TUHAN menetapkan langkah-langkah orang yang hidupnya berkenan kepadaNya (Mazmur 37:23)
Jika Anda penggemar olahraga lari, Anda tentu sering mendengar tiga kata berikut yang diteriakkan sebelum pertandingan dimulai: "Siap.... Ancang-ancang.... Lari!" Namun, ketika sedang berlari dalam kecepatan tinggi, pernahkah Anda mendengar aba-aba: "Siap.... Ancang-ancang.... Berhenti!"?
Howard Westlund, seorang pendeta yang sibuk di Chicago, menceritakan pengalaman tersebut. Dalam suratnya kepada jemaat, ia menulis, "Saya siap memberikan seluruh waktu sepanjang malam itu untuk melayani, termasuk hadir dalam persekutuan pemuda. Namun, apa yang disebut 'Siap.... Ancang-ancang.... Berhenti!' terjadi."
Howard harus dibawa ke rumah sakit karena infeksi pada kaki yang cukup parah. Selama masa perawatan, ia teringat pada ayat yang menjadi bacaan kita hari ini dan menyimpulkan: "Tuhan mengatur waktu kita untuk memulai dan waktu untuk berhenti." Ya, pendeta yang sibuk ini harus berhenti dari segala aktivitasnya seketika itu juga.
Belakangan, pendeta Howard menulis, "Saya tidak siap untuk berhenti. Bagaimana Anda bisa siap untuk sesuatu yang Anda tidak siap? Saya tidak pernah berhenti melayani hanya karena sakit selama 25 tahun ini! Ketika Allah meminta kita untuk berhenti, kita dapat mendebat, memprotes, dan menolak dengan alasan betapa besar tenaga kita dibutuhkan untuk berada dalam posisi "lari." Atau kita dapat menunggu dengan keyakinan yang terus bertumbuh bahwa Dia melakukan segala sesuatu dengan baik."
Howard memilih pernyataan kedua dan belajar bahwa tetap percaya pada Allah merupakan satu-satunya cara untuk membuat kita siap menghadapi sesuatu yang kita tidak siap. Sudahkah Anda belajar dari hal yang sangat penting ini? -- JEY
* Take from Renungan Harian