Jumat, 12 Juni 2026

GURU YANG BAIK

Jadikanlah dirimu sendiri suatu teladan dalam berbuat baik (Titus 2:7)


Semasa kuliah di Bryan College saya mengenal seorang guru Alkitab yang bernama Irving Jensen. Ia dikenal sebagai pakar yang menguasai berbagai metode Pendalaman Alkitab dan ia pun telah menerbitkan banyak buku dan menulis banyak artikel dalam majalah yang mengangkat pokok bahasan tersebut. Ia sangat meyakini apa yang diajarkannya dan juga merupakan seorang guru yang sangat efektif dan berpengaruh besar di antara para mahasiswa.

Jensen berhasil karena ia menjalankan dalam apa yang diajarkannya. Walau terkadang ia tidak lancar berbicara dan tidak menerapkan teknik penguasaan kelas yang baik, namun ia mencintai para mahasiswanya dan mengajar kami untuk mencintai firman Allah sebagaimana ia sendiri mempraktekkan dan mengajarkannya. Ia mempraktekkan firman yang tertulis dalam Titus 2:7,8, “Jadikanlah dirimu sendiri suatu teladan dalam berbuat baik. Hendaklah engkau jujur dan bersungguh-sungguh dalam pengajaranmu, sehat dan tidak bercela dalam pemberitaanmu sehingga lawan menjadi malu, karena tidak ada hal-hal buruk yang dapat mereka sebarkan tentang kita.”

Kita sendiri harus menjaga kesaksian kita tentang Kristus dengan gaya hidup yang sehat sehingga tidak dapat dicela oleh lawan-lawan kita. Hidup kita harus menjadi teladan supaya orang-orang disekitar kita dapat tertarik untuk mengetahui kebenaran tentang Kristus (ayat 10).

Perkataan dan gaya hidup kita hendaknya membawa pesan Kristus. Mengajar lewat perkataan dan perbuatan--itulah caranya menjadi guru yang baik--DCE


GURU YANG BAIK TIDAK HANYA TAHU CARA MELAKUKAN SESUATU TETAPI JUGA MEMPRAKTEKKAN SESUATU ITU

* Take from Renungan Harian 

Kamis, 11 Juni 2026

HANYA UNTUK PENDOSA

Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu ... pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri (Efesus 2:8,9)


Banyak orang nonkristiani tahu lagu pujian “Sangat Besar Anugerah-Nya” (Amazing Grace), tetapi banyak yang tak tahu arti anugerah. Suatu hari ketika penginjil D.L. Moody mempelajari arti anugerah Allah, ia berlari ke jalan dan berteriak kepada orang pertama yang ia jumpai, “Apakah Anda tahu grace [anugerah]?” Dengan bingung orang itu menyahut, “Grace siapa?” Tanpa ragu Moody lalu menjelaskan anugerah, yakni Allah berbelas kasih kepada orang berdosa dan dengan cuma-cuma menawarkan pengampunan dan hidup baru kepada mereka melalui iman dalam Kristus.

Saya mendengar tentang seorang pria yang hidupnya bermasalah dan meninggal tanpa memahami pesan anugerah Allah. Seorang pendeta berbicara kepadanya dan mendorongnya untuk ke gereja, tetapi jawabnya, “Saya sangat tidak layak.” Ia tak tahu bahwa anugerah Allah diberikan untuk orang yang tak layak menerimanya.

Dalam surat Paulus kepada jemaat Efesus, Paulus secara gamblang menggambarkan hidup pra-kristiani mereka bagaikan orang yang sudah “mati karena pelanggaran-pelanggaran dan dosa-dosa” (2:1). Kemudian ia menggunakan dua kata yang penuh pengharapan: tetapi Allah (ayat 4). Dua kata itu menunjukkan belas kasih dan anugerah Allah yang menyediakan pengampunan dan hidup baru melalui Kristus. Keselamatan didapat melalui iman, bukan usaha kita, jadi tak seorang pun dapat memegahkan diri (ayat 8,9).

Mari kita bantu orang lain memahami bahwa keselamatan Allah hanya untuk orang berdosa, termasuk kita. Itulah yang membuat anugerah Allah sangat besar! --Joanie Yoder


LANGKAH PERTAMA UNTUK MENERIMA KEHIDUPAN KEKAL ADALAH MENGAKUI BAHWA KITA TIDAK LAYAK MENERIMANYA

* Take from Renungan Harian