Kamis, 09 Juli 2026

GERHANA

Biarlah semuanya memuji-muji Tuhan, sebab hanya nama-Nya saja yang tinggi luhur (Mazmur 148:13)


Seorang teman yang menyaksikan gerhana matahari total di Inggris menggambarkan perasaan luar biasa yang dialaminya ketika melihat bagaimana matahari perlahan-lahan ditelan oleh bayangan kegelapan, kemudian tiba-tiba diikuti oleh datangnya fajar yang begitu cepat. Sebagian pengamat hanya melihatnya sebagai suatu kebetulan karena letak bulan saat itu tepat menutupi sinar matahari yang menuju bumi pada waktu dan tempat tertentu. Namun teman saya tadi menyebutnya sebagai pertunjukan yang luar biasa dari Allah. Ia melihatnya sebagai bukti adanya rencana, keteraturan, dan kontrol yang tepat dari Allah atas alam semesta ciptaan-Nya.

Mazmur 148 mengajak semua ciptaan untuk memuji kebesaran Allah, "Pujilah Dia, hai matahari dan bulan, pujilah Dia, hai segala bintang terang!. Pujilah Tuhan,. hai raja-raja di bumi dan segala bangsa" (ayat 3,7,11).

Segala ciptaan Allah menyanyikan kebesaran-Nya, dan mengingatkan kita bahwa Dia berkuasa dan mengendalikan segala hal dalam kehidupan kita. Karena itu sudah sepantasnya kita "memuji-muji Tuhan, sebab hanya nama-Nya saja yang tinggi luhur; keagungan-Nya mengatasi bumi dan langit" (ayat 13).

Kebenaran ini akan menolong kita saat cahaya kehidupan kita tertutup oleh kegelapan dan kesulitan. Kita dapat mempercayai dan memuji Allah yang Mahakuasa, karena segala rencana-Nya sempurna, pengaturan waktu-Nya selalu tepat, dan Dia senantiasa mengendalikan hidup kita --DCM


KERENA KITA BERADA DALAM KENDALI ALLAH MAKA TAK ADA YANG PERLU KITA TAKUTKAN

* Take from Renungan Harian 

Rabu, 08 Juli 2026

PRESTASI DAN DASAR MOTIVASI

Dari Tuhanlah kamu akan menerima bagian yang ditentukan bagimu sebagai upah. Kristus adalah tuan dan kamu hamba-Nya (Kolose 3:24)



Allah ingin agar kita mengembangkan dengan baik talenta-talenta yang Dia berikan. Adalah kehendak-Nya bila seorang murid harus menulis makalah akhir tahun ajarannya atau bila seorang arsitek merancang sebuah bangunan pencakar langit yang menjulang. Namun seiring dengan bergulirnya sejarah, kita juga menyadari bahwa pada akhirnya karya terbesar manusia akan menjadi debu dan abu.

Bahkan prestasi-prestasi terbesar yang pernah kita capai akan menjadi seperti istana pasir yang dibuat anak-anak di tepi pantai, yang dengan cepat hanyut tersapu oleh air. J.M. Thornburn menulis, "Anda akan memperoleh kebahagiaan yang mendalam dan sejati dalam hidup ini bila Anda dapat memamerkan prestasi Anda kepada orang lain. Tetapi akan lebih memuaskan lagi bila Anda berhasil membuat orang lain mengagumi prestasi Anda."

Meski kedengarannya sinis, itulah pandangan yang nyata dari hidup kita, jika kita tidak mempunyai kepercayaan terhadap dunia yang akan datang. Namun pandangan hidup kita seketika akan berubah jika kita menempatkan Allah sebagai teladan dan memikirkan kekekalan yang terbentang tiada batas. Jika kita dimotivasi oleh kasih Allah, ketaatan pada Firman-Nya, dan hasrat yang membara untuk memuliakan Bapa surgawi (Kolose 3:22-23), maka segala pekerjaan kita akan memperoleh nilai yang kekal dan kita akan menerima upah dari Allah (1Korintus 3:14; 9:24-25).

Pekerjaan yang dilakukan untuk memuliakan Tuhan akan menyenangkan Dia dan membawa berkat bagi kita. Ingat, dasar motivasi kitalah yang menentukan segalanya --VCG


DASAR MOTIVASI YANG TERDALAM UNTUK MENAATI ALLAH ADALAH HASRAT UNTUK MENYENANGKAN HATI-NYA 

* Take from Renungan Harian