Jumat, 14 Oktober 2022

PERTOBATAN SEJATI

Sebab dukacita menurut kehendak Allah menghasilkan pertobatan yang membawa keselamatan dan yang tidak akan disesalkan, tetapi dukacita yang dari dunia ini menghasilkan kematian (2Kor 7:10)


Apa itu pertobatan? Dan bagaimana kita tahu bahwa suatu pertobatan itu sungguh-sungguh?

Seorang pria datang kepada saya dan berkata bahwa ia dipenuhi oleh perasaan bersalah sebelum ia bertobat,sampai ia tidak dapat makan selama berhari-hari. Karena ia tahu bahwa saya tidak mengalami pergumulan sedalam itu, ia pikir pertobatan saya tidaklah sungguh-sungguh.

Seorang pria lainnya menangis tatkala menceritakan kepada saya bahwa istrinya meninggalkannya karena ia sering mabuk dan tidak setia. Dengan air mata berlinang ia mengaku beriman kepada Yesus dan berjanji tidak akan mengulangi hidupnya yang penuh dosa. Namun ketika istrinya kembali, ia segera kembali pada kehidupannya yang lama.

Dalam situasi yang sama, seorang pria mengaku dengan emosi yang datar bahwa ia seorang pendosa yang celaka. la mengakui kebutuhannya akan kasih karunia Allah dan menerima Kristus. Itulah akhir kehidupannya yang lama. Manakah dari kedua pria ini yang sungguh-sungguh bertobat?

Paulus berkata, dukacita menurut kehendak Allah membawa keselamatan dan hidup yang baru, sedangkan dukacita yang dari dunia - hanya merasa sedih akibat dosa - tidak akan mengubah seseorang dan menghasilkan kematian. Pertobatan sejati tidak berarti kita tidak pernah berdosa lagi. Tetapi jika kita mengaku bahwa kita adalah seorang pendosa yang tidak berdaya, jika kita percaya bahwa Yesus mati bagi dosa-dosa kita,jika kita percaya akan keselamatan dariNya,dan jika kita memiliki keinginan untuk hidup bagi Dia, pertobatan kita adalah pertobatan sejati. Kita telah diampuni. -- HVL


PERTOBATAN TIDAK HANYA MENYATAKAN, "SAYA MENYESAL" TETAPI JUGA MENUNJUKKAN, "SAYA TELAH SELESAI."

* Take from Renungan Harian