Senin, 12 Oktober 2026

BERDOA DAN BEKERJA

Di waktu petang, pagi dan tengah hari aku cemas dan menangis; dan Ia mendengar suaraku (Mazmur 55:18)


Saat mengendarai mobil melalui sebuah kota kecil di Pennsylvania, saya membaca tulisan ini pada papan sebuah gereja:

BERDOALAH SUPAYA PANEN BERHASIL,
TETAPI TETAPLAH MENCANGKUL

Tulisan ini mengingatkan saya pada kata-kata Yesus dalam Matius 9. Sebelum menyuruh murid-murid-Nya berdoa untuk meminta pekerja-pekerja, Dia mengingatkan mereka bahwa tuaian besar telah menunggu, tetapi pekerja sedikit (ayat 37,38).

Terkadang kita lupa bahwa Allah menginginkan kita menjadi bagian dari jawaban atas doa-doa kita. Kita mengharap Dia melakukan segalanya, dan kita tinggal duduk tanpa melakukan apa-apa.

Kita meminta Dia memberkati pelayanan gereja kita, tetapi kita selalu menghindar bila diminta untuk melayani. Kita selalu memohon agar orang-orang yang kita cintai diselamatkan, tetapi kita tidak pernah bersaksi kepada mereka. Kita mendoakan orang-orang yang mengalami kesulitan keuangan yang berat, tetapi kita tidak mau memberikan apa yang kita miliki untuk membantu mereka. Kita meminta Tuhan menghibur serta menyemangati orang-orang yang mengurung diri dan kesepian, tetapi kita tidak pernah pergi mengunjungi mereka atau mengirim surat-surat yang dapat menyemangati mereka.

Ya, Allah menginginkan kita membawa segala permohonan kita kepada-Nya, tetapi sering kali Dia ingin agar kita juga mengusahakan apa yang kita doakan. Bekerja sering kali berjalan seiring dengan doa --Richard De Haan


BERDOALAH SEOLAH-OLAH SEMUA BERGANTUNG KEPADA ALLAH BEKERJALAH SEOLAH-OLAH SEMUA BERGANTUNG KEPADA ANDA

* Take from Renungan Harian

Minggu, 11 Oktober 2026

SENI MEMFITNAH

Siapa menyembunyikan kebencian, dusta bibirnya; siapa mengumpat adalah orang bebal (Amsal 10:18)


Allah sangat membenci orang yang suka memfitnah. Mereka keji, jahat, serta menyimpan kebencian di dalam hati serta kebohongan di mulut mereka.

Sebagian orang menganggap fitnah sebagai seni. Dengan fitnah, mereka tak perlu menggunakan golok untuk memenggal kepala sesamanya. Mereka dapat melakukannya dengan cara halus. Mereka memfitnah dengan bahasa isyarat, kerlingan mata, ataupun senyuman licik.

Jonathan Swift, seorang pengarang tahu benar buruknya fitnah, menggambarkan pemfitnah sebagai orang yang dapat "menyampaikan fitnah dengan kerutan di dahi, dan menjatuhkan reputasi seseorang dengan kerlingan mata." Robert Louis Stevenson menulis, "Kebohongan paling kejam sering kali dinyatakan dengan diam." Ketika seseorang sedang diserang dalam perdebatan, para pendengar dapat ikut menyerang melalui anggukan.

Kitab Amsal menceritakan orang-orang zaman kuno yang menggunakan bahasa tubuh untuk menghancurkan sesamanya (6:12-15). Mereka memfitnah dengan mengerlingkan mata, memberi isyarat, atau mengangkat bahu agar merasa aman. Lagi pula, kejahatan dalam bentuk gerakan isyarat atau kerlingan mata sangat sulit dibuktikan. Tindakan mereka tidak kentara, tetapi sama mematikannya dengan peluru yang menembus jantung.

Gerak isyarat apa yang Anda gunakan untuk berkata-kata tentang orang lain? Mintalah kepada Tuhan yang penuh kasih dan benar untuk membantu Anda menjaga segala perkataan dan tindakan Anda. Demi Dia, demi Anda sendiri, dan demi sesama, mintalah kepada Allah sekarang juga! --Haddon Robinson


LIDAH BERADA DI TEMPAT YANG BASAH JADI MUDAH TERPELESET! 

* Take from Renungan Harian