Kamis, 30 April 2026

MAHKOTA YANG DIPERSEMBAHKAN

Ya Tuhan dan Allah kami, Engkau layak menerima puji-pujian dan hormat dan kuasa (Wahyu 4:11)


Suatu kali pada masa pemerintahannya, Ratu Victoria dari Inggris mendengarkan khotbah yang dibawakan oleh seorang pendeta. Khotbah itu adalah tentang kedatangan Kristus yang kedua kali. Orang-orang yang duduk di dekat tempat khusus sang ratu dapat melihat bahwa ratu berlinang air mata.

Seusai kebaktian, ia ingin bertemu dengan pendeta itu seorang diri. Ketika melihat perasaan sang ratu yang begitu mendalam, sang pendeta lalu menanyakan alasan sang ratu begitu terharu. Ratu menjawab, "Karena khotbah Anda tentang kedatangan kembali Sang Raja dunia yang tak bercela itu, saya berharap saya masih hidup ketika Dia datang kembali sehingga saya dapat meletakkan mahkota saya di kaki-Nya!"

Ada upah yang besar untuk pelayanan yang setia, yang melibatkan tindakan dan motif kita. Upah-upah ini, yang disebut sebagai "mahkota" dalam Perjanjian Baru, akan didapat oleh mereka yang telah menerima hadiah kehidupan kekal.

Mungkin Anda akan berkata, "Saya tidak mengharapkan upah atas apa pun yang saya lakukan untuk Kristus." Sudahkah Anda merenungkan apa yang dapat Anda lakukan dengan mahkota apa pun yang Anda terima hari itu? Tidak akan ada tempat memajang piala di surga; tidak akan ada sorak kemenangan terhadap prestasi duniawi. Para pendosa yang telah ditebus akan mendapatkan sukacita yang luar biasa karena dapat melemparkan mahkota mereka di hadapan takhta-Nya sembari berkata, "Ya Tuhan dan Allah kami, Engkau layak menerima puji-pujian dan hormat dan kuasa" (Wahyu 4:11) --PRV


MAHKOTA SURGAWI BUKAN UNTUK DISIMPAN MELAINKAN UNTUK DIPERSEMBAHKAN DI KAKI KRISTUS

* Take from Renungan Harian 

Rabu, 29 April 2026

PENGALAMAN YANG HILANG

Bangkitkanlah kembali padaku kegirangan karena selamat yang dari pada-Mu (Mazmur 51:14)


Seorang pendeta di Los Angeles mengunjungi seorang pria dan menanyakan apakah ia seorang kristiani. "Oh, ya. Saya adalah anggota sebuah gereja di Ohio," katanya, "dan pada saat saya meminta surat keanggotaan gereja sebelum datang ke sini, saya duduk dan menuliskan pengalaman kristiani saya di atas sehelai kertas. Saya telah menyimpan kedua surat tersebut di dalam sebuah kotak kecil. Saya akan menunjukkannya kepada Anda."

Ketika ia mengeluarkan kotak itu, ternyata seekor tikus telah menggerogoti kotak itu dan menghancurkan surat-surat yang ada di dalamnya. Ia berkata kepada sang pendeta, "Saya telah kehilangan pengalaman kristiani dan surat gereja saya."

Jika hanya kedua dokumen itu yang hilang, kehilangan itu tidaklah besar. Banyak orang menanam "saham" yang besar di dalam sertifikat baptisan atau surat keterangan gereja, namun mereka tidak mengalami karya anugerah sejati di dalam hati. Hanya iman di dalam Sang Juruselamatlah yang akan memberikan keselamatan.

Orang-orang kristiani sejati juga dapat belajar dari cerita ini. "Pengalaman" mereka yang dulu penting mungkin telah "disimpan di dalam kotak" dan dibiarkan membusuk. Mereka telah gagal untuk menjaganya tetap segar dan hidup, melalui persekutuan setiap hari dengan Tuhan melalui doa dan pemahaman Alkitab.

Jika hal ini menggambarkan diri Anda, berserulah bersama Daud, "Bangkitkanlah kembali padaku kegirangan karena selamat yang dari pada-Mu" (Mazmur 51:14) —PRVG


IMAN DI DALAM PENGAKUAN IMAN RASULI DAPAT MENJADI BUSUK TETAPI IMAN DI DALAM KRISTUS DAPAT TETAP SEGAR SETIAP HARI

* Take from Renungan Harian