Minggu, 26 Juli 2026

MENGAPA KITA MENDERITA?

Hiburlah mereka yang tawar hati, belalah mereka yang lemah, sabarlah terhadap semua orang (1Tesalonika 5:14)


Dalam pertengahan usia tiga puluhan, penginjil Vance Havner menderita penyakit syaraf yang parah. Sebelumnya ia suka mencela orang-orang yang mengalami penyakit ini. Ia berkata, "Selama 2 tahun saya menderita penyakit syaraf, dan selama itu saya belajar untuk tidak menertawakan orang-orang yang mengalami gangguan syaraf."

Seringkali kita begitu mudah meremehkan kesulitan yang dihadapi orang lain sampai akhirnya kita sendiri mengalami masalah yang sama! Di sekolah Allah, kita belajar untuk bersimpati dengan berbagai kesulitan yang kita anggap tidak seharusnya dialami oleh orang Kristen atau jika terjadi, pasti mudah diatasi. Kita belajar bahwa Allah tidak selalu membebaskan kita dengan segera dan dengan mudah dari kondisi-kondisi sulit itu.

Paulus adalah orang yang beriman dan tangguh, tetapi "duri dalam daging" itu (2Korintus 12:7-10) tetap ada dalam dirinya meski ia telah berulangkali memohon agar Allah mengambil penderitaan itu dari padanya. Namun ia tidak jengkel karena "duri" itu, bahkan ia justru belajar untuk menerima kelemahan yang membuatnya menemukan kekuatan dalam Kristus. Mungkin dilatarbelakangi oleh penderitaan yang dialaminya, rasul ini menasihati umat Kristen, "hiburlah mereka yang tawar hati, belalah mereka yang lemah, dan sabarlah terhadap semua orang" (1Tesalonika 5:14).

Melalui duri-duri emosi dan fisik yang Allah izinkan ada dalam hidup kita, kita belajar tentang apa artinya mempercayai Dia. Dan, dalam proses itu kita belajar untuk sabar dan berbuat baik kepada semua orang --DCM


KITA DAPAT MENGHIBUR ORANG LAIN KARENA ALLAH TELAH LEBIH DULU MENGHIBUR KITA

* Take from Renungan Harian 

Sabtu, 25 Juli 2026

MELOMPAT KE SURGA

Semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah (Roma 3:23)


Sungguh tidak masuk akal bila kita berpikir dapat masuk surga dengan usaha kita sendiri. Seorang mantan pendeta dan penyiar radio ternama J. Vernon McGee mengilustrasikan kebenaran ini dengan merujuk pada kemustahilan seseorang untuk melompat dari dermaga Santa Monica di Kalifornia ke Pulau Catalina, yang berjarak 40 km. McGee berkata, "Sampai detik ini, belum ada yang berhasil melakukannya.... Ada sebagian orang yang saya yakin dapat melampaui saya. Namun percayalah, mereka tidak akan berhasil melompat sampai ke Catalina. Semua pasti gagal."

Roma 3:10 mengatakan, "Tidak ada yang benar, seorang pun tidak." Allah itu kudus dan Dia menuntut kesempurnaan dari semua orang yang mau tinggal dalam hadirat-Nya. Bahkan orang-orang baik pun gagal memenuhi syarat untuk masuk surga, karena mereka tidak memenuhi standar Allah (Roma 3:23). Mereka memerlukan Juruselamat sama seperti mereka yang hidupnya tampak melanggar tata susila. Kita semua adalah orang berdosa. Bila kita berusaha sendiri untuk masuk surga, kita akan gagal. Namun Kristus telah menyediakan jalan bagi kita untuk masuk surga. Dia menjadi jembatan melalui kematian-Nya di kayu salib bagi dosa-dosa kita. Semua orang yang mempercayai Yesus sebagai Juruselamat akan diampuni, dan Allah memandang mereka sempurna karena apa yang telah Yesus lakukan bagi mereka.

Tak seorang pun mampu melompat dari Santa Monica ke Catalina, tetapi kita dapat mencapai surga dari bumi--melalui Kristus --RWD


KITA DISELAMATKAN OLEH BELAS KASIHAN ALLAH BUKAN OLEH KEBAIKAN KITA
OLEH KEMATIAN KRISTUS, BUKAN OLEH PERBUATAN KITA

* Take from Renungan Harian