Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia tetapi kehilangan nyawanya (Matius 16:26)
Siapa yang ingin kakinya diamputasi? Tak seorang pun -- kecuali kalau orang itu sudah kehilangan akal sehatnya atau terpaksa melakukannya karena hanya ada dua pilihan baginya antara kehilangan kaki atau seluruh hidupnya.
Situasi bagai memakan buah simalakama ini, seperti diberitakan oleh suratkabar The Denver Post, dialami oleh Bill Jeracki tatkala ia sedang memancing seorang diri di kaki bukit Pegunungan Rocky. Sebuah batu besar jatuh menimpa kakinya dan ia sama sekali tak dapat melepaskan diri.
Menyadari bahwa malam segera menjelang dan ia dapat mati karena kedinginan, Bill lalu melakukan pilihan terakhirnya. Berbekal keahliannya sebagai asisten seorang dokter di rumah sakit Denver, ia lalu mengikatkan senar pancingnya di atas lutut dan kemudian memotong kakinya sendiri dengan pisau yang ada. Dengan demikian ia dapat melepaskan diri dari himpitan batu besar itu dan segera melarikan mobilnya sepanjang jarak 16 km ke kota yang terdekat. Ia tidak hanya berhasil mengatasi situasi kritis yang dialaminya pada saat itu, tetapi juga tak pernah jera untuk kembali memancing meskipun dengan kaki palsu.
Suatu pilihan yang menentukan: kehilangan kaki atau mati!
Namun sesungguhnya ada pilihan keputusan lain yang lebih menentukan. Itulah pilihan antara melepaskan kebiasaan buruk, ambisi tertentu atau melepaskan surga. Bagi Tuhan, hal-hal yang menyangkut kriteria mengikut Dia, merupakan hal yang menentukan. Yesus berkata, "Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia tetapi kehilangan nyawanya?" (Matius 16:26). Inilah pertanyaan yang harus Anda dan saya jawab -- VCG
ADALAH BIJAKSANA UNTUK MELEPAS YANG TAK DAPAT DIPERTAHANKAN DAN MEMPERTAHANKAN YANG TAK AKAN DAPAT LEPAS
* Take from Renungan Harian