Minggu, 19 April 2026

BANYAK OMONG

Awasilah mulutku, ya TUHAN, berjagalah pada pintu bibirku!
(Mazmur 141:3)



Seseorang menghadiri suatu pertemuan di mana pembicara tamu berbicara dengan panjang lebar. Ketika pendengarnya itu sudah tidak tahan lagi, ia bangkit berdiri dan keluar dengan perlahan-lahan melalui pintu samping. Di koridor ia berjumpa dengan seorang sahabatnya yang mengajukan pertanyaan, "Apakah orang itu sudah selesai berbicara?" "Ya," jawab orang itu, "orang itu sudah selesai sejak tadi, tetapi ia tidak menyadarinya! Ia cuma tidak mau berhenti!"

Berbicara yang seperlunya dan yang berharga untuk disampaikan adalah sesuatu yang semestinya kita lakukan dengan orang lain setiap hari. Namun, jika kita mau jujur dengan diri kita sendiri, kebanyakan dari pembicaraan kita tak lebih dari sekadar suatu omong kosong. Tuhan Yesus memperingatkan, "Setiap kata sia-sia yang diucapkan orang harus dipertanggungjawabkannya pada hari penghakiman" (Matius 12:36).

Berhentilah sejenak dan pikirkanlah, apa yang biasa kita bicarakan dalam percakapan sehari-hari dengan orang lain? Tentang apa kebanyakan pokok pembicaraan kita? Apakah kita telah berbicara terlalu banyak dan tidak memberi kesempatan kepada orang lain untuk berbicara? Apakah yang kita bicarakan itu memberi keuntungan kepada orang lain? Dan lebih dari itu semua, apakah perkataan kita memuliakan Allah?

Tuhan dapat memampukan kita berbicara untuk membangun orang lain, bukan justru hanya sekadar asal berbicara. Hari ini juga, jadikanlah kata-kata Daud berikut ini sebagai doa kita: "Awasilah mulutku, ya TUHAN, berjagalah pada pintu bibirku!" (Mazmur 142:3) -- RWD

JIKA PIKIRAN KITA SEDANG KOSONG JANGAN LUPA MEMATIKAN SUARANYA 

* Take from Renungan Harian

Sabtu, 18 April 2026

TUHAN BENAR-BENAR BANGKIT!

Sesungguhnya Tuhan telah bangkit dan telah menampakkan diri kepada Simon (Lukas 24:34)


"Kejutan! Yesus hidup!" Dua orang yang berjalan dari Emaus, yang baru saja menjamu sang Penebus yang telah bangkit di rumah mereka, disambut oleh para murid dengan kabar bahwa Tuhan sudah tidak ada lagi di kuburan (Lukas 24:29-34).

Alangkah anehnya jika berita kebangkitan Yesus dianggap sebuah kejutan. Dia telah mengatakan kepada mereka berulang kali bahwa Dia akan bangkit setelah 3 hari (Matius 26:61; Markus 8:31; Yohanes 2:19). Namun, ketika Yesus disalibkan, murid-murid-Nya dirundung oleh kemurungan dan keputusasaan, meskipun mereka seharusnya bersukacita dan menantikan kebangkitan-Nya dengan penuh harap.

Hari kebangkitan-Nya adalah hari yang penuh sukacita dan kemenangan. Namun pada hari pertama kebangkitan-Nya, sebelum menyadari bahwa Yesus bangkit, mereka masih murung dan sedih. Injil Markus mengatakan bahwa mereka "berkabung dan menangis" (Markus 16:10), meski seharusnya mereka bersukacita.

Kebangkitanlah yang memberi makna pada salib itu. Kematian Kristus sendiri adalah kabar buruk, tetapi diikuti dengan kabar baik tentang kebangkitan-Nya dari kematian. Mengapa? Yesus telah menanggung dosa kita di Kalvari. Jika ada satu jiwa saja yang belum ditebus-Nya, maka Dia tentu masih berada di dalam kuburan. Kebangkitan-Nya adalah jaminan yang menunjukkan bahwa karya-Nya telah sempurna. Allah puas, dan Dia menunjukkan kepuasan-Nya itu dengan membangkitkan Yesus dari kubur (Kisah Para Rasul 13:32-33).

Haleluya! Tuhan benar-benar bangkit! -MRD


HIDUPLAH SEOLAH-OLAH KRISTUS MATI KEMARIN, BANGKIT PAGI INI DAN DATANG KEMBALI ESOK HARI!

* Take from Renungan Harian