Rabu, 21 Oktober 2026

LEMAH TAPI BIJAKSANA

Pelanduk, bangsa yang lemah, tetapi yang membuat rumahnya di bukit batu (Amsal 30:26)


Para ahli teologi mengalami kesulitan mengidentifikasi "pelanduk" yang disebut dalam Amsal 30:26. Banyak orang percaya binatang ini sama dengan hyrax [sejenis kelinci kecil yang biasa terdapat di Asia dan Afrika]. Jika demikian, maka Tuhan meminta kita agar memperhatikan makhluk kecil yang tidak biasa ditemui ini.

Hyrax ini kira-kira seukuran marmut tetapi tidak memiliki kekerabatan yang dekat dengan binatang lain yang telah kita kenal. Binatang ini seperti hewan pengerat dan digolongkan sebagai "kelinci bukit batu." Musuh-musuhnya adalah ular, rajawali, elang, macan tutul, anjing, dan binatang-binatang pemangsa kecil lain seperti musang.

Lalu bagaimanakah kawan kecil kita ini mempertahankan hidupnya? Jawabannya sederhana, ia membuat rumahnya dalam lubang-lubang atau celah-celah bukit batu, yang biasa terdapat di sepanjang sisi jurang yang terjal.

Kita memiliki banyak kemiripan dengan hyrax. Kita rentan terhadap banyak bahaya. Penyakit, depresi, godaan, perang, kecelakaan, dan keterasingan mengancam kita terus-menerus. Andai saja kita dapat menemukan cara untuk bertahan hidup seperti makhluk kecil ini! Ya, kita dapat. Kita juga punya Batu Karang untuk bersembunyi, yakni Tuhan Allah sendiri (Mazmur 62:2). Percaya kepada-Nya tidak membebaskan kita dari kesulitan-kesulitan hidup, tetapi sungguh-sungguh dapat melindungi jiwa kita.

Lemah tidak berarti buruk jika kita cukup bijak mencari perlindungan dalam Tuhan --Mart De Haan II


ANDA TERJEPIT DI ANTARA BATU KARANG DAN TEMPAT YANG KERAS? CARILAH PERLINDUNGAN DALAM GUNUNG BATU YANG KEKAL 

* Take from Renungan Harian

Selasa, 20 Oktober 2026

MENGUJI PARA PENGAJAR

Segala yang kuperintahkan kepadamu haruslah kamu lakukan dengan setia, janganlah engkau menambahinya ataupun menguranginya
(Ulangan 12:32)



Wahyu, bagi beberapa orang hanyalah berarti nama kitab terakhir di Alkitab. Bagi para pengkhotbah yang suka menonjolkan diri sendiri, wahyu adalah karunia yang diberikan Allah kepada mereka secara pribadi. Namun dalam banyak kasus, apa yang mereka anggap sebagai wahyu yang diberikan Allah kepada mereka ternyata bertentangan dengan ajaran-ajaran-Nya dalam Alkitab.

Pernahkah Anda mendapati seseorang yang mengaku mendapat "wahyu" atau "firman" khusus dari Allah? Jika ya, berhati-hatilah. Jika apa yang ia nyatakan ternyata tidak dapat dibuktikan oleh pengajaran Alkitab yang benar, maka kemungkinan terbaiknya itu hanyalah pendapat pribadi. Namun kemungkinan terburuknya, orang itu telah mengajarkan ajaran yang menyimpang, dan tentunya itu bukan pewahyuan yang bersumber dari Allah.

Kitab Suci memperingatkan kita untuk tidak menambah maupun mengurangi apa yang telah diwahyukan Allah kepada kita melalui firman-Nya. Ulangan 4:2 mengingatkan kita, "Janganlah kamu menambahi apa yang kuperintahkan kepadamu dan janganlah kamu menguranginya." Peringatan yang sama terdapat dalam Ulangan 12:32, Amsal 30:5,6, dan Wahyu 22:18. Seseorang yang melakukannya menempatkan diri dalam bahaya karena berusaha menambah isi Kitab yang diilhami Allah.

Jika seseorang berusaha mengajarkan suatu doktrin yang bukan dari Alkitab, waspadalah, meskipun orang itu berbudi pekerti halus dan terkenal. Ujilah ajaran para guru yang Anda dengar itu dengan firman Allah. Jika mereka mengaku mendapat wahyu dari Allah, pastikan bahwa mereka tidak melanggar peringatan yang jelas dari Allah --Dave Branon

UJILAH SEMUA PENGAJARAN DENGAN KEBENARAN FIRMAN ALLAH

* Take from Renungan Harian