Kamis, 12 Maret 2026

MAKIN BIJAKSANA

Maka berikanlah kepada hamba-Mu ini hati yang faham menimbang perkara (1 Raja-raja 3:9)


Salomo adalah pemuda yang diserahi tanggung jawab untuk memerintah kerajaan terkaya di Timur Dekat pada zaman dahulu. Wilayah Israel waktu itu cukup luas, dari Sungai Efrat sampai perbatasan Mesir. Menyadari tanggung jawabnya yang besar, Salomo tahu ia butuh pertolongan. Jadi ketika Allah bertanya apa yang ia inginkan, Salomo tidak meminta kesehatan atau kekayaan, tetapi hikmat. Permintaannya ini menyenangkan hati Tuhan.

Berfirmanlah Allah: "Oleh karena engkau telah meminta hal yang demikian. maka sesungguhnya Aku melakukan sesuai dengan permintaanmu itu, sesungguhnya Aku memberikan kepadamu hati yang penuh hikmat dan pengertian, sehingga sebelum engkau tidak ada seorang pun seperti engkau, dan sesudah engkau takkan bangkit seorang pun seperti engkau" (ayat 11,12).

Terjemahan kata "pengertian" dalam permohonan Salomo (ayat 9) sebenarnya berarti "mendengarkan." Allah memberi Salomo hati yang dapat mendengarkan sehingga ia dapat menghakimi bangsanya dan "membedakan antara yang baik dan yang jahat."

Para pria dan wanita yang bijaksana juga mendengarkan suara Allah melalui Alkitab-Nya. Tentu saja mereka juga membaca buku-buku lain, tetapi mereka menyaring semua itu dengan kebenaran firman Allah. Tak ada hikmat yang lebih besar daripadanya.

Jika Anda mau, mintalah hikmat kepada Allah. Yakobus berkata: "Apabila di antara kamu ada yang kekurangan hikmat, hendaklah ia memintakannya kepada Allah, -- yang memberikan kepada semua orang dengan murah hati dan dengan tidak membangkit-bangkit, maka hal itu akan diberikan kepadanya" (Yakobus 1:5) -DHR


ALLAH MEMBUKA PINTU HIKMAT-NYA BAGI MEREKA YANG MEMBUKA ALKITAB MEREKA

* Take from Renungan Harian 

Rabu, 11 Maret 2026

ANAK EMAS ALLAH

Ia memanggil domba-dombanya masing-masing menurut namanya dan menuntunnya ke luar (Yohanes 10:3)


Sejak putri pertama saya lahir, saya sangat mengasihinya sehingga saya justru tersiksa sendiri. Dengan bodohnya saya merasa takut tidak bisa mengasihi anak saya yang berikutnya sama besarnya, atau takut kalau harus membagi kasih saya di antara mereka supaya adil. Namun ketika putri kedua saya lahir, ternyata saya tetap dapat mengasihinya sama besarnya dengan kasih saya terhadap putri pertama saya, hanya dengan cara yang unik.

Penemuan ini mengingatkan saya bahwa Allah kita yang agung juga mampu mengasihi setiap anak-Nya secara utuh tanpa harus mengurangi kasih-Nya pada anak-anak-Nya yang lain, karena Dia mengasihi setiap kita secara unik. Karena itu, setiap orang percaya yang memohon pertolongan Allah akan mendapatkan kasih yang utuh seolah-olah tidak ada orang lain yang membutuhkan perhatian-Nya.

Dalam kehidupan dan ajaran Yesus, kita mendapatkan cukup bukti tentang hal ini. Dalam Yohanes 10, Dia menyatakan diri sebagai "Gembala yang baik," yang memanggil, memelihara, dan mengenal domba-domba-Nya dengan nama mereka dan bahwa Dia dikenal oleh mereka (ayat 3,11,14). Yesus kemudian menggunakan hubungan antara gembala dan domba itu untuk menggambarkan hubungan yang dinikmati-Nya bersama Bapa-Nya (ayat 15). Betapa berartinya kita bagi Dia!

Seseorang pernah berkata sinis bahwa Tuhan kadang seolah-olah menganakemaskan seseorang. Namun seorang pengkhotbah juga pernah berkata: "Tentu saja Allah mempunyai anak emas! Kita semua adalah anak emas-Nya!" Sebagai anak-anak-Nya, kita dapat meyakini perhatian dan kasih-Nya -JEY


UNTUK MEMPERBARUI KASIH ANDA PADA KRISTUS
RENUNGKANLAH KASIH-NYA PADA ANDA

* Take from Renungan Harian