Kamis, 22 Oktober 2026

HARGA KEJUJURAN

Orang yang jujur dipimpin oleh ketulusannya, tetapi pengkhianat dirusak oleh kecurangannya (Amsal 11:3)


Saya selalu ingat akan peristiwa pada masa kecil saat saya menemukan dua keping uang logam di halaman sekolah. Saya membawa kedua keping uang logam itu pulang, dan berpikir bahwa tak seorang pun kehilangan uang itu. Namun, Ibu menyuruh saya mengembalikannya pada guru saya. "Uang itu milik orang lain," kata Ibu. Sejak itu, Allah sering mengingatkan saya akan pelajaran awal mengenai kejujuran ini.

Sebagai contoh, ketika saya sedang meletakkan tas belanjaan ke dalam mobil, saya menemukan kartu ucapan yang belum saya bayar di bawah kereta belanja. Saya segera kembali ke toko, mengantre, meminta maaf pada kasir, dan membayar dengan kartu kredit. Seorang laki-laki di belakang saya melihat dengan tercengang. Ia berkata, "Itu kan hanya kartu ucapan! Siapa yang akan tahu? Sungguh konyol Anda mau kembali!"

Selama beberapa saat saya merasa bodoh. Namun kemudian saya menemukan jawaban yang tepat untuknya. "Seandainya Anda kehilangan dompet," kata saya sambil tersenyum, "saya kira Anda akan berharap dompet itu ditemukan oleh orang bodoh seperti saya!"

Amsal 11 mengingatkan kita bahwa Allah senang dengan kejujuran (ayat 1), dan memberkati siapa saja yang melakukan perbuatan benar (ayat 6). Jadi, meskipun apa yang kita lakukan tampak sepele, Allah berkenan akan hal itu. Ini jauh lebih berharga dari segala kekayaan di dunia ini. Kejujuran sangatlah berharga! --Joanie Yoder


KEJUJURAN MENGHASILKAN KEUNTUNGAN BESAR-
PERKENAN DARI ALLAH DAN HATI NURANI YANG BERSIH

* Take from Renungan Harian

Rabu, 21 Oktober 2026

LEMAH TAPI BIJAKSANA

Pelanduk, bangsa yang lemah, tetapi yang membuat rumahnya di bukit batu (Amsal 30:26)


Para ahli teologi mengalami kesulitan mengidentifikasi "pelanduk" yang disebut dalam Amsal 30:26. Banyak orang percaya binatang ini sama dengan hyrax [sejenis kelinci kecil yang biasa terdapat di Asia dan Afrika]. Jika demikian, maka Tuhan meminta kita agar memperhatikan makhluk kecil yang tidak biasa ditemui ini.

Hyrax ini kira-kira seukuran marmut tetapi tidak memiliki kekerabatan yang dekat dengan binatang lain yang telah kita kenal. Binatang ini seperti hewan pengerat dan digolongkan sebagai "kelinci bukit batu." Musuh-musuhnya adalah ular, rajawali, elang, macan tutul, anjing, dan binatang-binatang pemangsa kecil lain seperti musang.

Lalu bagaimanakah kawan kecil kita ini mempertahankan hidupnya? Jawabannya sederhana, ia membuat rumahnya dalam lubang-lubang atau celah-celah bukit batu, yang biasa terdapat di sepanjang sisi jurang yang terjal.

Kita memiliki banyak kemiripan dengan hyrax. Kita rentan terhadap banyak bahaya. Penyakit, depresi, godaan, perang, kecelakaan, dan keterasingan mengancam kita terus-menerus. Andai saja kita dapat menemukan cara untuk bertahan hidup seperti makhluk kecil ini! Ya, kita dapat. Kita juga punya Batu Karang untuk bersembunyi, yakni Tuhan Allah sendiri (Mazmur 62:2). Percaya kepada-Nya tidak membebaskan kita dari kesulitan-kesulitan hidup, tetapi sungguh-sungguh dapat melindungi jiwa kita.

Lemah tidak berarti buruk jika kita cukup bijak mencari perlindungan dalam Tuhan --Mart De Haan II


ANDA TERJEPIT DI ANTARA BATU KARANG DAN TEMPAT YANG KERAS? CARILAH PERLINDUNGAN DALAM GUNUNG BATU YANG KEKAL 

* Take from Renungan Harian