Sabtu, 19 September 2026

PERINTAH 8: JAGALAH TANGANMU

Jangan mencuri (Keluaran 20:15)



Tom dan Pauline Nichter adalah pasangan tunawisma dan tunakarya yang telah berbulan-bulan tinggal di dalam mobil mereka atau menumpang seadanya. Oleh karena itu. tatkala menemukan dompet berisi uang sebanyak Rp 200.000,00 lebih, mereka bagaikan mendapat durian runtuh. Tetapi mereka kemudian mengembalikan dompet dan uang tersebut kepada turis yang kehilangan. "Kami dapat saja memakai uang tersebut," ujar Pauline. "Tetapi kami tidak diajar demikian, dan kami tidak ingin mengajar anak kami dengan cara itu."

Jika setiap orang mempraktekkan kejujuran seperti Pauline, maka masyarakat akan mengalami revolusi. Mencuri barang dan waktu yang dilakukan oleh para karyawan akan berhenti. Mencuri barang di toko juga tidak lagi menjadi kebiasaan. Barang dan jasa tidak akan dipungut bayaran lebih, dan harga-harga akan turun. Dan kita semua akan mendapat lebih dari apa yang seharusnya menjadi hak kita.

Perintah kedelapan mengungkap kerinduan Allah akan suatu masyarakat yang demikian. Perintah ini berlandaskan pada prinsip bahwa segala sesuatu milik Allah, dan bahwa berbuat curang terhadap seseorang ataupun suatu lembaga berarti mencuri dari Tuhan. Juga termasuk melindungi hak setiap orang untuk menjadi pemilik harta dalam pengertian yang diizinkan Allah -- tidak memiliki yang berlimpah untuk kepentingan pribadi, tetapi mengelola secara bijaksana apa yang menjadi milikNya guna kebaikan orang lain.

Hubungan pribadi yang hidup dengan Kristus dapat mencegah kita menjadi pencuri. Dengan bertumbuhnya hubungan tersebut, Dia akan mengajarkan kepada kita bagaimana menjadi pemberi, bukannya penerima -- DJD


ORANG KRISTEN BUKANLAH PEMILIK KEKAYAAN MEREKA HANYA MENDAPAT PINJAMAN DARI ALLAH

* Take from Renungan Harian

Jumat, 18 September 2026

NAIK KE SURGA

Barangsiapa mendengar perkataan-Ku dan percaya kepada Dia yang mengutus Aku, ia mempunyai hidup yang kekal (Yohanes 5:24)


Beberapa tahun yang lalu, sebuah iklan asuransi jiwa di televisi menampilkan seorang pengusaha yang sedang menyeberangi jalanan yang ramai. Ia berusaha melompat ke tepi tatkala sebuah mobil tiba-tiba menikung tajam ke arahnya. Dengan agak marah ia berkata, "Wow, hampir saja! Kukira aku tak berhasil menghindarinya." Tiba-tiba muncul dua pria berpakaian putih mendekatinya, dan salah seorang dari mereka berkata, "Kau memang tak berhasil menghindarinya! Yang berhasil menghindar hanyalah rohmu, sedangkan tubuhmu sudah tertabrak mobil tadi."

Ketika ketiganya berjalan bersama, pengusaha berkata bahwa itu setidaknya ia merasa tenang karena keluarganya akan dijamin oleh asuransi. Namun yang menarik dari iklan itu muncul pada bagian akhir. Saat pria dan dua malaikat tadi menaiki tangga menuju ke awan, pria itu berkata dengan lega, "Saya senang karena kita ke surga!"

Bagian itu bermaksud memberi kesan jenaka kepada penonton. Namun bagi orang bijak, hal itu mengungkapkan persoalan serius tentang surga dan neraka. Hal itu mengingatkan kita akan kata-kata Yesus dalam Yohanes 5:17-30, yakni bahwa tidak semua orang akan "ke surga." Dia berkata bahwa sebagian orang akan "bangkit untuk hidup yang kekal" sedangkan lainnya "bangkit untuk dihukum" (ayat 29). Yesuslah satu-satunya Pribadi yang dapat memberi hidup kekal bagi semua orang yang percaya kepada-Nya.

Sudahkah Anda mempertimbangkan tawaran keselamatan dari Allah? Maukah Anda mempercayai Kristus pada hari ini juga? Bila ya, maka Anda akan dapat berkata dengan penuh keyakinan, "Saya sangat senang karena saya ke surga!" --MRDII


ALASAN MENGAPA KITA ADA DI DUNIA INI MEMANG PENTING NAMUN KE MANA KELAK KITA AKAN PERGI ITU LEBIH PENTING 

* Take from Renungan Harian