Jumat, 02 Oktober 2026

DIA DAPAT DIPERCAYA

Ya Tuhan semesta alam, berbahagialah manusia yang percaya kepada-Mu! (Mazmur 84:13)


Saya sedang duduk melamun di dekat jendela, sambil melayangkan pandangan ke pegunungan yang jauh di sela-sela hutan cemara. Saat menoleh ke bawah, saya melihat seekor anak rubah berdiri mematung sambil menatap wajah saya.

Beberapa hari yang lalu, saya melihatnya berdiri di pinggir hutan. Ia memandang saya dengan takut. Saya mengambil telur dari dapur, lalu menggelindingkannya ke tempat terakhir kali saya melihatnya. Setiap hari saya menaruh sebutir telur di rumput, dan setiap hari pula ia memberanikan diri keluar dari antara pepohonan dalam jarak yang cukup untuk mengambil telur itu. Lalu ia akan melesat masuk lagi ke dalam hutan.

Sekarang rubah itu datang atas kemauannya sendiri ke depan pintu rumah saya untuk mengambil telur. Saya rasa ia yakin bahwa saya tak bermaksud menyakitinya.

Kejadian ini mengingatkan istri saya pada ajakan Daud, "Kecaplah dan lihatlah, betapa baiknya Tuhan itu!" (Mazmur 34:9). Bagaimana kita mulai dapat melakukannya? Dengan membaca firman-Nya. Dengan membaca dan merenungkan belas kasih dan kebaikan-Nya, kita belajar bahwa Dia dapat dipercaya (84:13). Rasa takut untuk mendekat kepada-Nya hilang, berganti dengan rasa hormat dan pengagungan kepada-Nya.

Pada saat-saat tertentu mungkin Anda tidak mempercayai Allah, seperti rubah yang waspada saat pertama kali bertemu saya. Beri Dia kesempatan untuk membuktikan kasih-Nya. Bacalah kisah Yesus dalam Injil. Bacalah kidung pujian bagi Allah dalam kitab Mazmur. Kecaplah dan lihatlah betapa baiknya Tuhan! --David Roper

TAK SEORANG PUN BERADA DI LUAR JANGKAUAN KASIH ALLAH

* Take from Renungan Harian 

Kamis, 01 Oktober 2026

REKAN SEKERJA ALLAH

Bapamu mengetahui apa yang kamu perlukan, sebelum kamu minta kepada-Nya (Matius 6:8)


Seorang pria telah mengubah sebidang tanah yang ditumbuhi semak belukar menjadi taman yang indah. Lalu ia memperlihatkan hasil karyanya kepada seorang kawannya. Dengan menunjuk petak bunga itu ia berkata, "Lihatlah apa yang telah saya kerjakan di sini." Namun, kawannya itu membetulkan perkataannya, "Maksudmu, 'Lihatlah yang telah Allah dan saya kerjakan di sini.'" Tukang kebun itu menjawab, "Saya rasa kau benar. Tapi seharusnya kaulihat keadaan tanah ini ketika Allah mengurusnya seorang diri."

Kita mungkin tersenyum dalam menanggapi jawaban si tukang kebun itu, padahal sebenarnya jawaban ini mengungkapkan kebenaran rohani yang indah, yaitu bahwa kita adalah rekan sekerja Allah. Ini berlaku di setiap bidang kehidupan kita, termasuk doa. Ini menjawab pertanyaan yang serta merta muncul ketika merenungkan perkataan Yesus dalam Matius 6. Yesus berfirman, kita tak perlu berdoa dengan bertele-tele seperti orang yang tidak mengenal Allah, karena Bapa di surga mengetahui kebutuhan kita sebelum kita memintanya (Matius 6:7,8).

Yang menjadi pertanyaan, mengapa kita berdoa? Jawabannya sangatlah sederhana dan menghibur. Dengan kemurahan-Nya, Allah memberi kita hak istimewa untuk menjadi rekan sekerja-Nya di segala bidang kehidupan, baik jasmani maupun rohani. Kita bekerja sama dengan Allah melalui doa untuk mengalahkan kuasa jahat dan untuk memenuhi tujuan-Nya yang penuh kasih atas dunia ini. Sungguh merupakan suatu kehormatan dapat menjadi teman sekerja Allah! Hal itu sungguh menjadi dorongan bagi kita untuk berdoa! --Herb Vander Lugt

PEKERJAAN ALLAH DIKERJAKAN OLEH ORANG-ORANG YANG BERDOA

* Take from Renungan Haria