Senin, 07 Februari 2022

PRASANGKA PENJAGA PINTU

Jikalau kamu memandang muka, kamu berbuat dosa (Yakobus 2:9)


Dalam otobiografinya, Mahatma Gandhi menulis bahwa selama masa ia menjalani studi, ia membaca Injil dengan sungguh-sungguh dan berkeinginan untuk menjadi pemeluk agama Kristen. Ia pecaya bahwa dalam ajaran Yesus ia dapat menemukan jalan keluar untuk memecahkan masalah sistem kasta yang telah memecah belah rakyat India.

Oleh karena itu, pada suatu Minggu ia memutuskan untuk menghadiri kebaktian di gereja yang terdekat dan mengutarakan maksudnya untuk menjadi orang Kristen. Namun ketika ia memasuki pelataran gereja, seorang penjaga pintu menolak untuk memberikan tempat duduk dan menyarankannya untuk pergi beribadah bersama dengan pengikut-pengikutnya. Gandhi meninggalkan gereja dan tidak pernah kembali. "Jika orang-orang Kristen juga mengenal perbedaan kasta," tulis Gandhi, "Lebih baik saya tetap menjadi pemeluk agama Hindu." Prasangka dari penjaga pintu itu tidak hanya mengkhianati Yesus, tetapi juga menyingkirkan orang yang mau percaya kepadaNya sebagai Juruselamat.

"Prasangka penjaga pintu" dilukiskan dalam bacaan Alkitab kita hari ini sama seperti menyambut dengan baik pengunjung yang kaya dan menghina yang miskin. Mungkin ia merasa bahwa ia telah melakukan tugasnya dan hanya mengurus kehendak dari anggota jemaat gereja. Namun ia menampakkan tingkah laku yang buruk, dan ia berbuat dosa sama beratnya dengan membunuh dan berzinah (Yakobus 2:9-11).

Ketika orang-orang mengunjungi gereja Anda, apakah sambutan hangat Anda mengesampingkan ras dan status sosial? -- HWR


PRASANGKA MENGUBAH APA YANG DILIHAT, MEMUTARBALIKKAN PERKATAAN, DAN MENGHANCURKAN KETIKA BERTINDAK

* Take from Renungan Harian