Senin, 18 Mei 2026

PERBUATAN BAIK ATAU SALIB KRISTUS?

Tidak seorang pun yang dibenarkan oleh karena melakukan hukum Taurat, tetapi hanya oleh karena iman dalam Kristus Yesus (Galatia 2:16)


Apakah Anda berharap masuk surga? Berdasarkan apa harapan Anda itu? Perbuatan baik Anda ataukah salib Kristus? Banyak orang percaya bahwa Allah yang berbelas kasih akan mengampuni semua orang yang perbuatan baiknya lebih banyak daripada dosanya. Namun kabar baik dari Kristus berbeda sama sekali.

Salib Kristus menawarkan berita pengampunan kepada setiap orang, tanpa menghiraukan jasa-jasa baik orang tersebut. Ini berarti menghilangkan keyakinan bahwa perbuatan baik dan buruk kita kelak akan ditimbang untuk menentukan nasib kekal kita.

Di atas kayu saliblah penebusan dosa dilakukan oleh sang Juruselamat, Yesus Kristus. Kini pengampunan yang seutuhnya dan cuma-cuma diberikan kepada siapa saja dan kepada setiap orang yang memiliki iman. Tidak ada lagi perhitungan akan jasa-jasa baik. Tidak ada lagi penimbangan perbuatan-perbuatan baik.

Keadilan sempurna yang dituntut Allah terpenuhi ketika pengganti kita, Yesus Kristus, menanggung dosa kita di atas kayu salib, menderita hukuman yang seharusnya diperuntukkan bagi kita dan menebus dosa kita (Roma 3:24). Oleh karena kasih Allah yang begitu besar Dia menyelamatkan kita. Titus 3 menyatakan, "Dia telah menyelamatkan kita, bukan karena perbuatan baik yang telah kita lakukan, tetapi karena rahmat-Nya" (ayat 5).

Berdasarkan pada apakah pengharapan Anda kini--perbuatan baik ataukah salib Kristus? Percayalah pada Kristus saat ini juga agar Dia mengampuni dosa-dosa Anda [VCG]


KITA DISELAMATKAN OLEH PENGURBANAN ALLAH BUKAN OLEH PERBUATAN BAIK

* Take from Renungan Harian 

Minggu, 17 Mei 2026

PENDERITAAN YANG MENYEMPURNAKAN

Allah, sumber segala kasih karunia...akan melengkapi, meneguhkan, menguatkan dan mengokohkan kamu, sesudah kamu menderita seketika lamanya (1Petrus 5:10)


Sebagai anak-anak Bapa surgawi, kita patut bersyukur karena Dia sangat mengasihi kita sehingga Dia mau mendidik kita. Bagaimanapun cara Allah mengarahkan dan menentukan jalan hidup kita, semata-mata "untuk kebaikan kita, supaya kita beroleh bagian dalam kekudusan-Nya" (Ibrani 12:10).

Dalam bukunya yang berjudul Flashes of Truth (Cahaya Kebenaran), James Duff mengungkapkan bahwa, "Warna yang dipoleskan pada benda-benda tembikar harus melalui proses pembakaran terlebih dahulu. Jika tidak, warna-warna itu akan mudah luntur. Sebelum dibakar warna keemasan yang terdapat pada benda-benda tembikar hanya berupa cairan hitam belaka. Dua atau tiga kali pembakaran yang pertama akan menghapus warna-warna tersebut sehingga pembakaran itu harus dilakukan berulangkali.

"Demikian pula hubungan Allah dengan kita. Allah belum selesai bekerja di dalam kita ketika Dia memasukkan kita ke dalam perapian penderitaan dan dukacita yang menyala-nyala.... Untuk apa? Agar melalui api itu, keindahan karakter--yang dikerjakan oleh sang Penjunan--dapat tinggal tetap di dalam diri kita."

Apakah Anda sedang berada dalam tungku penderitaan? Ingatlah, Bapa surgawi mengasihi Anda. Jika Dia tidak mengasihi Anda, Dia tidak akan mempedulikan Anda. Dalam hikmat-Nya yang besar Dia "meneguhkan, menguatkan dan mengokohkan kamu" (1Petrus 5:10). Maka, sekalipun Anda tidak mengerti jalan-jalan-Nya, percayalah kepada-Nya dan bersyukurlah atas penderitaan yang Dia izinkan terjadi untuk menyempurnakan kita [RWD]


KARAKTER KRISTIANI BAGAIKAN PERMATA INDAH YANG DIBENTUK OLEH TEKANAN DAN DIPOLES OLEH KESUKARAN

*Take from Renungan Harian