Minggu, 12 Juli 2026

MUDAH TERKECOH

Marilah kita...berlomba dengan tekun...dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan (Ibrani 12:1-2)


Anak saya Steven baru mulai belajar bermain sepakbola. Kami menghabiskan waktu dengan menendang-nendang bola di halaman depan. Pada saat saya sedang menyampaikan apa yang saya ketahui tentang olahraga ini, Steven melontarkan gagasannya sendiri tentang strategi bermain. Ia berkata demikian, "Saya tahu bagaimana caranya saya dapat melewati seorang pemain. Pada saat menggiring bola, saya akan berkata, 'Hei, lihatlah di sana!' Ketika ia menoleh ke arah itu, saya dapat menggiring bola melewatinya."

Strategi sederhana dengan ucapan-ucapan tipuan yang mengecohkan ini juga diterapkan oleh iblis dalam menyerang orang-orang Kristen -- dan strategi ini ternyata berhasil! Ia menggunakan berbagai macam cara untuk berkata, "Hei, lihatlah di sana!" Semua yang dilakukan iblis adalah membuat kita terkecoh sehingga melakukan hal yang lain, bukannya melayani atau memuliakan Allah.

Salah satu tujuan yang harus kita miliki sebagai seorang pengikut Tuhan adalah tetap memandang kepada Yesus (Ibrani 12:2). Kita akan berpaling dariNya bila kita meletakkan perhatian pada hal-hal yang mencela orang lain. Kita akan berpaling dariNya bila kita membiarkan kekuatiran menguasai hidup kita. Kita akan berpaling dariNya bila kita mengabaikan firmanNya.

Iblis adalah pengecoh yang hebat. Jangan hiraukan godaannya dan arahkanlah senantiasa pandanganmu pada Yesus. Jika kita melakukan hal ini dan tidak lagi mengikuti keinginan iblis, maka kita akan melihat bahwa hidup menjadi lebih mudah dengan memuliakan Allah. Dan dengan demikian kita menjadi sadar dan terlepas dari jerat iblis yang mengikat kita pada kehendaknya (2Timotius 2:26) -- JDB

CARA-CARA SETAN TIDAK PERNAH SEIRING DENGAN KUASA SANG JURUSELAMAT

* Take from Renungan Harian 

Sabtu, 11 Juli 2026

KARENA GONGGONGAN ANJING

Tetapi siapa mendengarkan aku, ia akan tinggal dengan aman (Amsal 1:33)

Dalam rimba belantara di Srilanka timur, 15 orang prajurit dari satuan komando pemerintah, diselamatkan oleh dua ekor anjing yang kemudian dijadikan sebagai maskot. Menurut laporan berita, prajurit-prajurit itu telah menempuh perjalanan sejauh lebih dari 15 km ketika anjing-anjing mereka mencium adanya bahaya. Sambil berlari ke arah sumber air, tempat di mana satuan itu bermaksud untuk beristirahat, anjing-anjing itu tiba-tiba mulai menggonggong dan mengelilingi daerah itu. Pasukan itu kemudian menyelidiki wilayah tersebut dengan cermat dan mereka menemukan 12 buah granat siap ledak yang ditanam dan pelatuknya dihubungkan dengan sebuah kawat yang diregangkan.

Suatu hal yang menarik bila kita memperhatikan kepekaan kedua maskot itu yang mampu mencium adanya ancaman bahaya. Para prajurit itu berhasil lolos dari luka-luka yang serius dan bahkan dari kematian karena mereka mau memperhatikan anjing-anjing yang menggonggong itu.

Peristiwa ini seharusnya menyadarkan kita karena kadang-kadang kita kurang memperhatikan dan mempercayai pelindung kita yang setia. Berapa kali kita pernah marah terhadap ayah atau ibu? Berapa sering kita merasa bosan dengan teguran pendeta atau peringatan dari saudara-saudara seiman kita?

Ya, betapa bijaksana dan penuh kasih Allah kita! Dia mengutus nabi-nabinya untuk membisikkan, memperingatkan dan kadang-kadang meneriakkan akan adanya bahaya yang tersembunyi, yang akan menyakiti tubuh dan jiwa kita.

Jadilah bijaksana dan dengarlah tanda-tanda bahaya -- MRD II

JIKA KITA INGIN MENJADI BIJAKSANA DENGARKANLAH PERKATAAN ORANG-ORANG YANG BIJAKSANA

* Take from Renungan Harian