Beginilah firman Tuhan: Apakah kecurangan yang didapati nenek moyangmu padaKu, sehingga mereka menjauh dari padaKu, mengikuti dewa kesia-siaan, sampai mereka menjadi sia-sia? (Yer 2:5)
Cinta yang baru selalu menyenangkan! Kita semua dapat melihatnya pada pasangan-pasangan yang baru menikah. Tidak peduli usia mereka masih 20an atau sudah 70an, cinta membuat wajah mereka berseri dan kaki mereka melambung.
Bukan hanya dalam pernikahan saja. Kita juga melihatnya pada orang-orang yang dengan penuh cinta mencuci dan mengelap mobil mewah baru mereka - dan itu dilakukannya berkali-kali.
Baik pada mobil baru maupun hubungan yang baru, mula-mula kita menanggapinya dengan kesungguhan yang sepenuh hati. Namun dengan berlalunya waktu, luapan perasaan itu seringkali memudar. Harapan yang berlebihan dapat membutakan kita akan kekurangan-kekurangan dari objek cinta kita. Jika kita berharap terlalu banyak dari seseorang atau sesuatu, berarti kita sedang mengarahkan diri pada kekecewaan.
Mobil, rumah, atau kekasih pada akhirnya akan terlihat kurang ideal. Namun bila hubungan kita dengan Allah yang menjadi dingin, itu terjadi karena komunikasi kita denganNya telah berantakan dan ketidakpedulian telah masuk ke dalam hati kita. Dengan demikian, keintiman yang indah lenyap. Itulah yang terjadi pada bangsa Israel (Yer 2:5-8); juga pada kita. Namun kita tidak dapat menjadikan Allah sebagai kambing hitam. Dia tidak pernah berubah. KasihNya kepada kita tidak pernah berkurang!
Jika hubungan Anda dengan Allah mulai mendingin, segera ambillah waktu untuk merenungkan kembali siapa Dia dan apa yang telah dilakukanNya. Mendekatlah padaNya melalui doa, dan Anda tidak akan dibiarkan bertanya-tanya ke mana cinta Anda menghilang. -- MRD
UNTUK MEMPERBARUI KASIH KITA KEPADA KRISTUS RENUNGKAN KEMBALI KASIH KRISTUS KEPADA KITA
* Take from Renungan Harian