Rabu, 10 Juni 2026

ALLAH LEMBUT DAN PERKASA

[Allah] menyembuhkan orang-orang yang patah hati dan membalut luka-luka mereka; Ia menentukan jumlah bintang-bintang dan menyebut nama-nama semuanya (Mazmur 147:3,4)



Allah memang mengenal dan menghitung bintang-bintang, tetapi Dia lebih memerhatikan Anda dan saya, sekalipun kita sudah rusak oleh dosa. Dia membalut hati kita yang hancur dengan kepekaan dan kebaikan, dan Dia membawa kesembuhan bagi jiwa kita yang terdalam. Kebesaran kuasa Allah merupakan wujud dari kebesaran hati-Nya. Kekuatan-Nya adalah ukuran dari kasih-Nya. Dia adalah Allah yang lembut sekaligus Allah yang perkasa.

Sang pemazmur mengatakan bahwa Allah "menentukan jumlah bintang-bintang" dan bahkan "menyebut nama-nama semuanya" (147:4). Apakah Dia akan lebih memedulikan bintang-bintang yang hanyalah benda mati, tetapi tidak memedulikan kita, yang memiliki citra-Nya? Tentu saja tidak. Dia mengetahui pergumulan kita saat kesepian, dan Dia peduli. Dia adalah Allah yang penuh perhatian.

Allah, dalam wujud Putra-Nya Yesus, memerhatikan seluruh penderitaan kita (Ibrani 2:18). Dia memahami dan tidak menghukum atau menghakimi saat kita gagal. Dia membungkuk dan mendengarkan seruan minta tolong kita. Dia dengan lemah lembut mengoreksi kita. Dia menyembuhkan lewat waktu dan dengan keterampilan yang luar biasa.

Suatu hari nanti bintang-bintang akan jatuh dari langit. Namun bukan bintang-bintang itu yang menjadi perhatian utama Allah, melainkan Anda! Dia "berkuasa menjaga supaya jangan kamu tersandung dan yang membawa kamu dengan tak bernoda dan penuh kegembiraan di hadapan kemuliaan-Nya" (Yudas 1:24). Dan Dia akan melakukannya! --DHR


KARENA ALLAH MEMEDULIKAN KITA KITA DAPAT MENINGGALKAN KEKHAWATIRAN KITA BERSAMA-NYA

* Take from Renungan Harian 

Selasa, 09 Juni 2026

TEKANAN DAN PRIORITAS

Carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya (Matius 6:33)


Saat berkunjung ke kantor seorang teman, saya melihat bahwa keranjang dokumen Masuk-Keluar yang biasa dipakai, kini telah diganti dengan rak bertingkat lima yang diberi label: Kritis, Mendesak, Penting, Kurang Penting, Jangka Panjang. Rak-rak dokumen itu mengingatkan bahwa jika saya tidak memakai cara pandang Allah setiap hari, maka tekanan selalu akan menentukan prioritas saya.

Yohanes 11:1-7 mengingatkan bahwa prioritas Allah itu berbeda dengan prioritas kita. Perhatikanlah rantai peristiwa ini: Lazarus sakit. Maka kedua saudara perempuannya, Maria dan Marta, menyuruh orang untuk memberi tahu Yesus. Lalu kita melihat dua pernyataan yang tampaknya bertentangan: "Yesus memang mengasihi Marta dan saudaranya dan Lazarus. Namun setelah didengar-Nya, bahwa Lazarus sakit, Ia sengaja tinggal dua hari lagi di tempat, di mana Ia berada" (ayat 5,6).

Ada seorang lelaki yang sedang menjemput ajal, dan ada Tuhan yang menunda. Prioritas Yesus tidak ditentukan oleh tekanan, namun ditentukan oleh persekutuan yang sempurna dengan Bapa surgawi-Nya.

"Tapi saya bukan Yesus," demikian kita berkata dengan cepat. "Saya harus bergerak cepat dan tidak punya waktu." Tetapi Kristus memanggil kita untuk berkonsultasi dengan-Nya di dalam setiap hal yang mendesak dan darurat, untuk mendengarkan petunjuk-Nya yang bijaksana, serta untuk menyediakan waktu bagi hal-hal yang benar-benar penting.

Prioritas apakah yang perlu kita perhatikan pada hari ini? --DCM


FOKUS PADA KRISTUS MENEMPATKAN HAL-HAL LAIN DI DALAM SUDUT PANDANG YANG BENAR

* Take from Renungan Singaraja