Ia datang dan memberitakan damai sejahtera kepada kamu yang" jauh" dan damai sejahtera kepada mereka yang "dekat" (Ef 2:17)
Malam sebelum Natal, tahun 1870. Tentara Jerman dan Perancis berhadapan satu sama lain dalam Perang Franco-Prussian. Seorang serdadu Perancis mulai berjalan ke arah garis depan wilayah yang dikuasai oleh Jerman. Rekan-rekan satu pasukan mengamati sambil menahan nafas, siap mendengar letusan senapan yang akan mengakhiri nyawanya. Saat mendekati garis depan musuh, ia berhenti dan mulai menyanyi, "Noel, noel! Noel, noel! Lahirlah Raja Dunia!" Tidak ada letusan tembakan terdengar.
Dengan perlahan serdadu Perancis itu kembali ke kesatuannya. Suasana hening! Beberapa saat kemudian, dari sisi wilayah pertahanan Jerman,datang seorang serdadu ke tempat yang sama dan menyanyikan lagu yang sama berdasarkan versi bahasa Jerman. Setelah setiap bait dinyanyikan, keduapasukan yang sedang berhadapan itu bersatu dalam menyanyikan reffrainnya. Selama beberapa menit itu, Kristus membawa damai dalam medan pertempuran.
Allah adalah pembuat damai yang selalu mengambil langkah pertama. Yesus datang sebagai bayi,dan ketika Dia bertumbuh menjadi dewasa, Dia mengkhotbahkan damai ke dunia yang berperang. Lalu, dalam tindakan inisiatif damai terbesar yang pernah disaksikan dunia ini, Kristus memperdamaikan Allah dan manusia dengan mati di salib bagi dosa-dosa kita (Kol 1:20).
Upaya perdamaian mungkin saja ditolak,tetapi alternatifnya adalah kekerasan yang terus berlanjut. Allah tidak berkenan dengan cara penyelesaian seperti itu, kita pun seharusnya demikian. Marilah kita ambil langkah pertama dalam memulihkan hubungan dengan sesama yang kurang baik, bahkan sekalipun dengan resiko akan "ditembak". -- DJD
YANG DIBUTUHKAN DUNIA INI ADALAH DAMAI YANG MELAMPAUI SEGALA KESALAHPAHAMAN
* Take from Renungan Harian