Minggu, 02 Agustus 2026

BERHATI-HATILAH!

Waspadalah, supaya kamu jangan disesatkan (Lukas 21:8)


Seorang kenalan saya "ditipu" oleh seorang wiraniaga yang pandai bicara yang singgah di tempat usahanya. Orang itu memperlihatkan sejumlah permata menarik yang menurutnya telah dibelinya dengan potongan harga yang sangat besar. Ia terutama merasa bangga akan beberapa arloji yang tampaknya sangat mahal, dengan merek terkenal tertempel pada lempeng arlojinya.

Teman saya merasa terkesan dan membeli beberapa arloji. Namun ketika wiraniaga itu telah pergi, ia memeriksa "hasil penawarannya" dengan lebih teliti. Ia terkejut mendapati bahwa merek dagangnya sama sekali bukan dari merek yang terkenal. Dua huruf dalam nama itu berbeda, namun cetakannya sedemikian kecil sehingga ia tidak memperhatikan hal itu sebelumnya. Tali arloji tersebut juga bukan kulit asli melainkan "kadal asli", dan pada bagian belakang kotaknya terdapat tulisan yang menandakan bahwa jam itu terbuat dari bahan berkualitas rendah.

Kejadian itu mengingatkan saya akan apa yang dikatakan oleh Sang Juruselamat dalam Lukas 21:8, "Waspadalah, supaya kamu jangan disesatkan." Bahkan sama seperti sebagian orang dalam dunia bisnis yang dengan pandai telah menyesatkan fakta-fakta dan menjadikan pelanggan-pelanggan mereka sebagai korban, ada juga guru-guru palsu di dalam gereja-gereja yang memutarbalikkan kebenaran. Meskipun mereka menggunakan istilah alkitabiah dan tampak ortodoks! Namun, berhati-hatilah! Mereka adalah iblis yang akan menyesatkan Anda. Milikilah landasan yang teguh akan firman Allah, maka Anda tidak akan "ditipu" oleh muslihat mereka --Richard De Haan

SELIDIKILAH SEMUA PENGAJARAN DI DALAM TERANG FIRMAN ALLAH 

* Take From Renungan Harian

Sabtu, 01 Agustus 2026

LISTRIK YANG PADAM

Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih, dan ketertiban (2 Timotius 1:7)

Kesunyian membangunkan saya pada pukul 5.30 di suatu pagi. Tidak ada deru sepoi-sepoi baling-baling kipas angin, tidak ada dengungan lemari es yang menenangkan di lantai bawah. Sekilas pandangan ke luar jendela mempertegas bahwa listrik yang padam telah membuat semua orang di lingkungan kami tidak nyaman tepat ketika mereka bersiap-siap untuk berangkat bekerja.

Saya sadar jam alarm tidak akan berbunyi, dan tidak akan ada berita televisi. Mesin pembuat kopi, pemanggang roti, pengering rambut, dan banyak telepon tidak dapat digunakan. Memulai hari tanpa listrik sebenarnya hanya sekadar ketidaknyamanan dan gangguan rutinitas, tetapi jadi terasa bagaikan bencana.

Kemudian saya sadar betapa seringnya saya terburu-buru memasuki hari tanpa kekuatan rohani. Saya menggunakan lebih banyak waktu untuk membaca surat kabar daripada Alkitab. Mendengarkan Roh digantikan dengan mendengarkan siaran radio. Saya menghadapi orang-orang dan situasi sulit dengan roh ketakutan, bukannya dalam roh “kekuatan, kasih, dan ketertiban” yang telah Allah berikan bagi kita (2 Timotius 1:7). Pastilah saya kelihatan tidak rapi secara rohani, seperti orang yang berpakaian dan berdandan dalam gelap.

Peristiwa listrik yang padam itu hanya sebentar, tetapi pelajarannya tetap tinggal, yaitu mengingatkan saya akan kebutuhan saya untuk memulai hari dengan mencari Tuhan. Kekuatan-Nya bukan demi kesuksesan atau kesejahteraan saya, melainkan supaya saya dapat memuliakan Kristus dengan tinggal di dalam kuasa-Nya --David McCasland


ROH MANUSIA AKAN MEMBUAT KITA GAGAL APABILA ROH KUDUS TIDAK MENGISI KITA

* Take from Renungan Harian