Baiklah orang bijak mendengar dan menambah ilmu dan baiklah orang yang berpengertian memperoleh bahan pertimbangan (Amsal 1:5)
Setelah menerima balasan saya, ia menanggapi, "Terima kasih atas jawaban Anda. Anda memberi informasi yang sebelumnya tidak saya ketahui. Saya hanya menerima begitu saja apa yang telah diajarkan kepada saya pada masa kecil. Namun sangat disayangkan bila seseorang melewati hari tanpa mempelajari sesuatu yang baru. Karena itu, dalam usia 84 tahun ini saya masih belajar."
Keinginan untuk belajar adalah tanda dari pertumbuhan dan kebijaksanaan. Amsal 1:5 menyatakan, "Baiklah orang bijak mendengar dan menambah ilmu dan baiklah orang yang berpengertian memperoleh bahan pertimbangan." Bahasa Yahudi untuk kata-kata menambah ilmu pada ayat ini berarti "memahami."
Jika kita rindu untuk bertumbuh di dalam pengenalan akan Allah dan belajar untuk menyenangkan hatiNya, kita tidak perlu takut untuk membuang ide-ide lama dan menggantikannya dengan yang baru, yang dapat menjelaskan Alkitab dengan lebih baik. Orang-orang yang mencari kebijaksanaan akan menerima ide-ide baru dengan senang hati. Mereka akan mengujinya dengan kebenaran-kebenaran Alkitab, baik untuk memperkuat apa yang telah mereka percayai maupun untuk memperluas pengetahuan dan pengertian.
Kita harus terbuka terhadap kebenaran Allah sebagaimana Dia mengajarkannya kepada kita melalui firmanNya dan orang-orang di sekitar kita. Apakah kita mendengarkan, menguji, dan belajar? -- DJD
UNTUK MEMBERI TEMPAT BAGI KEBIJAKSANAAN ENYAHKANLAH KESOMBONGAN
* Take from Renungan Harian