Sebab itu jadilah penurut-penurut Allah, seperti anak-anak yang kekasih (Efesus 5:1)
Seperti kebanyakan anak-anak seusianya, anak saya Julie juga menyukai permainan bola basket. Dan ia semakin serius menekuninya sejak saya menjadikan bola basket olahraga pilihan saya.
Apa yang Julie ketahui tentang bola basket kebanyakan diperoleh dari pertemuan-pertemuan yang kami ikuti. Kadang-kadang, ketika saya dengan teman-teman menyaksikan ia bermain, saya mendengar seruannya setelah berhasil melakukan lemparan bola panjang, "Seperti ayahku!"
Sungguh itu merupakan pernyataan yang membanggakan hati. Namun, ada pernyataan lain yang lebih membanggakan hati yang ia lontarkan di kemudian hari ketika kami sedang membicarakan bagaimana ia meniru gaya saya di lapangan. Ia mengatakan, "Ayah, orang Kristen seharusnya juga menjadi peniru-peniru. Kita seharusnya meniru teladan Yesus. Dengan demikian kita dapat berkata, 'Seperti Yesus.'"
Julie benar! Kita perlu mengetahui bagaimana reaksi Yesus ketika menghadapi kesulitan -- dan bereaksi sama seperti yang dilakukanNya. Kita perlu mengetahui jawaban Yesus ketika mendapat kritik -- dan memberikan jawaban seperti yang dilakukanNya. Kita perlu mengetahui bagaimana Yesus memperhatikan orang lain -- dan memperhatikan mereka sama seperti yang diperbuat Yesus.
Itulah tujuan hidup yang agung yang seharusnya dimiliki oleh setiap orang Kristen. Kita dapat mulai melakukan hal ini dengan mempelajari firmanNya secara teratur dan mencari pimpinan Roh Kudus atas apa yang kita lakukan setiap hari.
Bayangkanlah betapa sukacitanya Tuhan bila kita selalu mencoba menjalani hidup ini dengan meneladani Yesus -- JDB
ANAK-ANAK ALLAH HARUS MENYERUPAI SANG BAPA
* Take from Renungan Harian