Selasa, 19 April 2022

"PANDANGLAH AKU"

Dan umatKu, yang atasnya namaKu disebut, merendahkan diri, berdoa dan mencari wajahKu...maka Aku akan mendengar...dan mengampuni dosa mereka (2Tawarikh 7:14)


Sebenarnya itu merupakan pertengkaran kecil yang kesekian kalinya terjadi antara seorang gadis berusia 16 tahun dengan ayah, tetapi kali itu berkembang menjadi besar. Ketika ayahnya keluar kota, gadis itu melanggar aturan jam malam dengan pergi hingga larut malam bersama pacarnya. Kini ia berbicara mengenai hal itu dengan ayahnya. Dengan perasaan malu dan takut, ia duduk dengan tangan di pangkuan dan wajah tertunduk tatkala pembicaraan berlangsung. Gadis itu meminta maaf dan mereka mengambil keputusan tentang pendisiplinan yang sesuai dengan pelanggaran itu.

"Pandanglah aku," kata ayahnya. Gadis itu sebenarnya tidak ingin melakukannya, tetapi kemudian ia melakukannya juga. Malahan dengan berat hati, ia melihat airmata dan kasih yang mendalam. Lalu ia merangkul ayahnya, dan mereka berdua tahu bahwa segala sesuatu akan kembali menjadi baik di antara mereka.

Untuk menjaga hubungan yang baik antara kita dengan Bapa di surga, kita harus mencari wajahNya (Mazmur 27:8). Kita mungkin merasa bersalah, kecewa, marah atau terluka terhadap Allah. Namun pada saat yang demikian kita harus menanggapi undanganNya untuk menghadap padaNya -- khususnya bila persekutuan kita denganNya telah putus.

Perhatian kita yang terbesar seharusnya adalah pada perasaan takut kehilangan hubungan pribadi yang intim denganNya. Kesukaan kita yang terbesar seharusnya adalah memandang wajahNya di dalam firman dan melalui doa pribadi yang mesra. Itulah jalan di mana kita akan memiliki jaminan bahwa segala sesuatu berlangsung dengan baik di antara kita dan Allah -- DCE


HATI DARI DOA ADALAH DOA DARI HATI

* Take from Renungan Harian