Selasa, 29 September 2026

SELAMAT TAHUN BARU!

Koyakkanlah hatimu dan jangan pakaianmu, berbaliklah kepada Tuhan, Allahmu, sebab Ia pengasih dan penyayang (Yoel 2:13)


Rosh Hashanah adalah Tahun Baru Yahudi yang dipahami sebagai peringatan akan hari penciptaan dunia oleh Allah. Perayaan tersebut diawali dengan peniupan serunai (yang terbuat dari tanduk domba jantan) untuk mengumumkan bahwa Allah pencipta dunia ini masih merupakan Pribadi yang memerintah hingga saat ini. Peniupan serunai ini juga menandakan dimulainya masa introspeksi diri dan pertobatan selama sepuluh hari untuk memasuki hari Yom Kippur atau hari Pendamaian (Imamat 23:23-32, Bilangan 29:1-6).

Nabi Yoel mendorong agar manusia tidak hanya menunjukkan pertobatan secara lahiriah, tetapi juga harus berbalik dari dosanya dan datang kepada Allah (Yoel 2:13). Pada masa itu, tindakan mengoyak pakaian merupakan lambang penyesalan terhadap dosa. Sungguh pertunjukan yang menarik, tetapi hal ini tidak berkesan bagi Allah. Allah lebih memperhatikan hati mereka.

Yang sangat menarik adalah dasar dari ajakan Yoel ini. Ajakannya bukan hanya untuk menghindari murka Allah, melainkan juga untuk menikmati anugerah, belas kasih, dan kasih Allah. Kadang-kadang kita berpikir bahwa Allah itu kejam dalam menghukum dan menghitung-hitung dalam berbelas kasih. Perkataan Yoel ini mengingatkan kita bahwa Allah tidaklah demikian. Tuhan itu lambat dalam menghukum dan selalu bersedia untuk mengampuni.

Tidak ada cara yang lebih baik untuk memuji ciptaan Allah selain membiarkan Dia memperbarui hati Anda melalui iman dalam Yesus Sang Mesias, dan menyerahkan semua keinginan Anda kepada-Nya --Julie Link


PENGAKUAN DOSA MERUPAKAN KUNCI YANG MEMBUKA PINTU PENGAMPUNAN 

* Take from Renungan Harian

Senin, 28 September 2026

DIPAKAI ALLAH

Menjadi kaya dalam kebajikan, suka memberi dan membagi
(1Timotius 6:18)



Penginjil Franklin Graham menulis, "Jika kita ingin menjadi tipe orang yang dapat dipakai Allah kapan pun, di mana pun, ke mana pun, kita harus memberikan diri, rumah, dapur, dan ruang tamu kita sebagai pos-pos terdepan bagi kerajaan Allah." Orang yang mempraktikkan pernyataan di atas sedang memenuhi tantangan Paulus untuk "menjadi kaya dalam kebajikan, suka memberi dan membagi" (1 Timotius 6:18).

Beberapa tahun yang lalu, keluarga kami merasa bahwa Tuhan memberikan tantangan yang sama. Dengan percaya bahwa Allah ingin masuk lebih dalam lagi ke dalam kehidupan, kepemilikan, dan waktu kami, kami menerima tantangan itu di dalam doa.

Tak lama kemudian kami menangani seorang pecandu berat narkoba dan membuka rumah kami untuknya. Beberapa sanak keluarga bergabung dengan kami untuk membantu orang-orang yang rindu untuk datang kepada Kristus dan melepaskan diri dari narkoba. Akhirnya kami mendirikan sebuah pusat rehabilitasi kristiani, sebuah pelayanan yang masih berlangsung hingga saat ini. Untuk melengkapi kami dalam pelayanan ini, Allah menggunakan kesedihan yang pernah kami alami sendiri. Kesukaran membantu kami memahami orang lain, dan memampukan kami untuk membimbing mereka agar mempercayakan keselamatan dan kebutuhan sehari-hari mereka kepada Yesus.

Allah juga rindu memakai Anda, harta milik Anda, dan bahkan penderitaan Anda untuk memperlengkapi Anda dengan hidup yang kaya dalam memberi dan berbagi. Sudahkah Anda menerima tantangan-Nya?--Joanie Yoder

BELAS KASIH DIBUTUHKAN UNTUK MENYEMBUHKAN LUKA SESAMA 

* Take from Renungan Harian