Sedikit demi sedikit Aku akan menghalau mereka dari depanmu, sampai engkau beranak cucu sedemikian, hingga engkau dapat memiliki negeri itu (Keluaran 23:30)
Ketika saya masih kecil, ibu saya memberi "buku" miliknya yang berharga untuk membantu saya belajar, seperti yang pernah dialaminya dahulu. Saya sangat menyukai salah satu cerita, dan tidak pernah membayangkan bila cerita tersebut dapat mempengaruhi saya bertahun-tahun kemudian.
Cerita itu mengisahkan tentang seorang anak lelaki kecil dengan sekopnya yang kecil. Anak ini berusaha membersihkan jalan di depan rumahnya yang penuh salju tebal yang baru saja turun. Seorang pria berhenti dan mengamati usaha keras anak tersebut. "Nak," sapanya, "Bagaimana mungkin anak sekecil kamu dapat melakukan tugas sebesar ini?" Anak itu mendongak dan menjawab dengan yakin, "Sedikit demi sedikit, begitulah caranya!" Dan ia melanjutkan pekerjaannya.
Allah menumbuhkan benih dari cerita itu pada saat saya baru saja bangkit kembali dari keputusasaan. Saya teringat bagaimana suara "orang dewasa" di dalam hati saya mencela suara "anak kecil" yang lemah: "Bagaimana orang yang tidak bisa apa-apa seperti kamu dapat berharap menaklukkan gunung sebesar ini?" Jawaban anak lelaki kecil di atas menjadi jawaban saya: "Sedikit demi sedikit, begitulah caranya!" Dan saya dapat mengatasi persoalan tersebut, yakni dengan bergantung kepada Allah. Namun itu merupakan satu kemenangan kecil setelah kemenangan lainnya.
Hambatan yang dihadapi bangsa Israel ketika mereka hendak memasuki tanah yang telah dijanjikan Allah kepada mereka, pastilah tampak sangat sukar untuk dicapai. Namun Allah tidak meminta mereka melakukan semuanya sekaligus.
"Sedikit demi sedikit" merupakan strategi yang efektif untuk menuju kemenangan -- JEY
PERCAYAKAN KEPADA ALLAH UNTUK MEMINDAHKAN "GUNUNG" TETAPI KITA JUGA HARUS TETAP MENGGALI
* take from Renungan Harian