Janganlah memuji diri karena esok hari, karena engkau tidak tahu apa yang akan terjadi pada hari itu (Amsal 27:1)
Saya membaca sebuah artikel berikut ini dalam sebuah majalah kesehatan: Setelah selesai melakukan pemeriksaan kesehatan menyeluruh, seorang kakek yang berusia 78 tahun dianjurkan oleh dokternya untuk kembali lagi enam bulan kemudian untuk pemeriksaan ulang. Pasien yang telah lanjut usia ini menggelengkan kepalanya sambil berkata, "Dokter, saya tidak yakin dapat kembali lagi pada saat itu."
"Jangan kuatir!" jawab dokter itu menenangkan, "Bapak masih dapat kembali sampai tahun-tahun mendatang." Kakek tua itu memandang dokternya dengan heran lalu menjelaskan, "Maksud saya, pada saat itu saya akan berada di Florida. Saya pergi ke sana setiap bulan Januari."
Kisah ini dapat membuat kita tersenyum, tetapi bias pertanyaan yang ditimbulkannya belum tentu dapat membuat kita tetap tersenyum. Akankah Anda dan saya kembali esok, bulan depan atau tahun yang akan datang? Memang adalah bijaksana merancang cita-cita untuk masa depan, namun kita harus melakukannya sambil tetap menyadari bahwa dalam kehidupan ini segala kemungkinan dapat terjadi.
Yakobus mengingatkan kita dalam bacaan Alkitab hari ini bahwa "Hidup ini sama seperti uap yang sebentar saja kelihatan lalu lenyap" (Amsal 21:14). Oleh karena itu haruslah kita berkata, "Jika Tuhan menghendakinya, kami akan hidup dan berbuat ini dan itu" (Amsal 21:15).
SIAPKAN SEGALA SESUATU MULAI SEKARANG TETAPI JANGAN GANTUNGKAN HIDUP KITA PADA HAL ITU
* Take from Renungan Harian