Sabtu, 04 Juli 2026

PIRING-PIRING KOTOR

Anak-anakku, tinggallah di dalam Kristus, supaya apabila Ia menyatakan diri-Nya, kita beroleh keberanian percaya dan tidak usah malu terhadap Dia pada hari kedatangan-Nya (1Yohanes 2:28)



Ketika saya masih kecil, Ayah sering melakukan perjalanan ke kota lain untuk berkhotbah di gereja-gereja dan di konferensi-konferensi Alkitab. Kadangkala Ibu ikut bersamanya, sehingga kakak saya dan saya sendirian selama beberapa hari di rumah. Kami menikmati kebebasan itu, tetapi kami tidak suka bila harus mencuci piring.

Saya ingat bagaimana kami mencoba menghindari tugas yang tidak menyenangkan itu selama mungkin dengan menumpuk seluruh piring kotor, gelas-gelas, dan sendok-garpu setiap kali selesai makan. Di akhir pekan, semua tempat telah dipenuhi dengan barang-barang kotor. Lalu, di sore hari sebelum Ayah dan Ibu kembali, kami menyingsingkan lengan baju untuk membersihkan barang-barang yang kotor dan berantakan itu. Dan, kami menghabiskan waktu berjam-jam! Betapa malunya kami bila ternyata orangtua kami pulang lebih awal dari perkiraan.

Karena kita tidak mengetahui dengan pasti kapan Yesus Kristus akan datang (Matius 24:36,42,44), kita tidak boleh malas dalam mengiring Kristus. Pengharapan akan kedatangan-Nya yang dapat terjadi setiap saat seharusnya menolong kita untuk menjadi hamba yang "setia dan bijaksana" (ayat 45) dan hidup di jalan yang di dalamnya "kita beroleh keberanian percaya dan tidak usah malu" ketika Dia datang (1Yohanes 2:28).

Ya, Kristus akan datang kembali, seperti yang telah Dia janjikan kepada kita. Mungkin juga hari ini! Masihkah Anda menyimpan "piring-piring kotor"? Sekaranglah waktunya untuk berbenah diri --RWD


HIDUPLAH SEOLAH KRISTUS MATI KEMARIN
DAN AKAN DATANG KEMBALI HARI INI

* Take from Renungan Harian

Jumat, 03 Juli 2026

TANTANGAN YANG BERDOSA

Angkatan ini adalah angkatan yang jahat. Mereka menghendaki suatu tanda, tetapi kepada mereka tidak akan diberikan tanda selain tanda Nabi Yunus (Lukas 11:29)


Woody Allen pernah berkata, "Andai kata Allah memberiku mukjizat! Misalnya dengan memberi sejumlah besar deposito atas namaku di sebuah bank di Swis." Ia hanya bercanda, tetapi sebenarnya ia mengungkapkan sikap kebanyakan orang. Bagaimanapun juga, Allah tidak mau menanggapi tantangan yang sembrono seperti itu untuk membuktikan keberadaan-Nya. Sejujurnya, jika seseorang tiba-tiba mendapat uang 10 juta dollar di rekeningnya, kemungkinan besar ia akan melihatnya sebagai kesalahan komputer atau administrasi, bukan mukjizat Allah.

Banyak orang pada zaman Yesus bersikeras menyangkal ketuhanan-Nya, meski Dia telah melakukan banyak mukjizat. Bahkan, mereka masih meminta "sebuah tanda dari surga" (Lukas 11:16). Namun Yesus menolak permintaan mereka yang bernada angkuh dan menghina itu. Sebenarnya yang menjadi masalah bukanlah kurangya bukti; melainkan ketidakpercayaan mereka yang keras kepala.

Orang-orang tidak percaya seperti itu masih ada hingga kini, meskipun Allah telah menyediakan cukup banyak bukti yang dapat menjadi dasar iman. Ada kesaksian dari alam dan suara hati (Roma 1:20; 2:14-15), sejarah kehidupan Kristus (Ibrani 1:1-4), dan pekerjaan Roh Kudus dalam kehidupan orang-orang percaya (1 Yohanes 3:24; 4:13). Meminta sesuatu yang lebih dari itu adalah dosa!

Tanggung jawab kita hanyalah mempercayai kesaksian yang telah Allah berikan, mempercayai Anak-Nya, dan menaati-Nya (Yohanes 3:36; 1Yohanes 2:3-6; 1Yohanes 5:1-13). Bila kita melakukan semua itu, Dia akan memberi keyakinan bahwa kita adalah milik-Nya, sehingga tak perlu lagi tanda-tanda yang lain -HVL


BERBAHAGIALAH MEREKA YANG TIDAK MELIHAT, NAMUN PERCAYA --Yohanes 20:29 

* Take from Renungan Harian