Lalu Yesus menjamah mata mereka sambil berkata: "Jadilah kepadamu menurut imanmu" (Matius 9:29)
Tidak semua orang Kristen melatih iman mereka sampai pada tingkatan yang sama. Ada orang yang berpikir bahwa masalah mereka terlalu sukar untuk diatasi Allah. Ada pula yang merasa yakin bahwa Allah itu Mahakuasa, tetapi mereka tidak yakin bahwa Dia akan melakukan yang terbaik bagi mereka. Selain itu, juga ada orang yang dengan yakin berkata, "Saya tahu apa yang dapat Allah lakukan, dan saya percaya bahwa Dia akan melakukan apa yang Dia janjikan." Sikap yang berbeda-beda ini, mulai dari macam orang yang menunjukkan iman yang lemah dan ragu-ragu sampai orang yang menunjukkan keyakinan diri yang teguh dalam mempercayai Allah bahwa Dia baik dan kata-kataNya dapat dipercayai.
Jika kita meneliti pelayanan Yesus, kita akan melihat berbagai macam kadar iman orang-orang yang datang kepadaNya. Dia mengusir roh yang menyebabkan bisu dari seorang anak laki-laki yang ayahnya ragu-ragu (Markus 9:17-24). Dia menyembuhkan seorang penderita kusta yang tahu bahwa Dia dapat menyembuhkan tetapi tidak yakin bahwa Dia mau melakukannya (Markus 1:40-45). Dan Dia menyembuhkan hamba dari seorang perwira yang sangat yakin bahwa ia akan disembuhkan Yesus meskipun hanya melalui kata-kata yang ducapkankan Yesus dari jauh (Lukas 7:1-10).
Contoh-contoh di atas tidak mengajarkan bahwa Allah selalu menjawab berdasarkan kekuatan iman kita. Melainkan dalam kebijaksanaanNya Dia melayani berbagai orang dengan tingkat iman yang berbeda. Tujuan utamaNya adalah membimbing kita agar mempercayai Dia sepenuhnya, supaya kita mengetahui kesempurnaan persekutuan dengan Dia. Oleh karena keberadaan Yesus, Allah dapat mengubah iman dari yang terlemah sekalipun menjadi iman yang kuat -- DJD
IMAN KEPADA ALLAH TUMBUH SEMAKIN KUAT TATKALA KITA MENGENALI KEAGUNGAN ALLAH KITA
* Take from Renungan Harian