Sabtu, 19 September 2020

INDAHNYA HIDUP

Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya (Pengkhotbah 3:11)

Penulis dan ilmuwan bernama Carl Sagan mengatakan bahwa dunia materi merupakan satu-satunya realitas. Jika kita menerima pernyataan ini, maka alam semesta telah berlaku kejam terhadap kita dan memberi kita, seperti yang diungkapkan dengan sinis oleh seseorang, "anugerah allah dan karier seekor seranggga."

Raja Salomo menyatakan di dalam kitab Pengkhotbah bahwa menurut ukuran manusia, segala sesuatu adalah kesia-siaan belaka (Pengkhotbah 1:2), tetapi ia juga mempertimbangkan pandangan Allah. Ia mengamati adanya suatu lingkaran kreatif dan pengrusakan dari keberadaan kita (Pengkhotbah 3:1-18) dan menyimpulkan bahwa segala sesuatu akan indah pada waktunya (Pengkhotbah 3:11). Salomo tahu bahwa tatkala kita memandang hidup ini dari sudut pandang kekekalan, kita akan melihat betapa indahnya jalan yang ditawarkan oleh Allah.

Namun Salomo juga menyadari bahwa Allah tidak memberi kita jawaban atas setiap pertanyaan yang muncul (Pengkhotbah 3:11). Ia menasehati kita untuk menerima hal-hal baik dalam hidup ini dengan ucapan syukur, dan menghadapi kesukaran yang datang dengan iman, bukan keputusasaan.

Shirley De Jong, seorang wanita yang pada usia 58 tahun menderita kanker stadium akhir, mengikuti nasehat ini. Bersama suaminya, ia melakukan apa yang dapat ia lakukan sesuai dengan kekuatan yang dimilikinya. Ia menoleh ke belakang dan melihat hal-hal indah yang pernah dialaminya. Ia memandang penyakit yang dideritanya sebagai alat yang Allah gunakan untuk segera membawanya ke surga.

Iman yang sejati akan memampukan kita untuk melihat bahwa sakit yang parah sekalipun, dapat menjadi "indah pada waktunya" -- HVL


SEMAKIN BANYAK SEBUTIR BERLIAN DIASAH SEMAKIN CEMERLANG BERLIAN ITU 


* Take from Renungan Harian