TUHAN, siapa yang boleh menumpang dalam kemahMu?...Siapa yang berlaku demikian, tidak akan goyah selama-lamanya (Mazmur 15:1,5)
Selama bertahun-tahun saya mengenal banyak orang yang hidupnya memancarkan keberadaan dan kuasa Allah. Beberapa orang diantaranya saat ini telah berada di surga. Beberapa orang lainnya masih melayani Tuhan.
Mazmur 15:1-5 memaparkan ciri-ciri orang yang dapat "menumpang" di kemah Tuhan dan diam di "gunungNya yang kudus." Inilah cara pemazmur menggambarkan kedekatan dan kuasa Allah. Misalnya seperti orang yang melakukan apa yang adil dan yang mengatakan kebenaran (Mazmur 15:2) dan yang tidak berbuat jahat (Mazmur 15:3). Orang memandang rendah kebusukan, menghormati yang baik, berpegang pada sumpah meski apapun yang terjadi, meminjamkan uang tanpa mementingkan diri sendiri dan menolak suap (Mazmur 15:4-5).
Sebagai orang Kristen, memang kita berterimakasih atas pengurbanan Yesus sehingga kita beroleh pengampunan dan memiliki damai dengan Allah. Namun kita cenderung melupakan bahwa Yesus juga mati untuk membuat kita lebih baik. Kita harus mendambakan hal ini dengan sungguh-sungguh sehingga kita memiliki kemauan untuk berubah dari sesuatu yang tidak menunjukkan diri kita sebagai Kristen. Paulus berkata, "Setiap orang yang menyebut nama Tuhan hendaklah meninggalkan kejahatan" (2Timotius 2:19).
Tentu saja, kita tidak dapat melakukan hal ini dengan kemampuan kita sendiri. Kita harus terus menerus berdoa memohon pertolongan Allah, mengisi pikiran kita dengan firmanNya, dan tunduk kepada Roh Kudus. Jika kita melakukan hal ini, dalam hidup kita akan nampak keberadaan Allah dan kita akan menjadi orang yang digambarkan dalam Mazmur 15:1-5, yang hidupnya dekat dengan Allah -- HVL
* Take from Renungan Harian