Selasa, 08 Maret 2022

KEINGINAN KITA AKAN PUJIAN

Banyak juga di antara pemimpin yang percaya kepadaNya, tetapi...mereka tidak mengakuinya terus terang.... Sebab mereka lebih suka kehormatan manusia daripada kehormatan Allah (Yohanes 12:42,48)

Anak-anak biasanya sangat senang bila mendapat pujian dari orang tua, guru dan orang-orang dewasa lainnya yang memiliki suatu kuasa. Saya menyaksikannya baru-baru ini lewat wajah anak-anak yang menerima penghargaan atas prestasi mereka dalam sebuah acara yang diperuntukkan bagi anak-anak.

Bahkan orang-orang yang telah dewasa sekalipun, masih senang menerima pujian dari orang-orang yang mereka hormati. Keinginan akan sanjungan atau pujian dari orang lain memang tidak salah. Pujian yang tulus akan sangat membesarkan hati seseorang dan menunjukkan kebaikan dari kita. Alkitab menyatakan kepada kita untuk menatap hari dimana kita akan menerima pujian dari Allah (1Korintus 4:5). Namun demikian, yang menjadi masalah adalah bahwa kita sering lebih menghargai kehormatan yang kita terima dari manusia dalam kehidupan hari ini daripada kehormatan dari Allah yang akan kita terima dalam kehidupan yang akan datanmg.

Seorang remaja yang masih berusia belasan tahun kecanduan obat bius karena ia ingin diterima oleh kelompok sebayanya yang menurut ia "mengagumkan." Remaja lainnya berusaha supaya dirinya dilihat lebih hebat oleh rekan-rekan wanitanya dibandingkan laki-laki lain. Kedua remaja ini melakukan kesalahan yang sama dengan kesalahan yang dilakukan oleh orang-orang percaya abad pertama yang "lebih suka kehormatan manusia daripada kehormatan Allah" (Yohanes 12:43).

Tuhan, tolong kami untuk lebih menyukai pujian dari Allah yang akan kami terima pada masa yang akan datang daripada pujian dari manusia -- HVL

HIDUP UNTUK MEMPEROLEH PUJIAN DARI ALLAH LEBIH BAIK DARIPADA HIDUP UNTUK MEMPEROLEH PUJIAN DARI MANUSIA

* Take from Renungan Harian