Rabu, 14 Oktober 2026

ORANG BIASA

Berhati-hatilah, supaya jangan engkau melupakan hal-hal yang dilihat oleh matamu sendiri itu.... Beri tahukanlah kepada anak-anakmu (Ulangan 4:9)


David Isay, seorang produser radio, mengatakan bahwa di dalam budaya yang penuh dengan cerita selebriti, kita perlu mendengar suara rekaman orang-orang biasa, karena kehidupan dan peranan mereka tidak kalah pentingnya. Isay merupakan pencetus Story Corps, yakni "sebuah proyek nasional untuk mengajari dan mengilhami orang-orang untuk saling merekam cerita mereka secara bersuara".

Itu merupakan sebuah konsep yang luar biasa, khususnya bagi orang-orang kristiani. Pikirkanlah bahwa hal itu akan sangat berguna bagi anak cucu Anda. Mereka dapat mendengar dan melihat Anda membagikan kisah kehidupan Anda. Anda dapat menjelaskan tentang orang-orang dan peristiwa yang membentuk Anda, juga apa arti Kristus bagi Anda.

Tepat sebelum orang-orang pilihan Allah memasuki Tanah Perjanjian, Musa berkata demikian kepada mereka, "Tetapi waspadalah dan berhati-hatilah, supaya jangan engkau melupakan hal-hal yang dilihat oleh matamu sendiri itu, dan supaya jangan semuanya itu hilang dari ingatanmu seumur hidupmu. Beri tahukanlah kepada anak-anakmu dan kepada cucu cicitmu semuanya itu" (Ulangan 4:9).

Kita pun masih mempunyai tanggung jawab yang sama untuk berkomunikasi dengan bertatap muka. Namun, kita memiliki kesempatan yang luar biasa untuk meninggalkan pesan bagi generasi yang akan datang. Mulailah merekam cerita Anda sendiri yang penting dan unik. Atau Anda dapat membantu seorang teman atau keluarga Anda untuk merekam cerita mereka. Ada nilai yang besar di dalam cerita orang-orang biasa yang mengenal dan mengasihi Tuhan --David McCasland


HIDUP YANG DISERAHKAN KEPADA ALLAH MENINGGALKAN WARISAN YANG KEKAL

* Take from Renungan Harian 

Selasa, 13 Oktober 2026

MEMBUKAKAN PINTU

Demikian juga kamu, hai suami-suami, hiduplah bijaksana dengan istrimu, sebagai kaum yang lebih lemah! (1Petrus 3:7)


Saat saya dan istri makan siang bersama pasangan suami-istri lain, saya perhatikan, setelah keluar dari mobil, sang suami memutar ke sisi lain mobilnya dan membukakan pintu bagi istrinya. Kemudian saya berkata pada pria itu, "Sebagian wanita mungkin menganggap tindakan itu memalukan." "Benar," jawabnya. "Seorang wanita pernah melihat saya melakukan hal ini, dan ia pun segera berkomentar, 'Saya yakin sebenarnya istri Anda sangat mampu membuka pintu sendiri!' Lalu saya menjelaskan kepadanya, 'Saya membukakan pintu untuk istri saya bukan karena ia tidak mampu membuka pintu sendiri, melainkan untuk menghormatinya.'"

Yesus memperlakukan wanita dengan penuh penghargaan dan hormat (Yohanes 4:1-38; 8:3-11; 19:25-27). Begitu juga di dalam 1 Petrus 3:7, para suami diminta untuk hidup bijaksana dengan istrinya, sebagai kaum yang lebih lemah! Pria dan wanita masing-masing memiliki kelemahan tersendiri. Namun secara umum, wanita lebih lemah daripada pria secara fisik. Selain itu, wanita juga memiliki kebutuhan dan sifat sensitif yang unik. Hal ini bukan berarti kedudukan mereka lebih rendah. Sebaliknya, Petrus berkata bahwa sebagai orang-orang kristiani, pria dan wanita adalah "pewaris dari kasih karunia, yaitu kehidupan" (ayat 7).

Membukakan pintu bagi seorang wanita mungkin mungkin bagi sebagian orang tampak seperti sopan-santun yang kuno. Namun, hal itu juga dapat menjadi tanda penghargaan yang indah, baik bagi pria maupun wanita, jika itu menggambarkan penghargaan dan rasa hormat yang dimiliki seseorang terhadap pasangannya --Dennis De Haan

KITA MENGHARGAI ALLAH KETIKA KITA SALING MENGHARGAI 

* Take from Renungan Harian