Selasa, 06 Oktober 2026

RESEP BAHAGIA

Bersukacita dan bergembiralah (Matius 5:12)


Menurut pengamatan Anda, apakah kebanyakan orang berbahagia? Dennis Wholey, penulis buku Apakah Anda Bahagia? mengungkapkan bahwa menurut pendapat para ahli, hanya ada sekitar 20% dari antara orang Amerika yang bahagia.

Para pakar tersebut mungkin setuju dengan definisi kebahagiaan yang tidak umum yang dilontarkan oleh seorang psikiater bernama Thomas Szaz. Ia berkata, "Kebahagiaan adalah satu keadaan imajinatif, yang pada zaman dahulu dikenakan oleh mereka yang masih hidup kepada orang yang telah mati, dan sekarang biasanya dikenakan oleh orang dewasa kepada anak-anak dan sebaliknya dari anak-anak kepada orang dewasa."

Apakah Anda bahagia? Bagaimana bila kita menjabarkan bahwa kebahagiaan adalah suatu keadaan hati yang abadi berupa kepuasan, keadaan damai sejahtera dan pengharapan yang amat dalam. Bukan hanya sekadar getaran-getaran yang tak berarti oleh karena mengalami suatu peristiwa menyenangkan. Nah, dengan mengacu penjabaran tentang kebahagiaan tersebut, apakah Anda bahagia?

Dalam bagian firman "Khotbah di Bukit," Yesus memberi kita suatu "resep" untuk memiliki hidup dengan kebahagiaan yang sejati, tidak peduli apapun yang keadaannya. "Berbahagialah...." Matius 5:1-48 dengan jelas mengungkapkan kebahagiaan yang dijanjikan oleh Yesus. Dia terus menerus meyakinkan murid-muridNya bahwa mereka dapat berbahagia bila mereka percaya kepadaNya dan melakukan ajaran-ajaranNya.

Sang Tabib Agung telah menuliskan resep "obat" untuk melawan ketidakbahagiaan. Sudahkah Anda mencobanya? Terimalah dan bersukacitalah bersama orang-orang yang bahagia -- VCG

KEBAHAGIAAN ORANG KRISTEN TIDAK DITENTUKAN OLEH PERISTIWA-PERISTIWA YANG MENYENANGKAN 

* Take from Renungan Harian


Senin, 05 Oktober 2026

PERINTAH ALLAH

Semua anakmu akan menjadi murid TUHAN, dan besarlah kesejahteraan mereka (Yesaya 54:13)


Putri sulung kami, Lisa, sedang mempersiapkan diri menjelang hari pernikahannya, dan saya harus melakukan hal-hal yang tidak biasa saya lakukan. Saya membeli barang-barang yang biasanya tidak saya beli. Saya menaruh minat pada hal-hal yang biasanya tidak saya minati: dekorasi, katering, lilin-lilin.

Manakala saya mengenang 22 tahun yang telah berlalu sampai saat persiapan pernikahannya saat ini, saya mendapati dua hal yang menonjol dalam hidup Lisa.

Yang pertama adalah adanya perubahan. Seolah baru beberapa hari yang lalu putri kecil saya masuk ke kelompok bermain, dan dengan kucir di rambutnya, menjadi maskot tim bola basket yang saya latih. Kini, ia sudah menjadi seorang guru musik di sekolah menengah dan sebentar lagi akan menjadi istri seorang pendeta muda.

Yang kedua adalah ketakjuban karena menyadari bahwa sejauh ini Lisa telah dibentuk melalui perintah-perintah dari Allah sendiri. Ia telah mengalami apa yang disebut Yesaya sebagai "menjadi murid TUHAN" (54:13). Hanya Allah yang dapat menjamah hatinya sehingga ia menerima keselamatan. Hanya Roh Kudus yang dapat memimpinnya ke jalan yang benar. Ya, hanya didikan Allah saja yang sempurna.

Sekeras apa pun kita berusaha mempersiapkan kehidupan anak-anak kita, semuanya itu tak ada artinya tanpa "ajaran dan nasihat Tuhan" (Efesus 6:4). Pada saat kita mempersiapkan anak-anak kita untuk masuk ke taman kanak-kanak atau untuk suatu pernikahan, ingatlah dasar pengajaran di atas yang akan bertahan seumur hidup --JDB


AJARLAH SEORANG ANAK BAGAIMANA SEHARUSNYA IA BERTINDAK TETAPI PASTIKAN BAHWA ANDA SENDIRI SUDAH MELAKUKANNYA


* Take from Renungan Harian