Bernyanyilah bagi Allah, mazmurkanlah namaNya, buatlah jalan bagi Dia yang berkendaraan melintasi awan-awan! (Mazmur 68:5a)
Sejak zaman dahulu, manusia telah memimpikan untuk dapat terbang. Dengan berhasil ditemukannya balon udara-panas pada tahun 1783, manusia dapat terbang tinggi untuk pertama kalinya.
Penemuan mesin dengan menggunakan energi gas dan perkembangan teori aerodinamika telah memungkinkan orang untuk membuat pesawat terbang. Dan penerbangan perdana pada saat itu berhasil dilakukan walaupun masih berupa pesawat terbang yang sangat sederhana yang terbuat dari kayu dan kain terpal. Berdasarkan titik tolak ini, kemudian makin berkembanglah pesawat-pesawat terbang yang lebih canggih. Sekarang kita mengenal SST dan 777. Dan pesawat ruang angkasa dapat meluncur pada lintasan rotasi dengan kekuatan dorongan maju sebesar 7 juta pounds.
Orang-orang Ibrani pada zaman dahulu sama sekali tidak memahami akan mekanisme penerbangan, tetapi mereka memiliki kesadaran penuh akan kekuatan Allah yang luar biasa. Mereka telah menyaksikan bagaimana Dia membebaskan mereka dari perbudakan di Mesir, melalui pimpinan dan pemeliharaan Allah selama berada di padang gurun, dan perlindunganNya hingga mereka tiba di Tanah Perjanjian.
Ketika Daud mencoba menggambarkan kuasa Allah, ia mengungkapkan bahwa Tuhan "berkendaraan melintasi langit purbakala" (Mazmur 68:34). Dan ia mengerti bahwa adalah Allah yang "mengaruniakan kekuasaan dan kekuatan kepada umatNya" (Mazmur 68:35).
Suara gemuruh mesin pesawat yang akan tinggal landas mengingatkan saya akan kuasa Allah yang sangat dahsyat. Jika suatu kali Anda melihat pesawat jet terbang melintasi langit, pujilah Allah, yang "kekuasaanNya di dalam awan-awan" (Mazmur 68:35) -- DCE
ALLAH YANG MENJAGA ALAM SEMESTA INI ADALAH ALLAH YANG MENJAGA KITA
* Take from Renungan Harian