Lalu tinggallah Yakub seorang diri. Dan seorang laki-laki bergulat dengan dia sampai fajar menyingsing (Kejadian 32:24)
Pimpinan dari International Concerts of Prayer (Konser Doa Internasional), David Bryant, menceritakan tentang kunjungannya ke sebuah kota besar untuk memimpin acara doa. Ketika memasuki gedung tempat acara tersebut akan berlangsung, ia mendapati bahwa gedung yang besar itu juga dipakai untuk acara lainnya. Satu ruangan untuk pertemuan doa; ruangan lainnya dijadikan tempat pertandingan tinju.
Dua petunjuk berupa gambar anak panah menyambut kehadiran para tamu, masing-masing menunjukkan jalan menuju ruangan yang berbeda. Dengan huruf tebal, yang satu tertulis TINJU; yang lainnya tertulis DOA. Bryant mengatakan bahwa peristiwa ini merupakan pengalaman pertamanya berada dalam suatu keadaan dimana orang-orang harus memilih antara tinju dan "gulat" (doa).
Bryant mengatakan bahwa berdoa dapat menyerupai bergulat, sebagaimana kita baca pada Kejadian 32:1-32. Ketika Yakub menyadari bahwa Laki-laki yang bergulat dengannya adalah Allah dalam wujud manusia, ia meminta berkat dan tidak akan membiarkan Dia pergi sampai permohonannya dipenuhi. Allah menghargai ketekunannya. Tuhan berkata kepada Yakub,"...engkau telah bergumul melawan Allah dan manusia, dan engkau menang" (Kejadian 32:28)
Kita tidak dapat memilin lengan Allah atau memakaiNya untuk mencapai tujuan kita sendiri. Namun kita dapat "bergulat" denganNya dengan cara bertekun dalam doa ketika apa yang kita mohonkan berada dalam kehendakNya.
Mungkin inilah saatnya bagi kita untuk mulai melakukan sedikit pergulatan. Siapkah Anda melakukannya? -- JDB
* Take from Renungan Harian