Rabu, 29 Juli 2026

DAHSYAT!

Sebab Tuhan, Yang Mahatinggi, adalah dahsyat, Raja yang besar atas seluruh bumi (Mazmur 47:3)


Kata berikut ini sering dipakai dan kita mendengarnya dalam konteks yang sangat tidak lazim. Kata tersebut adalah dahsyat.

Suatu kali cucu saya, Josh, yang berusia 9 tahun dan saya sedang bermain mobil balap yang dikendalikan dari jauh di ruang keluarga. Beberapa kali ia berkata, "Dahsyat!"

Pada kesempatan lain, ketika saya dan istri saya sedang meninggalkan restoran, sang manajer restoran yang sedang berdiri di pintu bertanya, "Apakah semuanya memuaskan Anda?" "Ya," jawab saya. "Dahsyat!" katanya.

Kedua peristiwa ini membuat saya berpikir: Meskipun bermain dengan cucu saya dan menikmati makanan di restoran adalah hal-hal yang menyenangkan, tetapi apakah pengalaman-pengalaman ini memang benar-benar dahsyat? Jadi, saya membuka kamus Mr. Webster edisi lengkap. Definisi utama mencatat arti dahsyat sebagai "rasa hormat yang sangat dalam", "mengerikan", "hebat". Saya jadi teringat ketika sedang berdiri di tepi Grand Canyon sebelah selatan. Ini sungguh-sungguh merupakan pengalaman yang dahsyat.

Kemudian, saya memikirkan kenyataan yang jauh lebih dahsyat, yaitu mengenal Sang Pencipta dan Penopang seluruh alam semesta ini. Jadi, memang tidak mengherankan apabila pemazmur menulis kalimat seperti ini, "Tuhan, Yang Mahatinggi, adalah dahsyat" (Mazmur 47:3).

Lain kali apabila kita mendengar kata dahsyat, kiranya kata itu mengingatkan kita kepada Allah kita yang hebat, yang benar-benar dahsyat! --DJD

TAK ADA YANG LEBIH DAHSYAT DARIPADA MENGENAL ALLAH

* Take from Renungan Harian

Selasa, 28 Juli 2026

TERANG UNTUK TIAP LANGKAH

FirmanMu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanKu (Mazmur 119:105)


Seseorang pernah mengamati bahwa, "Orang yang membawa lentera di jalan yang gelap pada malam hari hanya dapat melihat sejauh satu langkah di depan. Ketika ia menjalani langkah tersebut, lentera itu berpindah ke depan dan langkah berikutnya dibuat menjadi jelas. Akhirnya ia mencapai tujuan dengan selamat tanpa sekali pun berjalan dalam gelap. Semua jalan yang dilalui terang, tetapi hanya satu langkah pada setiap saat. Demikianlah cara Allah membimbing kita."

Ketika seseorang menerima Tuhan Yesus sebagai Juruselamatnya, ia tahu tujuan akhirnya dan memperoleh jaminan atas keselamatan pada masa yang akan datang. Namun awan gelap yang tidak dikenal dapat menyelubungi jalan kecil yang harus dijalaninya. Berbagai perangkap, bahaya yang tersembunyi dan salah langkah yang tragis sering mengganggu pejalan yang lelah dan mencuri kedamaian dan keyakinan yang disediakan Tuhan baginya untuk dinikmati.

Namun sebagai anak-anak Allah yang percaya kepadaNya, kita tidak perlu merasa kuatir tentang hari esok. Kita memiliki terang dari firman Allah, yakni kasih dan penyertaanNya dalam setiap situasi dalam kehidupan. Bahkan sama seperti sebuah lentera menerangi setiap langkah baru pada sebuah jalan gelap pada malam hari, lentera Injil pun menyediakan terang pada jalan kita.

Bagaimanapun gelapnya kehidupan yang kita alami tidak akan menjadi masalah bila kita berjalan dalam pimpinanNya. Selalu ada terang menyertai setiap langkah kita -- RWD


TAK ADA YANG PERLU DITAKUTI DALAM MENGHADAPI KEGELAPAN HARI ESOK JIKA ANDA BERJALAN DALAM TERANG HARI INI 

* Take from Renungan Harian