Rabu, 01 Juli 2026

MANFAAT PUKULAN

Didiklah orang muda menurut jalan yang patut baginya, maka pada masa tuanya pun ia tidak akan menyimpang dari pada jalan itu (Amsal 22:6)


Seorang pendidik sekaligus pengarang Kristen, Howard Hendricks, memperingatkan para orangtua agar tidak menyuap ataupun mengancam anak-anak supaya mereka menurut. Anak-anak cuma butuh kedisiplinan yang tegas dan penuh kasih, disertai sedikit pukulan.

Suatu kali Hendricks mengunjungi sebuah keluarga. Ketika diajak makan bersama, seorang anak duduk berseberangan dengannya.

“Makan kentangnya, Sally,” kata ibunya dengan nada memerintah.

“Sally, kalau kamu tidak mau makan kentangnya, kamu tidak akan dapat makanan pencuci mulut nanti!”

Sally malah mengedipkan mata pada Hendricks. Setelah yakin si Sally tidak mau makan, sang ibu mengambil kentang itu dan memberi Sally es krim. Hendricks melihatnya sebagai kenyataan bahwa orangtua akhirnya selalu menuruti kemauan anaknya, bukan sebaliknya seperti pernyataan Alkitab “Hai anak-anak, taatilah orangtuamu” (Efesus 6:1).

Banyak orangtua takut mengambil tindakan tegas, sekalipun mereka tahu itu yang terbaik buat anak-anak. Mereka takut anak-anak akan menentang dan berpikir bahwa mereka tidak lagi mengasihi. Hendricks berkata, “Yang perlu diperhatikan bukanlah anggapan mereka terhadap Anda sekarang, tetapi apa anggapan mereka terhadap Anda 20 tahun yang akan datang.”

Bahkan meski didikan dari Bapa Surgawi terasa menyakitkan, kelak (mungkin beberapa tahun lagi) didikan itu akan “menghasilkan buah kebenaran yang memberikan damai kepada mereka yang dilatih olehnya” (Ibrani 12:11). Sebagai orangtua yang penuh kasih, adakah kita bisa melihat jauh ke depan seperti Bapa kita di surga? --JEY


BILA ANDA MEMBUAT HIDUP INI MUDAH BAGI ANAK ANDA
KELAK IA AKAN SULIT MENJALANI HIDUP INI

* Take from Renungan Hariaan

Selasa, 30 Juni 2026

DUA BERITA

Apakah arti hidupmu? Hidupmu itu sama seperti uap yang sebentar saja kelihatan lalu lenyap (Yakobus 4:14)



Pada hari yang sama, novelis Bret Lott menerima dua berita yang mengubahkan hidupnya. Berita pertama memberitahukan bahwa secara tak terduga seorang muridnya yang berbakat menulis meninggal akibat pembengkakan pembuluh darah otak. Berita kedua datang beberapa jam kemudian dari seorang pembawa acara talk show televisi terkenal. Orang itu menyatakan telah memilih salah satu novel Lott untuk acara klub buku yang disiarkan secara langsung setiap bulan. Ini berarti secara instan ia menjadi kaya dan ternama. Berita yang pertama begitu menyedihkan, sedangkan berita kedua sangat menggembirakan. Namun ia berusaha menyeimbangkan keduanya.

Lott, yang adalah pengikut Kristus, menuliskan nama muridnya yang meninggal itu pada sebuah kartu berwarna putih dan membawanya ketika bulan berikutnya ia muncul di televisi. “Saya telah berjanji pada diri sendiri,” katanya. “untuk selalu menyimpan kartu ini dalam saku. Dengan melihatnya seolah saya diingatkan ‘jangan sampai kemasyhuran ini membuatmu sombong, karena kau tak pernah tahu kapan batas umurmu.’”

Kitab Yakobus membandingkan hidup kita seperti “uap yang sebentar saja kelihatan lalu lenyap” (4:14). Janganlah kita terlena oleh kesuksesan kita saat ini dan rencana-rencana kita untuk esok hari. Sebaliknya, kita harus ingat bahwa hidup kita ada di tangan Tuhan dan tiap-tiap hari merupakan berkat dari-Nya.

Suatu saat nanti, Tuhan akan memanggil kita untuk tinggal bersama-Nya. Dengan mengingat hal ini kiranya kita cara pandang yang benar dan juga kerendahan hati dalam menghadapi setiap berita yang kita terima--DCM


UNTUK MEMBUAT HARI INI BERARTI INGATLAH AKAN KEKEKALAN 

* Take from Renungan Harian