Kamis, 19 Februari 2026

PELANDUK YANG CERDIK

Pelanduk, bangsa yang lemah, tetapi yang membuat rumahnya di bukit batu (Amsal 30:26)


Kita dapat menarik banyak pelajaran dari kehidupaan pelanduk. Binatang kecil ini tahu dengan pasti ke mana ia harus pergi bila bahaya datang.

Bongkahan bebatuan yang cukup besar di sekitar pegunungan merupakan tempat persembunyian yang paling aman bagi pelanduk. Jika seekor burung elang terbang menukik dan mencoba menyambarnya, binatang kecil ini terlindung oleh bebatuan. Burung elang harus menghancurkan bongkahan batu itu terlebih dahulu bila ingin berhasil memburu mangsanya.

Jika muncul seekor singa yang berkeliaran mencari mangsa, pelanduk segera menghimpitkan tubuhnya pada bongkahan bebatuan sehingga sulit terlihat oleh singa itu karena warna kulitnya mirip dengan warna bebatuan.

Selama pelanduk bersembunyi di antara bongkahan bebatuan, ia akan tetap aman. Jika pelanduk mencoba lari ke padang rumput, niscaya ia akan menghadapi ajal. Pelanduk cukup bijak mengenali kondisi dirinya bahwa ia akan tetap aman bila ia berlindung di antara bebatuan, bukan di tempat terbuka.

Jika kita cerdik seperti pelanduk, kita tentu tahu di mana letak kekuatan kita. "Hendaklah kamu kuat di dalam Tuhan," demikian nasehat Alkitab, "dan di dalam kekuatan kuasaNya" (Efesus 6:10). "Ya, TUHAN, bukit batuku, kubu pertahananku dan penyelamatku," seru Daud tatkala ia dikejar-kejar oleh musuh-musuhnya (2Samuel 22:2).

Pelanduk tahu dengan pasti di mana letak kekuatannya. Bagaimana dengan Anda? -- HWR


KITA TIDAK PERLU TAKUT BILA KITA TINGGAL DI BATU KARANG YANG KEKAL

* Take from Renungan Haeian

Rabu, 18 Februari 2026

SATU HARI SETIAP KALI

 Janganlah kamu kuatir akan hari besok(Matius 6:34)


Mungkin Anda pernah melihat ungkapan SATU HARI SETIAP KALI pada stiker yang ditempel di bemper mobil, hiasan dinding, atau magnit di pintu kulkas. Slogan tersebut sering digunakan para pecandu alkohol yang telah sembuh sebagai peringatan bahwa mereka bukannya tidak boleh mabuk untuk selamanya-tetapi cukuplah untuk hari ini. Satu bulan, atau bahkan satu minggu tanpa alkohol mungkin tampak mustahil bagi mereka. Namun kunci keberhasilannya adalah kepercayaan bahwa Allah akan memberi mereka kekuatan untuk berkata, "Aku tidak akan minum hari ini."

Pelajaran "satu hari setiap kali" terangkai dalam lembaran-lembaran Kitab Suci. Allah memberi bangsa Israel manna setiap hari (Keluaran 16:4). Rahmat Bapa kita di surga selalu baru tiap pagi (Ratapan 3:22-23). Yesus mengajar pengikut-pengikut-Nya untuk meminta "makanan yang secukupnya setiap hari" (Matius 6:11) dan untuk tidak kuatir akan hari esok (ayat 34). Pelajaran ini memang tampak sulit bagi kita, namun merupakan kunci bagi berlangsungnya kehidupan dan kedamaian.

Ketika kita menghadapi suatu keadaan yang tampak mengecewakan, kita mungkin akan berputus asa, dan ragu apakah kita akan mampu menanggungnya hingga akhir. Namun Firman Allah yang berbicara tentang penghiburan dan dorongan mengingatkan kita bahwa "hari demi hari Dia menanggung bagi kita" (Mazmur 68:20).

Makanan untuk setiap hari. Terang untuk setiap hari. Kekuatan juga untuk setiap hari. Ketika esok tampak terlalu panjang untuk dijalani, Allah meminta kita untuk mempercayai-Nya -- satu hari setiap kali --DCM


ALLAH TIDAK MEMINTA KITA MENANGGUNG BEBAN HARI ESOK
DENGAN KEKUATAN HARI INI

* Take from Renungan Harian