Allah memberi upah kepada orang yang sungguh-sungguh mencari Dia (Ibrani 11:6)
Kehidupan Ayub dapat diibaratkan seperti orang yang naik jet coaster. Suatu hari ia tampak memiliki segala-galanya, tetapi tiba-tiba saja semuanya itu musnah. Ia kehilangan keluarga, kekayaan, kesehatan bahkan dikucilkan oleh istri dan sahabat-sahabatnya.
Pada saat pikirannya tenggelam dalam kebimbangan yang dalam, Ayub merasa Allah seakan-akan demikian jauh dan tak terjangkau. Ia mengeluh, "Ah, semoga aku tahu mendapatkan Dia, dan boleh datang ke tempat Ia bersemayam!" (Ayub 23:3).
Mungkin banyak orang yang menganggap bahwa Ayub mengada-ada dengan keinginannya untuk mencari Allah. Seorang ateis masa kini telah menyebut usaha pencarian akan Allah hanya sebagai dongeng isapan jempol belaka.
Namun, bagi Anda yang pernah merasakan kedekatan dengan Allah dan sekarang merasa betapa jauhnya Allah, maupun Anda yang belum pernah merasakan hubungan yang nyata dengan Allah, janganlah percaya pada hasutan bahwa mencari Allah adalah sia-sia.
Ingatlah betapa besarnya kasih Allah sehingga Dia mengaruniakan AnakNya untuk mati bagi kita (Yohanes 3:16). Sementara Anda menggapaiNya dalam kegelapan, tangan yang berlubang karena paku itu terulur kepada Anda. Sambutlah dengan iman. Maka Anda akan mengalami bahwa mencari Allah tidaklah sia-sia, sebaliknya inilah cara untuk mendapatkan pengampunan dosa dan pemenuhan atas harapan dari lubuk hati Anda yang terdalam, yakni hubungan pribadi yang indah dengan Allah, Sang Pencipta alam semesta -- VCG
* Take from Renungan Harian