Sabtu, 25 April 2026

BERKUBANG DALAM DOSA

Baiklah orang fasik meninggalkan jalannya, ... baiklah ia kembali kepada TUHAN, maka Di akan mengasihaninya (Yesaya 55:7)


Seekor domba dan seekor babi memberi reaksi yang berbeda terhadap kubangan. Seekor domba yang terjebak dalam kubangan akan merasa tidak nyaman. Ia akan berjuang dan mengembik sampai dapat keluar.

Sebaliknya, seekor babi justru berkeliling mencari kubangan. Ketika menemukannya, ia akan meluncur masuk dengan kegirangan. Sebaliknya, ia akan menjerit bila ada yang berusaha mengeluarkannya dari situ.

Secara alami, dan tanpa pengendalian dari Roh Allah, seorang pendosa juga seperti seekor babi--mencari-cari yang jahat dan juga pencobaan, serta tidak ingin dibebaskan dari dosa. Namun, dalam Alkitab pengikut Kristus diumpamakan sebagai seekor domba yang seharusnya tidak pernah ditemukan dalam kubangan dosa.

Sungguh merupakan suatu fakta yang menyedihkan bahwa banyak domba milik Allah jatuh ke dalam dosa, tetapi orang Kristen yang sudah lahir baru tidak akan merasa nyaman di tempat tersebut. Mereka akan berseru memohon pengampunan dan penyucian. Dalam Mazmur 32, Raja Daud berkata, "Selama aku berdiam diri, tulang-tulangku menjadi lesu karena aku mengeluh sepanjang hari" (ayat 3). Namun kemudian ia mendapati bahwa Tuhan siap mengampuni dan membebaskannya bila ia mengakui dosanya kepada Tuhan (ayat 5). Hal yang sama juga berlaku bagi kita.

Apakah Anda sudah menyerah kalah pada pencobaan? Pernahkah Anda meragukan keselamatan Anda? Kembalilah kepada-Nya, maka Dia akan berbelas kasihan, dan memberi pengampunan dengan limpahnya" (Yesaya 55:7) --MRD


JALAN KEMBALI KEPADA ALLAH BERMULA DARI HATI YANG HANCUR

* Take from Renungan Harian 

Jumat, 24 April 2026

PENGGERUTU

Orang bebal tidak suka kepada pengertian, hanya suka membeberkan isi hatinya (Amsal 18:2)


Nyonya Gerutu berkeluh kesah sebab teman-temannya tampaknya menghindarinya, padahal ia sungguh tidak mengerti apa sebabnya. Seandainya saja ia dapat mendengar rekaman suaranya sendiri, ia pasti akan tahu mengapa ia tidak disukai. Ia selalu membicarakan keluhan-keluhan pribadinya, kelemahan-kelemahannya, penyakit-penyakitnya, dan memaksa orang mendengarkan kisah detailnya saat ia harus dirawat di rumah sakit.

Jika Anda ingin menjaga persahabatan, janganlah menjadi penggerutu. Kebanyakan orang sudah memiliki masalah sendiri, jadi mereka tidak perlu mendengar masalah-masalah Anda.

Di gereja tempat saya melayani, seorang yang sudah berusia lanjut mengharap agar saya dapat mengunjunginya sedikitnya seminggu sekali. Sepanjang masa pelayanan saya, belum pernah saya merasa takut melakukan pelayanan kunjungan seperti ketika mengunjunginya. Setiap minggu ia memaksa saya mendengar cerita tentang kelima operasi yang pernah dijalaninya. Ia tidak pernah menyatakan kebahagiaan dan sukacita atas kesehatan yang saat ini ia miliki atau pemulihan luar biasa yang ia alami. Ia selalu kembali pada hari-hari penderitaannya. Tampaknya ia "menikmati" kesehatannya yang buruk. Padahal, ia masih hidup bertahun-tahun setelah itu. Ia mengingatkan saya pada peribahasa: "Gerbong kereta yang berderit-derit justru akan paling tahan lama."

Hari ini, arahkan mata kita pada donatnya, bukan pada lubangnya. Bagikan kebahagiaan Anda pada orang lain, dan serahkan masalah-masalah Anda pada Tuhan --M.R.De Haan, M.D.


GUNAKANLAH WAKTU UNTUK MENGHITUNG BERKAT BUKAN UNTUK MENGELUH

* Take from Renungan Harian