Sabtu, 11 April 2026

ALLAH MEMPEDULIKANMU

Yesus ... melihat orang banyak yang besar jumlahnya, maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan kepada mereka (Matius 14:14)


Yohanes Pembaptis dihukum mati sebagai martir oleh Raja Herodes. Yohanes adalah sepupu dan sahabat Yesus, jadi kematiannya tentu sangat menyentuh hati Yesus. Saya yakin karena itulah Dia menyingkir dari kerumunan orang. Matius menulis, "Dia pergi dari sana [kampung halaman dan tempat pelayanan-Nya] ..." (14:13).

Yesus ingin menyendiri untuk berkabung, tetapi orang banyak mendesak Dia dengan membawa kebutuhan mereka dan tidak membiarkan-Nya pergi (ayat 13). Melihat penderitaan mereka, Yesus tergerak oleh belas kasihan. Walaupun Dia sendiri sedang sedih, Dia mau menyembuhkan penyakit mereka (ayat 14). Yesus tidak membiarkan kesedihan-Nya menjadi alasan untuk tidak melayani mereka.

Mungkin Anda seorang pekerja dalam pelayanan masyarakat: pendeta, guru, perawat, atau konselor. Mungkin Anda adalah seorang ibu dengan anak-anak yang masih kecil atau pasangan yang tak berdaya karena sakit. Anda harus berkutat sendiri dengan pergumulan, kekecewaan, dan kepedihan hati Anda tanpa seorang pun tampak peduli kepada Anda.

Namun ada seseorang yang peduli. Allah peduli. Dia memahami kesedihan Anda lebih dari siapa pun, dan Dia mengerti dalamnya penderitaan Anda. Anda dapat menyerahkan kehawatiran Anda kepada-Nya (1 Petrus 5:7) dan dalam hadirat-Nya Anda dapat menemukan kasih, penghiburan, dan kekuatan yang Anda butuhkan untuk beranjak dari kesedihan dan peduli pada kesedihan orang lain. Anda dapat mempedulikan orang lain karena Allah mempedulikan Anda -DHR


KARENA ALLAH MEMPEDULIKAN KITA
KITA DAPAT MEMPEDULIKAN SESAMA

* Take from Renungan Harian

Jumat, 10 April 2026

MELIHAT HAMBATAN?

Hamba-Ku Kaleb, karena lain jiwa yang ada padanya dan ia mengikut Aku dengan sepenuhnya, akan Kubawa masuk ke negeri yang telah dimasukinya itu (Bilangan 14:24)


Dua belas orang pengintai, yang dikirim oleh Musa, mengintai tanah Kanaan selama 40 hari. Setelah kembali, mereka--kecuali Yosua dan Kaleb--memberikan laporan yang bernada pesimis, "Kami lihat diri kami seperti belalang, dan demikian juga mereka terhadap kami" (Bilangan 13:33).

Orang-orang tak beriman ini hanya melihat kesulitan dan kegagalan. Benar, bangsa yang berdiam di Kanaan itu kuat-kuat, tetapi tidakkah Allah kita jauh lebih kuat? Bagaimana mereka dapat begitu mudah melupakan penyertaan Allah ketika mereka melintasi padang gurun?

Akhirnya, kesepuluh pengintai yang penuh keraguan tersebut mati di padang gurun. Kita tahu bahwa Yosualah yang memimpin bangsa Israel masuk ke Tanah Perjanjian. Lalu, bagaimana dengan Kaleb? Allah juga memberkati dan membawanya masuk ke tanah tersebut karena ia memiliki jiwa yang berbeda dan mengikuti-Nya dengan sepenuh hati (14:24).

Coba renungkan sejenak ilustrasi tentang dua buah balon. Balon pertama diisi dengan karbondioksida, dan tidak dapat naik. Balon kedua diisi dengan helium, dan serta merta dapat naik. Begitu juga dengan kita. Bila hati kita dipenuhi dengan keraguan dan ketakutan, kita tidak akan dapat naik pada suatu tingkatan iman yang memampukan kita untuk melakukan kehendak Allah.

Untuk mengikuti pimpinan Tuhan kita membutuhkan kemauan seperti Kaleb, karena orang-orang seperti itulah yang dipenuhi oleh Roh Kudus. Adakah Anda memiliki iman seperti Kaleb, atau adakah Anda termasuk dalam barisan para peragu yang senantiasa melihat besarnya kesulitan? --HGB


DALAM RASA TAKUT, YANG TAMPAK ADALAH HAMBATAN
DALAM IMAN, YANG TAMPAK ADALAH KESEMPATAN

* Take from Renungan Harian