Selasa, 18 Agustus 2026

BERPAKAIAN PUTIH

Kenakanlah belas kasihan, kemurahan, kerendahan hati, kelemahlembutan, dan kesabaran (Kolose 3:12)


Saat saya beranjak dewasa, mengenakan pakaian putih di Amerika Serikat pada Hari Buruh merupakan kesalahan berpakaian yang serius. Sebab itu walaupun saya menyukai pakaian putih, saya selalu ingat untuk mulai menyingkirkan baju-baju itu pada setiap akhir Agustus.

Suatu hari di akhir tahun lalu, pembacaan Alkitab saya sampai pada Pengkhotbah 9:8 yang menyatakan, "Biarlah selalu putih pakaianmu." Saya tersenyum sambil membayangkan bagaimana sang penulis memberikan izin untuk mengenakan pakaian putih sepanjang tahun. Namun, Salomo tidak berbicara tentang pakaian. Ia mengajar kita untuk bersukacita dalam segala hal yang kita lakukan dan tetap beriman kepada Allah, bahkan saat hidup tampak tidak masuk akal.

Salah satu cara untuk melakukannya adalah dengan mengikuti "nasihat berpakaian" sebagaimana yang disarankan oleh Rasul Paulus. Orang-orang kristiani pada abad pertama di Kolose merasa bingung. Pada masa itu mereka terlalu memperhatikan aturan-aturan yang dibuat oleh manusia. Itu sebabnya Rasul Paulus mengingatkan mereka akan hukum-hukum kudus Allah dan memberi mereka instruksi-instruksi seperti berikut: "Kenakanlah belas kasihan, kemurahan, kerendahan hati, kelemahlembutan, dan kesabaran" (Kolose 3:12).

Inilah perintah dari Allah kita yang mahabesar, bukan aturan dari manusia yang terbatas. Jika kita mengenakan "pakaian-pakaian" ini setiap hari, kita tidak akan pernah ketinggalan zaman--Julie Link


MENJADI SEPERTI KRISTUS TIDAK AKAN PERNAH KETINGGALAN ZAMAN 

* Take from Renungan Harian

Senin, 17 Agustus 2026

MEMPERBAIKI KESALAHAN

Dengan lidah kita memuji Tuhan, Bapa kita; dan dengan lidah kita mengutuk manusia (Yakobus 3:9)


Ketika saya mulai memeriksa tugas makalah mata kuliah menulis dari mahasiswa tingkat satu yang saya ajar, saya agak toleran dalam mengoreksi kesalahan mereka. Saya berharap tidak akan melihat kesalahan yang sama lagi.

Tetapi ketika saya masih menemukan kesalahan yang sama pada makalah berikutnya, saya mulai agak jengkel. Saya berharap para mahasiswa saya belajar dari kesalahan mereka dan menghindarinya saat mengerjakan tugas berikutnya. Akan tetapi, biasanya yang terjadi tidak seperti yang diharapkan.

Gambaran itu mirip dengan kehidupan kekristenan kita. Tuhan dengan sabar mengingatkan kita melalui kehadiran Roh Kudus, misalnya supaya kita tidak mengatakan hal-hal negatif mengenai orang lain. Dia menyuruh kita untuk bersikap ramah dan penuh kasih, bukannya mencari-cari kesalahan dan menaruh dendam kepada orang lain (Efesus 4:31,32). Namun, kadang kala kita terpeleset kembali ke dalam kebiasaan lama dengan membiarkan kata-kata kasar dan menyakitkan keluar dari bibir kita saat membicarakan orang lain (Yakobus 3:8-12).

Saya kembali menerapkan hal mendasar ini kepada para mahasiswa saya untuk menghilangkan kebiasaan lama mereka. Kami berlatih, memeriksa berbagai kesalahan, memperbaikinya, dan menghilangkan banyak kesalahan.

Tuhan dengan penuh kesabaran terus bekerja bersama kita untuk memperbaiki cara kita berbicara tentang orang lain. Ketika kita mendengarkan ajaran-Nya, belajar dari kesalahan, dan bergantung pada kuasa-Nya, maka kita akan bertumbuh dan berubah --Dave Branon


KEGAGALAN BISA ANDA TINGGALKAN DENGAN CARA MENGHADAPINYA

* Take from Renungan Harian