Kamis, 26 Februari 2026

AWAL YANG BARU

Dalam keadaan yang terdesak ini, ia berusaha melunakkan hati TUHAN, Allahnya; ia sangat merendahkan diri di hadapan Allah nenek moyangnya (2Tawarikh 33:12)


Seorang pria muda sedang mengendarai sebuah mobil tua di sebuah jalan yang sepi di tengah curah hujan ketika mesin mobil itu tiba-tiba mati. Ketika ia menepi ke pinggir jalan, sebuah mobil lain berhenti dan pengendaranya keluar serta bertanya ada apa. Orang asing itu membuka kap mobil, mengutak-ngatik sesuatu dan kemudian memberi isyarat kepada pemuda itu untuk mencoba menghidupkan mobilnya. Saat mesin mobil hidup kembali, pemuda yang kagum itu berseru, "Terima kasih, saya pikir mobil ini mogok untuk yang terakhir kalinya."

Penolong itu menjawab, "Setiap mesin mobil setidaknya memiliki satu kesempatan lagi untuk 'hidup' bila Anda bisa mendapatkan pemicunya. Prinsip yang sama juga berlaku untuk manusia. Suatu saat Anda akan memiliki kesempatan untuk menerapkan pengetahuan ini. Ingatlah, selama masih tersisa satu pemicu hidup, belum terlambat bagi orang tersebut untuk memulai suatu awal yang baru."

Tiga puluh tahun kemudian, pemuda itu telah menjadi seorang pendeta di sebuah penjara yang besar. Ia bersaksi bahwa kata-kata tentang suatu awal yang baru selalu dan selalu berbicara kepadanya.

Seperti Allah memberi suatu awal yang baru bagi Manasye saat ia bertobat (2Tawarikh 33:12-13), pendeta ini juga telah melihat mukjizat-mukjizat Allah yang terjadi pada orang-orang yang keras tersebut.

Jika hidup kita berantakan, janganlah putus asa. Melalui pertobatan dan iman, kita dapat memulainya lagi. "Selama masih ada pemicu hidup, belum terlambat untuk memulai suatu awal yang baru" -- HVL

TAK PERNAH ADA KATA TERLAMBAT UNTUK MEMULAI SUATU AWAL YANG BARU BERSAMA ALLAH

* Take from Renungan Harian 

Rabu, 25 Februari 2026

BOSAN DENGAN MANNA?

Tidak ada sesuatu apapun, kecuali manna ini saja yang kita lihat
(Bilangan 11:6)



Sepasang suami-istri muda pindah ke Banff. Tempat yang sangat indah itu terletak di tengah pegunungan batu Kanada dan dikelilingi oleh puncak-puncak gunung yang begitu mempesona. Keindahan lereng pegunungan yang mengagumkan itu berganti-ganti seiring musim: salju yang berkilauan, bunga-bunga liar berwarna cerah, dan daun-daun musim gugur yang keemasan.

Dalam tahun pertama, setiap kali berjalan-jalan, mereka selalu berhenti untuk mengagumi keindahan pegunungan tersebut. Mereka merasa yakin bahwa mereka tidak akan pernah bosan dengan pemandangan yang luar biasa itu. Tetapi mereka salah. Tak lama kemudian semua keindahan tersebut sudah menjadi sangat biasa sehingga tidak lagi membuat mereka takjub.

Tak lama setelah bangsa Israel keluar dari Mesir dan berada di padang gurun, mereka kehabisan makanan. Namun Allah mendengar seruan mereka dan memberi makan secara adikodrati dengan mengirim manna setiap hari. Pertama-tama mereka pasti kagum terhadap pemeliharaan Allah yang luar biasa itu. Tetapi beberapa waktu kemudian mereka mulai bosan menerima makanan yang sama terus-menerus. Sesuatu yang sudah biasa tidak lagi mengagumkan.

Pernahkah Anda meremehkan segala berkat yang dicurahkan Allah bagi Anda setiap hari? Jangan berkata bahwa sudah semestinya Anda menerima semua itu. Ingatlah untuk berterima kasih kepada Allah atas pemeliharaan dan kekuatan yang Dia berikan setiap hari, dan atas berkat melimpah yang diberikan-Nya bagi Anda setiap hari --DCE


UNTUK MELIPATGANDAKAN SUKACITA HITUNGLAH BERKAT-BERKAT YANG ANDA TERIMA

* Take from Renungan Harian