Rabu, 15 Juli 2026

SANG PENDENGAR

Ketika aku dalam kesesakan, aku berseru kepada Tuhan, kepada Allahku aku berteriak minta tolong. Ia mendengar suaraku (Mazmur 18:7)


Saya membaca kisah tentang seorang tukang reparasi mesin yang memiliki kemahiran unik untuk menemukan secara tepat letak kerusakan pada peralatan pabrik yang rusak. Selain itu, ia pun dapat memperbaiki kerusakan tersebut dengan cepat.

Rekan-rekan sekerjanya memperhatikan bahwa ia biasa meninggalkan ruang makan sepuluh menit lebih awal dari yang lain. Suatu hari seseorang mengikutinya untuk melihat apa yang ia lakukan sebelum yang lain kembali bekerja. Tukang reparasi itu sama sekali tidak menyentuh kunci Inggris maupun obeng. Tatkala tak ada orang lain dan tak ada suara orang berbicara, ia berdiri di tengah ruangan yang besar itu, menutup matanya, dan mendengarkan suara mesin-mesin. Telinganya menangkap setiap detail suara, perubahan bunyi, atau getaran pada mesin. Itu sebabnya ia dapat mengenali tanda-tanda pertama terjadinya suatu masalah, bahkan sebelum seorang pun mengetahui hal itu. Seolah-olah ia mengenali setiap mesin itu dengan baik.

Allah mengenal kita secara dekat dan pribadi. Setiap waktu Dia memperhatikan pikiran dan perasaan kita. Seperti yang dinyatakan Raja Daud, kita dapat merasa yakin bahwa ketika kita berseru kepada-Nya, Dia selalu mendengar kita (Mazmur 18:7). Dia mendengar teriakan dan seruan hati kita. Dia tahu setiap kali kita "putus asa" atau "butuh pertolongan." Dan ketika kita memanggil-Nya, Dia tahu pasti apa yang kita perlukan.

Apakah Anda sedang menghadapi masalah hari ini? Berserulah kepada Tuhan. Yakinlah bahwa Dia akan mendengarkan Anda -DCE

PERTOLONGAN ALLAH HANYALAH SEJAUH DOA

* Take from Renungan Harian 

Selasa, 14 Juli 2026

DARI TERBENAM HINGGA TERBIT

Sama seperti manusia ditetapkan untuk mati hanya untuk satu kali saja ... demikian pula Kristus hanya satu kali saja mengurbankan diri-Nya untuk menanggung dosa banyak orang (Ibrani 9:27,28)


Kariel sedang dalam perjalanan pulang dari acara anak-anak di gereja dengan teman-teman yang juga tetangganya. Sambil mengagumi matahari terbenam, ia berkata pada Gini, sang pengemudi, Matahari yang terbenam itu indah sekali, seperti surga! Lalu Gini bertanya, Kamu tahu cara masuk surga? Kariel, yang baru berumur 5 tahun, menjawab dengan yakin, Anda harus memiliki Yesus sebagai Juruselamatdan aku memiliki-Nya! Kemudian ia mulai bertanya kepada teman-temannya di dalam mobil itu, apakah mereka juga mengenal Yesus.

Pada sore yang sama, Chantel, kakak perempuan Kariel yang berusia 13 tahun sedang berada di gereja lain, ketika seseorang bertanya apakah ia mengenal Yesus sebagai Juruselamat. Ia berkata bahwa ia mengenal-Nya sebagai Juruselamat.

Pada dini hari berikutnya, api yang berkobar melalap habis rumah Kariel dan Chantel, dan keduanya meninggal secara mengenaskan. Saat matahari terbit, mereka sudah berada di surga bersama Yesus.

Tak ada yang tahu akan hari esok. Pertanyaan yang sangat penting adalah: Sudahkah kita mengakui kebutuhan kita akan pengampunan Allah atas dosa kita dan memercayai Yesus sebagai Juruselamat? (Roma 3:23; Yohanes 1:12). Dosa telah memisahkan kita dari Allah dan kita seharusnya dihakimi, namun Yesus memberikan hidup-Nya untuk menggantikan kita (Ibrani 9:27,28).

Pastikan Anda telah memiliki keyakinan seperti Chantel dan Kariel. Kemudian, ketika Anda meninggal nanti, Anda akan bersama dengan Yesus AMC


TERBENAMNYA MATAHARI DI SUATU NEGERI
BERARTI TERBITNYA MATAHARI DI NEGERI YANG LAIN

* Take from Renungan Harian