Minggu, 08 Februari 2026

MENCAIRKAN KEBEKUAN

Kamu adalah garam dunia...Kamu adalah terang dunia (Matius 5:13-14)


Beberapa tahun yang lalu, sebuah bangunan yang berisi berton-ton es habis terbakar. Carl Franke, seorang penulis, mengatakan bahwa meski di dalam bangunan tersebut terdapat ribuan galon air yang dapat memadamkan kebakaran, tetapi air itu tidak berada dalam wujud yang dapat digunakan. Bangunan itu penuh dengan bahan-bahan yang beku!

Malangnya, banyak orang dan gereja memiliki masalah yang serupa. Meski diberkati dengan berton-ton sumber daya yang dapat dipakai untuk bersaksi dan melayani, umat pilihan Allah seringkali merupakan "orang-orang beku" di dalam Allah.

Yesus mengatakan bahwa kita adalah garam dan terang, dan Dia memperingatkan supaya kita tidak kehilangan rasa asin sebagai garam dan tidak menyembunyikan terang yang kita miliki (Matius 5:13-20). Di bawah ini ada dua hal yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya hal-hal di atas.

1. Garam sebagai penyedap rasa tidak akan berguna apabila tidak bersinggungan dengan makanan dan menyatu di dalamnya. Yesus memanggil kita untuk "memberi rasa" kepada masyarakat di dalam nama-Nya, yaitu lewat keterlibatan yang akrab dengan orang lain.

2. Terang bersinar supaya terlihat. Orang-orang percaya harus keluar dari persembunyian mereka supaya dikenal sebagai murid-murid-Nya. Pernyataan iman mereka harus tampak nyata lewat perbuatan baik yang mereka lakukan. D.L. Moody berkata, "Sebuah mercusuar tidak perlu menembakkan meriam untuk menarik perhatian orang kepada terang yang mereka pancarkan. Dengan terus bersinar saja sudah cukup."

Kita harus menggarami masyarakat dan menerangi dunia bagi Kristus. Sekarang waktunya untuk mencairkan bahan-bahan beku yang ada dalam kehidupan kita --JEY


TUJUAN KITA DI BUMI INI BUKAN UNTUK MEMBIASAKAN DIRI DENGAN KEGELAPAN, MELAINKAN UNTUK BERCAHAYA SEPERTI TERANG

*Take from Renungan Harian 

Sabtu, 07 Februari 2026

TAK DIKENAL

Ia sendiri telah memberikan bantuan kepada banyak orang, juga kepadaku sendiri (Roma 16:2)




James Deitz telah membuat berbagai lukisan pesawat terbang dan awaknya. Lukisannya begitu realistis sehingga tampak seperti foto. Banyak karyanya dipajang di berbagai galeri penerbangan di Amerika Serikat, termasuk Lembaga Smithsonian.

Salah satu lukisan Deitz yang berjudul "Tak Dikenal", menggambarkan empat awak mekanik yang sedang memperbaiki sebuah pesawat pengebom. Mereka berada jauh di bawah geladak kapal induk pengangkut pesawat terbang, di tengah Samudera Pasifik pada Perang Dunia II. Keempat pria berwajah pucat dan serius yang berlumuran minyak itu sedang bekerja keras memperbaiki pesawat agar dapat kembali ke medan perang.

Mungkin kita pun sedang melakukan tugas tak terlihat dalam mendukung misi gereja untuk menyebarkan Injil dan menumbuhkan iman jemaat. Tanpa banyak sukarelawan, tak satu pun gereja atau lembaga misi dapat menjalankan pelayanannya secara efektif.

Saat Rasul Paulus mengakhiri suratnya kepada jemaat di Roma, ia menuliskan beberapa nama yang tak disebutkan di bagian lain Alkitab. Sebagai contoh, Paulus menyebut Febe dan mengatakan bahwa ia "memberikan bantuan kepada banyak orang" (ayat 16:2). Febe dan beberapa orang lain, telah menjadi bagian yang sangat penting dalam kehidupan dan pelayanan gereja mula-mula.

Apakah Anda bekerja "di bawah geladak kapal"? Ingatlah, pelayanan Anda bagi Kristus sangat penting. Bahkan jika tak seorang pun menunjukkan penghargaan atas kerja keras Anda, yakinlah bahwa suatu hari nanti Tuhan sendiri akan memberikan penghargaan kepada Anda (Kolose 3:23,24) --Dave Egner


TAK ADA PELAYANAN BAGI KRISTUS YANG TAK TERLIHAT OLEH-NYA

* Take from Renungan Harian