Jumat, 25 Maret 2022

KECAPLAH DAN KATAKAN!

Kecaplah dan lihatlah, betapa baiknya TUHAN itu! (Mazmur 34:9a)


Apakah Anda percaya bahwa Allah itu baik, bahkan sekalipun kehidupan tidak ada lagi? Demikianlah dengan Mary, dan saya menarik nafas keheranan ketika pendeta mengisahkan dalam pemakamannya. Mary telah terbujur kaku, namun ia tetap berbicara lewat teladan hidup yang ditinggalkannya!

Mary adalah seorang janda miskin yang harus berdiam diri di rumah karena penyakit tuanya. Namun, sebagaimana pemazmur, ia belajar memuji Allah di tengah penderitaannya. Selama bertahun-tahun ia menikmatinya dengan ucapan syukur atas segala sesuatu yang telah Allah berikan kepadanya.

Pendeta itu mengatakan bahwa ia kadang-kadang mengunjungi Mary. Karena kelumpuhan Mary, ia harus menunggu lama untuk dipersilakan masuk. Oleh karena itu ia akan menelpon Mary terlebih dahulu untuk memberitahukan bahwa ia dalam perjalanan atau akan berkunjung ke rumahnya. Lalu Mary mulai dengan perlahan perjalanan sulit menuju pintu dan menyambut kedatangannya. Dengan penuh keyakinan, pendeta itu dapat menduga betapa bahagianya Mary saat mengucapkan kata-kata kepadanya: "Allah itu baik!"

Saya telah mengamati bahwa mereka yang sering berbicara tentang kebaikan Allah biasanya adalah mereka yang sedang mengalami pencobaan berat. Mereka memilih untuk mengarahkan diri pada kemurahan dan anugerah Tuhan daripada masalah-masalah mereka, dan saat itu mereka merasakan kebaikanNya.

Mary tidak hanya menantang kita untuk mengecap dan melihat, tetapi untuk mengecap dan mengatakan bahwa Allah itu baik -- bahkan sekalipun kehidupan tidak ada lagi -- JEY

ORANG YANG MEMUJI ALLAH SAAT PENCOBAAN MELANDA AKAN DIBERKATI ALLAH LEWAT PENCOBAAN ITU


* Take from Renungan Harian