Senin, 09 Februari 2026

MATA AIR YANG TERUS MEMANCAR

Yesus berdiri dan berseru: "Barangsiapa haus, baiklah ia datang kepada-Ku dan minum!(Yohanes 7:37


Joseph Campbell, seorang ahli mitologi [penelitian atas cerita-cerita mengenai asal-usul manusia dan dunia] yang terkenal, mengatakan bahwa teman-temannya sesama ahli mitologi sedang hidup dalam "kegersangan." Ia menambahkan bahwa mereka "kebingungan; dan mengembara di tanah yang tidak menunjukkan tanda-tanda adanya air--sumber yang membuat segala sesuatu hidup."

Ini juga menggambarkan penderitaan yang mendalam dari orang-orang yang tak terhitung banyaknya pada masa kini. Mereka mencoba segala cara untuk memuaskan jiwa mereka yang dahaga. Banyak orang bahkan menganut kepercayaan yang hampa, seperti yang dulu sering dibanggakan oleh Campbell. Namun seperti yang dikatakan Nabi Yeremia, mereka membuat bagi diri mereka sendiri "kolam yang bocor, yang tidak dapat menahan air" (Yeremia 2:13).

Apa pun yang dipercayai Campbell saat ini, yang jelas "Sumber yang membuat segala sesuatu hidup" itu adalah Kristus Yesus, Juruselamat kita yang kudus. Dialah yang memberikan "air hidup," yang menjadi "mata air ... yang terus-menerus memancar sampai kepada hidup yang kekal" (Yohanes 4:10,14).

Jika Anda sudah menanggapi Injil dan secara pribadi telah menerima Kristus Yesus sebagai Juruselamat Anda dari dosa, maka Anda memiliki mata air yang memancar dalam jiwa Anda (Yohanes 7:37-38). Kini Anda dapat berdoa bagi orang-orang di sekitar Anda yang "kebingungan" dan tawarkanlah "air hidup" itu kepada mereka yang haus dan mengembara dalam kegersangan tanpa Kristus --VCG


HANYA YESUSLAH, AIR KEHIDUPAN,
YANG DAPAT MEMUASKAN JIWA KITA YANG DAHAGA AKAN ALLAH

* Take from Renungan Harian

Minggu, 08 Februari 2026

MENCAIRKAN KEBEKUAN

Kamu adalah garam dunia...Kamu adalah terang dunia (Matius 5:13-14)


Beberapa tahun yang lalu, sebuah bangunan yang berisi berton-ton es habis terbakar. Carl Franke, seorang penulis, mengatakan bahwa meski di dalam bangunan tersebut terdapat ribuan galon air yang dapat memadamkan kebakaran, tetapi air itu tidak berada dalam wujud yang dapat digunakan. Bangunan itu penuh dengan bahan-bahan yang beku!

Malangnya, banyak orang dan gereja memiliki masalah yang serupa. Meski diberkati dengan berton-ton sumber daya yang dapat dipakai untuk bersaksi dan melayani, umat pilihan Allah seringkali merupakan "orang-orang beku" di dalam Allah.

Yesus mengatakan bahwa kita adalah garam dan terang, dan Dia memperingatkan supaya kita tidak kehilangan rasa asin sebagai garam dan tidak menyembunyikan terang yang kita miliki (Matius 5:13-20). Di bawah ini ada dua hal yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya hal-hal di atas.

1. Garam sebagai penyedap rasa tidak akan berguna apabila tidak bersinggungan dengan makanan dan menyatu di dalamnya. Yesus memanggil kita untuk "memberi rasa" kepada masyarakat di dalam nama-Nya, yaitu lewat keterlibatan yang akrab dengan orang lain.

2. Terang bersinar supaya terlihat. Orang-orang percaya harus keluar dari persembunyian mereka supaya dikenal sebagai murid-murid-Nya. Pernyataan iman mereka harus tampak nyata lewat perbuatan baik yang mereka lakukan. D.L. Moody berkata, "Sebuah mercusuar tidak perlu menembakkan meriam untuk menarik perhatian orang kepada terang yang mereka pancarkan. Dengan terus bersinar saja sudah cukup."

Kita harus menggarami masyarakat dan menerangi dunia bagi Kristus. Sekarang waktunya untuk mencairkan bahan-bahan beku yang ada dalam kehidupan kita --JEY


TUJUAN KITA DI BUMI INI BUKAN UNTUK MEMBIASAKAN DIRI DENGAN KEGELAPAN, MELAINKAN UNTUK BERCAHAYA SEPERTI TERANG

*Take from Renungan Harian