Kamis, 05 Maret 2026

MENGINGAT SALIB

Aku telah memutuskan untuk tidak mengetahui apa-apa di antara kamu selain Yesus Kristus, yaitu Dia yang disalibkan (1Korintus 2:2)



Tiang-tiang telepon memainkan peranan penting di negara-negara maju. Tiang-tiang itu mendukung sistem komunikasi yang memungkinkan orang untuk "menjangkau dan menyentuh" orang lain yang berada di seluruh pelosok bumi. Dalam banyak komunitas, tiang telepon memiliki jaringan listrik yang memungkinkan orang menghidupkan lampu dan alat-alat listrik lainnya.

Renungkanlah tentang tiang-tiang telepon yang banyak berjajar di sepanjang jalan. Bagaimanakah bentuknya? Seperti salib, bukan?

Tatkala memandang tiang-tiang telepon di depan rumah, saya diingatkan pada salib tua Kristus yang kasar dan berat. Renungkanlah tentang jalur komunikasi yang terjadi karena adanya salib dan kekuatan yang ada di dalam salib. Karena salib itu, Allah mendengarkan doa-doa orang percaya di muka bumi ini. Dan karena Yesus telah menumpahkan darah-Nya di atas salib itu untuk umat manusia yang terhilang, maka orang-orang percaya di dalam Kristus mempunyai kerinduan yang dalam untuk "menjangkau dan menyentuh" orang lain dengan berita injil.

Bagi Rasul Paulus, salib Kristus adalah segalanya. Ia menyampaikan suatu pesan yang sangat penting ketika menulis surat kepada jemaat di Korintus, yakni tentang "Yesus Kristus, yaitu Dia yang disalibkan." Kalvari merupakan sumber jaringan komunikasi dan dasar kekuatan Paulus.

Lain kali jika Anda melihat tiang telepon, renungkanlah tentang salib Kristus dan seberapa besar maknanya bagi Anda -MRD II


TAK ADA HAL LAIN YANG BERBICARA LEBIH JELAS
MENGENAI KASIH ALLAH SELAIN SALIB KRISTUS

* Take from Renungan Harian

Rabu, 04 Maret 2026

GRAFITI

Walaupun seorang berlimpah-limpah hartanya, hidupnya tidaklah tergantung dari pada kekayaannya itu (Lukas 12:15)



Pendeta dan penginjil E.V. Hill pulang ke rumah Tuhan dan Juruselamatnya pada tanggal 25 Februari 2003. Sebagai pembicara konferensi, ia sangat digemari banyak orang. Tidak banyak orang yang memperoleh perhatian dan penghormatan dari berbagai kalangan masyarakat seperti dirinya.

Bertahun-tahun yang lalu, Pendeta Hill diundang untuk berbicara di sebuah gereja, di pinggiran sebuah kota besar di Amerika Serikat bagian selatan. Pada pembukaan khotbahnya, Pendeta Hill mengomentari perbedaan antara daerah pinggiran yang kaya tersebut dengan daerah perkotaan miskin tempat ia melayani. "Saya tahu apa yang kurang," katanya. "Di sini tak ada grafiti sama sekali. Saya bersedia dengan sukarela membuatkannya bagi kalian. Saya akan mengambil seember cat dan berjalan mengelilingi kawasan kalian. Lalu saya akan menuliskan satu kata ini di atas rumah jutaan dolar dan mobil mahal buatan Eropa milik kalian: sementara. Hanya satu kata itu: sementara. Tak satu pun dari semua kekayaan itu bersifat kekal."

Kita menikmati dan mengurusi harta kita, dan memang seharusnya demikian. Namun, Yesus mengatakan bahwa kita tidak boleh dikuasai oleh harta kita, karena semua itu tidak akan dapat dibawa ke dalam kekekalan (Lukas 12:15-21). Rumah hanyalah sebuah kotak tempat berlindung dari hujan dan panas; mobil hanyalah sebuah alat untuk membawa kita dari satu tempat ke tempat yang lain. Karena kita tidak dapat membawanya saat kita meninggal dunia, sebaiknya kita melihat semuanya itu sebagaimana dilihat oleh E. V. Hill melihatnya: sementara --Dave Egner


UKURAN SESUNGGUHNYA DARI KEKAYAAN KITA ADALAH APA YANG AKAN KITA MILIKI DALAM KEKEKALAN

* Take from Renungan Harian