Minggu, 19 Juli 2026

DEKAT DENGAN ALLAH

TUHAN, siapa yang boleh menumpang dalam kemahMu?...Siapa yang berlaku demikian, tidak akan goyah selama-lamanya (Mazmur 15:1,5)


Selama bertahun-tahun saya mengenal banyak orang yang hidupnya memancarkan keberadaan dan kuasa Allah. Beberapa orang diantaranya saat ini telah berada di surga. Beberapa orang lainnya masih melayani Tuhan.

Mazmur 15:1-5 memaparkan ciri-ciri orang yang dapat "menumpang" di kemah Tuhan dan diam di "gunungNya yang kudus." Inilah cara pemazmur menggambarkan kedekatan dan kuasa Allah. Misalnya seperti orang yang melakukan apa yang adil dan yang mengatakan kebenaran (Mazmur 15:2) dan yang tidak berbuat jahat (Mazmur 15:3). Orang memandang rendah kebusukan, menghormati yang baik, berpegang pada sumpah meski apapun yang terjadi, meminjamkan uang tanpa mementingkan diri sendiri dan menolak suap (Mazmur 15:4-5).

Sebagai orang Kristen, memang kita berterimakasih atas pengurbanan Yesus sehingga kita beroleh pengampunan dan memiliki damai dengan Allah. Namun kita cenderung melupakan bahwa Yesus juga mati untuk membuat kita lebih baik. Kita harus mendambakan hal ini dengan sungguh-sungguh sehingga kita memiliki kemauan untuk berubah dari sesuatu yang tidak menunjukkan diri kita sebagai Kristen. Paulus berkata, "Setiap orang yang menyebut nama Tuhan hendaklah meninggalkan kejahatan" (2Timotius 2:19).

Tentu saja, kita tidak dapat melakukan hal ini dengan kemampuan kita sendiri. Kita harus terus menerus berdoa memohon pertolongan Allah, mengisi pikiran kita dengan firmanNya, dan tunduk kepada Roh Kudus. Jika kita melakukan hal ini, dalam hidup kita akan nampak keberadaan Allah dan kita akan menjadi orang yang digambarkan dalam Mazmur 15:1-5, yang hidupnya dekat dengan Allah -- HVL


HIDUP YANG DEKAT DENGAN ALLAH ADALAH HIDUP YANG PENUH DENGAN KEBAIKAN

* Take from Renungan Harian

Sabtu, 18 Juli 2026

BATU ATAU ROTI?

Adakah seorang dari padamu yang memberi batu kepada anaknya, jika ia meminta roti (Matius 7:9)


Tak ada orang tua yang tega memberikan batu atau seekor ular kepada anaknya yang lapar apabila ia meminta kepadanya sepotong roti atau seekor ikan. Yesus menggunakan perumpamaan ini, seperti tertulis dalam Matius 7:1-29, untuk menegaskan kesanggupan Allah untuk memberi segala sesuatu yang baik kepada murid-muridNya pada waktu mereka meminta kepadaNya. Dia ingin agar mereka percaya dengan sungguh-sungguh pada pemeliharaan Bapa di surga dalam mencukupkan kebutuhan rohani mereka.

Memang kadang-kadang terlihat seolah-olah Tuhan memberi sebuah "batu" sebagai pengganti "roti." Namun dalam kebijaksanaanNya, sebenarnya Dia sedang bekerja melalui kita untuk memberi sesuatu yang jauh lebih baik daripada yang kita minta. Seorang penulis yang tidak diketahui namanya mengungkapkan dengan cara seperti ini:

Saya meminta kesehatan sehingga saya boleh mengerjakan sesuatu yang lebih besar;
Namun saya diberi kelemahan sehingga saya boleh mengerjakan sesuatu lebih baik.
Saya meminta kekuatan sehingga saya boleh sukses;
Namun saya dibuat lemah sehingga saya boleh belajar taat;
Saya meminta kekayaan sehingga saya boleh berbahagia;
Namun saya diberi kemiskinan sehingga saya boleh bijaksana;
Saya meminta kekuasaan dan pujian manusia;
Namun saya diberi kelemahan untuk mengetahui kebutuhan saya akan Allah;
Saya meminta segala sesuatu sehingga saya dapat hidup senang;
Namun saya diberi hidup sehingga saya boleh menikmati segala sesuatu.
Saya tidak mendapatkan apa yang saya minta, tetapi apa yang saya harapkan;
Namun bagi saya sendiri, doa saya telah di jawab --
Saya orang yang paling kaya dan diberkati di antara orang lain.

Ya, Allah selalu memberi yang terbaik untuk kita -- RWD

KITA SERING MEMINTA YANG SALAH TETAPI DIA SELALU MENJAWAB YANG BENAR 

* Take from Renungan Harian