Minggu, 25 Oktober 2026

TETAP BERDOA

Mereka harus selalu berdoa dengan tidak jemu-jemu (Lukas 18:1)


Ada beberapa hal yang seharusnya kita kerjakan, tetapi seringkali kita tidak menyediakan waktu untuk mengerjakannya, misalnya:

* Menyesuaikan pemasukan dan pengeluaran kita.
* Mengganti oli dan saringan mobil.
* Memeriksakan kesehatan.
* Berdoa.

Ya, benar, berdoa! Yesus berkata bahwa kita "harus selalu berdoa dengan tidak jemu-jemu" (Lukas 18:1). Rasul Paulus juga mendesak orang-orang percaya untuk tetap berdoa (1Tesalonika 5:17).

Kita tahu bahwa hidup kita akan menjadi lebih kuat dan bersemangat, serta lebih siap menghadapi tantangan hidup bila kita mau berkomunikasi dengan Allah. Namun seringkali kita tidak menyediakan waktu untuk itu, dan akibatnya kita merasa kering dan lemah secara rohani.

Dalam bukunya yang berjudul Prayer: A Holy Occupation (Doa: Aktivitas yang Kudus), Oswald Chambers menulis, "Kita dapat menunda waktu yang seharusnya kita gunakan untuk bersekutu dengan Allah bila kita mengingat hal-hal lain yang ingin kita kerjakan lalu kita berkata, 'Saya tidak sempat.' Tentu saja Anda tidak sempat! Ambillah waktu, tahanlah keinginan-keinginan yang lain dan gunakan waktu itu untuk menyadari bahwa sumber kekuatan dalam hidup Anda adalah Tuhan Yesus Kristus dan penebusan-Nya."

Jika kita lupa menyesuaikan pemasukan dan pengeluaran, menyervis mobil, atau memeriksakan kesehatan, kita dapat mendapat masalah yang serius. Apalagi jika kita mengabaikan doa, kita akan kehilangan kekuatan rohani kita.

Biarlah kita tidak punya waktu untuk tidak berdoa --DCE


JIKA KITA MERASA TERLALU SIBUK UNTUK BERDOA KITA AKAN BENAR-BENAR TIDAK DAPAT MENYEDIAKAN WAKTU UNTUK ITU

* Take from Renungan Harian 


Sabtu, 24 Oktober 2026

OLEH KASIH KARUNIA

Dia telah menyelamatkan kita, bukan karena perbuatan baik yang telah kita lakukan, tetapi karena rahmat-Nya (Titus 3:5)


Pendeta sekaligus penulis H.A. Ironside menceritakan tentang seorang petobat baru yang menyampaikan kesaksian dalam suatu kebaktian. Dengan sukacita orang itu bercerita bagaimana ia dibebaskan dari kehidupan yang penuh dosa. Ia mempersembahkan segala kemuliaan bagi Tuhan, karena ia tidak melakukan apa-apa untuk memperoleh keselamatan.

Orang yang memimpin kebaktian itu tidak sepenuhnya memahami kebenaran yang menyatakan bahwa keselamatan adalah semata-mata karena kasih karunia melalui iman, bukan karena usaha manusia. Maka ia menanggapi demikian, "Kisah Anda tampaknya menunjukkan bahwa Allahlah yang melakukan segala sesuatu ketika Dia menyelamatkan Anda. Tidakkah Anda melakukan bagian Anda terlebih dahulu sebelum Allah melakukan bagian-Nya?" Orang Kristen baru itu melompat berdiri dan berkata, "Oh ya, saya melakukannya. Selama lebih dari 30 tahun saya terus lari dari Allah secepat dosa membawa saya. Itulah bagian saya. Tetapi Allah mengejar dan menangkap saya. Itulah bagian-Nya."

Kita diselamatkan oleh kasih karunia, dan hanya oleh kasih karunia (Roma 3:24). Kita tidak dapat melakukan apa-apa untuk memperolehnya (ayat 28). Penebusan kita adalah hadiah dari Allah. Bagian kita adalah mengakui dosa-dosa dan ketidakmampuan kita untuk menyelamatkan diri sendiri, lalu percaya kepada Yesus yang mati di kayu salib untuk dosa-dosa kita.

Allah telah menyediakan keselamatan bagi Anda--itulah bagian-Nya. Menerimanya dengan iman--itulah bagian Anda. Sudahkah Anda melakukan bagian Anda? --RWD


KESELAMATAN ADALAH APA YANG KITA TERIMA
BUKAN APA YANG KITA RAIH

*  Take from Renungan Harian