Sabtu, 28 Maret 2026

PEMBERIAN TERBESAR

Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal (Yohanes 3:16)


Ted Turner, seorang perintis dunia siaran yang sukses, mengajukan pertanyaan yang menantang kepada sahabatnya Vartan Gregorian, Direktur Carnegie Corporation: "Kau adalah pengumpul dana yang hebat. Berapa pemberian terbesar yang pernah kaudapat?" Gregorian pun menyebutkan sumbangan pendidikan sebesar 500 juta dollar yang diberikan oleh Walter Annenberg. Turner menyambung: "Bagaimana kalau satu miliar? Aku akan memberimu satu miliar malam ini." Dan ia benar-benar memberikannya, di samping menjanjikan 100 juta dolar per tahun untuk membiayai program-program PBB selama 10 tahun mendatang.

Kedermawanan Turner yang mengesankan mendapat perhatian dan pujian dari seluruh dunia. Agaknya ia memecahkan rekor pemberian terbesar di seluruh dunia. Namun benarkah demikian? Bagaimana dengan catatan Alkitab mengenai Allah yang memberikan "Anak-Nya yang tunggal" kepada dunia? (Yohanes 3:16).

Satu miliar dolar memang merupakan angka yang sangat besar, yang bahkan sukar kita bayangkan. Namun jumlah itu tak ada artinya bila kita mengingat palungan Betlehem dan salib Kalvari. Nilai pemberian Allah bagi manusia sungguh tak terkatakan. Dalam kekaguman yang dalam, Paulus berterima kasih kepada Allah atas "karunia-Nya yang tak terkatakan itu!" (2 Korintus 9:15).

Apakah pemberian paling berharga yang pernah ada? Anak tunggal Allah telah diberikan kepada dunia yang berdosa. Melalui iman di dalam Dia kita bisa mendapatkan pengampunan dosa yang sempurna dan hidup yang tak berakhir (ayat 16). Sudahkah Anda menerima pemberian Allah itu? -VCG


KRISTUS ADALAH PEMBERIAN TERBESAR YANG PERNAH  DIKENAL MANUSIA

* Take from Renungan Harian 

Jumat, 27 Maret 2026

HATI UNTUK SESAMA

Tidak ada kasih yang lebih besar daripada ini, yakni seseorang memberikan nyawanya demi sahabat-sahabatnya (Yoh. 15:13)


Ketika anak-anak muda mengadakan konser di alun-alun kota Montego Bay, Jamaika, kami mengira masalah terburuk yang akan kami hadapi adalah sinar matahari yang terik.

Paduan suara dari Grand Rapids, Michigan, sedang di Jamaika untuk memberi semangat kepada orang-orang kristiani di sana dan mewartakan Injil lewat musik. Selama ini mereka sudah sangat menantikan acara penjangkauan jiwa-jiwa ini.

Di pertengahan konser, seorang wanita yang tak menyukai pesan dalam musik itu mulai berteriak marah pada paduan suara. Rupanya ia tidak tahan terhadap lagu-lagu penghormatan terhadap Allah. Setelah beberapa menit terjadi ketegangan, seorang penonton berusaha menenangkannya. Pertengkaran terjadi, dan kami mulai mengkhawatirkan keamanan anak-anak muda yang ada. Akhirnya, wanita itu lari, dan paduan suara tersebut dapat menyelesaikan konser.

Kemudian, saya berkata kepada seorang gadis, "Kami tak ingin mengadakan acara seperti itu lagi."Maksudnya, kami lebih mengutamakan keamanan dia dan teman-temannya. Namun, ia menjawab, "Jika ada satu orang yang datang untuk mengenal Yesus, itu jauh lebih berharga, sekalipun kami berada dalam bahaya."

Tanggapan yang sungguh luar biasa! Itu seperti perkataan Paulus yang rela menderita agar orang datang untuk mengenal Yesus (2Kor. 11:22-30). Gadis ini memiliki perhatian terhadap orang-orang yang bahkan belum dikenalnya. Itulah kasih sejati bagi Yesus, yaitu lebih mementingkan orang lain daripada kebutuhan pribadi --JDB

Tuhan, izinkan aku hidup hari demi hari
Melupakan kepentingan diri sendiri
Agar bila aku berlutut dalam doa
Doaku tertuju bagi sesama. --Meigs


KASIH ALLAH DI DALAM HATI KITA
MEMBERI KITA HATI UNTUK MEREKA YANG TERHILANG

* Take from Renungan Harian