Jumat, 29 Oktober 2021

MOTIVASI YANG SEJATI

Karena hikmat akan masuk ke dalam hatimu...kebijaksanaan akan memelihara engkau (Amsal 2:10-11)

Menjelang berakhirnya Perang Dunia II, tentara sekutu menyapu bersih sisa-sisa tentara Nazi. Satu pasukan khusus disiapkan untuk menangani tugas penting ini di Berlin. Setiap tentara harus menghafalkan sebuah peta yang menunjukkan pangkalan-pangkalan militer penting di Berlin -- dan mereka harus melakukannya hanya dalam tempo satu malam. Ternyata hanya dalam tempo beberapa jam saja setiap tentara dari pasukan itu telah menghafalnya dengan baik. Dan tugas pun terlaksana dengan sukses.

Beberapa tahun kemudian, pasukan itu melakukan percobaan ulang untuk melihat apakah keberhasilan itu dapat terjadi lagi. Kepada mereka akan diberikan hadiah menarik berupa tambahan cuti selama satu minggu bila mereka berhasil melaksanakan tugas itu tanpa rintangan apa pun.

Namun, keberhasilan seperti yang pertama ternyata tidak terulang lagi. Apa sebabnya? Karena hidup para serdadu itu tak lagi dalam situasi peperangan. Memenangkan peperangan merupakan motivasi yang lebih kuat daripada mendapatkan tambahan cuti satu minggu.

Orang-orang Kristen pun terlibat dalam peperangan rohani (Efesus 6:10-18). Peta situasi perang kita, strategi-strategi perjuangan kita melawan tipu muslihat iblis adalah firman Allah. Semakin sering kita membacanya, semakin kita akan menghafalnya dan semakin banyak kita mengenal firman Tuhan, kita pun akan menjadi semakin dipakai Allah.

Kita harus memberlakukan firman Allah dengan sungguh-sungguh karena hidup kita bergantung kepadaNya. Inilah motivasi yang sejati -- HWR

JIKA HIDUP KITA BERGANTUNG PADA FIRMAN TUHAN BENARKAH KITA TAK DAPAT BERTAHAN?

* Take from Renungan Harian