Selasa, 12 Mei 2026

KONTAK MATA

Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat
(2Timotius 3:16)

Para peneliti yang mempelajari tentang gerakan mata selama percakapan normal mendapati bahwa mempertahankan kontak mata selama jangka waktu tertentu merupakan hal yang sangat sulit, bahkan tidak mungkin. Sebuah kamera khusus menunjukkan bahwa pandangan mata yang tampaknya terus-menerus terhadap suatu objek sebenarnya terdiri dari serangkaian pandangan sekilas. Gerakan mata sangat penting karena urat-urat syaraf pada mata membutuhkan perubahan rangsang yang terus-menerus jika kita ingin melihat dengan jelas. Penelitian menunjukkan bahwa bila kita melihat satu titik yang sama secara terus-menerus, maka daerah penglihatan kita yang selebihnya akan menjadi kosong.

Kita dapat mengalami hal yang sama pada saat mempelajari Firman Allah. Jika kita secara istimewa hanya "terpancang" pada suatu kebenaran tertentu dari Alkitab dan mengabaikan doktrin-doktrin lain yang juga penting, maka pandangan rohani kita akan mulai kabur. Ada sebagian orang memiliki kecenderungan untuk hanya melihat pada kasih Allah, atau murka Allah, atau penginjilan, atau pertumbuhan gereja, atau akhir zaman, atau iblis, atau dosa. Tidak menjadi soal aspek mana yang kita perhatikan secara khusus, yang jelas kita perlu berhati-hati agar tidak kehilangan pandangan rohani yang benar.

Alkitab mengatakan bahwa segala tulisan yang diilhamkan Allah bermanfaat bagi pertumbuhan kerohanian kita (2Timotius 3:16). Apabila kita melihat gambaran yang lengkap, yakni bagaimana doktrin-doktrin Alkitab yang demikian banyak saling melengkapi, kita tidak akan hanya memandang kebenaran-kebenaran tertentu dan tidak menghiraukan kebenaran-kebenaran yang lain --MRDII


ANDA TAKKAN DAPAT MENIKMATI KEHARMONISAN NADA FIRMAN TUHAN JIKA ANDA HANYA MEMAINKAN SATU NADA KEBENARANNYA

*Take from Renungan Harian 

Senin, 11 Mei 2026

SIAPA YANG PATUT MENERIMA PUJIAN?

[Allah] berbuat menurut kehendak-Nya terhadap balatentara langit dan penduduk bumi (Daniel 4:35)


Sejarawan Stephen E. Ambrose meyakini bahwa pengorbanan para pahlawan telah membuat Amerika Serikat menjadi "negara terhebat dan terbesar yang pernah ada." Ia menghubungkan kebesaran negara ini dengan beberapa presiden terdahulu seperti Washington dan Jefferson, juga beberapa penjelajah seperti Lewis dan Clark. Ambrose menulis, "Allah tidak menyumbangkan apa pun, manusialah yang membuat Amerika demikian."

Pandangan tersebut berpusat pada kontribusi manusia yang dianggap sangat penting, namun lupa mengenali bahwa di balik itu semua Allah membimbing dan mengontrol jatuh bangunnya setiap bangsa di dunia.

Raja Nebukadnezar berpikir bahwa dirinyalah yang sepenuhnya berjasa atas berdirinya kerajaan Babel yang sangar besar itu. Ia menyombongkan diri, "Bukankah ini Babel yang besar itu, yang dengan kekuatan kuasaku dan untuk kemuliaan kebesaranku telah kubangun ...?" (Daniel 4:30).

Ia belum selesai berbicara saat Allah merendahkannya sehingga ia menjadi seperti binatang dan memakan rumput-rumput yang ada di padang. Tujuh tahun kemudian ia berkata, "Semua penduduk bumi dianggap remeh; Ia berbuat menurut kehendak-Nya terhadap balatentara langit dan penduduk bumi" (ayat 35).

Janganlah kita diperdaya oleh kepandaian kita sendiri. Allahlah yang bekerja di dalam kita, yang memberi kita keinginan untuk menaati-Nya dan kekuatan untuk melakukan kehendak-Nya (Filipi 2:13). Hanya Allah yang patut dipuji. Dialah yang layak menerima pujian --VCG


KERENDAHAN HATI YANG SEJATI SENANTIASA MEMUJI ALLAH ATAS SETIAP KEBERHASILAN

* Take from Renungan Harian