Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka (Matius 7:12)
Seorang pemilik perusahaan berbicara dengan manajernya tentang seorang pegawai yang melakukan pencurian. Sang pemilik, yang juga seorang Kristen, bertanya, "Menurut Anda apa yang sebaiknya kita perbuat?"
"Dia harus dipecat," jawab manajernya.
"Andaikata ia mengakui kesalahannya dan bersedia membayar ganti rugi," kata pemilik perusahaan itu, "Mengapa kita tidak mengizinkannya terus bekerja? Bukankah Anda juga ingin diperlakukan demikian?"
"Yah...memang," sahut manajernya, "Tetapi itu bukan dunia yang sebenarnya."
Yesus memanggil kita untuk mengikuti aturan-aturan dari duniaNya, yang adalah dunia yang sebenarnya. PerintahNya menuntut integritas dan tanggung jawab kita. Ketika hal ini dipraktekkan, para pekerja akan semakin dapat dipercaya dan diperlengkapi. Para majikan akan berusaha meningkatkan kesejahteraan pekerjanya sama seperti upaya meningkatkan laba. Akibatnya? Banyak orang yang meningkat kesejahteraannya dan jauh dari garis pengangguran.
Paulus memiliki nasihat untuk para pekerja dan majikan. Ia mendesak para pekerja untuk melaksanakan kewajibannya seperti "hamba-hamba Kristus yang...melayani Tuhan dan bukan manusia" (Efesus 6:6-7). Dan ia memberi petunjuk kepada para majikan untuk tidak mengancam hamba-hambanya, mengingatkan mereka bahwa Tuan mereka, yakni Tuhan, tidak memandang muka (Efesus 6:9).
Bagaimana dengan kita? Apakah kita hidup dalam dunia yang sebenarnya dengan melaksanakan perintah yang diamanatkan Yesus? -- DJD
PAHALA BAGI PEKERJA YANG JUJUR LEBIH BESAR DARI UPAH YANG DITERIMANYA
* Take from Renungan Harian