Jumat, 13 Maret 2026

CARA KERJA ALLAH

Bapamu yang di sorga, yang menerbitkan matahari bagi orang yang jahat dan orang yang baik (Matius 5:45)


Tagihan yang harus saya bayar adalah $4,40. Dari semua uang yang ada di saku saya, ternyata masih kurang 40 sen. Seorang pria yang berdiri di dekat saya segera menyodorkan uang 40 sen. "Ini," ujarnya, "dan Allah memberkatimu!" Kemurahan hatinya membuat saya tercengang. Sebelum ia pergi, saya mengucapkan terima kasih sekali lagi. "Itulah yang harus kita lakukan agar kehidupan di dunia ini terus berlangsung," tuturnya.

Kebaikan hati pria itu mengingatkan saya akan kasih karunia Allah yang dicurahkan pada dunia yang penuh dosa ini. Kehidupan dunia ini dapat berlangsung karena kemurahan hati Allah yang tak bersyarat. Izinkan saya menjelaskan hal ini.

Yesus bersabda bahwa Bapa Surgawi memberikan matahari sebagai sumber kehangatan, terang dan semua manfaat yang memberi kehidupan kepada semua--orang yang baik maupun jahat (Matius 5:45). Bayangkan apa yang terjadi jika kita hidup tanpa matahari satu hari saja. Namun, lebih dari itu adalah kasih Allah yang tak terhingga dengan memberikan pengampunan dan kehidupan kekal melalui kematian Yesus di kayu salib untuk menebus dosa-dosa kita.

Alangkah tidak berterimakasihnya saya kepada orang yang memberi uang 40 sen itu jika saya mengabaikannya atau menolak pemberiannya! Namun, demikianlah seringkali sikap kita kepada Allah. Dan bagaimana tanggapan-Nya? Dia tetap mencurahkan anugerah-Nya dan menawarkan pengampunan bagi semua orang.

Mari kita bersyukur kepada Allah setiap hari atas kemurahan-Nya, dan membantu sesama agar mereka tahu hanya oleh Allah kehidupan di dunia ini dapat terus berlangsung --DJD


ORANG BODOH MENGHINDARI ANUGERAH AGAR DAPAT HIDUP SETURUT KEHENDAK ALLAH--ORANG BIJAK MEMPERCAYAI ANUGERAH DAN HIDUP SETURUT KEHENDAK ALLAH

* Take from Renungan Harian 

Kamis, 12 Maret 2026

MAKIN BIJAKSANA

Maka berikanlah kepada hamba-Mu ini hati yang faham menimbang perkara (1 Raja-raja 3:9)


Salomo adalah pemuda yang diserahi tanggung jawab untuk memerintah kerajaan terkaya di Timur Dekat pada zaman dahulu. Wilayah Israel waktu itu cukup luas, dari Sungai Efrat sampai perbatasan Mesir. Menyadari tanggung jawabnya yang besar, Salomo tahu ia butuh pertolongan. Jadi ketika Allah bertanya apa yang ia inginkan, Salomo tidak meminta kesehatan atau kekayaan, tetapi hikmat. Permintaannya ini menyenangkan hati Tuhan.

Berfirmanlah Allah: "Oleh karena engkau telah meminta hal yang demikian. maka sesungguhnya Aku melakukan sesuai dengan permintaanmu itu, sesungguhnya Aku memberikan kepadamu hati yang penuh hikmat dan pengertian, sehingga sebelum engkau tidak ada seorang pun seperti engkau, dan sesudah engkau takkan bangkit seorang pun seperti engkau" (ayat 11,12).

Terjemahan kata "pengertian" dalam permohonan Salomo (ayat 9) sebenarnya berarti "mendengarkan." Allah memberi Salomo hati yang dapat mendengarkan sehingga ia dapat menghakimi bangsanya dan "membedakan antara yang baik dan yang jahat."

Para pria dan wanita yang bijaksana juga mendengarkan suara Allah melalui Alkitab-Nya. Tentu saja mereka juga membaca buku-buku lain, tetapi mereka menyaring semua itu dengan kebenaran firman Allah. Tak ada hikmat yang lebih besar daripadanya.

Jika Anda mau, mintalah hikmat kepada Allah. Yakobus berkata: "Apabila di antara kamu ada yang kekurangan hikmat, hendaklah ia memintakannya kepada Allah, -- yang memberikan kepada semua orang dengan murah hati dan dengan tidak membangkit-bangkit, maka hal itu akan diberikan kepadanya" (Yakobus 1:5) -DHR


ALLAH MEMBUKA PINTU HIKMAT-NYA BAGI MEREKA YANG MEMBUKA ALKITAB MEREKA

* Take from Renungan Harian