Senin, 05 Oktober 2026

PERINTAH ALLAH

Semua anakmu akan menjadi murid TUHAN, dan besarlah kesejahteraan mereka (Yesaya 54:13)


Putri sulung kami, Lisa, sedang mempersiapkan diri menjelang hari pernikahannya, dan saya harus melakukan hal-hal yang tidak biasa saya lakukan. Saya membeli barang-barang yang biasanya tidak saya beli. Saya menaruh minat pada hal-hal yang biasanya tidak saya minati: dekorasi, katering, lilin-lilin.

Manakala saya mengenang 22 tahun yang telah berlalu sampai saat persiapan pernikahannya saat ini, saya mendapati dua hal yang menonjol dalam hidup Lisa.

Yang pertama adalah adanya perubahan. Seolah baru beberapa hari yang lalu putri kecil saya masuk ke kelompok bermain, dan dengan kucir di rambutnya, menjadi maskot tim bola basket yang saya latih. Kini, ia sudah menjadi seorang guru musik di sekolah menengah dan sebentar lagi akan menjadi istri seorang pendeta muda.

Yang kedua adalah ketakjuban karena menyadari bahwa sejauh ini Lisa telah dibentuk melalui perintah-perintah dari Allah sendiri. Ia telah mengalami apa yang disebut Yesaya sebagai "menjadi murid TUHAN" (54:13). Hanya Allah yang dapat menjamah hatinya sehingga ia menerima keselamatan. Hanya Roh Kudus yang dapat memimpinnya ke jalan yang benar. Ya, hanya didikan Allah saja yang sempurna.

Sekeras apa pun kita berusaha mempersiapkan kehidupan anak-anak kita, semuanya itu tak ada artinya tanpa "ajaran dan nasihat Tuhan" (Efesus 6:4). Pada saat kita mempersiapkan anak-anak kita untuk masuk ke taman kanak-kanak atau untuk suatu pernikahan, ingatlah dasar pengajaran di atas yang akan bertahan seumur hidup --JDB


AJARLAH SEORANG ANAK BAGAIMANA SEHARUSNYA IA BERTINDAK TETAPI PASTIKAN BAHWA ANDA SENDIRI SUDAH MELAKUKANNYA


* Take from Renungan Harian

Minggu, 04 Oktober 2026

DOSA MELEMAHKAN

Bertobatlah kepada TUHAN! Katakanlah kepada-Nya: "Ampunilah segala kesalahan, sehingga kami mendapat yang baik" (Hosea 14:3)


Dosa melemahkan kekuatan yang diberikan Allah kepada kita. Dosa membuat kita lemah dan bobrok secara rohani, tetapi sering kali kita tak menyadarinya dan merasa masih sekuat dulu.

Itu adalah tipu muslihat dosa. Ketika perlahan kita mulai meninggalkan Allah, kita kehilangan hasrat untuk meluangkan waktu membaca firman-Nya dan berdoa. Arus dunia pun menjauhkan kita dari para sahabat dan pengaruh-pengaruh yang baik pada saat itu, orang lain dapat melihat keadaan kita yang menyedihkan dan lemah karena dosa, tetapi kita sendiri tidak dapat melihatnya.

Saya teringat akan Simson yang tenaganya sekuat baja, tetapi menidurkan kepalanya di atas bantal dosa. Saat terjaga dari tidur, ia berkata, "seperti yang sudah-sudah, bahwa aku akan bebas dan akan meronta lepas" (Hakim-hakim 16:20). Ia tidak tahu bahwa Tuhan telah mengambil kekuatan yang dimilikinya.

Bertahun-tahun kemudian, Nabi Hosea mengecam bangsa Israel dan berkata bahwa mereka juga telah kehilangan kekuatan karena berbuat dosa, tetapi mereka tidak menyadarinya (Hosea 7:8-16). Lalu Hosea memberi perintah kepada mereka: "Bertobatlah kepada TUHAN! Katakanlah kepada-Nya: ‘Ampunilah segala kesalahan, sehingga kami mendapat yang baik’" (14:3).

Dosa juga dapat melemahkan kekuatan kita. Oleh sebab itu, kita harus sungguh-sungguh meluangkan waktu untuk memohon agar Tuhan menyelidiki dosa kita (Mazmur 139:23,24). Saat kita berbalik kepada-Nya, Dia akan menerima kita dengan penuh sukacita, membebaskan kita dari belenggu dosa, dan mempersenjatai kita kembali dengan kekuatan-Nya --David Roper


DOSA MENAMBAH MASALAH, MENGURS TENAGA,
DAN MELIPATGANDAKAN KESULITAN ANDA

* Take from Renungan Harian