ia mengerti bahwa adalah Allah yang "mengaruniakan kekuasaan dan kekuatan kepada umatNya" (Mazmur 68:35).

Suara gemuruh mesin pesawat yang akan tinggal landas mengingatkan saya akan kuasa Allah yang sangat dahsyat. Jika suatu kali Anda melihat pesawat jet terbang melintasi langit, pujilah Allah, yang "kekuasaanNya di dalam awan-awan" (Mazmur 68:35) -- DCE

ALLAH YANG MENJAGA ALAM SEMESTA INI ADALAH ALLAH YANG MENJAGA KITA

* Take from Renungan Harian