Kuatkan dan teguhkanlah hatimu...sebab TUHAN, Allahmu, menyertai engkau, ke mana pun engkau pergi (Yosua 1:9)
Ketika Perang Dunia II berkobar, saya berada di Inggris dan bekerja sebagai seorang teknisi pembedahan di sebuah rumah sakit tentara. Saat itulah saya mendengar berita radio yang mengejutkan semua orang: "Franklin Delano Roosevelt telah wafat!" Saya merasa sedih dan terguncang. Apakah wakil presiden Harry Truman mampu untuk menjadi seorang presiden?
Lega rasanya ketika saya mendengar sang wapres berkata bahwa ia merasa seakan-akan kejatuhan beban yang sangat berat di pundaknya, dan ia meminta agar seluruh masyarakat berdoa baginya. Ucapan sang wapres ini meyakinkan saya bahwa ia dengan rendah hati mengakui keterbatasan dan perlunya pertolongan Allah.
Tidak banyak dari kita yang beruntung menempati posisi kepemimpinan dengan tugas sebesar itu, namun umumnya kita semua pernah mengalami perasaan tak berdaya saat menghadapi tanggung jawab yang besar. Tanggung jawab itu dapat berupa pekerjaan baru, mendapat promosi di tempat kerja, memilih pasangan hidup, menjadi orang tua, ataupun menyanggupi pelayanan baru di Sekolah Minggu atau gereja.
Tatkala kita dihadapkan pada suatu tantangan baru, kita dapat membangun keberanian berdasarkan firman Tuhan kepada Yosua (Yosua 1:9). Kita dapat menerima kesempatan itu sebagai sesuatu yang diberikan Allah dan percaya bahwa Dia berkenan memberikan segala sesuatu yang kita butuhkan. Bila kita merenungkan firmanNya, mematuhi dan berdoa mengandalkan Tuhan, serta bekerja dengan rajin, maka Dia akan memampukan kita melakukan semua itu. Dia akan melengkapi kita dalam bertugas -- HVL
* Take from Renungan Harian