Senin, 29 Juni 2026

BEKERJA DAN BERSENANG-SENANG

Janganlah bersusah payah untuk menjadi kaya, tinggalkan niatmu ini (Amsal 23:4)


Seorang konselor keluarga bernama Mori Freed telah menemukan apa yang disebutnya "mentalitas tambang garam." Ia berkata, "Pada tahun 1980-an, pikiran orang hanya tertuju pada kerja, kerja, dan kerja serta mendapatkan uang sebanyak mungkin." Ia berkata bahwa pada umumnya orang-orang terobsesi untuk mencari uang secara berlebihan. Akibatnya, mereka menjadi depresi tanpa tahu penyebabnya, padahal mereka telah mendapatkan semua hal yang mereka inginkan. Pengamat lain melihat hal serupa dalam bidang pendidikan. Saat ini, jumlah pekerjaan rumah untuk murid-murid Sekolah Dasar telah meningkat hampir dua kali lipat dalam 20 tahun terakhir.

Raja Salomo menujukan kata-katanya yang bijak kepada setiap orang yang berobsesi berlebihan untuk meraih kesuksesan: "Jangan bersusah payah untuk menjadi kaya, tinggalkan niatmu ini" (Amsal 23:4). Terjemahan lain mengatakan, "Bersikaplah bijaksana dengan mengendalikan dirimu."

Bagaimana dengan keluarga kita? Adakah waktu bagi kita untuk bersenang-senang dan tertawa bersama, ataukah selalu ada konflik tentang pekerjaan dan pendidikan yang disertai kata-kata kasar? Seperti apakah keadaan hati kita? Waspadalah, karena dalam pelayanan Kristen pun kadang terdapat obsesi yang tidak sehat.

Kesuksesan dan kekayaan sebesar apa pun yang kita cari akan menjadi hampa bila tidak disertai keseimbangan dan berkat dari Allah. Mungkin inilah saatnya kita harus melihat kembali segala kegiatan kita, bahkan jika perlu sedikit bersantai, mengurangi kesibukan, dan bersenang-senang --DCM


TERUS-MENERUS BEKERJA TANPA BERSENANG-SENANG
AKAN MENGHILANGKAN SUKACITA KEHIDUPAN

* Take from Renungan Harian

Minggu, 28 Juni 2026

"SAYA TAHU CARANYA"

Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku (Yohanes 14:6)



Dwight Slater, seorang pensiunan dokter misi, bercerita bahwa saat melayani di Afrika ia telah melatih seorang yang pandai namun tidak pernah mengenyam pendidikan formal, untuk menjadi asisten bedah. Namanya Kolo. Orang itu mampu belajar dengan cepat hingga ia segera dapat melakukan pembedahan.

Suatu saat sebuah tim dokter dari Amerika Serikat berada di Afrika guna memberikan bantuan selama beberapa waktu. Namun tatkala mereka harus melakukan pembedahan dengan kondisi yang jarang mereka temui di Amerika Serikat namun umum dijumpai di Afrika, mereka menjadi tidak yakin dengan apa yang harus dilakukan. Sebaliknya, Kolo langsung mengambil alat-alat bedah, memotong lapisan urat daging dan persendian tulang, lalu menyelesaikan pembedahan itu dengan baik.

Tatkala para dokter yang keheranan itu menanyakan prosedur pembedahan yang rumit tersebut, dengan sederhana Kolo menjawab, "Saya tidak tahu istilah-istilahnya; saya hanya tahu caranya."

Banyak orang Kristen mungkin tidak dapat mendefinisikan istilah-istilah teologi seperti penebusan, kebenaran, dan kedamaian, tetapi mereka tetap dapat menjadi saksi-saksi Kristus yang efektif karena mereka mengenal Yesus, satu-satunya jalan menuju Bapa (Yohanes 14:6). Orang-orang yang tidak percaya hanya membutuhkan penjelasan yang sederhana, yakni bahwa Yesus mati karena dosa-dosa mereka dan bahwa mereka wajib menerima Dia dengan iman.

Anda tak perlu takut menjadi saksi Kristus. Jika Anda sudah tahu caranya, Anda pasti dapat menunjukkan jalan keselamatan itu kepada orang lain-yakni melalui Yesus Kristus! --DCE


HANYA ADA SATU JALAN MENUJU SURGA-YAKNI MELALUI YESUS KRISTUS

* Take from Renungan Harian