Selasa, 17 Februari 2026

MELAYANI ALLAH

Takhta Allah dan takhta Anak Domba akan ada di dalamnya dan hamba-hamba-Nya akan beribadah kepada-Nya(Wahyu 2:3)


Saya mengenal beberapa orang yang merasa terperangkap dalam suatu kegelisahan yang tanpa akhir. Mereka rindu untuk melayani Allah, tetapi tidak tahu apa yang harus mereka lakukan. Seorang wanita yang patah semangat berkata kepada saya, "Saya ingin segera ke surga karena saya akan lebih berguna di sana!" Rupanya ia telah membaca Wahyu 22 yang berbunyi, "hamba-hamba-Nya akan beribadah kepada-Nya" (ayat 3).

Saya menyesal karena terlambat mengetahui daftar berikut yang berisi "Tujuh Hal yang Hanya Dapat Dilakukan di Dunia." Kasihilah musuh Anda dan berdoalah bagi mereka (Matius 5:44). Hiduplah karena percaya dan bukan karena melihat (2 Korintus 5:7). Kasihilah Allah dengan bertahan dalam pencobaan (Yakobus 1:12). Layanilah seorang akan yang lain oleh kasih (Galatia 5:13). Kumpulkanlah bagimu harta di surga (Matius 6:19,20). Wartakanlah injil Kristus kepada mereka yang tersesat (Matius 28:19,20). Gunakanlah karunia rohani Anda (Roma 12:6-8).

Daftar tersebut belumlah lengkap, tetapi sudah cukup untuk mengingatkan tentang bagaimana Allah menghendaki kita hidup dan apa yang dikehendaki-Nya untuk kita perbuat.

Apakah Anda mencari pimpinan Allah dalam melayani-Nya? Cara terbaik untuk mengetahui kehendak Allah yang khusus dalam hidup Anda adalah dengan menaati kehendak-Nya yang telah dinyatakan dengan jelas. Ini akan memulihkan segala kegelisahan kita dalam menjalani kehidupan sebelum menuju surga! -JEY


MENCARI LADANG PELAYANAN?
LIHATLAH SEKELILING ANDA

* Take from Renungan Harian

Senin, 16 Februari 2026

BERSAMA ALLAH SELAMANYA

Jika kemah tempat kediaman kita di bumi ini dibongkar, Allah telah menyediakan suatu tempat kediaman di surga bagi kita, suatu tempat kediaman yang kekal(2Korintus 5:1)


Saat itu Melissa sedang menikmati liburan musim panas kenaikan kelas dari kelas satu ke kelas dua SMU. Ia dan temannya, Mandy, sedang berada di Spanyol dalam suatu perjalanan darmawisata bersama teman-teman kelas bahasa Spanyol mereka. Suatu malam mereka terlibat dalam suatu diskusi serius di dalam kamar hotel. Mereka baru saja menyaksikan sebuah berita di saluran BBC tentang kematian beberapa orang remaja akibat kecelakaan, dan mereka mulai membicarakan topik tentang kematian.

Melissa berkata kepada Mandy bahwa ia tidak mengerti mengapa orang kristiani takut pada kematian. Bagaimanapun juga, katanya, ketika seorang kristiani meninggal maka ia akan "bersama Allah selamanya". Apakah ada yang lebih baik dari hal itu? Melissa tak habis pikir.

Bagaimana mungkin kami dapat mengetahui percakapan ini? Mandy menceritakannya kepada kami tidak lama setelah meninggalnya putri kami tercinta, Melissa, pada umur 17 tahun, dalam sebuah kecelakaan mobil pada tahun 2002. Cerita ini membuat kami terhibur karena melaluinya kami senantiasa diingatkan bahwa Melissa tahu bahwa dirinya telah diselamatkan, dan ia yakin akan melewatkan kekekalan bersama Juruselamatnya. Kami hanya tidak menyangka bahwa ia akan "bersama Allah selamanya" dalam waktu secepat itu, dan dalam usia yang masih sangat muda.

Apakah Anda memiliki keyakinan yang sama seperti Melissa, bahwa saat meninggal Anda akan berada dalam hadirat Allah selamanya? (2Korintus 5:6-8). Pastikan keselamatan Anda hari ini juga. Maka Anda tidak lagi takut pada kematian --Dave Branon


JIKA ANDA MENYEDIAKAN RUANG BAGI YESUS DI HATI ANDA
MAKA DIA AKAN MENYEDIAKAN RUANG BAGI ANDA DI SURGA

* Take from Renungan Harian