Ketika pakar keuangan dari Amerika bernama John Pierpont Morgan meninggal dunia pada tahun 1913, keinginan dan pernyataan terakhirnya mengungkapkan kesungguhan imannya di dalam Yesus Kristus. Ia telah menunjukkan warisan istimewa yang ia miliki lewat kata-kata yang meyakinkan:
"Saya menyerahkan jiwa saya ke dalam tangan sang Juruselamat dengan keyakinan penuh bahwa setelah menerima dan dibasuh dengan darahNya yang kudus, Dia akan menghadirkan kesucian sebelum saya menghadap takhta Bapa surgawi. Dan saya meminta anak-anak saya untuk memelihara dan mempertahankannya dengan segala resiko dan dengan pengorbanan pribadi apa pun, keseluruhan doktrin tentang penebusan dosa yang dianugerahkan lewat penumpahan darah Yesus Kristus, sekali dan hanya melalui Dia."
Kata-kata tersebut di atas merupakan pesan dan kesan terakhir John kepada ahli warisnya. Suatu sikap yang patut dihargai sebagai suatu kesaksian yang murni tentang contoh iman yang harus kita miliki sebelum kita meninggalkan dunia ini. Dan itu juga -- secara tidak langsung -- menyatakan bahwa sangatlah penting bagi kita untuk bersaksi tentang iman kita pada Kristus tatkala kita masih hidup.
Orang-orang yang belum percaya di Tesalonika menanggapi kesaksian Paulus, Silwanus, dan Timotius lewat perubahan hidup dan kesaksian pribadi, sehingga "firman Tuhan bergema bukan hanya di Makedonia dan Akhaya saja, tetapi di semua tempat" (1Tesalonika 1:6-8). Demikianlah, bila kita mengabarkan Injil melalui ucapan dan tindakan, kita akan meninggalkan pesan dan kesan terakhir yang sangat penting di dunia ini -- VCG
HIDUP BAGI ALLAH MEWARISKAN WARISAN YANG KEKAL
* Take from Renungan Harian