Senin, 19 April 2021

TAK TERTANDINGI

Ya TUHAN, bukit batuku, kubu pertahananku dan penyelamatku (Mazmur 18:3)


Seorang sahabat saya yang telah berkeluarga ditinggalkan begitu saja oleh suaminya. Ia harus mencari nafkah sendiri untuk menghidupi anak-anaknya yang masih kecil. Saya kagum terhadap apa yang dilakukannya.

Seorang nenek menulis surat ke Radio Bible Class meminta dukungan doa bagi cucu-cucunya yang menjalani hidup tanpa arah, menuruti keinginan mereka di dunia ini. Saya turut merasa sedih.

Anak perempuan saya yang masih remaja membicarakan tentang kemiskinan yang ia lihat di antara orang-orang Kristen di negara kami, ketika ia mengunjungi mereka dalam sebuah perjalanan misi. Saya mencoba mencari jawabannya. Mengapa ada ketidakadilan seperti ini?

Kemudian saya memperhatikan Mazmur 18:1-50. Daud menjumpai banyak kesulitan. Ia terancam dari musuh-musuhnya (Mazmur 18:4), dikepung oleh "tali-tali maut" dan "banjir-banjir jahanam" (Mazmur 18:5).

Harapan seperti apa yang dapat muncul dalam situasi seperti itu? Akankah pertolongan datang dalam bentuk uang, pasukan tentara, senjata yang ampuh, atau orang-orang yang datang untuk memberi pertolongan? Tidak, pertolongan Daud datang dari sumber yang tiada habis-habisnya, yakni Tuhan, yang dipanggil oleh Daud sebagai "bukit batuku, kubu pertahananku dan penyelamatku" (Mazmur 18:3).

Sama seperti yang sering kita alami, Daud juga menghadapi kesengsaraan. Namun, sebagaimana ditunjukkan dalam Mazmur 18:1-50, ketika permasalahan itu kita perhadapkan pada kekuatan Tuhan, hal itu tidak akan mampu menandingiNya.

Apakah Anda berada dalam kesulitan? Berserulah kepada Tuhan. Dia senantiasa mendengarkan suara Anda -- JDB

TAK ADA YANG SIA-SIA BILA HARAPAN KITA ADA DI DALAM ALLAH

* Take from Renungan Harian