Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah padaKu... dan jiwamu akan mendapat ketenangan (Matius 11:29)
Banyak orang Kristen dihantui kecemasan dan bermasalah. Meskipun mereka telah mengalami ketenangan dari keselamatan yang memberi pengampunan dosa dan jaminan ketenangan abadi di surga kelak, jiwa mereka tetap masih kacau. Dalam ketakutan dan keraguan, mereka terus menerus dibebani berbagai problema kehidupan.
Pengamatan yang lebih cermat terhadap kecemasan yang dialami mereka akan memperlihatkan alasan yang sebenarnya di balik keadaan yang kacau itu. Karena tidak pernah belajar untuk "beristirahat" di dalam Tuhan, mereka gagal untuk mengalami "tinggal tenang dan percaya" (Yesaya 30:15) yang datang pada mereka yang memiliki persekutuan denganNya setiap hari melalui pembacaan Alkitab dan doa.
Seorang pengarang tak dikenal menulis sebuah syair yang menggambarkan masalah ini:
Kita merengut dan menggerutu, menguap dan menyembur;
kita mengomel dan mengeluh, perasaan kita terluka;
kita tidak paham, penglihatan kita menjadi suram,
tatkala jiwa kita haus akan persekutuan denganNya!
Jangan biarkan diri Anda menjadi korban keresahan yang sia-sia. Jika demikian, Anda akan kehilangan damai dan sukacita yang merupakan hak Anda. Sebaliknya, berbicaralah dengan Allah setiap hari, mengucap syukur atas keberadaan dan apa yang telah Dia lakukan bagi Anda. Lalu dengan membaca firmanNya dan percaya akan janjiNya, iman Anda akan tumbuh lebih kuat dan kedamaian akan mengalir dalam jiwa Anda.
Yesus berkata, "Marilah kepadaKu, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu" (Matius 11:28`). Sudahkah Anda belajar tenang di dalam Dia? -- HGB
KETIKA KITA MENYERAHKAN MASALAH KE DALAM TANGAN ALLAH DIA AKAN MEMBERIKAN DAMAINYA DI DALAM HATI KITA
* Take from Renungan Harian