Minggu, 07 Juni 2026

YANG PATUT DIINGAT

Tuhan telah melakukan perkara besar kepada kita, maka kita bersuka cita. Orang-orang yang menabur dengan mencucurkan air mata akan menuai dengan bersorak sorai (Mazmur 126:3,5)


Saya mendengar Chuck Colson berkata dalam sebuah wawancara di televisi bahwa ia tak dapat melupakan sukacita dan damai sejahtera yang dialaminya ketika ia menyerahkan diri kepada Yesus Kristus.

Banyak di antara kita dapat mengingat dengan baik saat-saat mengharukan karena Allah menjawab doa kita dengan cara yang luar biasa. Kita sering menjadikan saat-saat itu sebagai pengalaman di atas segala pengalaman.

Namun, kehidupan ini juga ditandai dengan adanya kegelapan dan kesukaran. Pada saat seperti itu kita dapat membesarkan hati dengan merenungkan masa lalu dan menjadikan pengalaman tersebut sebagai kekuatan untuk menghadapi masa depan dengan penuh keyakinan. Kita dapat dikuatkan bahwa Allah yang pernah menolong kita pasti akan menolong kita saat ini juga.

Kita memperhatikan bacaan Alkitab hari ini. Setelah mengingat kembali sukacita yang dialami bangsa Israel ketika Allah memimpin mereka dengan tanganNya yang ajaib, pemazmur kembali memohon belas kasihan Allah.

Dalam hal tersebut, pemazmur memakai dua ungkapan untuk menyatakan pertolongan yang diharapkannya. Ungkapan pertama adalah batang air yang kering dengan tiba-tiba dapat menjadi penuh melimpah karena hujan lebat (Mazmur 126:4). Ungkapan kedua mengenai buah yang dihasilkan dari proses menabur dan menuai yang membutuhkan waktu yang panjang dan lama (Mazmur 126:5-6).

Kesetiaan Allah di masa lalu meyakinkan kita bahwa Dia juga akan memenuhi segala kebutuhan kita di masa depan. Inilah yang patut diingat -- HVL


MAKIN BAIK INGATAN KITA (AKAN BERKAT DAN PERTOLONGAN ALLAH) MAKIN TERDORONG HATI KITA UNTUK SELALU MEMUJI DIA

* Take from Renungan Harian