Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan (Filipi 1:21)
Vladimir Lenin adalah seorang arsitek dari bekas negara Uni Sovyet yang sangat fanatik. Seorang rekan kerjanya pernah berkata, "Yang dipikirkan Lenin tak lain hanyalah revolusi. Ia bicara melulu tentang revolusi. Ia makan dan minum revolusi. Dan kalau malam hari ia bermimpi, mimpinya pastilah juga tentang revolusi."
Meskipun kita sangat menyesalkan kefanatikan Lenin yang telah membawa dampak buruk, kita harus menyadari bahwa satu-satunya hasrat yang membara di dalam dirinya itu tidak hanya menolongnya untuk mencapai tujuan, tetapi juga mempengaruhi seluruh jalan hidupnya.
Hal-hal apakah yang mengendalikan hasrat kita? Adakah sebab-sebab tertentu, olahraga tertentu, kegemaran tertentu atau proyek tertentu yang membuat kita demikian antusias, rela memusatkan seluruh energi kita, serta menghabiskan banyak waktu, pikiran dan uang? Berdasarkan perkara-perkara yang dikatakan Allah bernilai kekal, nilai apakah yang terkandung dalam hasrat kita?
Rasul Paulus mengungkapkan tujuan yang amat bernilai ketika ia menulis: "Tetapi aku tidak menghiraukan nyawaku sedikit pun, asal saja aku dapat mencapai garis akhir dan menyelesaikan pelayanan yang ditugaskan oleh Tuhan Yesus kepadaku untuk memberi kesaksian tentang Injil kasih karunia Allah" (Kisah 20:24).
Mengenal Yesus Kristus, mempercayaiNya, mengasihiNya, dan melayaniNya -- itulah hasrat yang bernilai kekal -- VCG
TANPA HATI YANG MEMBARA KEPADA ALLAH KITA TAK DAPAT BERSINAR BAGI YESUS
* Take from Renungan Harian