Jumat, 21 Agustus 2026

JALAN KEYAKINAN

Hidup kami ini adalah hidup karena percaya, bukan karena melihat (2Korintus 5:7)

"The Walk of Faith" adalah panggung terbuka yang terbuat dari kaca tembus pandang di atas puncak menara setinggi 117 meter di Blackpool, Inggris. Panggung ini dibuat agar orang-orang dapat membayangkan bagaimana berjalan di udara. Sebuah foto yang diabadikan fotografer Associated Press memperlihatkan seorang wanita yang berdiri di ujung panggung transparan itu dengan tangan mengepal di depan wajahnya. Ia mencoba memberanikan diri untuk melangkah. Meski sudah diberitahu bahwa panggung itu aman, ia tetap takut.

Terkadang kita juga merasakan hal yang sama. Suatu masalah kesehatan yang serius dapat membuat kita mempertanyakan kuasa dan kehadiran Allah.

Namun sungguh menguatkan bila kita menyimak perkataan Paulus yang terkenal ini "Hidup kami ini adalah hidup karena percaya, bukan karena melihat" (2Korintus 5:7), yang muncul tatkala sedang berbicara tentang "beralih dari tubuh ini untuk menetap pada Tuhan" (ayat 8). Ia menggunakan gaya bahasa metafora, dengan menyebut tubuh kita sebagai tempat kediaman duniawi yang akan binasa. Namun ia juga berkata bahwa kita memiliki tempat kediaman surgawi yang dibangun oleh Allah. Ia berbicara tentang keluh kesah dan kelemahan yang kita alami secara duniawi dan kerinduan kita akan rumah kediaman surgawi. Akhirnya, ia menyimpulkan bahwa bagaimana pun keadaan yang kita hadapi, biarlah kehidupan kita baik di dunia maupun di surga menyenangkan hati Tuhan.

Hidup dengan iman dapat terasa menantang dan terkadang menakutkan. Namun karena Allah Mahakuasa dan Mahahadir, maka kita dapat melangkah dengan penuh keyakinan hari ini --DCM


LEBIH BAIK BERJALAN BERSAMA TUHAN DENGAN IMAN
DARIPADA BERJALAN SEORANG DIRI DENGAN PENGLIHATAN SEMATA

* Take from Renungsn Harian

Kamis, 20 Agustus 2026

DIBAYAR LUNAS!

[Yesus telah] menghapuskan surat hutang, yang oleh ketentuan-ketentuan hukum mendakwa dan mengancam kita (Kolose 2:14)


Sebuah artikel koran memuat berita tentang seorang pengusaha dari Utah yang bangkrut dengan hutang sebesar 613 miliar dollar. Luar biasa! Lebih parah lagi, pria tersebut mengatakan bahwa aset yang dimilikinya hanya bernilai sebesar 7.310 dollar. Dengan kata lain, jika seluruh hutangnya harus dibayarkan, si pemberi kredit hanya akan menerima kurang lebih satu per satu juta dari tiap sen yang dipinjamkan. Ia menghadapi jalan buntu untuk dapat membayar hutang-hutangnya.

Terkadang saya merasa kehidupan saya bersama Allah juga demikian. Lalu, mengapa saya masih berpikir bahwa saya harus berusaha keras untuk membayar "hutang kasih" dari-Nya? Situasi tampaknya tak berpengharapan. Tatkala saya berpikir bahwa Dia menuntut kebenaran yang sempurna, saya merasa benar-benar bangkrut dan tak berdaya.

Tetapi kemudian saya ingat bahwa hutang saya sudah dibayar lunas. Yesus, Anak Allah, mencurahkan darah-Nya yang berharga untuk menebus dosa-dosa saya yang tak terhingga banyaknya dengan harga yang tak ternilai. Kini saya bebas menjalin hubungan dengan Allah yang dimotivasi oleh ucapan syukur dan dikuatkan oleh kuasa Roh Kudus.

Inilah yang diungkapkan dalam Kolose 2. Hukum Allah menunjukkan bahwa kita telah bangkrut secara rohani. Namun hutang kita yang besar benar-benar telah dihapuskan. Hutang kita telah dibayar lunas oleh Yesus Kristus di salib Kalvari. Kita bebas. Satu-satunya hutang kita saat ini adalah hutang ucapan syukur dan pujian bagi Tuhan kita yang baik --MRDII


KITA MENERIMA KESELAMATAN DENGAN CUMA-CUMA KARENA KRISTUS TELAH MEMBAYAR HARGA YANG SANGAT MAHAL

* Take from Renungan Harian