Sabtu, 24 Oktober 2026

OLEH KASIH KARUNIA

Dia telah menyelamatkan kita, bukan karena perbuatan baik yang telah kita lakukan, tetapi karena rahmat-Nya (Titus 3:5)


Pendeta sekaligus penulis H.A. Ironside menceritakan tentang seorang petobat baru yang menyampaikan kesaksian dalam suatu kebaktian. Dengan sukacita orang itu bercerita bagaimana ia dibebaskan dari kehidupan yang penuh dosa. Ia mempersembahkan segala kemuliaan bagi Tuhan, karena ia tidak melakukan apa-apa untuk memperoleh keselamatan.

Orang yang memimpin kebaktian itu tidak sepenuhnya memahami kebenaran yang menyatakan bahwa keselamatan adalah semata-mata karena kasih karunia melalui iman, bukan karena usaha manusia. Maka ia menanggapi demikian, "Kisah Anda tampaknya menunjukkan bahwa Allahlah yang melakukan segala sesuatu ketika Dia menyelamatkan Anda. Tidakkah Anda melakukan bagian Anda terlebih dahulu sebelum Allah melakukan bagian-Nya?" Orang Kristen baru itu melompat berdiri dan berkata, "Oh ya, saya melakukannya. Selama lebih dari 30 tahun saya terus lari dari Allah secepat dosa membawa saya. Itulah bagian saya. Tetapi Allah mengejar dan menangkap saya. Itulah bagian-Nya."

Kita diselamatkan oleh kasih karunia, dan hanya oleh kasih karunia (Roma 3:24). Kita tidak dapat melakukan apa-apa untuk memperolehnya (ayat 28). Penebusan kita adalah hadiah dari Allah. Bagian kita adalah mengakui dosa-dosa dan ketidakmampuan kita untuk menyelamatkan diri sendiri, lalu percaya kepada Yesus yang mati di kayu salib untuk dosa-dosa kita.

Allah telah menyediakan keselamatan bagi Anda--itulah bagian-Nya. Menerimanya dengan iman--itulah bagian Anda. Sudahkah Anda melakukan bagian Anda? --RWD


KESELAMATAN ADALAH APA YANG KITA TERIMA
BUKAN APA YANG KITA RAIH

*  Take from Renungan Harian

Jumat, 23 Oktober 2026

SUDUT PANDANG ALLAH

Karena mata Tuhan menjelajah seluruh bumi untuk melimpahkan kekuatan-Nya kepada mereka yang bersungguh hati terhadap Dia
(2Tawarikh 16:9)



Astronot Jack Lousma menggambarkan bagaimana bumi tampak dari luar angkasa. Ia menulis: "Dengan mata telanjang kami dapat melihat jalan-jalan bebas hambatan, bandara, kota-kota ..., awan putih dan salju di gunung-gunung. Kami dapat melihat petak-petak kecil sawah-sawah petani dan gurun-gurun yang tampak cantik .... Ketika kami melintasi Chicago, kami dapat melihat Teluk Hudson secara keseluruhan ..., Washington D.C. dan Baltimore. Kami dapat melihat dua pertiga jalan di Sungai Mississippi dan menuju Denver."

Apa yang menarik bagi saya tentang sudut pandang yang memungkinkan kita melihat lebih jelas dari atas itu adalah jangkauannya yang sangat luas tetapi detail. Ini mengingatkan saya pada perspektif Allah mengenai alam semesta serta dunia setiap anak-anak-Nya. Alkitab berkata "mata Tuhan menjelajah seluruh bumi" (2 Tawarikh 16:9). Bahkan yang lebih menakjubkan lagi Dia tahu segalanya tentang kita, bahkan pikiran-pikiran kita yang tersembunyi! (Mazmur 139:1-4).

Ada dua kesimpulan yang bisa ditarik dari ayat-ayat ini. Kita tidak pernah lepas dari jangkauan kasih-Nya dan kita tidak pernah bisa bersembunyi dari kekudusan-Nya. Kedua hal ini bisa menenangkan hati kita, atau sebaliknya mengganggu ketenangan kita. Oleh karena kasih-Nya kita tidak dapat pergi dari-Nya, ataupun melepaskan diri dari kesalahan apa pun begitu saja. Dan tidak ada kasih yang lebih besar daripada itu --Dennis De Haan



KARENA TUHAN MENGAWASI KITA, KITA TIDAK PERLU TAKUT AKAN BAHAYA-BAHAYA DI SEKITAR KITA

* Take from Renungan Harian