Kamis, 26 Maret 2026

PERCAYA DULU, BARU MELIHAT

Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya (Yohanes 20:29)


Adakah Anda melihat bukti yang dramatis bahwa Allah bekerja secara luar biasa dalam kehidupan Anda, ataukah kehidupan Anda tenang-tenang saja dan merupakan suatu rutinitas belaka? Catherine Booth, yang mengelola Bala Keselamatan bersama suaminya William, menekankan perlunya kita merasa puas berjalan dengan iman. Ketika ia jatuh sakit di akhir hidupnya, ia berbicara dengan seorang temannya tentang perbedaan antara iman dan penglihatan.

"Salah satu pelajaran tersulit yang harus saya pelajari," ujarnya, "adalah membedakan antara iman dan kenyataan.... Jika di sepanjang kehidupan ini saya sudah menaklukkan segalanya dengan iman yang benar dan saya mendapati kenyataan yang sangat memuaskan, maka saat ini saya hanya bisa mengharapkan hal yang sama.

Catherine telah siap berjalan melalui bayang-bayang lembah kematian bersama "iman yang benar" tanpa perlu melihat wajah Juruselamatnya. Ia mengutip keyakinan yang dituturkan Paulus dalam 2Korintus. "Hati kami tabah, dan terlebih suka kami beralih dari tubuh ini untuk menetap pada Tuhan" (5:8). Catherine menyimpulkan, "Semua musuh kita harus ditaklukkan dengan iman, bukan dengan kenyataan." Kemudian ia berkata, "Begitu juga dengan musuh terakhir kita, yaitu kematian, bukan?"

Saat ini, banyak orang mencari pengalaman-pengalaman luar biasa untuk memantapkan iman mereka. Namun, seperti pelajaran yang telah diterima Catherine, berbahagialah mereka yang tidak melihat, tetapi percaya (Yohanes 20:29). Berbahagialah mereka yang merasa bahwa Firman Allah telah cukup sebagai jaminan --VCG


ALANGKAH BAIKNYA BERTEGUH DALAM IMAN
SEBELUM SEGALA HAL DIGOYAHKAN OLEH PERASAAN

* Take from Renungan Harian

Rabu, 25 Maret 2026

RASA CUKUP

Asal ada makanan dan pakaian, cukuplah (1Timotius 6:8)


Beberapa tahun yang lalu seorang perancang mobil menggunakan lagu lama Shaker yang berjudul "Simple Gifts" (Anugerah yang Sederhana) untuk mempromosikan sebuah mobil mewah. Bagi mereka yang tahu lirik lagu tersebut, sepertinya aneh ada orang yang memakai lagu yang berbicara tentang mencari kepuasaan lewat hidup sederhana, untuk menjual sebuah mobil mahal. Lirik lagu tersebut berbunyi "Adalah anugerah untuk menjadi sederhana, adalah anugerah untuk bebas, adalah anugerah untuk berada di tempat kita yang seharusnya.

Sering kali kita sulit untuk menerima ajaran Alkitab yang mengatakan bahwa rasa cukup tidak ada hubungannya dengan isi lemari pakaian kita, rekening bank kita, atau apakah kita makan malam dengan steik atau ikan. Kecukupan bukan berarti kekayaan materi. Rasul Paulus menyebutkan bahwa ibadah yang disertai rasa cukup adalah "keuntungan besar" (1 Timotius 6:6). Mungkin Timotius juga terkejut seperti kita saat membaca kata-kata, "Asal ada makanan dan pakaian, cukuplah" (ayat 8).

Berapa banyak dari kita yang mau menghentikan kegiatan sejenak hari ini untuk bersyukur kepada Tuhan atas pakaian dan makanan yang sudah disediakan-Nya bagi kita? Perubahan besar apakah yang mungkin terjadi jika kita mau melakukan hal itu?

Lagu lama Shaker juga mengingatkan kita bahwa kecukupan adalah anugerah yang patut kita nikmati. Lanjutan lagu tersebut berbunyi demikian, "Dan ketika kita berada di tempat yang tepat, berarti kita telah berada di lembah kasih dan sukacita. Dalam begitu banyaknya anugerah Allah yang sederhana, kita dapat merasa cukup -DCM


RASA CUKUP BUKAN BERASAL DARI MELIMPAHNYA KEKAYAAN MELAINKAN DARI SEDIKITNYA KEINGINAN

* Take from Renungan Harian