Kamis, 15 Oktober 2026

BERDOA DAN BEKERJA

Di waktu petang, pagi dan tengah hari aku cemas dan menangis; dan Ia mendengar suaraku (Mazmur 55:18)


Saat mengendarai mobil melalui sebuah kota kecil di Pennsylvania, saya membaca tulisan ini pada papan sebuah gereja:

BERDOALAH SUPAYA PANEN BERHASIL,
TETAPI TETAPLAH MENCANGKUL

Tulisan ini mengingatkan saya pada kata-kata Yesus dalam Matius 9. Sebelum menyuruh murid-murid-Nya berdoa untuk meminta pekerja-pekerja, Dia mengingatkan mereka bahwa tuaian besar telah menunggu, tetapi pekerja sedikit (ayat 37,38).

Terkadang kita lupa bahwa Allah menginginkan kita menjadi bagian dari jawaban atas doa-doa kita. Kita mengharap Dia melakukan segalanya, dan kita tinggal duduk tanpa melakukan apa-apa.

Kita meminta Dia memberkati pelayanan gereja kita, tetapi kita selalu menghindar bila diminta untuk melayani. Kita selalu memohon agar orang-orang yang kita cintai diselamatkan, tetapi kita tidak pernah bersaksi kepada mereka. Kita mendoakan orang-orang yang mengalami kesulitan keuangan yang berat, tetapi kita tidak mau memberikan apa yang kita miliki untuk membantu mereka. Kita meminta Tuhan menghibur serta menyemangati orang-orang yang mengurung diri dan kesepian, tetapi kita tidak pernah pergi mengunjungi mereka atau mengirim surat-surat yang dapat menyemangati mereka.

Ya, Allah menginginkan kita membawa segala permohonan kita kepada-Nya, tetapi sering kali Dia ingin agar kita juga mengusahakan apa yang kita doakan. Bekerja sering kali berjalan seiring dengan doa --Richard De Haan


BERDOALAH SEOLAH-OLAH SEMUA BERGANTUNG KEPADA ALLAH
BEKERJALAH SEOLAH-OLAH SEMUA BERGANTUNG KEPADA ANDA

* Take from Renungan Harian

Rabu, 14 Oktober 2026

ORANG BIASA

Berhati-hatilah, supaya jangan engkau melupakan hal-hal yang dilihat oleh matamu sendiri itu.... Beri tahukanlah kepada anak-anakmu (Ulangan 4:9)


David Isay, seorang produser radio, mengatakan bahwa di dalam budaya yang penuh dengan cerita selebriti, kita perlu mendengar suara rekaman orang-orang biasa, karena kehidupan dan peranan mereka tidak kalah pentingnya. Isay merupakan pencetus Story Corps, yakni "sebuah proyek nasional untuk mengajari dan mengilhami orang-orang untuk saling merekam cerita mereka secara bersuara".

Itu merupakan sebuah konsep yang luar biasa, khususnya bagi orang-orang kristiani. Pikirkanlah bahwa hal itu akan sangat berguna bagi anak cucu Anda. Mereka dapat mendengar dan melihat Anda membagikan kisah kehidupan Anda. Anda dapat menjelaskan tentang orang-orang dan peristiwa yang membentuk Anda, juga apa arti Kristus bagi Anda.

Tepat sebelum orang-orang pilihan Allah memasuki Tanah Perjanjian, Musa berkata demikian kepada mereka, "Tetapi waspadalah dan berhati-hatilah, supaya jangan engkau melupakan hal-hal yang dilihat oleh matamu sendiri itu, dan supaya jangan semuanya itu hilang dari ingatanmu seumur hidupmu. Beri tahukanlah kepada anak-anakmu dan kepada cucu cicitmu semuanya itu" (Ulangan 4:9).

Kita pun masih mempunyai tanggung jawab yang sama untuk berkomunikasi dengan bertatap muka. Namun, kita memiliki kesempatan yang luar biasa untuk meninggalkan pesan bagi generasi yang akan datang. Mulailah merekam cerita Anda sendiri yang penting dan unik. Atau Anda dapat membantu seorang teman atau keluarga Anda untuk merekam cerita mereka. Ada nilai yang besar di dalam cerita orang-orang biasa yang mengenal dan mengasihi Tuhan --David McCasland


HIDUP YANG DISERAHKAN KEPADA ALLAH MENINGGALKAN WARISAN YANG KEKAL

* Take from Renungan Harian