Senin, 06 April 2026

PELUKAN HANGAT

Ia memeluk anak-anak itu dan ...Ia memberkati mereka (Markus 10:16)


Seorang teman menceritakan sebuah percakapan yang mengharukan antara kedua cucunya, Matthew, 5 tahun, dan Sarah, 3 tahun. Si bocah lelaki berkata, "Aku sering bercakap-cakap dengan Yesus dalam angan-angan!" Lalu si gadis kecil menjawab, "Kalau aku tidak begitu, aku lebih suka bermanja-manja pada-Nya!"

Ketika Yesus masih hidup di dunia, Dia memeluk anak-anak ke dalam dekapan-Nya dan memberkati mereka (Markus 10:16). Sampai saat ini pun, Dia masih melakukan pelayanan yang "merangkul anak-anak."

Banyak anak Allah, yang sudah dewasa secara rohani, telah merasakan bagaimana tangan-Nya yang kekal melingkari dan menopang mereka. Bruder Lawrence, seorang biarawan dari abad ke-17, terkenal karena ia dapat merasakan kehadiran Allah bahkan di tengah kesibukannya memasak, di antara periuk dan panci di dapur biara. Orang yang mengenalnya berkata bahwa ia bersahabat dan sangat akrab dengan Allah. Hudson Taylor, perintis pekabaran Injil di Cina, menorehkan catatan ini menjelang akhir hidupnya: "Saya sudah begitu lemah sampai-sampai tak dapat bekerja; tak dapat membaca Alkitab; bahkan tak dapat berdoa. Saya hanya bisa terbaring tenang dan pasrah dalam dekapan Allah seperti anak kecil."

Bagaimanapun keadaan Anda, muda ataupun tua, kuat ataupun lemah, Allah ingin Anda berpasrah dalam dekapan-Nya seperti seorang anak kecil. Melalui Roh-Nya, Dia akan menarik kita mendekat kepada-Nya, untuk menghibur dan memberkati kita.

Sudahkah Anda dan Allah "berpelukan hangat" hari ini?-JEY


YESUS RINDU BERSEKUTU DENGAN KITA LEBIH DARI KITA RINDU BERSEKUTU DENGAN-NYA

* Take from Renungan Harian 

Minggu, 05 April 2026

SELAMAT PASKAH

Akulah kebangkitan dan hidup; siapa saja yang percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati (Yohanes 11:25)


Saat berjalan memasuki gereja pada pagi Paskah tahun yang lalu, saya berpapasan dengan seorang teman saya dan menyapanya, "Selamat Natal!" Namun, setelah menyadari kesalahan saya, saya segera mengoreksi diri sendiri. "Maksud saya, Selamat Paskah!"

"Kita tidak dapat merayakan yang satu tanpa merayakan yang lainnya," jawabnya dengan tersenyum.

Benar sekali! Tanpa Natal, tidak akan ada Paskah. Dan tanpa kebangkitan, hari ini hanyalah hari biasa. Bahkan, bisa jadi kita tidak akan berada di gereja.

Natal dan Paskah merupakan perayaan yang paling menggembirakan bagi umat kristiani. Pada hari Natal, kita merayakan penjelmaan Allah (Allah mengambil rupa manusia dan datang ke dunia). "Karena Allah begitu mengasihi dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal ..." (Yohanes 3:16).

Pada hari Paskah, kita merayakan kebangkitan Yesus. "Ia tidak ada di sini, Ia telah bangkit," kata malaikat (Lukas 24:6). Sejak awal zaman, kedua hari ini berhubungan erat dalam rencana besar Bapa. Yesus lahir untuk mati bagi dosa-dosa kita dan untuk mengalahkan maut agar kita dapat hidup.

Manakah yang lebih penting? Natal -- kelahiran bayi Yesus? Atau Paskah -- kematian dan kebangkitan Anak Allah? Keduanya sangat penting -- dan dua-duanya merupakan bukti nyata kasih Bapa bagi kita.

Selamat Natal! Dan Selamat Paskah! --CHK


Yesus Penebus meninggalkan surga,
Datang ke dunia melayani dengan cinta;
Dilepas-Nya kemuliaan, didatangi-Nya kita,
Membawa keselamatan melalui iman dalam nama-Nya. --Hess

NATAL DAN PASKAH MERUPAKAN DUA BAB DARI BUKU YANG SAMA

* Take from Renungan Harian