Jumat, 16 Oktober 2026

PENYEMBAHAN YANG AKTIF

Masuklah melalui pintu gerbang-Nya dengan nyanyian syukur, ke dalam pelataran-Nya dengan puji-pujian (Mazmur 100:4)


Di dalam bukunya Folk Psalms of Faith, Pendeta Ray Stedman berkata bahwa ia berharap semua orang yang datang ke gereja dapat berdiri di atas mimbar pada hari Minggu pagi dan memerhatikan wajah para jemaat selama khotbah berlangsung.


Walaupun sebagian besar orang tampaknya memerhatikan sang pendeta, banyak pula jemaat yang pikirannya ada di tempat lain. Stedman menulis, "Tentunya menarik untuk mengetahui, ke mana saja pikiran orang-orang mengembara selama kebaktian!"

Untuk memperoleh manfaat terbesar dari kebaktian di gereja, kita harus mempersiapkan hati dan menjadi peserta yang aktif. Kita harus terlibat dengan sungguh-sungguh dalam menyanyikan pujian, berdoa tanpa bersuara saat pendeta memimpin doa, dan menyembah dengan sepenuh hati saat paduan suara bernyanyi.

Pada akhirnya, kita perlu mendisiplinkan diri untuk mendengarkan pengajaran firman Allah dengan sungguh-sungguh dan dengan hati yang terbuka. Kita harus mengembangkan rasa lapar akan kebenaran yang menenangkan jiwa kita, mengilhamkan penyembahan, membangkitkan pujian kepada Allah, dan menggerakkan kita untuk melayani Dia.

Kita dengan mudah menyalahkan pendeta apabila kita meninggalkan kebaktian dengan perasaan hampa dan patah semangat. Namun pendeta hanyalah salah satu peserta; kita pun harus melakukan tugas kita. Mereka yang memperoleh berkat paling banyak dari penyembahan adalah mereka yang memberikan peranan paling banyak --Richard De Haan


INTI DARI PENYEMBAHAN ADALAH MENYEMBAH DARI HATI

* Take from Remumgan Harian

Kamis, 15 Oktober 2026

BERDOA DAN BEKERJA

Di waktu petang, pagi dan tengah hari aku cemas dan menangis; dan Ia mendengar suaraku (Mazmur 55:18)


Saat mengendarai mobil melalui sebuah kota kecil di Pennsylvania, saya membaca tulisan ini pada papan sebuah gereja:

BERDOALAH SUPAYA PANEN BERHASIL,
TETAPI TETAPLAH MENCANGKUL

Tulisan ini mengingatkan saya pada kata-kata Yesus dalam Matius 9. Sebelum menyuruh murid-murid-Nya berdoa untuk meminta pekerja-pekerja, Dia mengingatkan mereka bahwa tuaian besar telah menunggu, tetapi pekerja sedikit (ayat 37,38).

Terkadang kita lupa bahwa Allah menginginkan kita menjadi bagian dari jawaban atas doa-doa kita. Kita mengharap Dia melakukan segalanya, dan kita tinggal duduk tanpa melakukan apa-apa.

Kita meminta Dia memberkati pelayanan gereja kita, tetapi kita selalu menghindar bila diminta untuk melayani. Kita selalu memohon agar orang-orang yang kita cintai diselamatkan, tetapi kita tidak pernah bersaksi kepada mereka. Kita mendoakan orang-orang yang mengalami kesulitan keuangan yang berat, tetapi kita tidak mau memberikan apa yang kita miliki untuk membantu mereka. Kita meminta Tuhan menghibur serta menyemangati orang-orang yang mengurung diri dan kesepian, tetapi kita tidak pernah pergi mengunjungi mereka atau mengirim surat-surat yang dapat menyemangati mereka.

Ya, Allah menginginkan kita membawa segala permohonan kita kepada-Nya, tetapi sering kali Dia ingin agar kita juga mengusahakan apa yang kita doakan. Bekerja sering kali berjalan seiring dengan doa --Richard De Haan


BERDOALAH SEOLAH-OLAH SEMUA BERGANTUNG KEPADA ALLAH
BEKERJALAH SEOLAH-OLAH SEMUA BERGANTUNG KEPADA ANDA

* Take from Renungan Harian