Selasa, 14 Juli 2026

DARI TERBENAM HINGGA TERBIT

Sama seperti manusia ditetapkan untuk mati hanya untuk satu kali saja ... demikian pula Kristus hanya satu kali saja mengurbankan diri-Nya untuk menanggung dosa banyak orang (Ibrani 9:27,28)


Kariel sedang dalam perjalanan pulang dari acara anak-anak di gereja dengan teman-teman yang juga tetangganya. Sambil mengagumi matahari terbenam, ia berkata pada Gini, sang pengemudi, Matahari yang terbenam itu indah sekali, seperti surga! Lalu Gini bertanya, Kamu tahu cara masuk surga? Kariel, yang baru berumur 5 tahun, menjawab dengan yakin, Anda harus memiliki Yesus sebagai Juruselamatdan aku memiliki-Nya! Kemudian ia mulai bertanya kepada teman-temannya di dalam mobil itu, apakah mereka juga mengenal Yesus.

Pada sore yang sama, Chantel, kakak perempuan Kariel yang berusia 13 tahun sedang berada di gereja lain, ketika seseorang bertanya apakah ia mengenal Yesus sebagai Juruselamat. Ia berkata bahwa ia mengenal-Nya sebagai Juruselamat.

Pada dini hari berikutnya, api yang berkobar melalap habis rumah Kariel dan Chantel, dan keduanya meninggal secara mengenaskan. Saat matahari terbit, mereka sudah berada di surga bersama Yesus.

Tak ada yang tahu akan hari esok. Pertanyaan yang sangat penting adalah: Sudahkah kita mengakui kebutuhan kita akan pengampunan Allah atas dosa kita dan memercayai Yesus sebagai Juruselamat? (Roma 3:23; Yohanes 1:12). Dosa telah memisahkan kita dari Allah dan kita seharusnya dihakimi, namun Yesus memberikan hidup-Nya untuk menggantikan kita (Ibrani 9:27,28).

Pastikan Anda telah memiliki keyakinan seperti Chantel dan Kariel. Kemudian, ketika Anda meninggal nanti, Anda akan bersama dengan Yesus AMC


TERBENAMNYA MATAHARI DI SUATU NEGERI
BERARTI TERBITNYA MATAHARI DI NEGERI YANG LAIN

* Take from Renungan Harian

Senin, 13 Juli 2026

JANGAN MENOLEH KE BELAKANG

Setiap orang yang siap untuk membajak tetapi menoleh ke belakang, tidak layak untuk Kerajaan Allah (Lukas 9:62)



Ketika saya masih kecil dan tinggal di daerah pertanian, Ayah berkata kepada saya, Kamu tidak akan dapat membajak dengan lurus apabila kamu menoleh ke belakang. Anda dapat menguji hal ini dengan menoleh ke belakang pada saat Anda berjalan di atas salju atau pasir pantai. Jejak kaki Anda tidak akan lurus.

Seorang petani yang baik tidak akan menoleh ke belakang pada saat ia membajak lahannya. Yesus mempergunakan persamaan ini untuk mengajar kita bahwa jika kita ingin menjadi murid-Nya, kita harus benar-benar memutuskan hubungan dengan semua kelekatan yang menghalangi hubungan kita dengan-Nya.

Kesetiaan yang total kepada Allah merupakan suatu prinsip yang berakar pada Perjanjian Lama. Bangsa Israel, setelah dimerdekakan dari perbudakan dan dipelihara dengan cara yang adikodrati, justru menoleh ke belakang dan merindukan hari-hari ketika mereka dapat menikmati ikan, mentimun, semangka, bawang prei, bawang merah, dan bawang putih di Mesir (Bilangan 11:5,6). Hal itu sangat tidak menyenangkan bagi Allah, dan Dia menghakimi umat-Nya. Mereka menoleh ke belakang, dan hal itu menunjukkan bahwa mereka tidak cukup berkomitmen dengan-Nya.

Kini, orang-orang yang tetap melekatkan diri pada dosa-dosa lama dan kesenangan duniawi yang mereka nikmati sebelum menjadi orang kristiani, tidak akan dapat menjadi murid Yesus Kristus yang setia. Kita harus memutuskan hubungan dengan dosa-dosa masa lalu.

Pemuridan artinya adalah kita tidak lagi menoleh ke belakang HVL


DALAM KAMUS PEMURIDAN ANDA TIDAK AKAN MENEMUKAN KATA MUNDUR

* Take from Renungan Harian