Minggu, 28 Juni 2026

"SAYA TAHU CARANYA"

Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku (Yohanes 14:6)



Dwight Slater, seorang pensiunan dokter misi, bercerita bahwa saat melayani di Afrika ia telah melatih seorang yang pandai namun tidak pernah mengenyam pendidikan formal, untuk menjadi asisten bedah. Namanya Kolo. Orang itu mampu belajar dengan cepat hingga ia segera dapat melakukan pembedahan.

Suatu saat sebuah tim dokter dari Amerika Serikat berada di Afrika guna memberikan bantuan selama beberapa waktu. Namun tatkala mereka harus melakukan pembedahan dengan kondisi yang jarang mereka temui di Amerika Serikat namun umum dijumpai di Afrika, mereka menjadi tidak yakin dengan apa yang harus dilakukan. Sebaliknya, Kolo langsung mengambil alat-alat bedah, memotong lapisan urat daging dan persendian tulang, lalu menyelesaikan pembedahan itu dengan baik.

Tatkala para dokter yang keheranan itu menanyakan prosedur pembedahan yang rumit tersebut, dengan sederhana Kolo menjawab, "Saya tidak tahu istilah-istilahnya; saya hanya tahu caranya."

Banyak orang Kristen mungkin tidak dapat mendefinisikan istilah-istilah teologi seperti penebusan, kebenaran, dan kedamaian, tetapi mereka tetap dapat menjadi saksi-saksi Kristus yang efektif karena mereka mengenal Yesus, satu-satunya jalan menuju Bapa (Yohanes 14:6). Orang-orang yang tidak percaya hanya membutuhkan penjelasan yang sederhana, yakni bahwa Yesus mati karena dosa-dosa mereka dan bahwa mereka wajib menerima Dia dengan iman.

Anda tak perlu takut menjadi saksi Kristus. Jika Anda sudah tahu caranya, Anda pasti dapat menunjukkan jalan keselamatan itu kepada orang lain-yakni melalui Yesus Kristus! --DCE


HANYA ADA SATU JALAN MENUJU SURGA-YAKNI MELALUI YESUS KRISTUS

* Take from Renungan Harian

Sabtu, 27 Juni 2026

KEBENARAN DAN KELEMBUTAN

Aku akan menyayangi mereka kembali. Aku akan mengembalikan mereka (Yeremia 12:15)


Bobby merasa sangat kecewa. Ia baru saja dikeluarkan dari tim basket sekolah. Yang lebih buruk lagi, ayahnya mengetahui bahwa ia mencuri beberapa barang dari sebuah toko.

Ketika ayahnya berbicara dengan Bobby, ia membiarkan anaknya menjelaskan apa yang terjadi di sekolah dan di toko. Sang ayah dengan lembut berkata bahwa Allah dapat menggunakan kekecewaan-kekecewaan pada awalnya, seperti dikeluarkan dari tim, untuk mempersiapkan kita dalam menghadapi hal-hal yang lebih besar, yang pasti akan muncul kemudian.

Lalu dengan sungguh-sungguh ia berkata kepada anaknya bahwa ia tidak akan mentolerir pencurian barang di toko. Dengan cepat Bobby berjanji bahwa ia tak akan pernah mencuri lagi. Sekalipun merasa kasihan, sang ayah tetap meminta agar Bobby menanggung akibat dari perbuatannya, yaitu dengan mengembalikan barang curiannya kepada si pemilik toko dan mengakui perbuatannya.

Allah juga bersikap lembut terhadap anak-anak-Nya, lembut tetapi tanpa mengorbankan kebenaran. Dia berkata kepada Nabi Yeremia yang sedang kecewa bahwa dengan belajar menghadapi masalah-masalah kecil ia akan mampu mengerjakan hal-hal yang besar di kemudian hari (Yeremia 12:5). Meski Allah membiarkan bangsa yang suka memberontak itu menghadapi akibat dari dosa-dosa mereka, tetapi Dia memperlihatkan kelembutan hati-Nya dengan menyebut mereka "buah hati-Ku" (ayat 7).

Saat kita menghadapi berbagai kesulitan ataupun akibat dari dosa-dosa kita sendiri, Allah tetap menunjukkan kepada kita kebenaran dan kelembutan --HVL

KASIH ALLAH ITU TEGAS TETAPI LEMBUT

* Take from Renungan Harian