Minggu, 31 Mei 2026

PEKERJAAN YANG BERARTI

Kami adalah kawan sekerja Allah (1 Korintus 3:9)


Seorang arsitek kenamaan dunia, Sir Christopher Wren, membangun kembali London setelah hampir seluruhnya terbakar pada tahun 1666. Suatu hari ia mengunjungi sebuah gereja besar yang sedang dibangun. Ia berteriak kepada seorang pekerja yang berada di sebuah tangga yang tinggi, "Apa yang sedang kaulakukan di situ?" Dengan bangga pekerja itu berkata, "Saya sedang membantu Sir Christopher Wren membangun sebuah katedral!"

Apa yang dikatakannya memang bukanlah omong kosong, karena tanpa bantuan pekerja yang tak dikenal itu, Wren sendiri tidak dapat mendirikan satu pun bangunan yang indah. Gereja-gereja indah yang dibangun tidak hanya merupakan kenangan atas karya Wren, tetapi juga atas semua kerja keras dari para pekerja itu.

Apakah Anda pernah merasa bahwa apa yang Anda kerjakan dalam hidup ini membosankan dan tak berarti? Kebanyakan dari kita terkadang merasa terperangkap dalam pekerjaan yang membosankan. Terkadang pula sulit bagi kita untuk terus mengingat bahwa saat melayani Kristus, kita adalah "kawan sekerja Allah" (1 Korintus 3:9), yang membantu Allah sendiri dalam mendirikan gereja-Nya (ayat 10,11; Matius 16:18). Apa pun pekerjaan atau tugas kita dalam hidup ini, asal dengan setia kita menggunakan waktu, bakat, dan karunia kita, berarti kita sedang membantu Allah membangun Kerajaan-Nya.

Pujilah Allah karena Dia telah memberi kita hak istimewa untuk bekerja bersama-Nya. Bersama Tuhan, pekerjaan kita selalu berarti -VCG


DALAM SIMFONI PELAYANAN ALLAH
SETIAP BAGIAN BERPERAN PENTING

* Take from Renungan Harian


Sabtu, 30 Mei 2026

DALAM KENANGAN

Bukankah ini darah orang-orang yang telah pergi dengan mempertaruhkan nyawanya? (2 Samuel 23:17)


Presiden Harry Truman pernah diminta berbicara pada proyek pengumpulan dana untuk anak-anak dari para pengawal Gedung Putih yang gugur dalam menjalankan tugasnya. Dengan berapi-api ia berkata, "Anda tak dapat membayangkan apa yang dirasakan seseorang ketika ia tahu orang lain mati untuknya."

Daud pastilah memiliki pengalaman yang serupa dengan tiga prajuritnya yang gagah berani. Ketika ia berkata ingin sekali minum air sumur Betlehem, maka Isybaal, Eleazar, dan Sama dengan sukarela menerobos kamp Filistin dan mengambil air sumur itu untuk Daud. Mereka sangat setia kepada pemimpinnya sehingga mereka rela mempertaruhkan nyawa untuk memenuhi keinginannya. Semangat mereka menggerakkan hati Daud sehingga ia bahkan tidak mau membasahi lidahnya dengan setetes pun dari air berharga itu. Alih-alih ia mencurahkan air itu sebagai persembahan kepada Tuhan dengan berkata, "Bukankah ini darah orang-orang yang telah pergi dengan mempertaruhkan nyawanya?" (2 Samuel 23:17). Tindakan mereka yang dengan rela mempertaruhkan nyawa sangatlah mulia.

Kebanyakan bangsa memiliki hari peringatan khusus bagi mereka yang telah bertempur dalam medan perang, khususnya mereka yang telah mengorbankan hidupnya demi mempertahankan kemerdekaan. Mereka pantas dipuji dan dihormati.

Berterimakasihlah kepada Allah atas para pahlawan dan keluarganya. Mintalah juga agar Dia menolong kita untuk ikut mempertahankan kemerdekaan, yakni dengan melakukan kebenaran dan mendoakan para pemimpin.


KEMERDEKAAN SELALU ADA HARGANYA

* Take from Renungan Harian