Rabu, 17 Mei 2023

GAS ASAM

Bersedih lebih baik daripada tertawa, karena muka muram membuat hati lega (Pengkhotbah 7:3)



Gas asam atau nitrogen oksida, digunakan untuk mengurangi rasa sakit pada waktu operasi. Gas ini menyebabkan pasien kebal terhadap rasa sakit, sehingga memberikan dampak yang menyenangkan bagi mereka. Pasien yang berada di bawah pengaruh zat kimia ini biasanya akan bernyanyi atau tertawa dengan histeris sebelum akhirnya kehilangan kesadaran diri.

Hati manusia yang palsu juga dapat menyebabkan seseorang menjadi kebal terhadap pengaruh dosa yang menawarkan segala keindahan dan kenyamanan yang semu belaka. Sekalipun akan menampilkan kesan keceriaan dan keteguhan, hati yang kelihatan gembira itu sesungguhnya mencerminkan duka yang berkepanjangan.

Keadaan seperti itulah yang digambarkan oleh penulis kitab Pengkhotbah. Ia menjelaskan bahwa seperti bunyi duri yang terbakar di bawah kuali, demikianlah tanda kehancuran orang fasik. Kegembiraan mereka hanyalah mencerminkan kedegilan dan kepastian kesudahan mereka (Pengkhotbah 7:1-6). Mereka mengabaikan kekudusan hidup maupun kepastian penghukuman Allah atas pelanggaran mereka.

Apakah Anda juga enggan mengakui kesalahan Anda di hadapan Allah dan lebih suka bersenang-senang sepanjang waktu dengan mencari kenikmatan hidup yang hanya sekejap? Jika benar demikian, seperti kata Pengkhotbah, Anda perlu mengunjungi "rumah duka" (Pengkhotbah 7:2,4) dan mengakui ketidakberdayaan dan keadaan Anda yang berdosa. Percayalah pada Tuhan Yesus Kristus agar Anda memperoleh keselamatan kekal. Dengan demikian, sukacita sejati akan menggantikan gelak tawa yang sia-sia -- MRD II

KITA DAPAT BELAJAR BANYAK DARI KEDUKAAN DARIPADA KEGEMBIRAAN 

* Take from Renungan Harian