Adalah lebih berguna bagi kamu jika aku pergi. Sebab jikalau Aku tidak pergi, Penghibur itu tidak akan datang kepadamu (Yohanes 16:7)
Ada empat peristiwa adikodrati yang menjaga manusia dari tindakan pengrusakan diri. Sama seperti menara api menembus badai laut, mukjizat-mukjizat ini pun menunjukkan jalur penyelamatan dunia yang telah kehilangan harapan. Kita sering memperingatinya, yakni Natal, Jumat Agung, Paskah dan Hari Kenaikan.
Kebanyakan dari kita telah mengetahui arti penting kelahiran Kristus, ketika Allah menjadi manusia; salib, ketika hukuman dosa terbayar; dan kebangkitan, ketika kuasa kematian dipatahkan. Namun bagaimana halnya dengan kenaikanNya? Mengapa peristiwa ini amat penting?
Kembalinya Yesus pada BapaNya mempengaruhi kehidupan setiap orang, baik orang-orang beriman maupun orang-orang yang tidak percaya. Setelah kembali ke surga, Dia mengutus Roh Kudus yang akan menunjukkan kepada semua orang tentang kebutuhan akan Juruselamat bagi mereka (Yohanes 16:8). Yesus juga berkata bahwa Penghibur itu adalah penolong (Yohanes 16:7) dan Guru (Yohanes 14:17; 16:13-15) bagi orang-orang percaya.
Dengan kenaikan Kristus dari bumi ini menyusul kebangkitanNya, kelangsungan pelayananNya menjadi tak terbatas. Dia tak perlu lagi mengerjakan apa yang sekarang telah Dia lakukan melalui Roh Kudus.
Hari Kenaikan Yesus Kristus mengingatkan kita bahwa Tuhan yang agung tidak hanya meneruskan pelayanNya terhadap kita, tetapi melalui Roh Kudus Dia juga memanggil orang-orang berdosa untuk datang kepadaNya -- DJD
ROH KUDUS TIDAK HANYA MENGHIBUR ORANG-ORANG PERCAYA TETAPI JUGA MENGHUKUM ORANG-ORANG BERDOSA
* Take from Renungan Harian