Rabu, 11 Februari 2026

BERDOA DI TEMPAT UMUM

Dan apabila kamu berdoa, janganlah berdoa seperti orang munafik (Matius 6:5)


Ketika Yesus mengatakan berdoalah ditempat yang tersembunyi, Dia tidak bermaksud untuk mengatakan bahwa berdoa di depan umum adalah salah. Yang Dia persalahkan adalah kecenderungan hati yang tidak jujur untuk mendapatkan penghargaan dari orang lain. Kita semua pasti merasakan godaan yang tidak kelihatan pada saat berdoa seperti itu.

Sebuah rombongan delegasi konferensi Kristen berhenti pada sebuah restoran yang ramai untuk makan siang dan duduk berpencar pada beberapa meja yang berlainan di seputar ruangan. Sesaat sebelum makan, salah seorang anggota mengumumkan dengan suara keras, "Mari kita berdoa". Kursi-kursi digeser, orang-orang mulai berdiri dan menundukkan kepala. Kemudian diikuti dengan doa berkat makan yang panjang dan betele-tele yang hanya akan mendinginkan makanan daripada hati kami. Akhirnya, orang-orang mulai berisik dan menggerutu serta mengatakan: "Amin."

Sangat kontras dengan cerita pada peristiwa lain. Seorang dosen sejarah dari sebuah perguruan tinggi negeri yang terkenal sedang makan siang dengan keluarganya di sebuah kafetaria kampus. Ketika mereka mulai makan, tiba-tiba anak mereka yang berusia tiga tahun berteriak "Papa, kita lupa berdoa!" "Ya, sayang. Maukah engkau berdoa untuk kita?" kata dosen tersebut. "Yesus yang baik," anak itu mulai berdoa, "Terima kasih untuk makanan yang enak dan untuk orang-orang yang ramah di tempat ini. Amin". Dari meja-meja di dekat mereka, terdengar kata "Amin" dari para profesor dan mahasiswa yang ada di tempat itu yang sangat tersentuh dengan doa yang sederhana dan tulus dari anak tersebut.

Semoga semua doa kita di depan umum sama seperti itu -- DJD

JIKA KITA BERDOA UNTUK DIDENGAR TELINGA MANUSIA KITA TIDAK DAPAT BERHARAP MENCAPAI TELINGA ALLAH

* Take from Renungan Harian 

Selasa, 10 Februari 2026

DIA MENGAWASI

Mata TUHAN ada di segala tempat, mengawasi orang jahat dan orang baik(Amsal 15:3)


Dalam zaman elektronika ini, kita tidak asing lagi dengan adanya alat-alat penyadap. Sebuah kantor, kamar hotel, atau telepon dapat dimonitor sehingga setiap suara di dalamnya terdengar dengan jelas. Hal ini dilakukan melalui mikrofon dengan tingkat kepekaan yang tinggi. Bentuknya sangat kecil sehingga dengan mudah dapat disembunyikan. Kepala-kepala bagian, pegawai-pegawai pemerintah dan perusahaan yang menduduki jabatan penting haruslah sangat berhati-hati dengan apa yang mereka katakan, terutama tatkala mereka memasuki suatu lingkungan yang asing. Dengan menyadari adanya kemungkinan disadap, mereka pasti akan berpikir dua kali sebelum berbicara.

Pernahkah Anda berpikir sejenak bahwa Allah juga melihat segala hal yang kita lakukan dan mendengarkan segala sesuatu yang kita katakan, setiap saat, dan sepanjang hari? Ibrani 4:13 mengatakan bahwa "segala sesuatu telanjang dan terbuka di depan mata Dia, yang kepada-Nya kita harus memberikan pertanggungan jawab."

Kebenaran ini menghiburkan sekaligus menenangkan-menghiburkan karena Allah selalu siap sedia untuk membebaskan bila kita berada dalam masalah (Mazmur 33:18-19), dan menenangkan karena "mata TUHAN ada di segala tempat, mengawasi orang jahat dan orang baik" (Amsal 15:3). Betapa besarnya hal ini dapat mempengaruhi cara hidup kita!

Di masa mendatang, bila Anda dicobai atau berada dalam masalah, ingatlah bahwa Allah mengawasi dan mendengar segala sesuatu --RWD


MENGETAHUI BAHWA ALLAH MENGAWASI KITA
MEMBERI KEYAKINAN DAN KETENTERAMAN

* Take from Renungan Harian