Senin, 30 Maret 2026

SANG RAJA TELAH DATANG

Diberkatilah Dia yang datang sebagai Raja dalam nama Tuhan
(Lukas 19:38)




Suatu kali seorang filosof Amerika bertanya, "Seandainya Yesus dan Plato kembali ke bumi dan mengajar di kampus yang sama pada saat yang sama, siapakah yang akan saya pilih?" Ia menyimpulkan, "Siapa yang akan memilih untuk pergi dan mendengarkan orang sehebat Plato berbicara tentang kebenaran, sementara pada saat yang sama ia bisa mendengarkan Dia yang adalah Kebenaran itu sendiri?"

Kerumunan orang banyak yang mengelu-elukan Yesus pada hari Minggu Palem yang pertama itu memberi tanggapan yang sama seperti filosof itu. Mereka menyadari bahwa Dia tiada bandingnya, namun ada sesuatu yang janggal dari Dia. Dengan tenang Yesus mengendarai seekor keledai memasuki Yerusalem, sekalipun seekor kuda perang yang gagah mungkin lebih tepat untuk kesempatan itu. Dia mendatangi Bait Allah, kemudian kembali lagi ke Betania (Markus 11:11). Orang banyak itu mengharapkan lebih banyak lagi. Mereka memohon agar dibebaskan dari penjajahan Romawi, namun Dia datang untuk membebaskan mereka dari kuasa setan. Mereka menyadari bahwa Yesus berasal dari Allah, namun mereka sama sekali tidak dapat memahami misi rohani-Nya.

Apakah kita menyatakan hormat kepada Yesus karena Dia adalah Tuhan atau semata-mata karena apa yang dapat Dia lakukan bagi kita? Menghormati Dia berarti menaati Dia dan mematikan sifat dasar kita yang mementingkan diri sendiri. Filosof itu mengenali Dia sebagai Kebenaran dan orang banyak memandang Dia sebagai pembebas mereka, namun kita dipanggil untuk menerima Dia sebagai Raja, Pribadi yang telah datang untuk bertahta dalam hati kita --DJD


MENJADI ORANG KRISTEN BERARTI MENJADI HAMBA YANG SETIA DARI RAJA DI ATAS SEGALA RAJA

* Take from Renungan Harian 

Minggu, 29 Maret 2026

TATKALA ANDA TIDAK DIHARGAI

Jauhlah dari padaku untuk berdosa kepada TUHAN dengan berhenti mendoakan kamu (1Samuel 12:23)


Samuel memiliki kepribadian setegar Gunung Everest di tengah pemandangan bersejarah yang datar dan monoton. Sebagai seorang nabi Allah, ia mengadili orang-orang. Karena Israel merupakan negara teokrasi (dipimpin oleh Tuhan), Samuel sebenarnya adalah raja mereka. Ia menjalankan kewajibannya dengan kemampuan dan pengabdiannya, baik kepada Allah maupun kepada rakyat.

Namun rakyat menginginkan seorang raja seperti yang dimiliki oleh bangsa-bangsa kafir di sekitar mereka (1Samuel 8:5). Jadi mereka meminta agar hamba Allah ini menyingkir. Samuel terluka hatinya karena penolakan mereka. Ia memahami betapa parahnya ketidaktaatan mereka (12:17-19).

Nabi ini bisa saja mengacuhkan raja yang baru dan bangsanya yang suka memberontak ini. Namun sebaliknya ia berkata, "Mengenai aku, jauhlah dari padaku untuk berdosa kepada TUHAN dengan berhenti mendoakan kamu" (ayat 23).

Mengapa Samuel berkata demikian? Ia tahu bahwa sekalipun pintu-pintu dihempaskan di hadapannya, pintu yang lain masih terbuka baginya, yaitu pintu untuk berdoa bagi orang lain. Kesalehan Samuel dinyatakan melalui reaksinya terhadap apa yang terjadi. Ia tetaplah seorang hamba Allah, dan akan tetap memperhatikan umat Allah.

Ketika kita dihina oleh orang-orang yang kita layani, kita harus memutuskan untuk tidak berdosa terhadap Tuhan dengan membalas menghina mereka. Sebaliknya, dengan kasih karunia Allah, kita dapat mendoakan dengan tulus mereka yang mungkin tidak menghargai usaha baik kita --HWR


BERDOALAH BAGI MEREKA YANG MENGANIAYA KAMU
--Yesus (Matius 5:44)

* Take from Renungan Harian

Sabtu, 28 Maret 2026

PEMBERIAN TERBESAR

Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal (Yohanes 3:16)


Ted Turner, seorang perintis dunia siaran yang sukses, mengajukan pertanyaan yang menantang kepada sahabatnya Vartan Gregorian, Direktur Carnegie Corporation: "Kau adalah pengumpul dana yang hebat. Berapa pemberian terbesar yang pernah kaudapat?" Gregorian pun menyebutkan sumbangan pendidikan sebesar 500 juta dollar yang diberikan oleh Walter Annenberg. Turner menyambung: "Bagaimana kalau satu miliar? Aku akan memberimu satu miliar malam ini." Dan ia benar-benar memberikannya, di samping menjanjikan 100 juta dolar per tahun untuk membiayai program-program PBB selama 10 tahun mendatang.

Kedermawanan Turner yang mengesankan mendapat perhatian dan pujian dari seluruh dunia. Agaknya ia memecahkan rekor pemberian terbesar di seluruh dunia. Namun benarkah demikian? Bagaimana dengan catatan Alkitab mengenai Allah yang memberikan "Anak-Nya yang tunggal" kepada dunia? (Yohanes 3:16).

Satu miliar dolar memang merupakan angka yang sangat besar, yang bahkan sukar kita bayangkan. Namun jumlah itu tak ada artinya bila kita mengingat palungan Betlehem dan salib Kalvari. Nilai pemberian Allah bagi manusia sungguh tak terkatakan. Dalam kekaguman yang dalam, Paulus berterima kasih kepada Allah atas "karunia-Nya yang tak terkatakan itu!" (2 Korintus 9:15).

Apakah pemberian paling berharga yang pernah ada? Anak tunggal Allah telah diberikan kepada dunia yang berdosa. Melalui iman di dalam Dia kita bisa mendapatkan pengampunan dosa yang sempurna dan hidup yang tak berakhir (ayat 16). Sudahkah Anda menerima pemberian Allah itu? -VCG


KRISTUS ADALAH PEMBERIAN TERBESAR YANG PERNAH  DIKENAL MANUSIA

* Take from Renungan Harian 

Jumat, 27 Maret 2026

HATI UNTUK SESAMA

Tidak ada kasih yang lebih besar daripada ini, yakni seseorang memberikan nyawanya demi sahabat-sahabatnya (Yoh. 15:13)


Ketika anak-anak muda mengadakan konser di alun-alun kota Montego Bay, Jamaika, kami mengira masalah terburuk yang akan kami hadapi adalah sinar matahari yang terik.

Paduan suara dari Grand Rapids, Michigan, sedang di Jamaika untuk memberi semangat kepada orang-orang kristiani di sana dan mewartakan Injil lewat musik. Selama ini mereka sudah sangat menantikan acara penjangkauan jiwa-jiwa ini.

Di pertengahan konser, seorang wanita yang tak menyukai pesan dalam musik itu mulai berteriak marah pada paduan suara. Rupanya ia tidak tahan terhadap lagu-lagu penghormatan terhadap Allah. Setelah beberapa menit terjadi ketegangan, seorang penonton berusaha menenangkannya. Pertengkaran terjadi, dan kami mulai mengkhawatirkan keamanan anak-anak muda yang ada. Akhirnya, wanita itu lari, dan paduan suara tersebut dapat menyelesaikan konser.

Kemudian, saya berkata kepada seorang gadis, "Kami tak ingin mengadakan acara seperti itu lagi."Maksudnya, kami lebih mengutamakan keamanan dia dan teman-temannya. Namun, ia menjawab, "Jika ada satu orang yang datang untuk mengenal Yesus, itu jauh lebih berharga, sekalipun kami berada dalam bahaya."

Tanggapan yang sungguh luar biasa! Itu seperti perkataan Paulus yang rela menderita agar orang datang untuk mengenal Yesus (2Kor. 11:22-30). Gadis ini memiliki perhatian terhadap orang-orang yang bahkan belum dikenalnya. Itulah kasih sejati bagi Yesus, yaitu lebih mementingkan orang lain daripada kebutuhan pribadi --JDB

Tuhan, izinkan aku hidup hari demi hari
Melupakan kepentingan diri sendiri
Agar bila aku berlutut dalam doa
Doaku tertuju bagi sesama. --Meigs


KASIH ALLAH DI DALAM HATI KITA
MEMBERI KITA HATI UNTUK MEREKA YANG TERHILANG

* Take from Renungan Harian

Kamis, 26 Maret 2026

PERCAYA DULU, BARU MELIHAT

Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya (Yohanes 20:29)


Adakah Anda melihat bukti yang dramatis bahwa Allah bekerja secara luar biasa dalam kehidupan Anda, ataukah kehidupan Anda tenang-tenang saja dan merupakan suatu rutinitas belaka? Catherine Booth, yang mengelola Bala Keselamatan bersama suaminya William, menekankan perlunya kita merasa puas berjalan dengan iman. Ketika ia jatuh sakit di akhir hidupnya, ia berbicara dengan seorang temannya tentang perbedaan antara iman dan penglihatan.

"Salah satu pelajaran tersulit yang harus saya pelajari," ujarnya, "adalah membedakan antara iman dan kenyataan.... Jika di sepanjang kehidupan ini saya sudah menaklukkan segalanya dengan iman yang benar dan saya mendapati kenyataan yang sangat memuaskan, maka saat ini saya hanya bisa mengharapkan hal yang sama.

Catherine telah siap berjalan melalui bayang-bayang lembah kematian bersama "iman yang benar" tanpa perlu melihat wajah Juruselamatnya. Ia mengutip keyakinan yang dituturkan Paulus dalam 2Korintus. "Hati kami tabah, dan terlebih suka kami beralih dari tubuh ini untuk menetap pada Tuhan" (5:8). Catherine menyimpulkan, "Semua musuh kita harus ditaklukkan dengan iman, bukan dengan kenyataan." Kemudian ia berkata, "Begitu juga dengan musuh terakhir kita, yaitu kematian, bukan?"

Saat ini, banyak orang mencari pengalaman-pengalaman luar biasa untuk memantapkan iman mereka. Namun, seperti pelajaran yang telah diterima Catherine, berbahagialah mereka yang tidak melihat, tetapi percaya (Yohanes 20:29). Berbahagialah mereka yang merasa bahwa Firman Allah telah cukup sebagai jaminan --VCG


ALANGKAH BAIKNYA BERTEGUH DALAM IMAN
SEBELUM SEGALA HAL DIGOYAHKAN OLEH PERASAAN

* Take from Renungan Harian

Rabu, 25 Maret 2026

RASA CUKUP

Asal ada makanan dan pakaian, cukuplah (1Timotius 6:8)


Beberapa tahun yang lalu seorang perancang mobil menggunakan lagu lama Shaker yang berjudul "Simple Gifts" (Anugerah yang Sederhana) untuk mempromosikan sebuah mobil mewah. Bagi mereka yang tahu lirik lagu tersebut, sepertinya aneh ada orang yang memakai lagu yang berbicara tentang mencari kepuasaan lewat hidup sederhana, untuk menjual sebuah mobil mahal. Lirik lagu tersebut berbunyi "Adalah anugerah untuk menjadi sederhana, adalah anugerah untuk bebas, adalah anugerah untuk berada di tempat kita yang seharusnya.

Sering kali kita sulit untuk menerima ajaran Alkitab yang mengatakan bahwa rasa cukup tidak ada hubungannya dengan isi lemari pakaian kita, rekening bank kita, atau apakah kita makan malam dengan steik atau ikan. Kecukupan bukan berarti kekayaan materi. Rasul Paulus menyebutkan bahwa ibadah yang disertai rasa cukup adalah "keuntungan besar" (1 Timotius 6:6). Mungkin Timotius juga terkejut seperti kita saat membaca kata-kata, "Asal ada makanan dan pakaian, cukuplah" (ayat 8).

Berapa banyak dari kita yang mau menghentikan kegiatan sejenak hari ini untuk bersyukur kepada Tuhan atas pakaian dan makanan yang sudah disediakan-Nya bagi kita? Perubahan besar apakah yang mungkin terjadi jika kita mau melakukan hal itu?

Lagu lama Shaker juga mengingatkan kita bahwa kecukupan adalah anugerah yang patut kita nikmati. Lanjutan lagu tersebut berbunyi demikian, "Dan ketika kita berada di tempat yang tepat, berarti kita telah berada di lembah kasih dan sukacita. Dalam begitu banyaknya anugerah Allah yang sederhana, kita dapat merasa cukup -DCM


RASA CUKUP BUKAN BERASAL DARI MELIMPAHNYA KEKAYAAN MELAINKAN DARI SEDIKITNYA KEINGINAN

* Take from Renungan Harian 

Selasa, 24 Maret 2026

LAKUKAN SESUATU!

Selama masih ada kesempatan bagi kita, marilah kita berbuat baik kepada semua orang (Galatia 6:10)


Beberapa tahun yang lalu, majalah Time memuat sebuah artikel tentang seorang dokter yang selamat dari pengeboman di Hiroshima. Ketika ledakan pertama terjadi, kira-kira 1,5 kilometer dari tempat kejadian, Dr. Fumio Shigeto sedang menunggu angkutan umum. Ia selamat karena terlindung di pojok sebuah bangunan beton. Sekian detik setelah ledakan terjadi, terdengar olehnya jeritan para korban di sekitarnya.

Tanpa mengetahui apa yang telah terjadi, sejenak Dr. Shigeto berdiri terpaku dalam keadaan bingung sambil bertanya-tanya dalam hati bagaimana caranya ia dapat mengatasi sejumlah pasien yang begitu banyak itu seorang diri. Kemudian, masih dalam keadaan sangat terpukul, Dr. Shigeto membuka tas hitamnya, dan mulai merawat korban yang berada paling dekat dengannya.

Tatkala melihat kebutuhan dunia yang begitu menyedihkan saat ini, saya pun menjadi bingung. Tentu saja Allah tidak menuntut saya untuk membantu semua orang yang membutuhkan. Beban itu tentu saja terlalu besar. Galatia 6 berkata bahwa kita harus "berbuat baik kepada semua orang," tetapi itu tidak berarti kita harus menjangkau semua orang. Yang jelas, kita harus menolong setiap orang yang dapat kita tolong setiap saat kita mendapat kesempatan untuk melakukan hal itu.

Saat Anda diperhadapkan pada kebutuhan rohani yang begitu besar dari dunia yang tersesat ini, janganlah berputus asa. Allah hanya meminta Anda untuk melakukan apa yang dapat Anda lakukan --MRDII


LAKUKAN APA YANG DAPAT ANDA LAKUKAN DI MANA PUN ANDA BERADA DENGAN APA YANG ANDA MILIKI

* Take from Renungan Harian 

Senin, 23 Maret 2026

PERKENALAN

Sebab oleh karena pekerjaan Kristus ia nyaris mati dan ia mempertaruhkan jiwanya untuk memenuhi apa yang masih kurang dalam pelayananmu kepadaku (Filipi 2:30)


Saya pikir ada salah cetak ketika pada jadwal acara sebuah konferensi kristiani tertulis waktu untuk perkenalan akan berlangsung selama dua setengah jam. Namun ternyata jadwal itu benar. Dan bagi saya, sesi itulah yang paling berkesan di akhir minggu.

Bukannya memperkenalkan dirinya sendiri, menceritakan pekerjaannya, atau keluarganya, setiap orang justru memperkenalkan temannya. Ada yang memperkenalkan teman yang sudah lama dikenalnya, tetapi ada juga yang memperkenalkan teman yang baru ditemuinya semalam. Setiap perkenalan mengungkapkan hal-hal yang menguatkan, dengan penekanan khusus pada keunikan dan nilai setiap individu.

Rasul Paulus adalah seorang “penyampai perkenalan” yang hebat. Ia memuji rekan-rekannya dalam hal iman dan pelayanan. Surat-suratnya diakhiri dengan ucapan terima kasih kepada pria dan wanita yang sudah membantunya. Ia mengatakan dengan tegas bahwa Timotius adalah orang yang karakternya telah teruji, yang “sama seperti seorang anak menolong bapaknya” telah melayaninya dalam pelayanan Injil (Filipi 2:22). Ia juga memuji Epafroditus, yang nyaris mati karena pengabdiannya yang tak mementingkan diri sendiri kepada Kristus dan pelayanannya kepada orang lain (ayat 30).

Dalam dunia yang dipenuhi oleh keinginan untuk menjatuhkan, marilah kita semakin berusaha membangun orang lain dengan kata-kata kita kepada mereka dan perkataan kita tentang mereka. “Perkenalan” seperti itu bisa menjadi salah satu hal terpenting yang dapat kita lakukan setiap hari --David McCasland


PEKERJAAN KITA BELUMLAH BERAKHIR
SEBELUM KITA MEMBANGUN ORANG LAIN

* Take from Renungan Harian

Minggu, 22 Maret 2026

HANYA SATU PILIHAN

Sesungguhnya, orang yang membusungkan dada, tidak lurus hatinya, tetapi orang yang benar itu akan hidup oleh percayanya (Habakuk 2:4)


Jika Anda meminta beberapa orang untuk menggambar sebuah garis lekak-lekuk di atas selembar kertas, mereka tidak mungkin membuat dua garis yang persis sama. Dari sini kita dapat menarik sebuah pelajaran: Ada begitu banyak cara untuk hidup tidak lurus, namun hanya ada satu cara untuk hidup lurus.

Tuhan mengatakan kepada kita bahwa orang yang benar hanya memiliki satu pilihan, yaitu untuk “hidup oleh percayanya” (Habakuk 2:4). Dalam pasal sebelum pernyataan dari Tuhan ini, Nabi Habakuk mengeluh tentang kekerasan dan ketidakadilan yang dilakukan oleh orang-orang di sekitarnya. Ia merasa seolah-olah orang fasik menelan orang yang benar (Habakuk 1:13).

Allah menjawab keluhan Habakuk dengan mengatakan bahwa Dia berharap supaya umat-Nya bersikap “benar” dan hidup dengan iman. Dia tidak ingin mereka menjadi seperti orang yang “membusungkan dada” dan “tidak lurus hatinya” (2:4). Orang yang sombong dan terlalu percaya diri akan mencari-cari alasan atas kesalahan yang ia perbuat dan atas ketidaksempurnaannya. Ia tidak ingin mengakui bahwa dirinya membutuhkan Allah. Jalan hidupnya tidak lurus.

Kejahatan tampaknya menang di dunia kita ini. Namun, Allah mendorong kita untuk hidup dengan iman, dan menyimpan di dalam hati jaminan yang diberikan-Nya kepada Habakuk, yaitu bahwa akan tiba hari pembalasan bagi orang-orang jahat.

Satu-satunya cara untuk menyenangkan Allah sekarang ini dan menyiapkan diri untuk menghadapi hari pembalasan itu adalah hidup dengan iman --Albert Lee


SATU-SATUNYA JALAN YANG BENAR ADALAH JALAN YANG LURUS DAN SEMPIT

* Take from Renungan Harian 

Sabtu, 21 Maret 2026

BADAI PASTI BERLALU

Siapa percaya kepada hatinya sendiri adalah orang bebal, tetapi siapa berlaku dengan bijak akan selamat (Amsal 28:26)


Ahli meteorologi yang tampil di televisi lokal selalu menunjuk sebuah peta sambil mengucapkan kalimat seperti ini: "Saya khawatir cuaca akan semakin buruk sebelum akhirnya menjadi baik."

Ramalan cuaca seperti itu tepat sekali diterapkan kepada orang Israel ketika Allah mengirimkan Musa untuk membebaskan umat-Nya dari perbudakan di Mesir. Barometer dari kejadian-kejadian yang berlangsung menunjukkan perubahan yang menurun dengan sangat cepat. Langit penindasan yang hitam dan kelam dapat berubah menjadi badai kekejaman yang menyala-nyala dan bergelora yang dilepaskan oleh Firaun.

Musa telah membujuk Firaun agar mengizinkan orang Ibrani pergi ke padang gurun untuk menyembah Allah, tetapi raja menuduh bahwa itu hanyalah alasan karena mereka malas bekerja (Keluaran 5:1,17). Karena itu, raja menambah beban pekerjaan mereka, sehingga situasi berubah dari buruk menjadi mengerikan (ayat 18). Lalu dalam kepahitan hati, Musa berseru-seru memohon penjelasan dari Tuhan (ayat 22,23). Ia sulit untuk percaya bahwa pembebasan besar sudah hampir tiba.

Bagaimanapun, rencana Allah tidak dapat digagalkan. Sebelum keadaan umat-Nya membaik, Allah menguji mereka dengan mengizinkan bertambahnya penderitaan.

Bahkan di saat kita taat kepada Tuhan, langit kesengsaraan tidak akan selalu cerah dengan seketika. Keadaan dapat menjadi semakin buruk sebelum akhirnya membaik. Namun, puji Tuhan karena anugerah-Nya tetap bagi kita, dan badai pun pasti berlalu —MRD II


MALAM SELALU PEKAT SEBELUM FAJAR TIBA

* Take from Renungan Harian

Jumat, 20 Maret 2026

PENGEJARAN SIA-SIA

Karena kuasa ilahi-Nya telah menganugerahkan kepada kita segala sesuatu yang berguna untuk hidup yang saleh (2Petrus 1:3)


Beberapa tahun yang lalu, saya sedang berada di perpustakaan sebuah universitas yang ternama. Sewaktu berjalan di antara rak-rak buku, saya melewati sebaris kursi berpembatas yang dikhususkan bagi mahasiswa untuk belajar. Di sana saya melihat seorang mahasiswa sedang membaca sebuah komik Bugs Bunny. Hampir saja saya tertawa terbahak-bahak melihat hal itu. Pemuda tersebut dikelilingi oleh buku-buku pengetahuan segala zaman, tetapi ia malah membenamkan diri pada perkara sepele yang kekanak-kanakan.

Memang tidak salah jika kita membaca komik, dan kita semua sewaktu-waktu perlu istirahat dari belajar. Namun, sebagian dari kita hanya mengejar hal-hal yang sepele. Berbagai buku, majalah, dan media lainnya telah memberi keasyikan dan sangat memengaruhi kehidupan kita. Betapa bodohnya! Padahal kita memiliki Firman Kehidupan—Buku yang mengajar kita bagaimana mengenal Allah dan mengalami hidup berkelimpahan.

Penyebab utama kita mengabaikan Alkitab bukanlah kurangnya waktu, melainkan kurangnya kerinduan hati. Perkataan manusia telah menggantikan firman Kristus. Ada banyak buku dan majalah yang bagus untuk dibaca, tetapi kita tidak boleh mengabaikan rahasia kasih dan karunia Allah yang tertulis di setiap halaman Alkitab. Di situlah kita menemukan segala sesuatu yang kita perlukan untuk "hidup yang saleh" (2 Petrus 1:3).

Mintalah agar Allah memberi Anda kerinduan terhadap firman-Nya serta rasa lapar untuk mengecap kebaikan-Nya setiap hari —DHR


MEMILIKI SEBUAH ALKITAB
MERUPAKAN TANGGUNG JAWAB YANG MULIA

* Take from Renungan Harian

Kamis, 19 Maret 2026

BERISTIRAHAT

Allah ... berhentilah Ia pada hari ketujuh dari segala pekerjaan yang telah dibuat-Nya itu (Kejadian. 2:2)


Kita hidup di tengah dunia yang berorientasi pada tindakan, dan sepertinya inilah saat-saat paling sulit untuk menyederhanakan hidup! Bukankah tampaknya selalu ada pekerjaan yang harus dilakukan dan tak ada waktu istirahat? Jawablah pertanyaan berikut ini dengan jujur untuk menentukan apakah Anda butuh istirahat atau tidak: Apakah saya tertekan ketika mengerjakan berbagai aktivitas normal setiap hari? Sulitkah menemukan sukacita di dalamnya? Apakah saya beristirahat sesuai kebutuhan tubuh saya? Apakah saya bangun dalam keadaan letih?

Dalam proses penciptaan, Allah membangun suatu pola kerja dan istirahat yang dapat dicontoh orang kristiani. Selama enam hari Allah bekerja untuk mengatur dunia kita. Namun, pada hari ketujuh, setelah menyelesaikan semua aktivitas kreatif-Nya, Dia beristirahat. Allah memperlihatkan bahwa istirahat itu tepat dan benar adanya.

Yesus menunjukkan pentingnya istirahat saat Dia duduk dengan tubuh letih di samping sumur setelah berjalan jauh (Yoh. 4:6), dan ketika Dia tidur di buritan kapal dengan kepala beralaskan sebuah tilam (Mrk. 4:38). Dia juga beristirahat ketika Dia dan para murid pergi meninggalkan kerumunan orang (Mrk. 6:31,32).

Jika Tuhan saja beristirahat dari karya penciptaan-Nya dan dari pelayanan-Nya di muka bumi ini, maka kita pun membutuhkan istirahat dari pekerjaan kita. Saat-saat istirahat dapat menyegarkan diri kita kembali untuk siap menghadapi saat-saat pelayanan. Aturlah waktu untuk "memperlambat" gerak hidup Anda minggu ini --MW

Jika tubuh, roh, dan jiwa kita
Mau berfungsi dengan sehat,
Perlu waktu memperbarui semua --
Waktu bersantai, beristirahat. --D. De Haan


SEMUA PEKERJAAN TANPA REKREASI
AKAN MERENGGUT SUKACITA HIDUP

* Take from Renungan Harian

Rabu, 18 Maret 2026

MENGHADAPI HARI BARU

Inilah hari yang dijadikan Tuhan, marilah kita bersorak-sorak dan bersukacita karenanya! (Mazmur 118:24)


Pemain selo terkenal, Pablo Casals, pernah menyampaikan pernyataan yang menantang ini: "Selama 80 tahun terakhir ini saya memulai setiap hari dengan cara yang sama .... Saya duduk di depan piano dan memainkan dua buah prelude dan fuga karya Bach. Saya tidak dapat melakukan hal yang lain. Ini semacam doa berkat dalam rumah saya. Tetapi bagi saya maknanya bukan itu saja. Saya menemukan kembali dunia di mana saya bersukacita karena menjadi bagian di dalamnya."

Jika seorang musisi yang penuh dedikasi telah memulai harinya dengan cara seperti itu, maka kita orang kristiani -- berkat anugerah Roh Kudus yang memampukan kita -- tentu dapat mempersembahkan setiap hari yang baru bagi Tuhan kita. Di mana pun kita berada atau bagaimana pun situasi yang kita hadapi, setiap hari kita dapat memutuskan untuk mempersembahkan waktu-waktu kita untuk memuji Allah. Seperti yang ditulis Daud, "Inilah hari yang dijadikan Tuhan, marilah kita bersorak-sorak dan bersukacita karenanya" (Mazmur 118:24).

Jika Anda merasa kesepian atau menghadapi penderitaan saat sekali lagi harus menanggung beban, Anda dapat menerima berkat Allah dan menjadi saksi yang hidup tentang bagaimana Allah selalu mencukupkan. Jika Anda selalu bersyukur dan memuji Tuhan, Anda pun dapat menceritakan kebaikan Allah kepada orang lain.

Yakobus mengingatkan bahwa kita "tidak tahu apa yang akan terjadi besok" (4:14). Dan itu juga menjadi alasan mengapa kita perlu mempersembahkan setiap hari untuk bersukacita di dalam Tuhan --VCG


JIKA ANDA MENGENAL YESUS
ANDA SELALU MEMILIKI ALASAN UNTUK BERSUKACITA

* Take from Renungan Harian

Selasa, 17 Maret 2026

PELATIH YANG HEBAT

Karena tak ada seorang pun padaku, yang sehati dan sepikir dengan aku dan begitu bersungguh-sungguh memerhatikan kepentinganmu
(Filipi 2:20)



Meskipun Billy Connors bukan atlet yang hebat, banyak orang menganggapnya pelatih melempar bola terbaik dalam liga bisbol utama saat ini. Manager klub New York Yankees, Joe Torre berkata, "Kadang kala pemain terbaik tidak dapat menjadi pelatih, karena mereka berbakat secara alami ... sementara orang seperti Billy harus bekerja keras dalam hal itu, dan mencurahkan perhatian pada banyak hal kecil."

Connors juga mengenal dan peduli pada atlet yang dilatihnya. Mereka semua pernah diundang makan di rumahnya. Perhatiannya yang tulus membuat para atlet itu menaati ucapannya.

Kisah tentang pelatih yang tangkas dan penuh perhatian ini mengingatkan saya pada Timotius dalam Perjanjian Baru. Meski terkadang ia tampak ragu dan ketakutan (2Timotius 1:6-8), namun Paulus menganggap Timotius dapat diandalkan dan teruji dalam membimbing orang lain. Paulus menulis, "Tetapi dalam Tuhan Yesus kuharap segera mengirimkan Timotius kepadamu .... Karena tak ada seorang pun padaku, yang sehati dan sepikir dengan aku dan begitu bersungguh-sungguh memerhatikan kepentinganmu" (Filipi 2:19,20).

Dalam pelatihan rohani kita tidak hanya memberi tahu orang lain bagaimana mengerjakan hal-hal besar untuk Allah. Kita mengawali latihan rohani dengan mulai memerhatikan mereka sehingga kita nantinya akan didengarkan. Kemudian, dengan mata yang lembut dan perkataan yang ramah, kita dapat mendorong orang lain untuk masuk dalam jalan iman.

Setiap orang kristiani dapat menjadi pelatih rohani yang hebat berkat anugerah Allah --DCM


PERHATIAN YANG TULUS KEPADA ORANG LAIN ADALAH TANDA PELATIH ROHANI YANG HEBAT

* Take from Renungan Harian 

Senin, 16 Maret 2026

BERAPA BATAS ANDA?

Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu (1Korintus 10:13b)


Sebagian kita tentu pernah membaca tulisan peringatan tentang "batas maksimum beban" di jembatan, jalan-jalan tertentu, atau lift. Menyadari bahwa tegangan yang terlalu besar dapat menyebabkan kerusakan fatal atau kehancuran total, para insinyur menentukan dengan teliti jumlah beban yang dapat ditopang dengan aman oleh berbagai material. Peringatan-peringatan yang di pasang memberitahu dan mengingatkan kita untuk tidak melebihi beban maksimum yang tertera.

Manusia juga memiliki batas maksimum beban yang sanggup dipikulnya, dan batas ini berbeda pada setiap orang. Sebagian orang dapat menanggung tekanan dengan lebih baik dari orang lain -- tetapi setiap orang memiliki batas kemampuan dan hanya dapat menanggung sebanyak itu.

Seringkali keadaan dan orang lain terasa memojokkan kita lebih dari yang dapat kita tanggung. Namun Tuhan memahami batas kita, Dia tidak pernah mengizinkan kesulitan apa pun yang masuk ke dalam kehidupan kita melebihi kekuatan dan kemampuan kita untuk menanggungnya. Hal ini merupakan suatu kebenaran, khususnya ketika kita terpikat oleh dosa. 1Korintus 10:13b menyatakan, "Sebab Allah dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan keluar, sehingga kamu dapat menanggungnya."

Maka, tatkala pencobaan dan kesulitan menekan, teguhkanlah hati kita! Ingatlah bahwa Bapa surgawi kita mengetahui batas maksimum kemampuan kita untuk berdiri tegak di bawah tekanan-tekanan hidup. Mintalah kekuatan dariNya. Tidak satu pun pencobaan yang lebih besar dari kekuatanNya! -- RWD

JIKA KITA BERSERAH KEPADA ALLAH KITA TIDAK AKAN JATUH DALAM MENGHADAPI PENCOBAAN 

* Take from Renungan Harian

Minggu, 15 Maret 2026

"TERUSLAH MEMUKUL"

Kuatkan dan teguhkanlah hatimu, janganlah takut dan jangan gemetar
(Ulangan 31:6)



Penulis dan pendeta John Maxwell menulis tentang seorang mahasiswa seminari yang merasa kewalahan oleh beban tugasnya. Buku-buku yang harus dibaca, makalah penelitian yang harus ditulis, kata-kata Yunani yang harus dipelajari -- tampaknya mustahil! Keputusasaannya terlihat jelas oleh teman-teman sekelasnya.

Kemudian seorang mahasiswa tingkat atas merangkul bahu pemuda itu dan berkata, "Sobat, tak masalah berapa besar batu karang itu; jika kamu terus memukulnya, batu itu akan hancur." Mahasiswa itu mulai melihat bahwa tugas-tugasnya dapat diatasi jika ia mengerjakannya satu-persatu. Akhirnya "batu karang" itu hancur. Mahasiswa seminari yang kewalahan itu lulus dan kini menjadi seorang pendeta.

Menjalani kehidupan Kristen tak ubahnya seperti mencoba memecahkan batu karang. Kita terus memukul, tetapi tidak terjadi apa-apa. Kita berkecil kecil hati dalam memikul beban yang sama, menghadapi godaan yang sama.

Kitab Ulangan dimulai dan diakhiri dengan berita yang penuh pengharapan. Musa berkata kepada umat Israel, "Janganlah takut dan janganlah patah hati" (1:21). "TUHAN...tidak akan membiarkan engkau dan tidak akan meninggalkan engkau; janganlah takut dan janganlah patah hati" (31:8). Kata-kata yang memberi semangat ini juga berlaku untuk kita.

Jika "batu karang" Anda tampak terlalu besar, perhatikanlah nasihat mahasiswa tingkat atas tadi: "Teruslah memukul." Jika Anda bergantung kepada Tuhan, akhirnya "batu karang itu akan hancur" [DCE]

KITA MENAKLUKKAN DENGAN TERUS MAJU

* Take from Renungan Harian 

Sabtu, 14 Maret 2026

PEMBEBAS KITA YANG AGUNG

Tetapi waktu malam seorang malaikat Tuhan membuka pintu-pintu penjara itu dan membawa mereka keluar (Kisah 5:19)


Margaret Nikol dilahirkan dari sebuah keluarga pendeta di Bulgaria. Ayah dan ibunya telah terbunuh oleh komunis karena iman mereka kepada Yesus Kristus pada tahun 1960. Margaret adalah seorang pemain biola yang sangat berbakat, dan dalam situasi yang penuh tantangan ia berhasil meraih pendidikan yang tinggi. Ia terkenal di seluruh Eropa dan menjadi pemimpin konser Dresden Symphony. Namun karena imannya kepada Kristus, ia menjadi sasaran kekejaman, baik secara fisik maupun emosi. Pada akhirnya, ia dijatuhi hukuman penjara, yang akan dijalaninya segera setelah masa konser berakhir.

Namun Allah telah memiliki rencana lain untuknya. Margaret diundang untuk bermain di Wina dalam sebuah konser Paskah pada tahun 1982. Pemerintah komunis pada mulanya menolak untuk memberikan izin kepadanya. Namun akhirnya, karena desakan dari pihak luar, mereka mengizinkannya. "Allah lebih cepat dari mereka," demikian kesaksian Margaret. Di Wina ia meminta suaka politik, dan tidak kurang dari lima negara menawarkan diri untuk memberikan suaka! Saat ini, Margaret Nikol telah mengunjungi hampir semua negara di dunia untuk kepentingan pertumbuhan pelayanan di Bulgaria.

Allah yang sama, yang melepaskan Margaret dari tekanan komunis, dan yang mengirimkan malaikat untuk membebaskan para rasul dari penjara (Kisah 5:19), juga dapat menyelamatkan kita dari perangkap apapun, baik secara fisik maupun rohani. Kita seharusnya tidak pernah kehilangan pengharapan! Allah adalah pembebas kita yang agung -- DCE

ALLAH YANG MENGONTROL ALAM SEMESTA ADALAH ALLAH YANG MENGONTROL KITA

* Take from Renungan Harian

 

Jumat, 13 Maret 2026

CARA KERJA ALLAH

Bapamu yang di sorga, yang menerbitkan matahari bagi orang yang jahat dan orang yang baik (Matius 5:45)


Tagihan yang harus saya bayar adalah $4,40. Dari semua uang yang ada di saku saya, ternyata masih kurang 40 sen. Seorang pria yang berdiri di dekat saya segera menyodorkan uang 40 sen. "Ini," ujarnya, "dan Allah memberkatimu!" Kemurahan hatinya membuat saya tercengang. Sebelum ia pergi, saya mengucapkan terima kasih sekali lagi. "Itulah yang harus kita lakukan agar kehidupan di dunia ini terus berlangsung," tuturnya.

Kebaikan hati pria itu mengingatkan saya akan kasih karunia Allah yang dicurahkan pada dunia yang penuh dosa ini. Kehidupan dunia ini dapat berlangsung karena kemurahan hati Allah yang tak bersyarat. Izinkan saya menjelaskan hal ini.

Yesus bersabda bahwa Bapa Surgawi memberikan matahari sebagai sumber kehangatan, terang dan semua manfaat yang memberi kehidupan kepada semua--orang yang baik maupun jahat (Matius 5:45). Bayangkan apa yang terjadi jika kita hidup tanpa matahari satu hari saja. Namun, lebih dari itu adalah kasih Allah yang tak terhingga dengan memberikan pengampunan dan kehidupan kekal melalui kematian Yesus di kayu salib untuk menebus dosa-dosa kita.

Alangkah tidak berterimakasihnya saya kepada orang yang memberi uang 40 sen itu jika saya mengabaikannya atau menolak pemberiannya! Namun, demikianlah seringkali sikap kita kepada Allah. Dan bagaimana tanggapan-Nya? Dia tetap mencurahkan anugerah-Nya dan menawarkan pengampunan bagi semua orang.

Mari kita bersyukur kepada Allah setiap hari atas kemurahan-Nya, dan membantu sesama agar mereka tahu hanya oleh Allah kehidupan di dunia ini dapat terus berlangsung --DJD


ORANG BODOH MENGHINDARI ANUGERAH AGAR DAPAT HIDUP SETURUT KEHENDAK ALLAH--ORANG BIJAK MEMPERCAYAI ANUGERAH DAN HIDUP SETURUT KEHENDAK ALLAH

* Take from Renungan Harian 

Kamis, 12 Maret 2026

MAKIN BIJAKSANA

Maka berikanlah kepada hamba-Mu ini hati yang faham menimbang perkara (1 Raja-raja 3:9)


Salomo adalah pemuda yang diserahi tanggung jawab untuk memerintah kerajaan terkaya di Timur Dekat pada zaman dahulu. Wilayah Israel waktu itu cukup luas, dari Sungai Efrat sampai perbatasan Mesir. Menyadari tanggung jawabnya yang besar, Salomo tahu ia butuh pertolongan. Jadi ketika Allah bertanya apa yang ia inginkan, Salomo tidak meminta kesehatan atau kekayaan, tetapi hikmat. Permintaannya ini menyenangkan hati Tuhan.

Berfirmanlah Allah: "Oleh karena engkau telah meminta hal yang demikian. maka sesungguhnya Aku melakukan sesuai dengan permintaanmu itu, sesungguhnya Aku memberikan kepadamu hati yang penuh hikmat dan pengertian, sehingga sebelum engkau tidak ada seorang pun seperti engkau, dan sesudah engkau takkan bangkit seorang pun seperti engkau" (ayat 11,12).

Terjemahan kata "pengertian" dalam permohonan Salomo (ayat 9) sebenarnya berarti "mendengarkan." Allah memberi Salomo hati yang dapat mendengarkan sehingga ia dapat menghakimi bangsanya dan "membedakan antara yang baik dan yang jahat."

Para pria dan wanita yang bijaksana juga mendengarkan suara Allah melalui Alkitab-Nya. Tentu saja mereka juga membaca buku-buku lain, tetapi mereka menyaring semua itu dengan kebenaran firman Allah. Tak ada hikmat yang lebih besar daripadanya.

Jika Anda mau, mintalah hikmat kepada Allah. Yakobus berkata: "Apabila di antara kamu ada yang kekurangan hikmat, hendaklah ia memintakannya kepada Allah, -- yang memberikan kepada semua orang dengan murah hati dan dengan tidak membangkit-bangkit, maka hal itu akan diberikan kepadanya" (Yakobus 1:5) -DHR


ALLAH MEMBUKA PINTU HIKMAT-NYA BAGI MEREKA YANG MEMBUKA ALKITAB MEREKA

* Take from Renungan Harian 

Rabu, 11 Maret 2026

ANAK EMAS ALLAH

Ia memanggil domba-dombanya masing-masing menurut namanya dan menuntunnya ke luar (Yohanes 10:3)


Sejak putri pertama saya lahir, saya sangat mengasihinya sehingga saya justru tersiksa sendiri. Dengan bodohnya saya merasa takut tidak bisa mengasihi anak saya yang berikutnya sama besarnya, atau takut kalau harus membagi kasih saya di antara mereka supaya adil. Namun ketika putri kedua saya lahir, ternyata saya tetap dapat mengasihinya sama besarnya dengan kasih saya terhadap putri pertama saya, hanya dengan cara yang unik.

Penemuan ini mengingatkan saya bahwa Allah kita yang agung juga mampu mengasihi setiap anak-Nya secara utuh tanpa harus mengurangi kasih-Nya pada anak-anak-Nya yang lain, karena Dia mengasihi setiap kita secara unik. Karena itu, setiap orang percaya yang memohon pertolongan Allah akan mendapatkan kasih yang utuh seolah-olah tidak ada orang lain yang membutuhkan perhatian-Nya.

Dalam kehidupan dan ajaran Yesus, kita mendapatkan cukup bukti tentang hal ini. Dalam Yohanes 10, Dia menyatakan diri sebagai "Gembala yang baik," yang memanggil, memelihara, dan mengenal domba-domba-Nya dengan nama mereka dan bahwa Dia dikenal oleh mereka (ayat 3,11,14). Yesus kemudian menggunakan hubungan antara gembala dan domba itu untuk menggambarkan hubungan yang dinikmati-Nya bersama Bapa-Nya (ayat 15). Betapa berartinya kita bagi Dia!

Seseorang pernah berkata sinis bahwa Tuhan kadang seolah-olah menganakemaskan seseorang. Namun seorang pengkhotbah juga pernah berkata: "Tentu saja Allah mempunyai anak emas! Kita semua adalah anak emas-Nya!" Sebagai anak-anak-Nya, kita dapat meyakini perhatian dan kasih-Nya -JEY


UNTUK MEMPERBARUI KASIH ANDA PADA KRISTUS
RENUNGKANLAH KASIH-NYA PADA ANDA

* Take from Renungan Harian