Senin, 03 Agustus 2026

SEMUA ORANG TELAH BERDOSA

Mereka semua telah menyeleweng, semuanya telah bejat; tidak ada yang berbuat baik, seorang pun tidak (Mazmur 14:3)


Saya membaca kisah tentang seorang wanita yang berada di ambang kematian, yang telah menjalani kehidupan dengan baik dan bermoral, tanpa pernah merasa membutuhkan Juruselamat. Namun ketika seorang pendeta menawarkan diri untuk datang dan berbicara dengannya, wanita tersebut mengizinkannya berkunjung. Pendeta itu menjelaskan bahwa jalan keselamatan hanyalah oleh kasih karunia melalui iman kepada Kristus. Setelah menekankan bahwa Yesus telah mati bagi dosa semua orang, termasuk dirinya, sang pendeta mendesak wanita itu untuk mempercayai sang Juruselamat.

Lalu wanita itu menjawab, "Maksud Anda, jika ingin diselamatkan maka saya harus datang kepada Allah dan berkata bahwa hidup begitu kotor saya seperti orang lain, juga seperti orang yang paling jahat?" "Ya," jawab si pendeta, "hanya itu satu-satunya jalan." Wanita itu berpikir sejenak dan menjawab, "Kalau begitu, saya tidak mau!"

Kesombongan dan ketidakrelaannya untuk datang kepada Kristus sebagai orang berdosa membuat ia harus menghadapi penghakiman Allah. Ia lupa menyadari bahwa orang yang "baik" sekalipun tidak layak berdiri di hadapan Allah yang kudus.

Kita semua membutuhkan Juruselamat yang dapat membebaskan kita dari segala dosa. Kita harus mengakui segala kesalahan kita dengan rendah hati, mengakui bahwa kita tidak dapat menyelamatkan diri sendiri, dan melalui iman menerima anugerah kehidupan kekal yang telah Allah sediakan dengan cuma-cuma bagi kita. Dengan murah hati Tuhan telah menawarkan keselamatan kepada semua orang--karena kita semua adalah orang berdosa! --RWD


HANYA DENGAN MENGAKUI SEGALA KESALAHAN KITA MAKA KITA DAPAT MENERIMA KASIH KARUNIA ALLAH

* Take from Renungan Harian 

Minggu, 02 Agustus 2026

BERHATI-HATILAH!

Waspadalah, supaya kamu jangan disesatkan (Lukas 21:8)


Seorang kenalan saya "ditipu" oleh seorang wiraniaga yang pandai bicara yang singgah di tempat usahanya. Orang itu memperlihatkan sejumlah permata menarik yang menurutnya telah dibelinya dengan potongan harga yang sangat besar. Ia terutama merasa bangga akan beberapa arloji yang tampaknya sangat mahal, dengan merek terkenal tertempel pada lempeng arlojinya.

Teman saya merasa terkesan dan membeli beberapa arloji. Namun ketika wiraniaga itu telah pergi, ia memeriksa "hasil penawarannya" dengan lebih teliti. Ia terkejut mendapati bahwa merek dagangnya sama sekali bukan dari merek yang terkenal. Dua huruf dalam nama itu berbeda, namun cetakannya sedemikian kecil sehingga ia tidak memperhatikan hal itu sebelumnya. Tali arloji tersebut juga bukan kulit asli melainkan "kadal asli", dan pada bagian belakang kotaknya terdapat tulisan yang menandakan bahwa jam itu terbuat dari bahan berkualitas rendah.

Kejadian itu mengingatkan saya akan apa yang dikatakan oleh Sang Juruselamat dalam Lukas 21:8, "Waspadalah, supaya kamu jangan disesatkan." Bahkan sama seperti sebagian orang dalam dunia bisnis yang dengan pandai telah menyesatkan fakta-fakta dan menjadikan pelanggan-pelanggan mereka sebagai korban, ada juga guru-guru palsu di dalam gereja-gereja yang memutarbalikkan kebenaran. Meskipun mereka menggunakan istilah alkitabiah dan tampak ortodoks! Namun, berhati-hatilah! Mereka adalah iblis yang akan menyesatkan Anda. Milikilah landasan yang teguh akan firman Allah, maka Anda tidak akan "ditipu" oleh muslihat mereka --Richard De Haan

SELIDIKILAH SEMUA PENGAJARAN DI DALAM TERANG FIRMAN ALLAH 

* Take From Renungan Harian