Sabtu, 26 Februari 2022

JAMINAN KEBAHAGIAAN

Maut tidak akan ada lagi; tidak akan ada lagi perkabungan, atau ratap tangis, atau dukacita, sebab segala sesuatu yang lama itu telah berlalu (Wahyu 21:4)


Cornelia Dobner berusia 90 tahun tatkala ia meninggal dunia dan pulang ke rumah Bapa di surga. Kehidupannya selama di dunia dipenuhi dengan kerja keras, pengorbanan untuk keluarga, dan kesetiaan kepada Allah dan suaminya.

Segera setelah upacara pemakaman usai, dua orang cucunya mengungkapkan perasaan mereka lewat kata-kata yang dituliskan dalam catatan kecil yang ditujukan kepadanya. Salah seorang dari mereka menulis, "Saya harap nenek hidup berbahagia di surga."

Harapan anak kecil ini untuk neneknya adalah kepastian yang tidak perlu diragukan lagi bagi setiap pengikut Kristus yang meninggal dunia. Alkitab menggambarkan rumah kekal kita sebagai suatu tempat di mana tidak ada lagi penderitaan, dukacita, tangisan, sakit, kenajisan, penyakit, ataupun kejahatan (Wahyu 21:4,27). Penulis kitab itu juga menceritakan segala sesuatu yang ada di sana: Anak Domba (Yesus), orang-orang yang telah ditebus, sungai air kehidupan, takhta Allah, pohon kehidupan, terang Allah (Wahyu 21:22; 22:1-5).

Yesus berkata bahwa "Di rumah BapaKu banyak tempat tinggal.... Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu," Yohanes 14:1-3. Dan Rasul Paulus menggambarkannya sebagai tempat di mana "kita akan selama-lamanya bersama-sama dengan Tuhan" (1Tesalonika 4:17). Apakah yang dapat kita rasakan selain kebahagiaan?

Ya, seperti nenek Cornelia Dobner, setiap orang yang percaya dan menerima Yesus Kristus sebagai Juruselamatnya dapat meyakini bahwa Allah telah menyediakan kehidupan yang bahagia di surga -- DCE

BERSAMA DENGAN YESUS SELAMANYA ADALAH JUMLAH DARI SEMUA KEBAHAGIAAN

* Take from Renungan Harian