Rabu, 11 Maret 2026

ANAK EMAS ALLAH

Ia memanggil domba-dombanya masing-masing menurut namanya dan menuntunnya ke luar (Yohanes 10:3)


Sejak putri pertama saya lahir, saya sangat mengasihinya sehingga saya justru tersiksa sendiri. Dengan bodohnya saya merasa takut tidak bisa mengasihi anak saya yang berikutnya sama besarnya, atau takut kalau harus membagi kasih saya di antara mereka supaya adil. Namun ketika putri kedua saya lahir, ternyata saya tetap dapat mengasihinya sama besarnya dengan kasih saya terhadap putri pertama saya, hanya dengan cara yang unik.

Penemuan ini mengingatkan saya bahwa Allah kita yang agung juga mampu mengasihi setiap anak-Nya secara utuh tanpa harus mengurangi kasih-Nya pada anak-anak-Nya yang lain, karena Dia mengasihi setiap kita secara unik. Karena itu, setiap orang percaya yang memohon pertolongan Allah akan mendapatkan kasih yang utuh seolah-olah tidak ada orang lain yang membutuhkan perhatian-Nya.

Dalam kehidupan dan ajaran Yesus, kita mendapatkan cukup bukti tentang hal ini. Dalam Yohanes 10, Dia menyatakan diri sebagai "Gembala yang baik," yang memanggil, memelihara, dan mengenal domba-domba-Nya dengan nama mereka dan bahwa Dia dikenal oleh mereka (ayat 3,11,14). Yesus kemudian menggunakan hubungan antara gembala dan domba itu untuk menggambarkan hubungan yang dinikmati-Nya bersama Bapa-Nya (ayat 15). Betapa berartinya kita bagi Dia!

Seseorang pernah berkata sinis bahwa Tuhan kadang seolah-olah menganakemaskan seseorang. Namun seorang pengkhotbah juga pernah berkata: "Tentu saja Allah mempunyai anak emas! Kita semua adalah anak emas-Nya!" Sebagai anak-anak-Nya, kita dapat meyakini perhatian dan kasih-Nya -JEY


UNTUK MEMPERBARUI KASIH ANDA PADA KRISTUS
RENUNGKANLAH KASIH-NYA PADA ANDA

* Take from Renungan Harian


Selasa, 10 Maret 2026

UNGKAPAN TERIMA KASIH

[Allah] menghibur kami ... sehingga kami sanggup menghibur mereka yang berada dalam bermacam-macam penderitaan (2Korintus 1:4)


Selama lebih dari tiga tahun, keluarga kami merasakan dukacita sekaligus penghiburan sejak kematian putri kami, Melissa.

Pelayanan penghiburan itu digambarkan dalam 2 Korintus 1, di mana Paulus menulis, "Terpujilah Allah, Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, Bapa yang penuh kemurahan dan Allah sumber segala penghiburan, yang menghibur kami dalam segala penderitaan kami, sehingga kami sanggup menghibur mereka yang berada dalam bermacam-macam penderitaan dengan penghiburan yang kami terima sendiri dari Allah" (ayat 3,4).

Beberapa tahun ini, saya telah membagikan kepada pembaca Renungan Harian apa yang telah kami pelajari dari Allah dan apa yang kami pelajari tentang Dia melalui kematian Melissa. Keluarga kami telah mengalami jamahan penghiburan yang Dia berikan melalui firman dan umat-Nya.

Ketika saya menulis tentang karya penghiburan Allah melalui tragedi ini, beratus-ratus pembaca mengirimi kami surat, e-mail, foto, nyanyian, puisi, lukisan, dan banyak lagi, untuk menyatakan simpati, kasih, dan penghargaan mereka. Allah memberikan penghiburan bagi kami, dan saya pun membagikannya. Allah memberikan penghiburan kepada orang lain, dan mereka juga membagikannya. Dalam kasih, umat Allah telah menunjukkan bagaimana pelayanan penghiburan Allah dipraktikkan. Terima kasih untuk perhatian Anda sekalian.

Jika kita telah dihibur oleh Allah, kita pun dapat turut mengambil bagian dalam pelayanan yang mulia, yaitu menghibur orang lain --JDB


MEREKA YANG PERNAH MENDERITA LEBIH SANGGUP MENOLONG ORANG YANG MENDERITA

* Take from Renungan Harian